Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Protein Hewani Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Godean I Maria Cristy Ridua Don; Ibtidau Niamilah; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.216

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial, yang ditandai oleh nilai Z-score indeks TB/U <-2 SD. Stunting dapat terdeteksi pada usia 24-59 bulan, akibat dari kekurangan gizi Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. Mengetahui hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data konsumsi protein hewani dalam penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025. Pada penelitian ini, untuk mengukur konsumsi protein hewani menggunakan kuesioner SQ-FFQ pada anak usia 24-59 bulan. Lalu data status gizi diambil dari pengukuran di posyandu. jumlah responden sebanyak 107 anak menggunakan quota sampling. Mayoritas balita dengan konsumsi protein hewani yang tidak sesuai anjuran sebanyak 93 balita ( 86,92%). Persentase balita di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1 dengan kejadian stunting 23 balita (21,50%) dan tidak stunting sebanyak 84 balita (78,50%). Tidak ada hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Puskesmas Berbah Maulida Intan Purnama; Siti Fadhilatun Nashriyah; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.275

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi utama yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Berbah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 56 responden yang dipilih melalui teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan pengukuran antropometri Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji fisher exact . Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian KEK (p = 0,000), di mana ibu dengan asupan protein kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami KEK. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (p = 0,532) dan lemak (p = 0,109) dengan kejadian KEK. Namun, ibu dengan asupan lemak kurang memiliki risiko 6 kali lebih besar mengalami KEK (OR = 6; 95% CI: 0,5–73,5), meskipun tidak bermakna secara statistik. Kesimpulannya, asupan protein merupakan faktor zat gizi makro yang paling berpengaruh terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Berbah.