Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL KONVERSI

REVIEW: PEMANFAATAN BIJI NYAMPLUNG (Calophyllym Inophyllum) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL BERDASARKAN PROSES PRODUKSI DAN PENAMBAHAN KATALIS Ika Kurniaty; Ilham Adi Pratama; Ummul Habibah Hasyim; Gema Fitriyano
JURNAL KONVERSI Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.10.1.12

Abstract

Kebutuhan energi dunia semakin meningkat beriringan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi. Energi fosil merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia dan ketersediaannya akan habis di masa mendatang. Penggunaan biodiesel menjadi solusi akan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode produksi dan katalis yang paling efektif dalam pemanfaatan biji nyamplung menjadi biodiesel dengan ide pokok yaitu proses produksi dan penggunaan katalis. Penelitian ini merupakan literature review yang dimulai dengan pengumpulan artikel, pengelompokkan data, analisa dan membuat ringkasan. Hasil penelitian ini menunjukkan metode supercritical methanol menjadi metode produksi paling efektif dengan perolehan yield sebesar 90,4% dalam 10 menit reaksi dan katalis CaO berbahan dasar tulang sapi menunjukkan karakteristik yang sangat mendekati CaO murni yang dapat menghasilkan yiled sebesar 86,02% sehingga dapat menekan biaya produksi. Kata kunci: biodiesel, biji nyamplung, katalis, literature review, metode produksi
PENGARUH WAKTU PELEBURAN PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DENGAN METODE HIDROLISA LIMBAH KARDUS Gita Desinta; Ummul Habibah Hasyim; Irfan Purnawan; Ismiyati Ismiyati; Syamsudin AB
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.6

Abstract

Limbah kertas menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan. Limbah kertas bisa dimanfaatkan secara optimal dengan cara diolah menjadi bahan yang lebih berguna dan bernilai karena mengandung selulosa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu optimum peleburan untuk mendapatkan asam oksalat dalam limbah kardus. Metode yang digunakan dengan menambahkan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghidrolisis selulosa. Asam oksalat dipurifikasi dengan menambahkan kalsium klorida dan asam sulfat. Hasil yang didapatkan berupa  waktu optimum peleburan selama 75 menit dan konsentrasi NaOH sebesar 4N, dengan yield sebesar 3.07%. Pengolahan data menggunakan persamaan regresi linier didapatkan hasil sebanyak 81,3 % keragaman hasil %yeild asam oksalat dipengaruhi oleh waktu peleburan limbah kardus. Di dapat Hasil FTIR asam oksalat dan standard asam oksalat menunjukan kemiripan yang dapat dilihat dari peregangan gugus –OH, dimana  dilihat pada bilangan gelombang 3600 cm-1, peregangan asam karboksilat terdapat pada bilangan gelombang 1850 cm-1, peregangan ikatan C-C terdapat pada bilangan gelombang 1450 cm-1, dan peregangan ikatan C-O terdapat pada bilangan gelombang 1300 cm-1 .  Kata kunci : asam oksalat,  hidrolisis, kardus, 
PENGARUH WAKTU ADSORPSI ASAM LEMAK BEBAS DALAM MINYAK KELAPA SAWIT MENTAH PADA PEMBUATAN BIOADSORBEN LIMBAH BATANG PISANG Ummul Habibah Hasyim; Ika Kurniaty; Husnul Mahmudah; Mutiah Hermanti
JURNAL KONVERSI Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.077 KB) | DOI: 10.24853/konversi.8.1.10

Abstract

Minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil, CPO) merupakan bahan baku utama untuk pembuatan minyak goreng. Proses pembuatan  minyak goreng melibatkan adsorbent untuk mengikat pengotor, memucatkan warna dan menurunkan kadar Free Fatty Acid (FFA) minyak. Adsorbent yang digunakan dalam  proses pemurnian CPO umumnya adalah bleaching earth. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat adsorbent alami yang berasal dari pelepah pisang. Pemilihan pelepah pisang sebagai bioadsorbent didasarkan pada banyaknya kandungan selulosa pada batang pisang sehingga memungkinkan untuk terjadinya reaksi adsorpsi.Pembuatan bioadsorbent dilakukan dengan mengaktivasi selulosa pada pelepah pisang menggunakan senyawa H2SO4 dengan konsentrasi 0,4 N. Pelepah pisang yang sudah diaktivasi kemudian dikeringkan dan diaplikasikan untuk menurunkan kadar Free Fatty Acid (FFA) pada CPO. Hasil kadar FFA pada CPO yang sudah diaktivasi dihitung, kemudian ditentukan pola adsorpsi isothermalnya dengan menggunakan persamaan Langmuir dan Freundlich. Dari penelitian ini didapatkan bahwa waktu optimum untuk adsorpsi adalah 90 menit dengan persentase kadar FFA yang terserap sebesar 38,08%. Proses penyerapan Kadar FFA dapat mengikuti persamaan Langmuir maupun freundlich dengan R2 ± 0.9 sampai dengan 1.
REVIEW: KAJIAN ADSORBSI LOGAM DALAM PELUMAS BEKAS DAN PROSPEK PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN BAKAR Ummul Habibah Hasyim
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.11-16

