Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR PERIODE JANUARI-JUNI 2016 Hendra Stevani; Seli Sulfiana; Andi Muh Farid
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.201 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.883

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus, adanya penyakit komplikasi tersebut dapat berpotensi menimbulkan kejadian Drug Related Problems. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kejadian DRPs pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di instalasi rawat inap RSUD Labuang Baji Kota Makassar periode Januari-Juni 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif, sampel diambil dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan melihat hasil rekam medik berupa riwayat pengobatan dan disimpulkan dengan menghitung jumlah kategori DRPs yang terjadi pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien diabetes malitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Kota Makassar periode Januari-Juni 2016. Kategori Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi pada pasien diabetes malitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Kota Makassar periode Januari-Juni 2016 adalah indikasi yang tidak ditangani.Kata kunci : Drug Related Problems (DRPs), DM tipe 2, Hipertensi, RSUD Labuang Baji Kota Makassar
FAKTOR – FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN SIROSIS HEPATIK Hijrawati Ayu Wardani; Hendra Stevani; Syachriani Syachriani
Media Farmasi XXX Vol 16, No 1 (2020): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.596 KB) | DOI: 10.32382/mf.v16i1.1483

Abstract

Drug-Related Problems (DRPs) are undesirable events and circumstances that affect the health outcomes of patients. These issues are mainly attributed to risk factors for hepatic cirrhosis. This study determines the risk factors for dominant hepatic cirrhosis against the incidence of DRPs and their influence in “X” hospital at Makassar. The research design was observational analytic with a cross-sectional study model using a medical record sample between January and June 2016. This study used 53 people as research samples that met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that the number of DRPs were 91 in 43 patients (81.13%). The most risk factor for the occurrence of DRPs was a concomitant disease (52.67%). Additionally, spontaneous bacterial peritonitis, variceal bleeding, and cardiovascular diseases are the dominant risk factors. However, they do not have a significant influence on the incidence of DRPs in hepatic cirrhosis patients.Keywords: risk factors, drug-related problems (DRPs), hepatic cirrhosisDrug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian atau keadaan yang tidak diinginkan namun dialami oleh pasien, di mana hal ini mempengaruhi outcome kesehatan. Faktor – faktor risiko pada penyakit sirosis hepatik dapat  menjadi sebab terjadinya DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyakit sirosis hepatik yang dominan terhadap kejadian DRPs dan pengaruh faktor – faktor risiko penyakit sirosis hepatik terhadap kejadian DRPs dan di Rumah Sakit “X” Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan model studi analitik cross – sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit “X” Makassar dengan menggunakan rekam medik sampel selama periode Januari – Juni 2016. Penelitian ini menggunakan 53 orang sebagai sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah DRPs yang terjadi pada sampel penelitian sebanyak 91 kasus yang dialami oleh 43 pasien (81,13%), di mana faktor risiko kejadian DRPs yang terbanyak adalah penyakit penyerta (52,67%). Spontaneous bacterial peritonitis, variceal bleeding dan penyakit kardiovaskular merupakan faktor – faktor risiko yang dominan, namun faktor – faktor risiko tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kejadian DRPs pada pasien sirosis hepatik di Rumah Sakit “X” Makassar  periode Januari – Juni 2016.Kata kunci : faktor risiko, drug related problems (DRPs), sirosis hepatik
UJI STABILITAS MUTU FISIK SEDIAAN MASKER GEL WAJAH DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL Dwi Rachmawati; Hendra Stevani; Eka Santi
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.204 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.75

Abstract

Jerawat terjadi karena adanya gangguan peradangan yang umumnya dipicu oleh bakteri propionibacterium acne. Secara empiris, daun belimbing wuluh digunakan sebagai antibakteri untuk pengobatan jerawat dan penggunaanya masih secara tradisional dan kurang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan masker gel wajah dari ekstrak daun belimbing wuluh sebagai antijerawat serta diuji stabilitas mutu fisik sediaan. Ekstraksi daun belimbing wuluh dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formulasi dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh 10,5% dengan konsentrasi carbopol 0,5%, 1% dan 2%. Desain dalam penelitian ialah pre and post test design. Evaluasi sediaan masker gel wajah meliputi uji organoleptis, pH ,homogenitas, daya sebar dan uji sineresis. Berdasarkan hasil penelitian, ketiga formula masker gel menunjukkan konsistensi yang berbeda pada uji daya sebar setelah 21 hari penyimpanan pada suhu kamar. Hasil evaluasi sediaan menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi carbopol 2% memenuhi mutu fisik yang lebih baik daripada formula lainnya.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS DOI-DOI KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU Hendra Stevani; Ayu Nabila Putri; Syarifuddin Side
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.64 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.70

