Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN PADA LAHAN PESISIR KABUPATEN JEPARA Mustofa, Arif; Rochmanto, Decky
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.19

Abstract

Analisis daya dukung lahan terhadap budidaya perikanan sangat penting dilakukan agar usaha budidaya tidak menemukan hambatan. Analisis keseuaian lahan dilakukan dengan melakukan evaluasi karakteristik lahan disesuaikan dengan kriteria hasil penelitian yang telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian lahan pesisir Kabupaten Jepara sebagai lahan budidaya perikanan. Metode penelitian berupa survei dan metode analisis data didasarkan pada kriteria kesesuaian lahan pesisir dimodifikasi dari beberapa sumber peneliti terdahulu. Kriteria tersebut berupa tekstur tanah, kelerengan pantai, tipe pantai, curah hujan, kondisi hidrologi, jalur hijau, pH tanah dan penutupan lahan. Pengukuran dan pengambilan sampel di titik pengamatan yang berumlah delapan yaitu Kecamatan Kedung, Tahunan, Jepara, Mlonggo, Bangsri, Kembang, Keling dan Donorojo. Analisa data menggunakan scoring dengan tiga tingkatan 100, 90 dan 80 serta hasil total penjumlah skor dengan kriteria daya dukung baik bernilai 91-100, daya dukung sedang bernilai 81-90 dan daya dukung rendah bernilai < 80. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kabupaten Jepara yang memiliki karakteristik daya dukung lahan baik terhadap budidaya perikanan adalah wilayah pesisir Kecamatan Kedung, Mlonggo dan Keling. Kriteria daya dukung sedang adalah wilayah pesissir Kecamatan Tahunan, Jepara, Bangsri, Kembang dan Donorojo. Tidak ditemukan kriteria daya dukung lahan rendah di wilayah pesisir Kabupaten Jepara
Training on Tunnel Technology to Increase Salt Production in Jepara Regency Prihatmoko, Dias; Mustofa, Arif; Sarwido, Sarwido; Wijaya, Akhmad Pandhu
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i2.6019

Abstract

Rainwater is one of the factors that can affect salt production in Jepara Regency. Salt tunnel technology can retain rainwater so that salt farmers can produce salt even during the rainy season. However, salt farmers have not yet fully utilized this technology. So that assistance is needed to them about the application of salt tunnel technology. This program is conducted to increase the knowledge and skills of salt farmers about salt tunnel technology. The community service partner is UKM Rumah Garam in Surodadi Village, Kedung District, Jepara Regency. The activity was carried out in August 2024. The flow of implementing activities includes preparation, provision of tools and materials, implementation of training, partner assistance and evaluation. The training was attended by partner members with training material on Sustainable Salt Production Technology. The next stage is the field practice of making salt tunnel construction in the salt field owned by one of the participants. The construction is made of bamboo and the soil is coated with geoisolator while the cover uses UV plastic. The community service activity was able to increase the knowledge and skills of the participants about salt tunnel technology which is expected to increase the amount of salt production.
Dimensi Kepemimpinan Transformational di Lembaga Pendidikan Islam Mustofa, Arif; Maunah, Binti; Patoni, Achmad
Jurnal Administrasi Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): March
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/japi.2024.6.1.25-34

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang dimensi kepemimpinan transformasional sebagai bentuk kepemimpinan yang dianggap paling mendekati ideal. Kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan yang mendasar dan dilandasi oleh nilai-nilai agama, sistem dan budaya untuk menciptakan inovasi dan kreatifitas pengikutnya dalam rangka mencapai visi yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dengan jelas konsep dimensi kepemimpinan transformational di Lembaga Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif diskriptif dan verifikatif. Dalam dimensi kepemimpinan transformasional terdapat empat hal, yang dikenal dengan istilah 4I (four ai), yaitu: Idealized influence (pengaruh ideal), inspirational motivation (motivasi inspirasional), intellectual stimulation (stimulasi intelektual), dan individual concideration (pertimbangan individu).
Transformasi Puji-pujian Jawa dalam Islam (studi tekstual Julia Kresteva) Mustofa, Arif; Zawawi, Moh.; Munjiah, Ma’rifatul; Rarasat, Indah
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63736

