Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OMZET PENJUALAN SAYURAN DI PASAR RAKYAT KECAMATAN AMEN KABUPATEN LEBONG Vivilia Pitaloka; Edi Efrita; Elni Mutmainnah; Novitri Kurniati; Anton Feriady
Jurnal AGRIBIS Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v16i1.4757

Abstract

Omzet penjualan adalah keseluruhan jumlah penjualan barang/jasa dalam kurun waktu tertentu, yang dihitung berdasarkan jumlah uang yang diperoleh. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi omzet penjualan pada penelitian ini ialah jumlah jenis sayuran, jumlah sayuran, posisi lapak. Berkembangnya suatu usaha salah satunya dipengaruhi oleh omzet penjualan, jika omzet penjualannya meningkat maka keuntungan yang diperoleh pedagang pun meningkat juga maka akan membawa keuntungan yang sangat besar. Keuntungan adalah penerimaan dikurangi dengan biaya total. Jika biaya yang dikeluarkan diasumsikan tetap, maka keuntungan tergantung pada penerimaan atau omzet penjualan. Hal ini bisa dilihat dari keuntungan yang didapatkan oleh pedagang dalam setiap hari penjualan meningkat seiring dengan perubahan omzet penjualan. Hal ini berkorelasi positif dengan tujuan penjualan.Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah berapakah omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen, dan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen Kabupaten Lebong. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui omzet penjualan sayuran dan faktor-faktor yang mempengaruhi omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen Kabupaten Lebong. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode survey. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen adalah sebesar Rp. 2.587.000/hari dan Secara simultan, variabel jumlah jenis sayuran, jumlah sayuran, dan posisi lapak berpengaruh sangat nyata terhadap omzet penjualan di Pasar Rakyat Kecamatan Amen.Secara parsial, variabel jumlah sayuran berpengaruh sangat nyata terhadap omzet penjualan sayuran. Sedangkan jumlah jenis sayuran dan posisi lapak berpengaruh tidak nyata terhadap omzet penjualan sayuran di Pasar Rakyat Kecamatan Amen Kabupaten Lebong. Kata Kunci : Omzet Penjualan, Analisis Regresi Linier Berganda
Pendapatan Usahatani Sistem Integrasi Berbasis Padi dan Sapi di Kelurahan Rimbo Kedui Kabupaten Seluma Propinsi Bengkulu Kurniati, Novitri; Efrita, Edi; Damaiyanti, Denni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.64-69

Abstract

Sistem integrasi merupakan pertanian campuran tanaman dan ternak, dimana limbah produk tanaman digunakan sebagai pakan ternak dan limbah ternak digunakan sebagai pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah. Yang menjadi dasar pada sistem integrasi adalah terdapat sinergi dan saling melengkapi antara tanaman dan ternak, dan limbah keduanya bisa saling dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani sistem integrasi serta menghitung kontribusi usahatani padi sawah dan sapi potong terhadap sistem integrasi di Kelurahan Rimbo Kedui Kabupaten Seluma. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Studi Kasus. Teknik analisa data menggunakan fungsi pendapatan serta persentase untuk menghitung kontribusi pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani integrasi sebesar Rp 72.209.416,69 / tahun, dengan kontribusi usahatani padi sebesar 28,38 persen, sedangkan kontribusi dari usahaternak sapi potong sebesar 71,62 persen.
Deskripsi Manajemen Budidaya Burung Cinta (Love Bird) Sebagai Ternak Potensial Putranto, Heri Dwi; Brata, Bieng; Hakim, Nurmeilisari; Sutriyono, Sutriyono; Kurniati, Novitri; Yumiati, Yossie
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.127-134

