Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Revitalisasi Trias UKS di SMP Muhammadiyah 2 Godean Zahra Arwananing Tyas; Silvi Lailatul Mahfida; Dwi Sri Handayani; Kharisma Alya Septiana; Julian Duwi Prasetya
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v4i2.139

Abstract

Tele UKS adalah aplikasi web yang dirancang untuk penggunaan media jarak jauh untuk melaksanakan kegiatan Trias UKS yang lebih efektif. UKS di SMP Muhammadiyah 2 Godean mengalami keterbatasaan dalam pelaksanaan program-program Kesehatan sekolah seperti sosialisasi dan edukasi mengenai stunting dan anemia atau Kesehatan lainnya. Tahapan yang dilakukan yaitu perancangan Tele-UKS, pembentukan Kader Kesehatan Siswa, pelatihan pengukuran status gizi dan peningkatan aktivitas fisik, pelatihan penggunaan Tele-UKS, penjaringan kesehatan, pendampingan Konsultasi Kesehatan, dan seminar. Fitur Tele-UKS berbasis web terdiri dari artikel edukasi kesehatan, penjaringan kesehatan siswa, layanan konsultasi kesehatan, kalender kegiatan Tele-UKS, kuis, game, dan polling. Kader kesehatan siswa dan guru pembina UKS dibekali keterampilan tentang pengkajian status gizi dan anemia remaja, serta cara pengelolaan program menggunakan Tele-UKS. Sebanyak 6 kader kesehatan remaja terbentuk. Peningkatan literasi dan keterampilan guru pembina UKS dan kader kesehatan remaja terkait wawasan status gizi, anemia, dan cara penggunaan Tele-UKS sebesar 27% dari skor pre-test. Sebanyak 263 siswa mengikuti program penjaringan kesehatan yang terdiri dari pengukuran status gizi, pengecekan hemoglobin, dan tekanan darah. Siswa lebih mudah menjangkau layanan kesehatan terutama program promotif dan preventif dengan mengakses fitur-fitur Tele-UKS. Artikel kegiatan dimuat di media elektronik nasional yaitu Suara ‘Aisyiyah. Video kegiatan ditampilkan di Youtube LPPM UNISA Yogyakarta dan memiliki sertifikat HKI. Perlu tindak lanjut hasil kegiatan penjaringan kesehatan, memantau web TeleUKS secara berkala, pemberitahuan ke siswa setiap ada update TeleUKS, serta koordinasi lebih lanjut dengan pihak Puskesmas untuk memaksimalkan fungsi UKS.
Parental Feeding Styles Related to the Stunting in Sleman, Indonesia Bella, Nur Aisyah; Fauzia, Faurina Risca; Mahfida, Silvi Lailatul
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 19 No. Supp.2 (2024)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2024.19.Supp.2.314-321

Abstract

The study aimed to determine the correlation between parental feeding style and stunting in toddlers. This study was an observational method with a cross-sectional design. The population of this study were all mothers of toddlers who were in the Minggir Puskesmas (Public Health Center) working area. The sample size in this study was 114 mothers of toddlers, and the sample was chosen using the cluster random sampling technique. Determination of parenting style variables based on demandingness and responsiveness scores. There are four categories of parental feeding styles, namely democratic, authoritarian, permissive, and neglect parenting. Anthropometric measurements of toddlers were carried out directly, and interviews using the parental feeding style questionnaire that had been tested for validation and reliability. That the data was analyzed with Fisher’s Exact test. The Fisher’s Exact test revealed that there was a correlation between parental feeding styles approaches to the stunting incidence with the value of p=0.000 (p<0.05). The parental feeding style that mostly applied to cause stunting is the neglect-feeding style (8.8%). Parents should further improve their parenting patterns by always paying attention to food intake, especially the amount, frequency of feeding, and type of food.
HUBUNGAN KETERAMPILAN PERSIAPAN MAKANAN PADA IBU BEKERJA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nisa, Neny Fahrun; Mahfida, Silvi Lailatul; Pratiwi, Fahna Rahayu; Jaya, Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37940

