Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Ketahanan Pangan melalui Pelatihan Pengolahan Tepung Sukun menjadi Produk Olahan bagi Warga Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Nasahi, Ceppy; Subakti-Putri, Syifa Nabilah; Natawisastra, Dang Aditya
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i3.65895

Abstract

Buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan komoditas lokal yang potensial namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Rancaekek Wetan. Rendahnya nilai jual dan kurangnya inovasi dalam pengolahan menyebabkan petani sulit memperoleh keuntungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah sukun menjadi produk bernilai ekonomis melalui pelatihan dan sosialisasi berbasis pengalaman. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Padjadjaran dengan metode pendekatan experiential learning dan manajemen partisipatif. Sebanyak 21 warga desa mengikuti kegiatan sosialisasi, praktik, dan pengisian kuesioner evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan dengan tingkat pengetahuan pasca kegiatan yang tercermin dari wawasan ketahanan pangan (57,14%), pengenalan terhadap buah sukun (95,24%), dan pemahaman pengolahan sukun (90,48%). Namun, mayoritas besar peserta (85,71%) menyatakan belum memiliki rencana produksi secara konkret yang menunjukkan perlunya dukungan lanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan.. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi langsung dapat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat terkait pengolahan sukun. Oleh karena itu, program pendampingan lanjutan diperlukan untuk mendorong penerapan hasil pelatihan dan keberlanjutan usaha olahan sukun di tingkat rumah tangga.
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Pakan Maggot dan Pupuk Kompos di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Nasahi, Ceppy; Istifadah, Noor
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.50200

Abstract

Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk memisahkan dan mengolah sampah menjadi salah satu penyebab sampah bertebaran dimana-mana khususnya di sungai Cibeusi. Hal inilah yang menjadi masalah di Rukun Warga (RW) 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Padahal sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti pakan maggot dan pupuk kompos. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode pemaparan materi dan praktik pembuatan pakan maggot dan pupuk kompos oleh peserta/masyarakat. Partisipasi dan dukungan dari Narasumber, masyarakat, dan Ketua Rukun Warga (RW) 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang menjadi kunci dari terlaksananya kegiatan sosialisasi. Manfaat dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini antara lain masyarakat dapat mengolah sampah rumah tangga menjadi pakan maggot dan pupuk kompos serta meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan dan pengolahan sampah sehingga dampaknya lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman, produktivitas sampah daur ulang (nilai ekonomis), dan meminimalisir polutan.
Optimalisasi kesuburan Lahan, Budidaya, Dan Kesehatan Tanaman Buah di Desa Pajagan (Sumedang, Jawa Barat) Dono, Danar; Hidayat, Yusup; Suriadikusumah, Abraham; Soleh, Mochamad Arief; Mubarok, Syariful; Nasahi, Ceppy; Widayani, Neneng Sri
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.50207

Abstract

Tanaman buah merupakan salah satu komoditas berekonomis tinggi. Produksi tanaman buah dapat dioptimalkan dengan Persiapan lahan, cara budidaya dan menjaga Kesehatan tanamana dengan baik agar terhindar dari serangan hama dan penyakit. Salah satu lokasi potensial untuk pengembangan komoditas tanaman buah adalah Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kab. Sumedang. Tanaman buah yang dikembangkan diantaranya jambu kristal, jeruk siam, dan buah naga. Optimalisasi potensi untuk perkembangan komoditas tanaman buah dilakukan dengan pelatihan terhadap petani di Desa Pajagan. Adapun Langkah-langkah yang dilakukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman diantanya analisis tanah pertanian, pelatihan Pembuatan kompos, pelatihan cara budidaya tanaman buah, dan perawatan tanaman. Peningkatan kemampuan petani dalam budidaya tanaman buah ditunjang pada kegiatan pengabdian yang dilakukan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga mendapatkan respons yang baik dari petani, sehingga diharapkan dapat mewujudkan Desa Pajagan sebagai desa agrowisata aneka buah.
Pemanfaatan Minyak Serai (Cymbopogon nardus L.) dan Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Untuk Pengendalian Ulat Krop Kubis (Crocidolomia pavonana F.) Susanto, Ainun Nandini Putri; Dono, Danar; Nasahi, Ceppy
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.50201