Abstract

Love birds are a species of bird which is endemic to the African continent. This study aimed to find out and analyze love bird management methods which are generally carried out by love bird keepers and breeders. The study site was determined purposively in Kepahiang Regency, Bengkulu Province. Field research in the form of interviews using questionnaires were conducted among 15 respondents. Data collection from respondents was carried out using the snowball sampling method. Data were recapitulated  and analyzed descriptively. Data shows that all breeders fed white millet (grains) combined with finely chopped vegetables ad libitum with a frequency of once aday (n = 14) and a frequency of 2 times/day (n = 1). As the main feed, millet is given an average of 72.5 g/bird/day. There were 31 cages used for cultivation based on 3 main functions, namely daily maintenance cages, holding cages and matchmaking cages. Based on the type or shape, there were capsule cages (23 units) and plot-shaped cages (8 units). Cage sanitation recorded in the form of cleaning the cage were carried out once aday by 12 breeders (80%) in the morning (07.00 - 08.00 WIB). A total of 2 breeders (13.33%) during the day (11.00-12.00 WIB) and 1 breeder (6.67%) in the afternoon (17.00-18.00 WIB).  Researchers noted that there was 1 management activity that is similar as the management activity for birds in general, namely the match making activity. Furthermore, no mastering, sun bathing or shower  activities were found. It can be concluded that the main food for lovebirds was grain which is given ad libitum and the birds were kept in cages that are adapted to their function and rearing activities.   Keywords: Management, Love Bird, Potential Animal   ABSTRAK Burung cinta merupakan spesies burung yang berhabitat asli di benua Afrika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis metode budidaya burung cinta yang secara umum dilakukan oleh peternak dan penangkar burung cinta. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Penelitian lapangan berupa wawancara mempergunakan kuisioner dilakukan pada 15 orang responden. Koleksi data dari responden dilakukan dengan metode snowball sampling. Data direkapitulasi dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Data menunjukkan bahwa seluruh peternak memberikan pakan milet putih (biji-bijian) dikombinasikan dengan sayuran yang dicacah kecil ad libitum dengan frekuensi pemberian sebanyak 1 kali/hari (n = 14) dan frekuensi 2 kali/hari (n = 1). Sebagai pakan utama, milet diberikan rerata sebanyak 72,5 gr/ekor/hari. Terdapat 31 buah kandang yang dipergunakan untuk budidaya berdasarkan atas 3 fungsi utama yaitu kandang pemeliharaan harian, kandang umbaran dan kandang penjodohan. Berdasarkan jenis atau bentuknya terdapat  kandang kapsul (23 buah), dan kandang berbentuk petak (8 buah). Tindakan sanitasi kandang berupa membersihkan kandang dilakukan 1 kali/hari oleh 12 peternak (80%) pada pagi hari (jam 07.00 - 08.00 WIB).  Sebanyak 2 peternak (13,33%) pada siang hari (11.00-12.00 WIB) dan 1 peternak (6,67%) pada sore hari ( 17.00-18.00 WIB). Jenis penyakit yang menyerang burung cinta budidaya antara lain penyakit mata (13,33%) dan gangguan pernapasan (6,67%) yang diatasi mempergunakan herbal berupa daun sirih (80%) dan obat Super N (20 %). Peneliti mencatat terdapat 1 aktifitas budidaya yang sama dengan aktifitas budidaya burung peliharaan secara umum yaitu aktifitas penjodohan (match making). Selanjutnya, tidak ditemukan aktifitas budidaya mastering, sun bathing atau shower. Dapat disimpulkan bahwa pakan utama burung cinta adalah biji-bijian yang diberikan ad libitum dan burung dipelihara dalam kandang yang disesuaikan dengan fungsi dan aktifitas pemeliharaannya.   Kata kunci: Budidaya, Burung Cinta, Manajemen, Ternak Potensial
Study On The Revenue And Income Of Mungkus Fish Catchers In Padang Guci Hulu District, Kaur Regency Feni, Rita; Feriady, Anton; Kurniati, Novitri; Yawahar, Jon; Mutmainah, Elni; Saputra, Riko
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v11i2.7133

Abstract

Purpose: This research aims to determine the amount of revenue and income of mungkus fish finders in Padang Guci Hulu District, Kaur Regency. Method: The research method used in this research is the census method and questionnaires as data collection tools. The respondents in this study were 33 people looking for mungkus fish. Result: The results of the research show that the income of mungkus fish finders in Padang Guci Hulu District is IDR 530,652 per month, with an average income reaching IDR 869,394 per month and an average total cost of IDR 338,742 per month. With an average income of IDR 869,394 per month and an average total cost of IDR 338,742 per month, the income of mungkus fish finders is profitable, This research shows that the subject has not been widely researched and is cost efficient. Findings: This study also highlights a subject that is still under-researched as well as cost-efficient. Novelty: This research provides new insights into the natural resource potential associated with mungkus fish. Originality: This study offers an analysis of the revenue and income of mungkus fish seekers in Kaur Regency. Conclusion: The income earned by mungkus fish seekers is not only profitable, but also serves as an additional source of income to meet family needs. Type of paper : Empirical Research Article
Nilai Tambah Pengolahan Kopi Biji Salak Sebagai Alternatif Pangan Fungsional Di Desa Harapan Kabupaten Bengkulu Tengah Kurniati, Novitri; Mutmainnah, Elni; Wahyuni, Selvi
Jurnal AGRIBIS Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v18i1.7698

