Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Identifikasi Penggunaan Perangkat Pembelajaran Fisika Kelas X SMA di Kota Palu Ditinjau dari Kebutuhan Belajar Abad 21 Azizah, Wafiq; Supriyatman, Supriyatman; Nurjannah, Nurjannah; Napitupulu, Nurasyah Dewi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 12 No. 2 (2024): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v12i2.3391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perangkat pembelajaran fisika yang digunakan guru SMA di kota Palu telah mengintegrasikan keterampilan 4C sebagai kebutuhan belajar abad 21. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan desain penelitian analisis isi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah sejumlah 3 orang, guru fisika sejumlah 3 orang, dan siswa kelas X sejumlah 6 orang yang berasal dari SMAN 1 Palu, SMAN 3 Palu, dan SMAN 5 Palu, sedangkan objek dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP, buku teks fisika, media pembelajaran, lembar kerja siswa, dan instrumen penilaian siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar ceklis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika yang digunakan oleh guru SMAN di kota Palu telah mengintegrasikan keterampilan 4C. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan kategori analisis perangkat pembelajaran yaitu, pada perangkat buku teks fisika dan perangkat lembar kerja siswa berada pada kategori baik, sedangkan perangkat RPP, media pembelajaran, dan instrumen penilaian siswa berada pada kategori cukup baik.
Analisis Konsepsi Siswa Pada Materi Elastisitas Aswad, Hajar; Darsikin, Darsikin; Kamaluddin, Kamaluddin; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Gustina, Gustina; Miftah, Miftah; N. Laratu, Wahyuni
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 12 No. 3 (2024): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v12i3.3759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan Konsepsi Siswa Pada Materi Elastisitas di SMA Gamaliel Palu. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Gamaliel Palu.yang berjumlah 18 orang peserta didik dan telah melalui mata pelajaran fisika materi elastisitas. Data diperoleh dari lembar tes pilihan ganda dengan jumlah tes 18 butir soal pilihan ganda. Persentase konsepsi peserta didik pada setiap kategori diperoleh yang paham konsep sebesar 58,95%, tidak paham konsep sebesar 22,53% dan miskonsepsi 18,52%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta didik di SMA Gamaliel Palu telah memahami konsep elastisitas. Persentase konsepsi siswa berdasarkan butir soal diperoleh persentase tertinggi pada setiap kategori yaitu sebesar 100% untuk kategori paham konsep yang terletak pada butir soal no 1, 44,44% untuk kategori tidak paham konsep yang gterletak pada soal no 10 dan 77,78% untuk kategori miskonsepsi yang terletak pada soal no 16. Persentase konsepsi peserta didik berdasarkan konsep elastisitas diperoleh persentase terbesar untuk setiap kategori konsepsi yaitu sebesar 90,74% untuk kategori paham konsep yang terletak pada konsep benda elastis dan plastis, 31,48% untuk kategori tidak paham konsep yang terletak pada konsep hukum Hooke dan 44,44% untuk kategori miskonsepsi yang terletak pada konsep pegas seri dan paralel.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan PhET Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Pada Siswa Tobunggu, Amini; Mansyur, Jusman; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Nurjannah, Nurjannah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbantuan PhET terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa di SMA Negeri 1 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan kelas XI MIPA 2 (n=32) dan kelas XI MIPA 3 (n=32). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah berupa tes uraian (essay) yang telah melalui proses validasi. Hasil skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen sebesar 41,41 dan kelas kontrol sebesar 40,62. Setelah perlakuan, rata-rata nilai post-test kelas eksperimen dan kontrol meningkat menjadi 77,93 dan 70,11. Uji hipotesis menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,01< 0,05 yang mengindikasikan adanya perbedaan antara kedua kelas. Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen sebesar 0,63 berkategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,51 berkategori sedang. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan PhET memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa di SMA Negeri 1 Palu.
Pengembangan Media Pembelajaran Terintegrasi Kearifan Lokal Untuk Mengetahui Literasi Sains Pada Materi Fisika Setiawan, Rio; Paramita, Ielda; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Jarnawi, Muhammad
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media yang dikembangkan dan untuk mengetahui kemampuan literasi sains peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran terintegrasi kearifan lokal sebagai media pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap yakni (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation dan (5) evaluation. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan validasi ahli materi menunjukkan skor 3,26 , validasi ahli media menunjukkan skor 3,08, hasil penilaian guru mata pelajaran IPA menunjukkan skor 3,18. Analisis respon tanggapan peserta didik menunjukkan skor rata-rata sebesar 3,06  berdasarkan penilaian dari ke empat penilai dapat di simpulkan kategori yang di dapatkan yaitu kategori “Baik” dan hasil tes literasi sains peserta didik menunjukkan skor rata-rata 76,5 dengan kategori “Baik”. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran terintegrasi kearifan lokal yang dikembangkan telah terbukti valid dan praktis sebagai sumber belajar untuk mengetahui kemampuan literasi sains peserta didik pada materi gelombang bunyi yang dikontekstualisasikan melalui alat musik tradisional lalove.
D Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Reduksi Miskonsepsi Siswa Pada Materi Energi Terbarukan Siregar, Ermila Sari; Hutahaean, Juniar; Napitupulu, Nurasyah Dewi
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol. 13 No. 2: December 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i2.17925