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap sumber-sumber teks puji-pujian Jawa dalam Islam, mengungkap bentuk transformasi teks puji-pujian Jawa dari teks sumber, dan mengungkap hubungan antara teks puji-pujian Jawa dengan teks sumber. Kajian intertekstual sangat dibutuhkan ditengah situasi masyarakat yang menganggap bahwa pujian pujian jawa adalah sesuatu yang sesat, menyesatkan, menyimpang dari nilai-nilai Islam, bid'ah dan jauh dari parameter Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotika Julia Kristeva. Pengumpulan data menggunakan metode literatur survei dengan puji-pujian Jawa sebagai topik utama yang diteliti dan dianalisis. Terdapat tiga tahapan dalam penelitian ini, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan ialah adanya alih aksara dalam kajian tekstual pujian berbahasa Jawa Sederek Dulur Sedoyo dan Tombo Ati. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa pujian tersebut terinspirasi dari teks-teks Arab, syair, dan artikel. Penelitian ini berimplikasi sebagai tren baru dalam kajian teks, tidak hanya teks sastra seperti novel atau cerita, tetapi juga teks-teks kebahasaan seperti teks etnologi yang dapat dianalisis dengan metode intertekstualitas untuk menemukan sumber teks, mengungkap hubungan teks baru dengan teks lama, dan mengungkap keindahan proses transformasi dari teks ke teks
KUALITAS PERAIRAN PANTAI SERIBU RANTING JEPARA Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif
Jurnal Disprotek Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i1.5970

Abstract

WATER QUALITY OF JEPARA'S SERIBU RANTING BEACHSeribu Ranting Beach is located between two river estuaries. These two river estuaries are a source of sediment that enters coastal waters. These sediments can cause shallowing of coastal waters, which can disrupt the marine ecosystem, so Seribu Ranting Beach has a high potential for pollution. This research aims to determine the condition of water quality at Seribu Ranting Beach. This research was carried out in October 2023 in the waters of Seribu Ranting Beach. The research method used is descriptive exploratory. The data collection point is divided into 3 stations. Water quality data was collected, namely pH, temperature, salinity and dissolved oxygen using multimeter parameters, turbidity using a turbidity meter, depth and brightness using a Secchi disk, and current speed using a probe ball. The results of this research are physical parameters consisting of water temperature ranging from 31.3 - 35.8 °C, current speed ranging from 0.03 - 0.04 m/s, depth ranging from 0.6 - 0.7 m, brightness ranging from between 0.15 – 0.30 m and turbidity ranging from 35 – 55 NTU. Chemical parameters consist of pH ranging from 6.98 – 7.77, salinity ranging from 25 – 30 ‰ and DO ranging from 5.7 – 9.3 mg/L. The water quality of Seribu Ranting Beach meets marine water quality standards and is classified as adequate conditions for the survival of organisms or marine biota based on Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021, namely the parameters of temperature, pH, salinity and dissolved oxygen. Meanwhile, depth, brightness and turbidity do not meet the quality standards for marine aquatic organisms.Pantai Seribu Ranting terletak di antara dua muara sungai. Kedua muara sungai ini menjadi sumber sedimen yang masuk ke perairan pantai. Sedimen-sedimen tersebut dapat menyebabkan pendangkalan perairan pantai, yang dapat mengganggu ekosistem laut, sehingga Pantai Seribu Ranting memiliki potensi pencemaran yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan di Pantai Seribu Ranting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di wilayah perairan Pantai Seribu Ranting. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif. Titik pengambilan data dibagi menjadi 3 stasiun. Pengambilan data kualitas air yaitu pH, suhu, salinitas dan oksigen terlarut menggunakan multicheker parameter, kekeruhan menggunakan turbidity meter, kedalaman dan kecerahan menggunakan secchi disk, dan kecepatan arus menggunakan bola duga. Hasil dari penelitian ini yaitu parameter fisika terdiri suhu air berkisar antara 31,3 – 35,8 °C, kecepatan arus berkisar 0,03 – 0,04 m/s, kedalaman berkisar antara 0,6 – 0,7 m, kecerahan berkisar antara 0,15 – 0,30 m dan kekeruhan berkisar antara 35 – 55 NTU.  Parameter kimia terdiri dari pH berkisar antara 6,98 – 7,77, salinitas berkisar antara 25 – 30 ‰ dan DO berkisar 5,7 – 9,3 mg/L. Kualitas perairan Pantai Seribu Ranting yang memenuhi standar baku mutu perairan laut dan tergolong pada kondisi yang tercukupi untuk kelangsungan hidup organisme atau biota perairan laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 adalah pada parameter suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut. Sedangkan kedalaman, kecerahan dan kekeruhan tidak memenuhi standar baku mutu biota perairan laut.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL DAN MONITOR PRODUKSI GARAM MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS Prihatmoko, Dias; Mustofa, Arif; Faidlon, Ahmad; Arifin, Zaenal
Jurnal Disprotek Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i1.5895