Abstract

Crocidolomia pavonana adalah salah satu hama utama pada tanaman kubis. Pestisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian yang dapat dilakukan petani. Salah satunya adalah minyak serai wangi dan minyak jarak. Pada penelitian ini diuji bagaimana pengaruh insektisida nabati dari minyak serai wangi dan minyak jarak dalam bentuk tunggal dan campuran dalam mengendalian hama C. pavonana. Metode uji menggunakan metode residu pada pakan dengan metode celup daun pada konsentrasi 0,1% dan 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada campuran serai wangi dan jarak (rasio 3:1) memberikan kematian C. pavonana tertinggi 86,67% (konsentrasi 0,1%) dan 100% (konsentrasi 0,5%). Pemberian minyak juga memberikan pengaruh terhadap penekanan konsumsi pakan dan pengurangan bobot pupa. Hasil penelitian dapat dijadikan rekomendasi kepada petani untuk memanfaatkan minyak Serai Wangi dan minyak Jarak Kepyar untuk pengendalian hama C. pavonana pada tanaman kubis sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Antagonistic Endophytic Fungi from Papaya Fruit Against Anthracnose Causing Pathogens (Colletotrichum gloeosporioides) on Papaya Fruit Nasahi, Ceppy; Amatullah, Hana Lathifah; Kurniadie, Denny
CROPSAVER Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v6i2.47087

Abstract

Anthracnose disease caused by Colletotrichum gloeosporioides considered a major disease on papaya fruit. One way to control plant diseases is to use antagonistic fungi as biocontrol agents. Several antagonistic fungi can be found in plant tissues (endophytic fungi). This study aims to get endophytic fungi from papaya fruit antagonistic to the fungus C. gloeosporioides. The research used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and five replications on in-vitro and in-vivo tests. The results showed that three isolates of endophytic fungi found from papaya fruit were Fusarium sp., Aureobasidium sp., and Acremonium sp., which had an inhibition of 63.5%, 67.86%, and 7.52%, respectively. Fusarium sp. and Aureobasidium sp. are potentially considered antagonist fungi in controlling the fungus C. gloeosporioides in in-vitro testing based on the inhibition results were more than 60%. Aureobasidium sp. is considered potential antagonist fungi according to the colonization or growth of C. gloeosporioides mycelium inhibition that emerges on papaya up to 97%. 
The Effectiveness of Azadirachta indica A. Juss. and Barringtonia Asiatica L. Kurz. Seed Extract to Controlling Macrosiphoniella sanborni (Hemiptera : aphididae) on Chrysanthemum Morifolium Var. Jayanti Masturina, Safirah Amalia; Sudarjat, Sudarjat; Nasahi, Ceppy
CROPSAVER Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v5i2.39751

Abstract

Macrosiphoniella sanborni is a main concern in the production of ornamental chrysanthemum plants. Farmers commonly use chemical treatment to control aphids, but this can harmful the environment and humans. Therefore, alternative environmentally control is needed, one of which is by using botanical pesticides such as Azadirachta indica and Barringtonia asiatica. This research aimed to test the effectiveness of the neem and bitung seed extract against M. sanborni pests on chrysanthemum plants. This research was conducted at the Chrysanthemum cultivation Mr. Syarif’s screen house in Karyawangi village, Parongpong district, West Java, which began in January 2021 to May 2021. This research used an experimental method using a Randomized Complete Block Design (RCBD) which each experiment consisted of 10 treatments and each treatment was repeated 3 times. The tested treatments are neem and bitung seed extract in different concentration, and controls. The results of this study revealed that the effective treatment of M. sanborni on chrysanthemum is the extract of bitung seed at the concentration of 2%. Bitung seed extract pesticides can be used as an alternative synthetic pesticide to control population of M. sanborni.