Abstract

This study aims to determine the effect of the discovery learning model on reducing students' misconceptions about renewable energy. The research design is a quasi-experimental design with two sample classes selected using cluster random sampling, namely class X-2 as the experimental class and X-3 as the control class. The instrument used was a five-tier diagnostic test consisting of 20 questions that had been validated by validators and pilot-tested on students. The results showed that the average misconception rate among students in the experimental class before the intervention was 44.33%, and after the intervention, the average misconception rate was 24.53%. Thus, there was a 19.8% decrease in misconceptions in the experimental class. Meanwhile, in the control class, the average misconception rate of students before the treatment was 42.33%, and after the treatment, the average misconception rate of students was 31.17%, resulting in an 11.6% decrease in misconceptions. Based on the results of the one-tailed t-test on the posttest data, the tvalue was 12.0196, which was far greater than the ttable value of 2.000, so Ha was accepted. This shows that the discovery learning model has a significant effect in reducing misconceptions in renewable energy material compared to conventional learning.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Representasi Fisika Siswa pada Materi Getaran dan Gelombang Arung, Hendy Setiadi; Darsikin, Darsikin; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Gustina, Gustina
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.5049

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh strategi pembelajaran PBL terhadap kemampuan konseptual siswa kelas VIII di SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini menggunakan metodologi empiris dengan teknik quasi-eksperimental dan desain kelompok kontrol, yang mencakup tes pra dan pasca. Peserta penelitian berasal dari kelas VIII, dengan Kelas VIII C ditugaskan ke kondisi perlakuan (PBL) dan Kelas VIII A sebagai kelompok kontrol/perbandingan. Alat pengumpulan data meliputi ujian esai, materi pembelajaran, dan formulir pemantauan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik inferensi statistik dengan asumsi keseragaman dan normalitas distribusi data. Prosedur parametrik statistik dilakukan dengan SPSS versi 30 untuk sistem operasi Windows. Hasil dari Independent Sample Test menunjukkan nilai p-value 0,044 < 0,05. Oleh karena itu, H0 ditolak sedangkan Ha diterima. Kesimpulan ini mendapat dukungan tambahan dari hasil analisis gain ternormalisasi, di mana kelas perlakuan mencapai skor g = 0,67 (klasifikasi sedang) dengan peningkatan sebesar 67,55%, sedangkan kelas pembanding memperoleh skor g = 0,61 (klasifikasi sedang) yang menunjukkan peningkatan sebesar 61,93%.
Analisis Rancangan Alat Ukur Berdasarkan Indeks Bias untuk Pengembangan Pembelajaran Fisika di SMA Waenggo, Olivia; Muslimin, Muslimin; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Adi Untara, Ketut Alit
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.5194