Abstract

Salak yang banyak yang dimanfaatkan adalah daging buah   yang dijadikan berbagai jenis kuliner makanan  dan kulit salak dijadikan  pupuk,  sedangkan  biji salak pada kualifikasi tertentu dijadikan sebagai bibit dan sisanya di buang dan tidak ada pengolahan lanjut. Usaha V- Rini di Desa Harapan Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu memanfaatkan biji salak menjadi produk yang memiliki nilai jual cukup tinggi  dengan cara mengolah biji salak menjadi bubuk kopi salak.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan biji salak menjadi bubuk kopi salak.  Metode penelitian menggunakan studi kasus pada usaha V-Rini Kabupaten Bengkulu Tengah. Teknik analisis data menggunakan  metode nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pengolahan  kopi biji salak  sebesar Rp 57.738,014/kg dengan rasio nilai tambah kopi  biji salak sebesar 83,2%. Kata Kunci : Nilai Tambah,  Kopi Biji Salak
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KEPEMILIKAN TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Nopita, Nopita; Kurniati, Novitri; Feni, Rita
BUANA SAINS Vol 24, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v24i3.6223

Abstract

This research aimed to determine the factors influencing the number of livestock ownership in beef cattle in Sukaraja District, Seluma Regency. The variables used in this research are the breeder's age, experience, calf price, income from the beef cattle business, rearing system, and type of cow. The research uses a survey method with field observation techniques and direct interviews with respondents. This type of research is quantitative descriptive. The sampling procedure utilized a proportional random sample. The samples taken were farmers engaged in beef cattle farming in the Sukaraja sub-district, 98 samples were used purposively using the Slovin formula. The data analysis technique uses Multiple Linear Regression analysis. The research results show that the average ownership of cattle kept by farmers is 3-5 head per farmer using intensive and semi-intensive rearing systems. The variables of calf price and income from the beef cattle business have a real impact.  The breeder's age and experience have an impact on the number of beef cattle holdings. Meanwhile, the rearing system and type of cow have no significant effect on the number of beef cattle ownership.
Analisis Usahatani Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Sistem Urban Farming Chintia, Aksho Citra; Efrita, Edi; Kurniati, Novitri; Marwan, Edy
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v10i1.269

Abstract

 Agricultural land in Indonesia is decreasing due to land conversion into housing and other public facilities.. The scarcity of agricultural land is especially felt in urban areas, so the remaining land must be utilized optimally and efficiently. Urban farming is an agricultural or plantation concept that is carried out using limited land. The principle of urban farming is any effort to utilize space or land that still exists in urban areas, such as yards, roofs or walls of houses. Urban agricultural cultivation methods can be carried out using verticulture, hydroponics, aquaponics, aeroponics, fruit plants in pots (tabulampot) or polybags, and others. The aim of this research is to study the concept of urban farming using several methods, namely: (1) polybags (2) vertical cultivation (3) wall plant bags (4) hydroponic Deep Flow Technique (DFT) in urban farming areas. The data used is data from the results of an Independent Certified Internship at the Center for Implementation of Standard Agricultural Instruments in Bengkulu which was carried out from September to January 2024. Analysis of the data used includes (1) profit (2) R/C Ratio (3) B/C Ratio (4) Break Event Point (BEP). Based on the conclusions of the analysis of pakcoy farming with an urban farming system using polybag, wall planter bag, verticulture, Hydroponic Deep Flow Tenchnique (DFT) techniques, it was stated that of the four pakcoy cultivation techniques there was one technique that was declared inefficient to carry out or not feasible because it has value. profit 20,688.89, R/C Ratio 1.35, B/C Ratio 0.35 and Break even point Product BEP 2.97 kg and Revenue BEP IDR 59,311.11 which is a smaller value. 
ANALISIS FINANSIAL DENGAN PENDEKATAN COST VOLUME PROFIT PADA USAHA KOPI BUBUK BUKIT BARISAN DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Hervito, Fiqro Ajnus; Kurniati, Novitri; Mutmainnah, Elni
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 20 NO 02 2021 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.027 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.20.2.355-366