Abstract

Puskesmas adalah unit pelaksana teknik dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan dikecamatan, Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Doi-Doi Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru pada tahun 2016, sebagai masukan bagi pihak puskesmas sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien rawat jalan maupun rawat inap di puskesmas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juni. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif dengan menggunakan instrument penelitian berupa kusioner yang ditujukan kepada 47 responden yang sudah minimal 2 (dua) kali datang mengambil obat. Data diolah menggunakan skala likert dan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Doi-Doi Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru pada tahun 2016 dalam kategori puas (69,93%).
Effect Of Extract Breadfruit Leaf (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) Toward Tumor Necrosis Factor (TNF- α) In Obese Rat (Rattu norvegicus) With Insulin Resistance Wahyudin Wahyudin; Hasanuddin Nuru; Hendra Stevani; Salmah Arafah
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2744

Abstract

Tumor necrosis factor-α (TNF-α) contributed to the insulin resistance which leads to type 2 diabetes. The A. altilis plant has traditionally been used by the Indonesian people to treat diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the parameter of TNF-α level in obese mice (Rattus norvegicus). This study was used experimental laboratory with Randomized Controlled Trial (RCT) design. It’s divided into 5 groups, and each group consisted of 5 rats that have been given a 45% fat (open source) high fat diet for fattening itself. Measurement of body weight to assess obesity and examination of fasting blood sugar (GDP) were used of DR glucose test kits. Group I was negative control, group II as positive control using metformin HCl, group III using A. altilis 5%, group IV A. altilis with 10% and group V A. altilis with 15%. Treatment was carried out for 14 days in each group and TNF-α levels was assessed with ELISA test. Nonparametric test was used to see the differences between each groups with a 95% confidence level. There was a significant effect of A. altilis with 10% extract toward TNF-α levels, where the value of p = 0.018. While the administration of extracts of 5% and 15% did not show a significant effect. The administration of 10% A. altilis extract showed a significant decrease of TNF-α levels in obese mice who had hyperglycemia.Keywords: A. altilis, obesitas, TNF-α, insulin resistance
Pembuatan Scrub Wajah (Facial Scrub) Berbahan Dasar Habbatussaudah Kombinasi Bangley Untuk Mencerahkan & Menghaluskan Kulit Wajah Tajuddin Abdullah; Ratnasari Dewi; Hendra Stevani
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2704

