Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN PESNORKEL UNTUK PENGELOLAAN WISATA SNORKELING PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG (Studi Kasus di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu) Anastasia Dian Rosalina; Yonvitner Yonvitner; Zulhamsyah Imran
Jurnal Pariwisata Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.889 KB) | DOI: 10.31294/par.v6i1.4656

Abstract

Mengelola kepuasan pesnorkel  dalam melakukan aktivitas snorkeling merupakan salah satu upaya menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan pesnorkel saat bersnorkeling pada ekosistem terumbu karang di TNLKpS serta mengidentifikasi atribut yang perlu ditingkatan untuk pengelolaan wisata snorkeling di pada ekosistem terumbu karang di TNLKpS. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan survey  dengan distribusi kuisoner pada pesnorkel. Analisis dilakukan dengan menghitung  tingkat kepuasan pesnorkel menggunakan importance-satisfaction analysis (ISA) dan indeks kepukasan pengunjung (IKP). Indeks Kepuasan menunjukan bahwa wisata snorkeling 66,82% memuaskan pesnorkel.  Artinya pesnorkel merasa sangat puas dengan pengalaman snorkeling di TNLKpS. Dari 18 atribut yang dianalis menggunakan  ISA diperoleh perbaikan yang harus dilakukan pada pengelolaan wisata snorkeling yaitu pada atribut perahu aman dan nyaman, peralatan cukup. Pengelola  perlu  untuk mengontrol kepuasan pesnorkel dalam melakukan aktivitas  memberi makan ikan dan foto bawah air, menjaga kepadatan wisatawan dalam melakukan snorkeling dan menjaga kualitas ekosistem terumbu karang.
Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Pesisir dan Laut Pulau Nusa Manu dan Pulau Nusa Leun di Kabupaten Maluku Tengah Ilham Marasabessy; Achmad Fahrudin; Zulhamsyah Imran; Syamsul B. Agus
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 2 No. 1 (2018): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.463 KB) | DOI: 10.29244/jp2wd.2018.2.1.11-22

Abstract

Coastal and small islands are faced with various significant challenges. The trend shows that the region suffered largely from habitat destruction, changes on natural processes of ecosystems andpollution. Coastal and small islands regions became increasingly complex as conflicts of interest occur, both within the community and at the government level. Thus, activities to be placed within this region should consider the compatibility between needs and the region’s ability in providing resources. This study aims to develop a management strategy for unpopulated islands in utilization of natural resources. The research was conducted through descriptive evaluative method, using spatial analysis to obtain suitability between the waters and the carrying capacity of the area usingArcGIS 10.3. On the other hand, management strategies were formulated using Analytic Hierarchy Process (AHP) model. The ecological potentials of Nusa Manu and Nusa Leun Islands covers diving, snorkeling tours, mangrove tracking and beach tourism, grouper fish aquaculture within floating netcages and fishing grounds. The potentials are suitable and can be utilized for various activities with priority on conservation-based marine ecotourism. This management strategy sides with the people, opens employment opportunities and able to encourage economic growth while maintaining the sustainability aspects of natural resources.
The Suitability of Labombo Beach Waters in Palopo City for Marine Tourism Activity: Kesesuaian Perairan Pantai Labombo Di Kota Palopo Untuk Aktivitas Wisata Bahari Muhammad Bibin; Zulhamsyah Imran
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2949.377 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v2i1.25322

Abstract

Objek wisata pesisir yang banyak diminati para wisatawan yang berkunjung di Kota Palopo adalah obyek wisata Pantai Labombo. Sampai saat ini, belum ada perhatian serius dalam hal pengembangan Pantai Labombo sehingga kontribusinya bagi pemerintah Kota Palopo juga terbilang masih minim. Permasalahan di Pantai Labombo yang nampak adalah belum adanya kajian tentang kesesuaian wisata yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan wisata bahari di Kawasan Pantai Labombo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kesesuaian kawasan wisata untuk aktifitas wisata bahari di perairan Pantai Labombo Kota Palopo. Metode analisis data terdiri dari analisis spasial dan analisis kesesuaian wisata dengan menggunakan pendekatan ruang per terhadap total sediaan area. Berdasarkan hasil penelitian Kawasan Perairan Pantai Labombo untuk kegiatan wisata bahari kategori snorkeling dan selam di perairan Pantai Labombo termasuk kedalam kategori tidak sesuai (N) karena masih ada faktor yang masih minim dan menjadi faktor pembatas yaitu tutupan karang, jumlah lifeform karang dan jenis ikan karang yang merupakan daya tarik wisatawan untuk menikmati keindahan bawah laut. parameter tutupan komunitas terumbu karang, jenis lifeform dan jenis ikan ikan sangat berperan dalam menentukan tingkat kepuasan wisatawan saat berwisata.
PENGELOLAAN BERKELANJUTAN PERIKANAN DEMERSAL DI KAWASAN PULAU NUSA MANU DAN NUSA LEUN MALUKU TENGAH Ilham Marasabessy; Achmad Fahrudin; Zulhamsyah Imran; Syamsul Bahri Agus
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.534 KB) | DOI: 10.29244/core.2.1.13-27

