Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

AKTIVITAS ANTI HIPERGLIKEMIA MINYAK KLUWAK PADA HEWAN UJI MENCIT (Mus Musculus) Raymond Arief N. Noena; Zakiah Thahir; Nurul Hidayah Base
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.551 KB)

Abstract

Biji kluwak mengandung senyawa flavonoid yang diduga memiliki potensi antidiabetes. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas antihiperglikemia minyak kluwak pada hewan uji mencit (Mus musculus) dengan metode induksi menggunakan aloksan. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Kelompok I (kontrol negatif) diberi Natrium CMC, kelompok II (kontrol positif) diberi Glibenklamid, kelompok III, IV dan V diberi minyak kluwak dengan konsentrasi 0,1 ml, 0,2 ml dan 0,3 ml. Perlakuan dilakukan selama 7 hari dengan 5 kali pengukuran darah dimulai pada hari pertama dilakukan pengukuran gula darah puasa dan pemberian induksi dan pada hari ketiga, kelima dan ketujuh pengukuran gula darah setelah perlakuan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi 0,2 ml mempunyai aktivitas antidiabetes terhadap mencit yaitu menurunkan sampai kadar rata-rata 53,92% Keywords: Biji kluwak, antidiabetes, Gula Darah, Aloksan
STUDI ETNOFARMAKOLOGI PENGOBATAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN BALOCCI BARU KECAMATAN BALOCCI KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN admin; NURUL HIDAYAH BASE; RAYMOND ARIEF
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.606 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Studi etnofarmakologi pengobatan penyakit Diabetes Mellitus di Kelurahan Balocci Baru Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis Tanaman yang dimanfaatkan dalam pengobatan Diabetes mellitus yaitu daun Salam, daun Sirsak, daun Binahong, daun Kersen, Buah Jambu Biji, daun Srikaya, daun Bila, daun sukun, daun Kelor, Kulit Kayu manis. Cara penggunaan bagian tanaman tersebut tersebut dengan cara diseduh menggunakan air panas atau direbus kemudian airnya diminum. Keywords: Etnofarmakologi, Balocci, Diabetes Melitus
Tumbuhan Obat Dalam Pengobatan Penyakit Kolesterol di Desa Bolli Kecamatan Ponre Kabupaten Bone admin; NURUL HIDAYAH BASE
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.706 KB)

Abstract

Inventarisasi Tumbuhan Obat sebagai suatu upaya untuk melakukan pendataan mengenai pemanfaatan tumbuhan obat dalam pengobatan penyakit kolesterol di Desa Bolli Kecamatan Ponre Kabupaten Bone. Peneltian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik Accidental sampling menggunakan jumlah responden sebanyak 40 orang. Pengambilan data primer dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Bolli menggunakan ramuan tumbuhan obat untuk mengobati penyakit kolesterol yang diderita sebagai langkah awal untuk mengobati diri sendiri. Bagian-bagian tumbuhan dari 15 jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat untuk pengobatan penyakit kolesterol antara lain : Daun, Buah, Batang, Rimpang, dan Umbi dengan cara pengolahan direbus hingga mendidih, diseduh dengan air panas, dihaluskan dan disaring, serta diminum langsung. Penggunaan bagian tumbuhan sebagai obat kolesterol dari beberapa jenis tumbuhan telah didukung oleh data ilmiah berdasarkan kajian dari beberapa penelitian sebelumnya.
INVENTARISASI TUMBUHAN DAN RAMUAN OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT DESA BAREMBENG KECAMATAN BONTONOMPO KABUPATEN GOWA admin; RAYMOND ARIEF; NURUL HIDAYAH BASE
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.994 KB)

Abstract

Kepercayaan pada khasiat tumbuhan mendorong masyarakat menggunakan tumbuhan obat berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengobat tradisional ataupun dari sumber lainnya. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat merupakan bukti masih terjaganya pengetahuan etnofarmasi yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menginventarisir tumbuhan obat dan ramuan obat tradisional di masyarakat desa Barembeng Kecamatan Bontonompo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terhadap responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling untuk menentukan responden dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti Hasil penelitian diperoleh sebanyak 14 jenis tumbuhan obat yang keseluruhannya sudah terdeterminasi, bagian tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat yaitu daun, bunga, buah, dan rimpang. Tumbuhan diolah menjadi ramuan dengan cara direbus, dibalurkan, digosok dan dikonsumsi secara langsung.
INVENTARISASI TANAMAN DAN RAMUAN TRADISIONAL ETNIS SULAWESI SELATAN SEBAGAI IMUNOMODULATOR admin; Raymond Arief; Nurul Hidayah Base
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.033 KB)

Abstract

Penyebaran Covid-19 secara masif membuat masyarakat lebih peduli dengan kesehatannya.Masyarakat etnik Makassar dan Toraja mempunyai kepercayaan terhadap beberapa tanaman yang memiliki potensi meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi. Penelitian ini dilaksanakan untuk menginventarisir tumbuhan lokal dan ramuan herbal sebagai imunomodulator berdasarkan etnik Makassar dan etnik Toraja. Penelitian menunjukkan potensi 16 macam tanaman lokal dan 11 macam ramuan obat tradisional yang digunakan kedua etnis tersebut. Kandungan dalam ramuan antara lain: jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa L.), temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb), meniran (Phyllanthus niruri L) dan, salam (Syzygium polyanthum.)
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI SERBUK SELULOSA DARI BATANG PISANG (Musa paradisiaca L.) admin; A.Tenriugi Daeng Pine; Nurul Hidayah Base
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.702 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan dan karakteristik serbuk selulosa batang pisang kepok Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang pohon pisang kepok sebagai alternative bahan dasar pembuatan serbuk selulosa dan bertujuan untuk mengetahui seperti apa proses pembuatan selulosa dari batang pohon pisang kepok dan karakteristiknya. Adapun pengujian yang dilakukan yaitu uji mikroskopik, uji makroskopik dan analisa kadar serbuk selulosa menurut SNI 14-0444-1989. Hasil dari karakteristik selulosa batang pisang kepok adalah memiliki ukuran serat selulosa yang halus tetapi masih ada serabut-serabut kecil, memiliki jalinan serat yang rapat tetapi tidak beraturan, dan tidak murni karena bercampur dengan lignin dan hemiselulosa. Hasil dari analisa kadar selulosa batang pisang kepok yang didapatkan sebanyak 49,66% dan 55,6%. Analisa kadar selulosa tersebut sudah memenuhi standar selulosa yang baik menurut SNI 14-0444-1989 yaitu 45-60%.
PEMBUATAN SEDIAAN MASKER WAJAH PEEL-OFF PATI BIJI KURMA KHALAS (Phoenix dactylifera L) admin; Nurul Hidayah Base; Raymond Arief
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.087 KB)