Abstract

Gizi buruk pada anak balita masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana 7,1% anak balita mengalami kekurangan berat badan. Ibu yang bekerja menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan tuntutan karir dengan tanggung jawab pengasuhan anak, yang berpotensi berdampak pada status gizi anak mereka. Penelitian ini berupaya mengetahui hubungan keterampilan menyiapkan makanan ibu bekerja dengan status gizi balita di Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi cross-sectional dilakukan terhadap 211 ibu bekerja yang mempunyai anak usia 6-59 bulan dari lima kabupaten di Provinsi Yogyakarta. Hasil Penelitian  menunjukkan rata-rata z-score berat badan terhadap tinggi badan adalah 1,33 ± 1,83 yang menunjukkan status gizi anak secara umum baik. Namun tidak ditemukan hubungan bermakna antara keterampilan ibu dalam menyiapkan makanan (perencanaan, pengolahan, dan keamanan pangan) dengan status gizi anak (p > 0,05). Rata-rata skor keterampilan menyiapkan makanan lebih tinggi (4,901) pada ibu yang mempunyai anak dengan status gizi baik dibandingkan dengan ibu yang gizi kurang (4,476) atau berisiko kelebihan berat badan dan obesitas (4,799). Meskipun tidak ada hubungan signifikan antara keterampilan ibu dalam menyiapkan makanan dengan status gizi anak, namun status gizi anak yang positif secara keseluruhan menunjukkan bahwa ibu yang bekerja pada populasi ini umumnya mampu memberikan gizi yang cukup kepada anaknya.
Analisis Kepuasan Citra Tubuh dengan Pemilihan Makanan pada Remaja Mahfida, Silvi Lailatul; Nurmaulina, Siti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1635

Abstract

Perubahan pada fase remaja mulai menilai diri, dan mengubah citra diri, yang dapat mengarah pada penilaian yang positif dan negatif. Persepsi yang negatif ini dapat mempengaruhi perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan citra tubuh dengan pemilihan makanan pada remaja. Penelitian ini berupa observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 3 Kabupaten Tangerang yang berusia 15-17 tahun, sebanyak 114 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling. Data citra tubuh dikaji menggunakan Kuesioner Multidimensional Body Self Relation Questionnaire Appearance Scales (MBSRQ-AS), dan data pemilihan makan menggunakan Food Choice Quesioner (FCQ), secara online. Korelasi kedua variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebanyak 85 orang ( 74,6%) memiliki citra tubuh normal, 19 orang (16,7%) dengan citra tubuh positif, dan sebanyak 10 orang (8,8%) memiliki citra tubuh negatif. Terdapat hubungan citra tubuh dengan pemilihan makanan pada dimensi bahan alami (p=0,037; r=0,196), dimensi kesehatan (p=0,012; r=0,235) dan dimensi control berat badan (p=0,033; r=0,200). Dapat disimpulkan bahwa remaja dengan pemilihan makan yang bersifat alami, bermanfaat untuk kesehatan, serta dapat mengontrol berat badan berpotensi sebagai penentu perkembangan citra tubuh. Edukasi gizi bagi remaja sebaiknya diarahkan untuk dengan pendekatan citra tubuh untuk membentuk perilaku makan yang baik.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 MINGGIR Pradnya Kesuma, Nindya Parameswara; Mahfida, Silvi Lailatul; Nugroho, Agung; Nuraini, Nuraini
Darussalam Nutrition Journal Vol. 9 No. 1 (2025): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v9i1.14269