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis rancangan alat ukur berbasis indeks bias sebagai upaya pengembangan pembelajaran fisika di tingkat SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan alat praktikum sederhana yang berlandaskan Hukum Snellius serta mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai media pembelajaran kontekstual. Rancangan alat dikembangkan menggunakan komponen sederhana yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar dan dapat diaplikasikan di laboratorium sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan menguji kemampuan alat dalam mengukur indeks bias zat cair, khususnya minyak goreng, sebagai representasi penerapan konsep optika dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi (96,87%) dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, LKPD hasil pengembangan memperoleh kategori sangat valid dengan skor 85%. Penggunaan alat dan LKPD ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap pembiasan cahaya secara aplikatif, memperkuat keterampilan ilmiah, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung pelaksanaan pembelajaran fisika berbasis eksperimen dan kontekstual di SMA.
Development of E-LKPD Wizer: A Solution to Improve Problem Solving Skills and Ecological Attitude in Junior High School Students Siti Fathonah Septianingsih; Nurasyah Dewi Napitupulu; Mery Napitupulu; Ratman; I Nengah Kundera
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.8621

Abstract

The objective of this study was to develop and assess the impact of Wizer E-LKPD on the problem-solving skills and ecological attitudes of 28 VIIC class students at SMP Negeri 1 Wita Ponda. The study employed the ADDIE model as its research framework and utilized a one-group pretest-posttest design with purposive sampling. The research instruments included validation sheets, response questionnaires completed by teachers and students, tests of problem-solving abilities, and an ecological attitude questionnaire. The findings indicated that Wizer E-LKPD was highly valid, with an average rating of 94.12%. The results demonstrated that the Wizer E-LKPD effectively enhanced problem-solving skills, achieving a medium effect size of 0.65, and improved ecological attitudes with a simple effect size of 0.30. Therefore, it can be concluded that the Wizer E-LKPD is a valid, practical, and effective tool for improving students' problem-solving abilities and fostering ecological attitudes in science learning at SMP Negeri 1 Wita Ponda.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP RELEVANSI AMANAT AGUNG PADA KONTEKS GENERASI Z Saran Parade M Lumbantoruan; Junita G. L. P. Aruan; Nurasyah Dewi Napitupulu
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9309

Abstract

The Great Commission (Matthew 28:19-20) faces significant challenges in the context of Generation Z. This study aims to examine the perceptions of Christian students regarding the relevance of the Great Commission in the Generation Z environment. A survey was conducted among 101 Christian students aged 18-24. The data was collected using a questionnaire with three indicators of the perception of the Great Commission's relevance: understanding, application, and influence. Each indicator consists of 10 questions with four options in the form of a Likert scale. The results indicate that there is a stronger understanding of the Great Commission than its application and influence in Gen Z's life. The study's findings indicate that while there is a robust theological grasp of the Great Commission, the primary challenge lies in its practical implementation to enhance its influence on Gen Z. To address this challenge, churches and educational institutions must adapt to the digital lifestyle of Gen Z.
Implementasi Modul IPBA_Ecolisa untuk Meningkatkan Keterampilan berpikir logis dan kritis Nurasyah Dewi Napitupulu; Miftah; I Wayan Darmadi; Muhammad Jarnawi; Rizki Ilmianih
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.13805

Abstract

This study examines the effectiveness of Earth and Space Science modules integrated with eco-pedagogy and science literacy (IPBA-EcoLisa) in improving students’ logical and critical thinking skills. A pre-test–post-test design was employed with 43 prospective physics teacher students. Data were collected using validated instruments measuring logical and critical thinking abilities and analyzed using N-Gain scores. The results indicate a moderate improvement in logical thinking skills (N-Gain = 0.36), particularly in students’ ability to apply patterns and rules to predict Earth and Space Science issues. Critical thinking skills demonstrated a significant improvement (N-Gain = 0.52), with the most notable gains observed in the Basic Support and Basic Clarification indicators. These findings suggest that integrating eco-pedagogy and science literacy within IPBA learning effectively strengthens higher-order thinking skills while fostering environmental awareness. In conclusion, the IPBA-EcoLisa module represents a promising instructional approach for supporting sustainable science education and enhancing essential cognitive competencies in physics education students.