Abstract

DESIGNING A SALT PRODUCTION CONTROL AND MONITOR SYSTEM USING INTERNET OF THINGSSalt is a part of the national strategic commodity whose position is no less important compared to other basic needs. Currently, the national salt demand balance is 4.5 million tonnes. Salt farmers, so far, still use conventional and traditional methods, the salting process using a measuring instrument in the form of a salt baume hydrometer with a range of 0 – 35 manually. This results in farmers having to measure at all times at the salt pond location. Therefore, it is necessary to have a tool that can control and monitor salt content values. By using this tool, the process of monitoring salt content values can run quickly, effectively and efficiently. This research uses a WiFi-based ESP8266 microcontroller, salt content sensors and temperature and humidity sensors. Salt content sensors are placed in old water and salt tables, while temperature and humidity sensors are placed in salt storage locations. The sensor reads data on salt levels, temperature and humidity which is then sent to the microcontroller so that the information can then be monitored at any time by salt farmers. The results of this research, the control and monitoring system for salt production using the internet of things has been successfully tested and obtained good results, it can monitor and control salt production, the main ones are salt content, temperature and humidity, the average error percentage is 2, 8% when measuring the salt content of old water, and 3 percent when measuring the salt content on a salt table. Meanwhile, in the control system, the fan is turned on according to the setting, namely above 30 degrees Celsius, the fan will turn on, then the conditions in the salt storage room can run at optimal temperature so as to minimize the decrease in salt levels during storage.Garam merupakan salah satu bagian dari komoditas strategis nasional yang posisinya tidak kalah penting jika dibanding dengan kebutuhan pokok lainnya, saat ini neraca kebutuhan garam nasional sebesar 4,5 juta Ton. Para petani garam, selama ini masih menggunakan cara konvensional dan tradisional, proses penggaraman menggunakan alat ukur berupa hydrometer baume garam dengan range 0 – 35 secara manual. Hal ini mengakibatkan para petani harus mengukur setiap saat ke lokasi tambak garam. Oleh karena itu perlu adanya alat yang dapat mengontrol dan memonitor nilai kadar garam, Dengan pengggunaan alat tersebut maka proses pemantauan nilai kadar garam dapat berjalan secara cepat, efektif, dan efisien. Penelitian ini menggunakan mikrokontroller ESP8266 berbasis wifi, sensor kadar garam serta sensor suhu dan kelembaban. Sensor kadar garam ditempatkan di air tua dan meja penggaraman, sedangkan sensor suhu dan kelembaban di tempatkan di lokasi penyimpanan garam. Sensor membaca data kadar garam, suhu dan kelembaban kemudian dikirim ke mikrokontroller untuk selanjutnya informasi dapat dipantau setiap saat oleh petani garam. Hasil penelitian ini, sistem control dan monitoring produksi garam dengan menggunakan internet of things ini telah berhasil di uji coba dan mendapatkan hasil yang baik, dapat memonitor dan control produksi garam utamanya adalah kadar garam, suhu dan kelembaban, rata-rata prosentase error sebesar 2,8 % saat mengukur kadar garam air tua, dan sebesar 3 persen saat mengukur kadar garam di meja penggaraman. Sedangkan sistem control nya, kipas menyala sesuai dengan pengaturan yaitu diatas 30 derajat celcius maka kipas akan menyala, selanjutnya kondisi ruang penyimpanan garam dapat berjalan pada suhu optimal sehingga dapat meminimalisir penurunan kadar garam selama penyimpanan.
MONITORING KUALITAS AIR TAMBAK BUDI DAYA KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) PADA KELOMPOK MITRA DI DESA PANGGUNG JEPARA Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif; Riza, Andi Nor; Hasyim, Muhammad; Naseer, Jamal Abdun
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15853