Abstract

 Nigella sativa or black cumin is known to have the ability as an antibacterial Staphylococcus aureus which is commonly found on facial skin which usually causes inflammation. Bangle or bonglai is known by the public as a spice plant belonging to the meeting tribe members. The rhizome can be used as a spice and medicinal ingredients. In some rural communities, it is used to give a calm or relaxing effect to babies and children who are often restless or fussy at night by applying it to the forehead and body of the child. Facial scrubs (Facial scrubs) are beauty products that have coarse granules whose function is to remove dead skin cells, thus smoothing facial skin and lifting dirt from facial skin. Scrubbing is one of the treatments to help remove dead skin cells. The combination of Black Seed and Bangley can produce a facial scrub product that is inexpensive and does not contain chemicals so that the facial skin looks healthy and radiant. Antioxidant compounds are able to ward off free radicals and Fe metal. Free radicals are atoms or molecules that are very unstable, highly reactive and damage tissues. Quality control of cosmetic preparations circulating in the community is very important to prevent the occurrence of diseases that endanger health. The use of vitamin C sources derived from fruits and vegetables that are healthier and safer as a substitute for artificial vitamin C made from chemicals is to avoid the side effects caused.Keywords: facial scrub, bangley, habbatussauda Nigella sativa atau jintan hitam diketahui memiliki kemampuan sebagai antibakteri  Staphylococcus aureus yang biasa terdapat pada kulit wajah yang biasanya menimbulkan peradangan. Bangle atau bonglai dikenal oleh masyarakat sebagai  tanaman rempah – rempah anggota suku temu – temuan . Rimpangnya dapat digunakan sebagai bumbu dapur dan bahan obat - obatan. Pada sebahagian masyarakat desa digunakan  untuk memberikan  efek tenang atau relaksasi pada bayi dan anak yang sering gelisah atau rewel pada malam hari dengan cara dibalurkan dikuning dan badan anak. Scrub wajah (Facial scrub) adalah produk kecantikan yang memiliki butiran – butiran kasar yang fungsinya untuk mengangkat sel kulit yang sudah mati,sehingga menghaluskan kulit wajah serta dapat mengangkat kotoran dari kulit wajah. Scrubing adalah salah satu perawatan untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Kombinasi antara Habbatussaudah dan bangle dapat menghasilkan suatu produk scrub wajah yang murah dan tidak mengandung bahan kimia sehingga menjadikan kulit wajah sehat berseri.    Senyawa antioksidan mampu menangkal radikal bebas dan logam Fe. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil, sangat reaktif dan merusak jaringan. Kontrol kualitas sediaan kosmetika yang beredar di masyarakat sangat penting dilakukan guna mencegah terjadinya penyakit yang membahayakan kesehatan. Penggunaan sumber vitamin C yang berasal dari buah  dan sayur – sayuran  yang lebih sehat dan aman sebagai pengganti vitamin C buatan yang berbahan kimia adalah untuk menghindari efek samping yang ditimbulkan.Kata kunci   : facial scrub, bangley, Habbatussauda
Perbandingan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Dalam Penggunaan Krim Pemutih Berbahaya Diantara Remaja Putri dan Wanita Dewasa Nana Warsi; Hendra Stevani; Jumain Jumain; Hesty Setiawati
Media Farmasi XXX Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i2.3060

Abstract

Comparison level of knowledge and attitude between adolescents and women in Mattampae village, Bone regency toward the use of hazardous whitening creamWhitening creams are very popular among women, both teenagers, and adults. They are tempted to use whitening cream products so that their facial skin looks bright and smooth. The whitening cream they use is not necessarily the right whitening cream and guarantees safety. This study aimed to compare the knowledge and attitudes between adolescent girls and adult women toward the use of harmful whitening creams. This research was conducted in February 2022 in Mattampae Village, Ponre District, Bone Regency. This study uses a descriptive comparative method with a quantitative approach. The sample in this study amounted to 55 respondents consisting of 2 groups, namely 29 adolescent female respondents and 26 adult female respondents who were obtained using a purposive sampling technique. The questionnaire distributed contained knowledge and attitudes, then the data was processed using Mann Whitney with a 95% confidence level using the SPSS program. The results of this study indicate that the knowledge of adolescent girls is in a good category (79.7%) and adult women in the category are quite good (73.1%). The attitude of adolescent girls' attitudes are quite good (74.9%) and adult women are also quite good (72%). From the results of the study, it can be concluded that there is no significant difference in knowledge and attitudes between adolescent girls and adult women in Mattampae Village, Ponre District, Bone Regency towards the use of harmful whitening creams with a p-value > 0.05.Keywords: Attitude; Knowledge; Mature Woman; Whitening Cream; Young Woman.Krim pemutih banyak digemari oleh kalangan wanita baik remaja maupun dewasa. Mereka tergiur menggunakan produk krim pemutih, agar kulit wajahnya terlihat cerah dan halus, padahal, krim pemutih yang mereka gunakan mungkin saja tidak tepat serta tidak terjamin keamanannya. Penelitian ini akan membandingan tingkat pengetahuan dan sikap dalam penggunaan krim pemutih berbahaya diantara remaja putri dengan wanita dewasa terhadap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022 di Desa Mattampae Kecamatan Ponre Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan metode komparasi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 responden yang terdiri dari 2 kelompok yakni 29 responden remaja putri dan 26 responden wanita dewasa yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner yang dibagikan berisi pengetahuan dan sikap kemudian data diolah menggunakan analisis Mann Whitney dengan taraf kepercayaan 95% menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan remaja putri termasuk kategori baik (79,7 %) dan wanita dewasa kategori cukup baik (73,1 %). Sikap remaja putri kategori cukup baik (74,9 %) dan wanita dewasa juga kategori cukup baik (72%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna mengenai pengetahuan dan sikap antara remaja putri dengan wanita dewasa di Desa Mattampae Kecamatan Ponre Kabupaten Bone terhadap penggunaan krim pemutih berbahaya dengan nilai p-value > 0,05.Kata Kunci : Sikap; Pengetahuan; Krim pemutih;  Wanita Dewasa, 
Tingkat Kepatuhan Masyarakat Dalam Menggunakan Masker Setelah Vaksinasi Covid-19 Di Kecamatan “X” Kota Makassar Raimundus Chalik; Hasni Hasni; Hendra Stevani; Hidayati Hidayati; Djuniasti Karim
Media Farmasi XXX Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i2.2999