Abstract

Usaha penangkapan ikan demersal di Seram Utara Maluku Tengah bergantung pada kemudahan bersama (open access). Para nelayan di Seram Utara mempunyai hak yang sama terhadap sumberdaya ikan karena tangkapan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dengan resiko yang harus dihadapi. Kegiatan penangkapan ikan demersal memerlukan alat tangkap yang disesuaikan dengan lokasi tangkap dan jenis ikan yang ingin diperoleh. Pulau Nusa Manu dan Pulau Nusa Leun masuk dalam kategori pulau kecil dengan luas sekitar 0,31 km2 dan 0,73 km2. Kawasan ini memiliki potensi sumberdaya ikan demersal yang besar dan sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar kawasan kedua pulau. Penelitian dilakukan dari bulan September sampai Desember 2016. Dengan menggunakan metode evaluatif deskriptif untuk mendapatkan data primer, data bentang alam pulau diperoleh dari citra Arcgis Imagery 2016, sedangkan penentuan koordinat fishing ground dengan melakukan tracking penangkapan ikan. Kemudian data diproses menggunakan analisis spasial dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (ArcGIS) untuk menentukan fishing ground potensial. Laju eksploitasi ikan demersal pada kawasan kedua pulau mulai berada dalam kondisi tekanan penangkapan dengan nilai 52-54% sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk meminimalisir dampak penurunan sumberdaya ikan demersal yang lebih besar.Kata kunci: Daya dukung, perikanan demersal, pulau kecil dan pengelolaan berkelanjutan.
Identifikasi Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Pulau Nusa Manu dan Nusa Leun di Kabupaten Maluku Tengah Ilham Marasabessy; Achmad Fahrudin; Zulhamsyah Imran; Syamsul B Agus
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.58 KB)

Abstract

Sebagai salah satu pulau kecil yang tidak berpenduduk, pulau Nusa Manu dan Nusa Leun memiliki keindahan pesisir dan laut yang masih alami. Sumberdaya alam dikedua pulau ini sangat potensial untuk kegiatan ekowisata bahari. Penelitian ini dilakukan melalui  metode suvei secara deskriptif evaluatif untuk memperoleh data primer, sedangkan  data citra satelit diolah dengan menggunakan analisis spasial dengan bantuan aplikasi Sistem Informasi Geografis (ArcGIS). Potensi ekowisata bahari yang terdapat pada kedua pulau ini ialah wisata diving dan snorkeling. Luas hamparan terumbu karang berdasarkan analisis citra satelit sekitar 193.33 ha, dominansi dari jenis Acropora Branching. Tipelogy terumbu karang ialah berbentuk (fringing reef) membentuk sabuk dengan lebar beberapa feet. Terumbu karang yang layak dan dapat dijadikan sebagai destinasi ekowisata bahari berada pada bagian belakang pulau Nusa Leun.
Kajian Kesesuaian Ekowisata Bahari Pulau Kecil (Studi Kasus: Nusa Manu Dan Nusa Leun) Di Maluku Tengah Ilham Marasabessy; Achmad Fahrudin; Zulhamsyah Imran; Syamsul B. Agus
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 1 No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.753 KB)