Abstract

Abstract: Panggung Village is one of the coastal villages in Kedung District, Jepara Regency which has a lot of potential natural resources to be developed. One potential natural resource that is quite potential is the mangrove forest which is widely cultivated as a place for mud crab cultivation. Mud crab (Scylla serrata) is one of the fisheries resources in the mangrove area, has high economic value and tastes delicious meat so that it is consumed by many local and foreign people. The problem faced by the partner group is that the cultivation of mud crabs has not gone well due to limited funds, lack of technology and assistance for their production activities. This activity aims to provide science and technology applications in the form of digital pond water quality monitoring technology to monitor parameters of temperature, DO, salinity and pH so that mud crabs grow optimally and have high selling prices. The method used for partner groups to support program realization is participatory. The result of the activity is a fairly high level of participation from the partner group which has a positive impact on program implementation, seen in socialization activities, counseling, training and mentoring in monitoring the water quality of mud crab cultivation ponds. The implementation of the service program is able to produce outputs, namely increasing the knowledge and skills of partner groups in monitoring water quality.Keywords: Monitoring; Water Quality; Mud Crab.Abstrak: Desa Panggung merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara yang memiliki banyak potensi sumber daya alam untuk dikembangkan. Salah satu potensi sumber daya alam yang cukup potensial adalah hutan mangrove yang banyak diusahakan sebagai tempat budi daya kepiting bakau. Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumber daya perikanan yang berada di kawasan mangrove, memiliki nilai ekonomis tinggi dan rasa dagingnya yang lezat sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat lokal maupun mancanegara. Permasalahan yang dihadapi kelompok mitra yaitu budi daya kepiting bakau yang dilakukan belum berjalan dengan baik dikarenakan keterbatasan dana, kurangnya teknologi dan pendampingan untuk kegiatan produksinya masih sangat kurang. Kegiatan ini bertujuan memberikan aplikasi IPTEKS berupa teknologi monitoring kualitas air tambak secara digital untuk memantau parameter suhu dan DO sehingga kepiting bakau tumbuh optimal serta memiliki harga jual yang tinggi. Metode yang digunakan bagi kelompok mitra untuk mendukung realisasi program adalah partisipatif. Hasil dari kegiatan adalah tingkat partisipasi yang cukup tinggi dari kelompok mitra memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program, terlihat pada kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan monitoring kualitas air tambak budi daya kepiting bakau. Pelaksanaan program pengabdian mampu menghasilkan luaran yaitu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok mitra dalam melakukan monitoring kualitas air.Kata Kunci: Monitoring; Kualitas Air; Kepiting Bakau.
Aktualisasi Marketing Mix Concept Untuk Menciptakan Superior Customer Value Pada Perguruan Tinggi Islam Mustofa, Arif; Masrokan, Prim; Eko Sujianto, Agus
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jkpi.2024.14.2.129-141

Abstract

Satuan pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan dalam penyelenggaraannya diatur oleh standar pendidikan yang berlaku di daerah tersebut, di Indonesia standar nasional pendidikan menjadi acuan standar mutu pendidikan berskala nasional. Salah satu standar pendidikan yakni, standar pengelolaan pendidikan termasuk diantaranya pemasaran satuan pendidikan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dari bauran pemasaran oleh satuan pendidikan perguruan tinggi islam untuk menciptakan superior customer value bagi masyarakat. Marketing mix atau bauran pemasaran menjadi langkah penting yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan, terdapat 7 aspek dalam bauran pemasaran diantaranya; product, place, price, process, promotion, people, phyisical evindence. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode literature review, peneliti mengkaji dan mengananalisis 20 referensi terakhir (2015-2024) yang relevan dengan objek kajian penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi marketing mix pada perguruan tinggi islam di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat ditinjau dari laporan jumlah perguruan tinggi yang terus mengalami peningkatan 0,37% , data pada tahun 2016 terakhir terdapat 699 perguruan tinggi islam dan hari ini pada tahun 2024 terdapat 964 perguruan tinggi. Peningkatan jumlah satuan pendidikan dipengaruhi oleh konsep marketing mix tiap lembaga yang memberikan dampak positif terhadap pendiidkan islam di Indonesia.
PELATIHAN PEMBUATAN KERUPUK CANGKANG TELUR DENGAN KEPALA UDANG TINGGI KALSIUM (PENCEGAH OSTEOPOROSIS) PADA KELOMPOK PKK DESA SINGOROJO, MAYONG JEPARA Kursistiyanto, Nurcahyo; Mudiarti, Luky; Setiyowati, Desti; Mustofa, Arif; Rohman, Farid Abdur; Latifa, Milfa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19331

