Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Keluarga Petani di Ngemplak Sleman Purnama, Suly Aliffia; Agung Nugroho; Silvi Lailatul Mahfida
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/kn065h77

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga petani merupakan isu penting yang dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi dan akses terhadap sumber pangan terutama pada wilayah agraris seperti Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani di daerah Sleman. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan, pendidikan kepala keluarga, dan jumlah anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner United States Household Food Security Survey Module (US-HFSSM) . Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional yang bersifat analitik dengan dengan desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden yang digunakan yaitu 96 kepala keluarga petani di Ngemplak Sleman dengan menggunakan teknik sampling Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan pendapatan dengan ketahanan pangan keluarga diketahui nilai p-value < 0,005 yaitu p = 0,021 , terdapat hubungan antara pendidikan kepala keluarga dengan nilai p-value < 0,005 yaitu p = 0,009 dan jumlah anggota keluarga dengan p-value < 0,005 yaitu p = 0,004 dengan ketahanan pangan keluarga petani di Daerah Sleman tepatnya di Kecamatan Ngemplak. Dari data tersebut petani di Ngemplak Sleman tidak hanya menanam hasil panen untuk dijual saja, namun beberapa penduduk setempat memanfaatkan lahan untuk menanam sayur atau bahan pangan lain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Usia 10-12 Tahun di Kecamatan Gamping Putri, Audrey Femilia; Dewi Rizzky Mutiarasari; Silvi Lailatul Mahfida
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/wd25xx48

Abstract

Status gizi lebih dapat disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Kualitas tidur yang kurang baik pada anak usia sekolah dapat meningkatkan resiko status gizi lebih dan kesehatan lain. Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan durasi tidur dengan status gizi lebih pada remaja usia 10 – 12 tahun. Metode penelitian ini merupakan penelitian data sekunder dengan metode analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data berat badan, tinggi badan, dan kualitas tidur tidur. Data status gizi dengan indikator IMT/U diperoleh dari hasil z-score pada aplikasi WHO Antroplus. Analisis yang digunakan adalah Uji Fisher exact. Berdasarkan hasil uji Fisher exact, tidak adanya hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi lebih dengan p – value sebesar 0,237 (>0,05). Namun, hasil uji Fisher exact pada durasi tidur dengan status gizi lebih memiliki hasil adanya hubungan dengan p – value sebesar 0,028 (<0,05) dengan nilai rasio peluang sebesar 4,84. Kesimpulan penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi lebih (p >0,05). Namun, adanya hubungan antara durasi tidur dengan status gizi lebih (p <0,05; OR = 4,84).
Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Astuti; Silvi Lailatul Mahfida; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.205

Abstract

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5% dan di DIY sebesar 21,5%. Salah satu penyebab stunting yaitu praktik yang kurang tepat serta karakteristik ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan praktik pemberian makan pada balita di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah ibu dan balita usia 0-59 bulan berjumlah 166 responden dengan menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian ini adalah karakteristik ibu yaitu pendidikan, pekerjaan, usia ibu, dan jumlah anak sebagai variabel independen diukur menggunakan kuesioner dan praktik pemberian makan pada balita sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan kuisioner Caregiver`s Feeding Style Questionnaire (CFSQ). Penelitian ini merupakan data sekunder dari penelitian utama yang berjudul “Estimasi Status Gizi Balita Berdasarkan Role Model Makanan, Food Skill, dan Demokratis Parental Feeding Pada Ibu Bekerja di Yogyakarta” yang dilakukan di bulan Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Chi Square, Fisher’s Exact, dan Kruskal Wallis dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,029, tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,080, tidak terdapat hubungan antara usia ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,3403, dan tidak terdapat hubungan antara jumlah anak dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,350. Sebaiknya ibu lebih memperhatikan praktik pemberian makan yang baik dan benar untuk meningkatkan status gizi anak untuk mencegah terjadinya malnutrisi.
Hubungan Konsumsi Protein Hewani Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Godean I Maria Cristy Ridua Don; Ibtidau Niamilah; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.216

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial, yang ditandai oleh nilai Z-score indeks TB/U <-2 SD. Stunting dapat terdeteksi pada usia 24-59 bulan, akibat dari kekurangan gizi Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. Mengetahui hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data konsumsi protein hewani dalam penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025. Pada penelitian ini, untuk mengukur konsumsi protein hewani menggunakan kuesioner SQ-FFQ pada anak usia 24-59 bulan. Lalu data status gizi diambil dari pengukuran di posyandu. jumlah responden sebanyak 107 anak menggunakan quota sampling. Mayoritas balita dengan konsumsi protein hewani yang tidak sesuai anjuran sebanyak 93 balita ( 86,92%). Persentase balita di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1 dengan kejadian stunting 23 balita (21,50%) dan tidak stunting sebanyak 84 balita (78,50%). Tidak ada hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Puskesmas Berbah Maulida Intan Purnama; Siti Fadhilatun Nashriyah; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.275

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi utama yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Berbah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 56 responden yang dipilih melalui teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan pengukuran antropometri Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji fisher exact . Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian KEK (p = 0,000), di mana ibu dengan asupan protein kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami KEK. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (p = 0,532) dan lemak (p = 0,109) dengan kejadian KEK. Namun, ibu dengan asupan lemak kurang memiliki risiko 6 kali lebih besar mengalami KEK (OR = 6; 95% CI: 0,5–73,5), meskipun tidak bermakna secara statistik. Kesimpulannya, asupan protein merupakan faktor zat gizi makro yang paling berpengaruh terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Berbah.