Abstract

Beberapa negara di dunia yang memiliki pulau kecil telah melakukan pengembangan kawasan sekitar pulau untuk berbagai kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Maluku sebagai provinsi kepulauan memanfaatkan beberapa pulau kecil potensial untuk kegiatan wisata bahari. Memiliki luas sekitar 0,31 Km2 dan 0,73 Km2 menjadikan Pulau Nusa Manu dan Nusa Leun masuk dalam kategori pulau-pulau kecil. Status sebagai pulau kecil yang tidak berpenduduk dengan karakteristik khusus di kedua pulau berpotensi dikembangkan untuk kegiatan ekowisata snorkeling, diving, tracking mangrove dan rekreasi pantai. Penelitian dilakukan dari bulan September hingga Desember 2016. Menggunakan metode deskriptif evaluatif untuk memperoleh data primer, sedangkan bentang alam pulau diperoleh melalui citra satelit Arcgis Imagery 2016, kemudian diolah menggunakan analisis spasial dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (ArcGIS). Potensi ekowisata bahari yang ditemukan di kedua pulau adalah wisata diving, snorkeling, tracking mangrove, dan rekreasi pantai. Kedua pulau memiliki karakteristik unik di pesisir maupun laut, dikelilingi oleh terumbu karang eksotis (fringing reef), mangrove yang luas dan banyak jenis, juga memiliki tiga pantai pasir putih dengan relief rendah dan lurus. Kesesuaian ekowisata bahari di kedua pulau berada dalam kategori sesuai dan sangat sesuai
Kesesuaian Habitat Peneluran dengan Wisata dan Daya Dukung Kunjungan di Kawasan Pelestarian Penyu Pantai Batu Kumbang, Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu Santri Purari putra; Zulhamsyah Imran; Sulistiono Sulistiono
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.2.192

Abstract

The balance of ecological and economic utilization plays a real role in maintaining the stability of turtle nesting habitat on the coast. This study aims to calculate the suitability index and visitation carrying capacity (DDK) of sea turtle nesting habitat to maintain the sustainability of its population. The survey was conducted in December 2020 to January 2021 at Batu Kumbang Beach, Pulau Baru Village, Muko-Muko Regency. The analysis used was the Habitat Suitability Index (IKH), Tourism Conformity Index (IKW), and visitation carrying capacity (DDK). The Mukomuko Turtle Conservation Nature Lovers Community (KPAKPM) reported that this beach is still predominantly used as a nesting habitat for green turtles (Chelonia mydas), olive ridley sea turtles (Lepidochelys olivacea), hawksbill turtles (Eretmochelys imbricata), and leatherback turtles (Dermochelys coriacea) in 2018. At least 35 heads of various types landed and laid eggs here and further decreased in 2020 with only 17 heads. The IKH showed that about 84.06%, 75.36%, and 75.36% belonged to the highly appropriate category and were spread out at Stations 1, 2, and 3, respectively. The suitability of the coastal area is at a value of 2.0 ≤ IKW < 2.5, and is categorized as sustainable. The number of visitors allowed according to DDK is only 84 people per day. Batu Kumbang Beach needs to be managed in a balanced manner with a conservation approach and beach ecotourism to ensure the sustainability and sustainability of nesting habitats for various types of turtles. Keywords: beach conservation, ecosystem, turtle nesting habitat
Struktur Komunitas Padang Lamun Di Perairan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Ujang Suhendar; Zulhamsyah Imran; Majariana Krisanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1500

Abstract

Lamun adalah tumbuhan berbunga yang tumbuh di perairan dangkal dan sangat tergantung terhadap sinar matahari, sehingga menjadikan sebuah ekosistem yang memiliki produktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai sebaran persentase tutupan lamun dan kondisi parameter lingkungannya, hal ini menjadi indikator awal dalam mengetahui kondisi kesehatan lamun. Penelitian ini dilakukan di perairan Kupang Barat meliputi tiga desa diantaranya: Desa Lifuleo (St.1), Desa Tablolong (St.2) dan Desa Tesabela (St.3) dengan menggunakan metode survei SeagrassNet. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran jenis lamun yang ditemukan di tiga lokasi penelitian memiliki kesesamaan jenis, yaitu: Halodule pinifolia, Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Halophila ovalis. Nilai persentase tutupan lamun di stasiun I sebesar 76,82% dengan dominansi jenis Enhalus acoroides. Persentase nilai tutupan di stasiun II sebesar 75,95% dengan dominansi jenis dari Thalassia hemprichii. Kondisi tutupan lamun di stasiun I dan II dikategorikan sangat padat dan dalam kondisi baik atau sehat. Sedangkan untuk stasiun III dengan nilai tutupan lamun sebesar 45,08% dikategorikan sedang dengan kondisi lamun yang rusak dan kurang sehat. Pengukuran kualitas perairan menjadi pendukung dalam menentukan kondisi kesehatan ekosistem lamun. Nilai rata-rata parameter kualitas air seperti suhu 29°C, Salinitas 35‰, pH 7,1, kecepatan arus 0,3 m/s, dan kandungan oksigen terlarut 6,5 ml/l. Berdasarkan kriteria baku kerusakan dan pedoman penentuan status padang lamun KEPMENLH No.200 tahun 2004, nilai kualitas air di tiga desa dalam kondisi normal atau baik untuk tumbuh kembang lamun.
Evaluation feasibility and ecological gap in marine conservation area of Southeast Sulawesi Province Zulhamsyah Imran; Cahyo Wijayanto; Fredinan Yulianda
Depik Vol 12, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.463 KB) | DOI: 10.13170/depik.12.1.31637