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill kelompok ibu-ibu  di desa Singorojo Jepara dengan mentransformasikan teknologi pengolahan, pengemasan, pemasaran dan manajemen usaha yang menggunakan bahan dasar nasi menjadi produk olahan kerupuk cangkang telur dan kepala udang. Permasalahan rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu desa Singorojo dalam mengolah limbah baik dari cangkang telur maupun kepala udang, sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Pelatihan ini di berikan mulai dari cara pengolahaan, pengemasan, pemasaran sampai metode yang akan di terapkan, untuk mencapai tujuan atau target yaitu metode demonstrasi, pelatihan/penyuluhan. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga desa Singorojo telah memahami dan memiliki keterampilan dalam wirausaha, dan mengetahui cara pengelolaan usaha yang lebih terstruktur, adanya produk kerupuk cangkang telur dan kepala udang berbagai rasa pedas dan manis serta memahami bagaimana cara memasarkan produk dengan adanya inovasi kemasan dan penggunaan teknologi. Hasil  evaluasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengetahuan peserta terkait pengolahan cangkang telur dan kepala udang ini meningkat dan membuka pikiran peserta untuk memanfaatkan limbah yang ada untuk meningkatkan  pendapatan serta mencegah osteoporosis. Peserta secara aktif menanggapi positif keterampilan dan pengetahuan yang di sampaikan oleh tim pengabdi.                                                                               Kata kunci: cangkang telur; kepala udang; kerupuk; inovasi ABSTRACTThis community service aims to increase the knowledge and skills of the women's group in Singorojo Jepara village by transforming processing, packaging, marketing and business management technology that uses rice as the basic ingredient into processed products such as egg shell crackers and shrimp heads. The problem is the low level of knowledge and skills of Singorojo village women in processing waste from both egg shells and shrimp heads, so that it becomes an economically valuable product. This training is provided starting from processing, packaging, marketing to the methods that will be applied, to achieve goals or targets, namely demonstration methods, training/counseling. The results achieved in this activity are that the group of housewives in Singorojo village understand and have skills in entrepreneurship, and know how to manage a business in a more structured way, there are egg shell crackers and shrimp head products in various spicy and sweet flavors and understand how to market the products in a there is packaging innovation and the use of technology. From the results of the evaluation that has been carried out, it can be seen that the participants' knowledge regarding the processing of egg shells and shrimp heads has increased and opened the participants' minds to utilize existing waste to increase income and prevent osteoporosis. Participants actively responded positively to the skills and knowledge conveyed by the service team. Keywords: egg shells; prawn heads; crackers; innovations
Analisis Kesulitan Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berdasarkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas V SD Negeri I Mujing Setiawan, Mufid Indra; Mustofa, Arif; Tisngati, Urip
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 8, No 2 (2025): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v8i2.37812

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi kesultan siswa  kelas V SD Neegeri I Mujing dalam menyelesaikan soal-soal HOTS, dilihat dari kemampuan penalaran matematis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan data diperoleh melaluui tes dan wawancara. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa baik siswa dengan kemampuan penalaran matematis tinggi maupun rendah mengalami kesulitan dalam kategori yang sama, yaitu kesulitan konseptual, komputasi, prosedural, rendahnya penguasaan kemampuan dasar matematika, serta kesulitan memahami konteks soal dan menyusun strategi pemecahan. Namun, indikator kesulitan yang muncul berbeda pada tiap kategori siswa. Siswa dengan penalaran tinggi umumnya mengalami kendala pada tahap akhir penyelesaian, sedangkan siswa dengan penalaran rendah kesulitan sejak tahap awal hingga akhir. Penelitian ini juga menemukan dua jenis kesulitan baru, yaitu kesulitan memahami konteks soal terapan dan kesulitan menyusun strategi penyelesaian, yang dialami oleh seluruh siswa.