Abstract

Biji kurma termasuk limbah yang berasal dari pengolahan buah kurma yang belum digunakan secara maksimal dan didalam bijinya terdapat kandungan flavonoid yang dinyatakan mampu berperan sebagai antioksidan yang berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula sediaan Peel-Off dari pati biji kurma khalas yang memrenuhi syarat mutu fisik. Metode penelitian bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan pati biji kurma yang dibuat tiga konsentrasi yang berbeda yaitu F1 (2,5%), F2 (5%), F3 (10%) dengan menggunakan basis yang sama. Ketiga formula yang dihasilkan selanjutnya di uji mutu fisik meliputi Organoleptik, homogenitas, pH, waktu kering, daya sebar, daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1 dan F2 secara organoleptik berwarna merah kecoklatan, tidak berbau dan berbentuk setengah padat, konsitensi homogen, pH antara 4,5-8, waktu kering dibawah 30 menit, daya sebar antara 5-7 cm dan daya lekat lebih dari 4 detik, sedangkan F3 tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil uji pH karena lebih besar dari 8, sehingga dapat disimpulkan bahwa Formula F1 dan F2 memenuhi syarat mutu fisik.
UJI MUTU FISIK TEH HERBAL DAUN BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris Schrad) NURUL HIDAYAH BASE; ARIEF N NOENA, RAYMOND; Sitti Rachmawati
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jurkes.v7i2.294

Abstract

Yellow Bamboo Leaf is a plant that is known to have anti-oxidant, anti-inflammatory, anti-diabetic and anti-ulcer properties. Phytochemical screening in previous studies, ethanol extract of yellow bamboo leaves contains flavonoids, polyphenols, triterpenoids and saponins. The purpose of this study was to make herbal preparations and test the physical quality of the herbal preparations of yellow bamboo leaves. This research method is an experimental laboratory by making herbal preparations of yellow bamboo leaves with a concentration of 2.5%, then tested for physical quality. The quality requirements of the results showed that the yellow bamboo leaf herbal tea met the requirements of good physical quality, including: the state of the steeping water test including the color, smell and taste showed "Typical Tea Products"; water content 6.7% w/w < 8% w/w, and extract content in water 18.03% w/w < 32%, the results of this study have met the requirements of a good physical quality test according to the Indonesian National Standard (SNI) except the extract content in air.
MASKER PEEL OFF EKSTRAK DAUN BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris Schard) SEBAGAI KOSMETIK YANG BERMUTU Base, Nurul Hidayah; Noena, Raymond Arief N; Felia
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.583 KB) | DOI: 10.59060/jurkes.v7i1.268

Abstract

Daun bambu bkning mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Antioksidan mampu menangkal radikal bebas yang dapat merusak jaringan kulit. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji mutu fisik dan uji iritasi pada kulit dari sediaan masker peel-off ekstrak daun bambu kuning. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan ekstrak etanol daun bambu kuning yang dibuat menjadi tiga konsentrasi ekstrak dalam sediaan masker peel off yaitu: F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (10%) menggunakan basis PVA sebagai pembentuk lapisan film dan HEC yang membentuk massa gel. Dilakukan uji mutu fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu kering, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara organoleptik F1 bewarna coklat, F2 dan F3 bewarna coklat pekat, bentuk setengah padat, dan berbau khas daun bambu kuning. Ketiga formula menunjukkan hasil uji mutu fisik yaitu sediaan masker peel off homogen, pH 6,1 – 6,4, daya sebar 4,7 – 5,8 cm, daya lekat lebih dari 4 detik, waktu mengering 16 - 17 menit,dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Dapat disimpulan bahwa sediaan F1, F2, dan F3 memenuhi syarat mutu fisik sediaan masker peel off dan dapat dikategorikan sebagai kosmetik yang bermutu.
UJI HEDONIK SEDIAAN KOSMETIK ARANG AKTIF BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris var. Striata) Noena, Raymond Arief N; Base, Nurul Hidayah; Bayu Alfian
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jurkes.v8i1.316

Abstract

Telah dilakukan penelitian yaitu Uji hedonik sediaan sabun, lulur dan pasta gigi berbahan dasar charcoal atau arang aktif bambu kuning (Bambusa vulgaris var. Striata) dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap kosmetik herbal dengan pembanding sediaan herbal sejenis yang beredar di pasaran. Uji hedonik dilakukan terhadap warna aroma, rasa, tekstur dan kemasan dan melibatkan panelis sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap sediaan kosmetika berturut turut sebagai berikut : pasta gigi (4,22), sabun sebesar (4,03) dan lulur (3,86) Jadi sediaan kosmetik berbahan dasar arang aktif bambu kuning memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sediaan kosmetik herbal modern.