Abstract

Aquatic Tourism Park (ATP) of the Southeast Sulawesi Province has significant contribution to achieve the total targeted of 30 million of Marine Protected Areas (MPA) in Indonesia. The conservation area is located in 3 coastal districts of Konawe, South Konawe, and Kendari City Districts. The time-consuming process of legalizing the conservation area has driven the need to re-evaluate the ecological conditions from 2012 to 2020. The objective of this study is to this aims to determine the status, gaps and ecological feasibility of conservation areas in the Southeast Sulawesi region. One of the noticeable gaps is the change of ecological conditions in the reservation area.  The gap could be identified by comparing ecological conditions before and after the area was reserved for a conservation area. Ecosystem suitability was measured by using ecological criteria, such as number of protected fish species, mangrove density, seagrass coverage, coral coverage, and naturalness. The score of suitability assessment was 31, which showed that the reserved location was suitable for a Marine Conservation Area.  However, gap analysis results showed 10% decline in coral coverage and 17% decrease in seagrass coverage, while mangrove density decreased as much as 102 trees/ha during that period. Evaluation on the ecosystem condition was conducted by applying suitability analysis of the modified E-KKP3K dan Sambah et al. (2020) methods, resulting a status of suitable or conservation area allocation (score 31). Criteria used were chosen based on its contribution in facilitating important ecological processes and as ecosystem buffer system in the area. This study will give the implementation on MPA management optimalisation and it can be contributed on fisheries management.Keywords:Conservation areaFeasibility areaGapSoutheast Sulawesi
Crayfish as Food in Indonesia Ichsan Achmad Fauzi; Shella Marlinda; Zulhamsyah Imran
BIODIVERS - BIOTROP Science Magazine Vol. 1 No. 2 (2022): BIODIVERS (BIOTROP Science Magazine) - Save Biodiversity for Sustainable Well-b
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56060/bdv.2022.1.2.1983

Abstract

-
Co-Authors . Supriyanto A, Trijanti A. Widinni Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Ali Mashar Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Ario Damar Aslan Aslan, Aslan Aslin, La Ode Asmar Kalimashada Putra Etista Ayu Astari, Risya Bayuaji, David Yudhoyono Beni Osta Nababan Bigcas, Evelyn V. Cahyo Wijayanto Dewantara Eris, Deden DEWI RAHMAWATI Dewi, Amelia Cantrika Digdo, Akbar Ario Easteria, Grace Fery Kurniawan Fitra, Allegra Aura Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Haya, La Ode Muhumad Yasir Iba, Wa Ichsan Achmad Fauzi Ilham Marasabessy Ilham Marasabessy Ilham Marasabessy Imantho, Harry Intan Rabiyanti Ita Fitriyyah La Ode Aslin La Ode Muhumad Yasir Haya Lubis, Khairul Luky Adrianto Majariana Krisanti mansyur, Irdika Masahiro, Yamao Masruhin, Masruhin Mennofatria Boer Muhammad Bibin, Muhammad Muhammad Ridwan Muhumad Fajar Purnama Munawar Munawar P. Perdinan Purnajaya, Agus Purnama, Muhumad Fajar Rabiyanti, Intan Rhomi Ardiansyah Rhomi Ardiansyah Rifki Aldi Ramadhani Romy Ketjulan, Romy ROSITA, Risa Sabilu, Kadir Santri Purari Putra Satriani Septian Dwi Cahyo Setyawati, Novitria Shabrina Oktaviani Shella Marlinda Sri Widayanti Sugiarto, Slamet Widodo Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Supriyanto Syafira Maulida Moris Syamsul B Agus Syamsul B. Agus Syamsul B. Agus Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Taryono Tia Mutiara Ujang Suhendar Vincentius P Siregar Wa Iba Widiastuti, Herni Wijayanto, Cahyo Yon Vitner Yonvitner - Zainul Arifin Zulfikar, Andi