Abstract

The purpose of this study is to estimate the amount of Bukit Barisan Coffee's operating profit that is reflected in the contribution margin, breakeven point, margin of safety (MOS),  degree of operating laverage (DOL) and calculate profit target in next period.  The research method used is a case study. The analysis used is cost-volume-profit analysis (CVP). The data used are primary and secondary data. Based on the results of the analysis, it was found that the profit was IDR 18,323,806 / month with a production of 896 kg / month, a contribution margin of IDR 21,028,250, a break even point of IDR 6,630,105 and 115 kg of ground coffee, a MOS value of IDR 44,921,895 and a DOL value of IDR 1.15. The planned profit target of IDR 20,156,186 can be achieved if  sell 974 kg of coffee or get sales of IDR 55,757,635. To achieve the profit target, an alternative scenario is used to increase sales volume by 10% and a fixed selling price.
Edukasi Dan Motivasi SPP-IRT Bagi Calon Wirausaha Industri Rumah Tangga Di Lingkungan Ibu-Ibu Aisyiyah Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu Mutmainnah, Elni; Kurniati, Novitri; Fitriani, Dwi; Feriady, Anton
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6111

Abstract

Kota Bengkulu sebagai wilayah pesisir pantai memiliki sumber daya alam laut yang melimpah. Pada kondisi tertentu saat musim penangkapan ikan berlimpah, ikan yang diperoleh nelayan selain dijual dalam keadaan segar juga dibuat menjadi berbagai ikan olahan ikan seperti ikan kering, ikan asin dan lain-lain. Usaha ini dilakukan secara turun temurun sebagai mata pencaharian sampingan masyarakat nelayan yang tinggal di Kampung Nelayan kelurahan Sumber Jaya kota Bengkulu. Produk ikan olahan yang dihasilkan dikumpulkan dan dijual melalui pengepul atau langsung ke konsumen. Namun sayangnya, produk ikan olahan yang dibuat belum berorientasi pasar. Dalam arti produk yang dihasilkan belum memperhatikan persyaratan jaminan keamanan produk dalam bentuk sertifikasi pangan. Sehingga keuntungan yang diperoleh belum maksimal karena tidak dapat bersaing dengan produk lain yang serupa. SPP-IRT merupakan perizinan keamanan pangan yang dimiliki suatu produk dengan tujuan memperluas area pemasaran dan meningkatkan daya saing produk. Sebagai wilayah penghasil ikan olahan, kelurahan sumber jaya berpotensi menghasilkan produk yang memiliki jaminan keamanan pangan dan mampu memberikan pendapatan tambahan bagi keluarga. Berdasarkan hal tersebut maka Tim Pengabdi Program Studi Agribisnis terdorong untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang edukasi dan motivasi calon wira usaha bagi ibu rumah tangga di lingkungan Aisyiyah.  Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan motivasi calon wirausaha baru untuk membuat jaminan keamanan produk ikan olahan yang dihasilkan mereka dalam bentuk Perizinan SPP-IRT dengan tujuan memperluas area pemasaran dan meningkatkan daya saing produk ikan kering yang dihasilkan. 
Business Analysis of Jakarin 1 Composite Maize Seed Production in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency Gustiawan, Suci; Efrita, Edi; Kurniati, Novitri; Marwan, Edy
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 01 (2026): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v4i01.2588

Abstract

Jakarin 1 composite maize is a superior variety capable of adapting to unfavorable environmental conditions and has high economic potential. This study aimed to analyze profitability, efficiency, feasibility, and the break-even point (BEP) of the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency. The study was conducted from August to November 2024 using a census method involving the entire population of seed breeder farmers (four respondents). Primary data were collected through interviews using questionnaires, while secondary data were obtained from supporting literature. The analyses included income analysis, efficiency ratio (R/C), feasibility ratio (B/C), and break-even point analysis for both production and sales. The results showed that the average total production cost was IDR 10,415,040.87, while total revenue reached IDR 32,756,717.50, resulting in a net profit of IDR 22,341,676.63. The R/C ratio was 2.17 and the B/C ratio was 1.17, indicating that the enterprise is economically efficient and feasible. The break-even point was achieved at a sales volume of 347.17 kg of seed. Therefore, the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise has promising prospects to be developed as a main source of farmers’ income.