Abstract

Latar belakang: Kebiasaan sarapan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi status gizi, terutama pada remaja. Menerapkan kebiasaan sarapan secara teratur dapat menurunkan risiko terjadinya obesitas. Sebanyak 40% siswa di Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Status gizi remaja di Indonesia yang berusia 13 hingga 15 tahun menunjukkan bahwa 12,1% berada dalam kategori overweight sedangkan 4,1% dalam kategori obesitas berdasarkan IMT/U. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi pada siswa di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Metode: Penelitian ini berbasis data sekunder. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir yang berjumlah 132 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dan sebanyak 132 siswa dari kelas VII hingga IX. Data dikumpulkan dengan cara menggunakan kuesioner serta pengukuran antropometri, seperti tinggi badan serta berat badan. Analisis dalam penelitian ini yaitu uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis menunjukkan uji signifikansi menunjukkan p-value sebesar 0,0801 yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05 (0,0801 > 0,05). Nilai Spearman’s rho sebesar 0,1529 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan status gizi. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan sarapan tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi siswa di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mencari faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi siswa.
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kebiasaan Sarapan Siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir Febrianti, Rafika; Mahfida, Silvi Lailatul; Nugroho, Agung; Nuraini, Nuraini
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1975

Abstract

Remaja di Indonesia (usia 10–19 tahun) menghadapi tiga masalah gizi utama, yaitu underweight, overweight, dan kekurangan zat gizi mikro. Sekitar 25% remaja Indonesia mengalami stunting, 9% bertubuh kurus, dan 16% mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Tingkat pendidikan ibu berpengaruh terhadap status gizi dan kebiasaan sarapan anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat pendidikan ibu dengan kebiasaan sarapan siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Penelitian dengan menggunakan data sekunder dengan pendekatan kuantitatif serta desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, melibatkan 132 siswa dan didapatkan 104 data memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang menjadi fokus penelitian adalah tingkat pendidikan ibu dan kebiasaan sarapan. Data dikumpulkan menggunakan formulir kuesioner, dan analisis yang diterapkan adalah uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai Spearman’s rho sebesar 0,0824 dengan p-value 0,4059, mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang berarti antara tingkat pendidikan ibu dengan kebiasaan sarapan siswa. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kebiasaan sarapan siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Oleh karena itu, penelitian lanjutan perlu memasukkan faktor seperti pengetahuan gizi, peran ayah, kebiasaan keluarga, dan waktu berangkat sekolah. Siswa diharapkan rutin sarapan untuk mendukung belajar dan gizi. Peneliti selanjutnya disarankan memakai pendekatan campuran dan melibatkan peran orang tua lebih luas.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MINGGIR Rahmawati, Ananda Novia; Mahfida, Silvi Lailatul; Nugroho, Agung; Hartiningrum, Frida
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 9 No 1 (2025): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2025.9.1.13105

Abstract

According to Riskesdas 2018, the prevalence of anemia among adolescents in Indonesia has significantly increased, namely at a rate of 32%. Women in Indonesia had a higher prevalence of anemia, accounting for 27.2% compared to 20.3% for men. The occurrence rate of anemia among female teenagers in Minggir is 18%. The objective of this study is to determine the relationship between nutritional status and the occurrence of anemia in female teenagers residing in Minggir. The study employed a quantitative research approach characterized by analytical observation and a cross-sectional design. Information on nutritional status was collected using BMI/Age, whereas anemia status was determined based on hemoglobin levels. The research data consisted of secondary data obtained from the Aksi Bergizi (Nutritious Action) activities conducted by Puskesmas (Primary Health Center) Minggir in March 2023. The study included a population and sample of 363 female students, selected using a total sampling technique. The data analysis in this study employed the Fisherexact test statistical test, with a significance level of α (0.05). The research data analysis, conducted using the Fisher exact test statistical technique, obtained a p- value of 0.247 (p>0.05). A study determined that there was no statistically significant relationship between nutritional status and anemia in female teenagers residingin Minggir. The prevalence of anemia in female adolescent in Minggir iscategprized as mild problem, and it is recommended that female adolescent participate in obesity prevention programs and education programs on anemia prevention to increase awareness and knowledge.
Hubungan Literasi Label Makanan Kemasan Dengan Food Skill Pasien Diabetes Mellitus Di Sleman Haeriah, Haeriah; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Silvi Lailatul Mahfida; Salma Nabilah A’zhar Puspita; Aida Naabighotul Ummah; Galuh Nurwidyasari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.508