Abstract

Perkembangan  berbagai industri dapat meningkatkan jumlah konsumsi pelumas, sehingga menimbulkan banyaknya limbah pelumas bekas . Jika pelumas bekas ini dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu, maka akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain,  saat ini kebutuhan bahan bakar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan ketersediaan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar tersebut  semakin menipis. Oleh karena itu diperlukan sumber bahan bakar lain untuk penyediaan energi bahan bakar. Pelumas bekas merupakan salah satu sumber yang berprospek untuk menggantikan bahan bakar dengan melalui proses pengolahan. Pelumas bekas dengan kandungan logam tinggi, perlu dilakukan pengolahan dengan cara adsorbsi menggunakan bentonit.  Bentonit dapat menurunkan kandungan logam, diantaranya besi, aluminium, krom, tembaga serta timbal. Pelumas bekas yang telah bebas dari kandungan logam akan memiliki karakteristik fisika-kimia yang menyerupai bahan bakar Kata kunci : adsorbsi, bahan bakar, bentonit, limbah, pelumas bekas
PENGARUH SURFAKTAN TERHADAP SIFAT WATER RESISTANT PADA PRODUK POLIMER EMULSI UNTUK BAHAN BAKU CAT Indra Hidayat; Athiek Sri Redjeki; Ummul Habibah Hasyim
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.12

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan surfaktan yang tepat pada bahan baku cat. Perbedaan jenis surfaktan yang terkandung dalam komponen utama mempengaruhi hasil pengujian sifat water resistant produk polimer. Pengujian sifat water resistant dilakukan untuk menjamin kualitas danmengetahui ketahanan cat terhadap air dengan pengujian berbagai jenis surfaktan.. Percobaan ini bertujuan mengetahui pengaruh dari surfaktan terhadap sifat water resistant-nya.. Percobaan dilakukan dengan menguji kualitas polimer emulsi dari berbagai jenis penambahan surfaktan. Pengujian sampel dilakukan pada beberapa parameter yaitu uji pemerian, pengukuran nilai pH, pengukuran viskositas, penetapan solid content, analisis ukuran partikel, pengaplikasian film dan whitening appearance. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan spesifikasi perusahaan yang mengacu pada metode internal. Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan bahwa produk polimer emulsi pada standar, formula 1 sampai 4 secara berturut-turut memiliki nilai pH 7,78; 7,79; 8,01; 7,84; dan 7,84. Hasil pengukuran viskositas (1340; 1725, 560, 3450, dan 1150)cP. Hasil penetapan solid content (54,22; 55,85; 55,6454,56; dan 58,52)%. Hasil pengukuran ukuran partikel (125,6; 190,5; 176,5; 126,1; dan 152,7)nm. Hasil dari penarikan film untuk formula 1 didapat hazy dan untuk standar, formula 2, 3 dan 4 hasil yang didapat clear. Hasil dari whittening appearance pada standar dan formula 3 menunjukkan perubahan warna menjadi putih di hari ke-5, pada formula 2 dan 4 perubahan warna putih kebiruan di hari ke-5 dan pada formula 1 mampu mempertahankan warna kebiruan-nya hingga hari ke-7. Berdasarkan hasil pengujian parameter pH, solid content, ukuran partikel, dan whitening appearance telah memenuhispesifikasi. Parameter viskositas menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengujian terhadap standar dan empat formula surfaktan yang diuji, dapat disimpulkan bahwa jenis surfaktan yang digunakan pada formula 1 dapat digunakan sebagai pengganti dari surfaktan standar. Hal ini merujuk pada hasil formula 1 dihasilkan data pengujian yang lebih baik dari jenis surfaktan lainnya.