Abstract

Public Compliance Level In Using Mask After Covid-19 Vaccination In District "X" Makassar CityThe government in responding to COVID-19 is currently carrying out the COVID-19 Vaccination program and is urging the public to continue implementing health protocols such as wearing masks even though they have been vaccinated. This study aimed to determine the level of public compliance with the use of masks after carrying out the COVID-19 vaccination. This research was conducted in one of the districts in Makassar City. This research is an observational analytic with a cross-sectional approach. The sample size is 50 respondents. Purposive sampling technique. The instruments used were data collection sheets and questionnaires to measure compliance. The results of the study found that as much as 84.0% of the public was disobedient in using masks. The results of this study concluded that most people in District "X" Makassar City were disobedient in using masks during the Covid-19 pandemic.Keywords: compliance, use of masks, covid-19 vaccination; MakassarPemerintah dalam menanggapi COVID-19 saat ini sedang melakukan program Vaksinasi COVID-19 dan menghimbau masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker walaupun telah di Vaksinasi. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker setelah melakukan vaksinasi COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Kecamatan di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 50 responden. Teknik pengambilan sampel secara purposif. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpul data dan kuesioner untuk mengukur kepatuhan. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 84,0 % masyarakat tidak patuh dalam menggunakan masker. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kecamatan “X” Kota Makassar tidak patuh dalam menggunakan masker dimasa pandemi covid-19.Kata Kunci : kepatuhan, penggunaan masker, vaksinasi covid-19; Makassar
Efektifitas Rebusan Daun Kersen (Muntingia calabura L) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus musculus) - Hendra Stevani; - Nurul Hidayah Base; - Husnul Afifa Thamrin***)
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.678 KB)

Abstract

Rebusan Daun Kersen secara empiris telah banyak digunakan oleh masyarakat, tetapi belum terbukti efektivitasnya secara ilmiah sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan Daun Kersen terhadap penurunan kadar glukosa darah dan untuk mengetahui konsentrasi rebusan Daun Kersen yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode induksi glukosa. Menggunakan mencit jantan 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor mencit jantan. Kelompok 1 sebagai kontrol diberi aqua destilata, kelompok 2 sebagai pembanding diberi suspensi glibenklamid, kelompok 3, 4, dan 5 secara berurut diberi rebusan Daun Kersen 5%, 10%, dan 15%. Pada menit ke 30, 45, 60, 90, 120 dilakukan pengukuran kadar glukosa darah dengan menggunakan glukometer. Hasil penurunan rata-rata kadar glukosa darah pada rebusan Daun Kersen konsentrasi 5%, 10%, dan 15% adalah 47,3 mg/dl, 92,6 mg/dl, dan 98 mg/dl. Analisa statistik menunjukkan penurunan kadar glukosa yang efektif pada rebusan Daun Kersen dengan konsentrasi 15%.Kata Kunci : rebusan Daun Kersen, kadar glukosa darah, mencit
Tingkat Penggunaan Antibiotik Selama Tahun 2015 Di Puskesmas Pertiwi Makassar - Hendra Stevani; - Ermawati; - Nur Filda Utami
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.433 KB)

Abstract

Ketersediaan antibiotik sangat diperlukan agar keberhasilan obat dapat dihasilkan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rician penggunaan antibiotik dipuskesmas pertiwi Makassar tahun 2015. Hasil penelitian tentang tingkat penggunaan antibiotik di puskesmas P Pertiwi Makassar tahun 2015, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik golongan Beta – Laktam yang paling banyak digunakan terutama antibiotik Amoxicillin.yaitu sebanyak 40.500.Kata kunci : Tingkat penggunaan, Antibiotik, Puskesmas