Abstract

Latar Belakang: Literasi label makanan kemasan merupakan kemampuan penting bagi pasien diabetes mellitus dalam memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana keterkaitan antara literasi label makanan kemasan dengan keterampilan pengelolaan makanan (food skill) pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 pasien diabetes mellitus berusia 21–60 tahun yang menjalani rawat jalan di beberapa puskesmas dan rumah sakit di Sleman. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner literasi label makanan kemasan dan food skill yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden memiliki literasi label makanan kemasan yang baik (79%), namun sebagian besar memiliki food skill yang kurang (21%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus (p = 0,003). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Peningkatan literasi label makanan kemasan perlu diikuti dengan pelatihan food skill agar pasien mampu mengelola makanan dengan baik sesuai kebutuhan gizi.
PEMANFAATAN UMBI-UMBIAN MINOR PADA MENU JAJANAN ANAK-ANAK DALAM UPAYA PELESTARIAN SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN Probowati, Wiwit; Maharani, Nova Santika; Zahra, Adiba Kanza Az; Mahfida, Silvi Lailatul; Gailea, Manda Aminah; Andini, Nisa Aulia
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2804

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas tinggi seperti halnya tanaman umbi-umbian. Pemanfaatan umbi-umbian minor sebagai sumber bahan pangan semakin menurun. Masyarakat mengenal umbi-umbian minor sebagai makanan kuno yang hanya diolah dengan direbus. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern pemanfaatan umbi-umbian minor terlupakan tergantikan oleh makanan olahan modern yang berbahan dasar tepung gandum yang bukan merupakan produk asli Indonesia. Tujuan dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Sleman Yogyakarta ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian tanaman umbi minor dan pelatihan berbagai olahan pangan dari umbi minor. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pembelajaran dan praktik partisipatif. Peserta yang beraal dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Seyegan berjumlah 50 orang diberikan pembelajaran sambil melakukan praktek. Didapatkan hasil eksplorasi umbi-umbian minor di wilayah Kabupaten Sleman yaitu talas, umbi garut, dan umbi ganyong. Formulasi resep untuk jajanan anak didapatkan bahwa talas dapat dibuat menu kroket, umbi garut dapat dibuat menjadi mie sehat dan umbi ganyong dapat dibuat kukis dan minuman jelly atau dawet. Hasil uji pengetahuan dari 50 peserta program menunjukkan 85% mengolah umbi dengan direbus atau dikukus, 9% digoreng dan 6% peserta menjawab dijadikan minuman. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang umbi-umbian minor dan melatih peserta untuk mengolah menjadi berbagai menu jajanan yang diminati anak-anak. Selanjutnya peserta akan tertarik untuk melestarikan tanaman ini dan mencoba berbagai olahan pangan yang lebih bervariasi.
Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Astuti; Silvi Lailatul Mahfida; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.205

Abstract

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5% dan di DIY sebesar 21,5%. Salah satu penyebab stunting yaitu praktik yang kurang tepat serta karakteristik ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan praktik pemberian makan pada balita di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah ibu dan balita usia 0-59 bulan berjumlah 166 responden dengan menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian ini adalah karakteristik ibu yaitu pendidikan, pekerjaan, usia ibu, dan jumlah anak sebagai variabel independen diukur menggunakan kuesioner dan praktik pemberian makan pada balita sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan kuisioner Caregiver`s Feeding Style Questionnaire (CFSQ). Penelitian ini merupakan data sekunder dari penelitian utama yang berjudul “Estimasi Status Gizi Balita Berdasarkan Role Model Makanan, Food Skill, dan Demokratis Parental Feeding Pada Ibu Bekerja di Yogyakarta” yang dilakukan di bulan Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Chi Square, Fisher’s Exact, dan Kruskal Wallis dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,029, tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,080, tidak terdapat hubungan antara usia ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,3403, dan tidak terdapat hubungan antara jumlah anak dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,350. Sebaiknya ibu lebih memperhatikan praktik pemberian makan yang baik dan benar untuk meningkatkan status gizi anak untuk mencegah terjadinya malnutrisi.