Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LEARNING STYLES ON ELEMENTARY STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN THE HUMAN RESPIRATORY SYSTEM USING CONVENTIONAL TEACHING METHODS Wahyu Noor Aryfien; Idam Ragil Widianto Atmojo; Matsuri Matsuri
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i2.13165

Abstract

Students are less interested in the complicated content on the human respiratory system that is taught using traditional methods. Students' learning outcomes are impacted by traditional instruction that ignores learning style. This research aims to analyze the influence of learning styles on the learning outcomes of fifth-grade elementary school students on the topic of the human respiratory system. The method used in this study is an analytical design with a cross-sectional approach. This study involved 34 fifth-grade students from SDN X and SDN Y in Bulukerto District. The researcher identified learning styles through a modified questionnaire and learning outcomes through optional evaluation questions according to the learning styles. There are 12 people with a visual learning style, 13 people with an auditory learning style, and 9 people with a kinesthetic learning style. The audio learning style having the highest average at 73.46, the kinesthetic learning style at 68.33, and the visual learning style at 67.5. There is no statistically significant difference in the average scores of the three learning styles (p-value=0.391). The findings of this research indicate that conventional learning is more effective for auditory learning styles and can still be used for visual learning. To facilitate all learning styles, the development of interactive multimedia for the human respiratory system material is necessary. Future research should increase the sample size using experimental research and control external factors.
Model cooperative integrated reading and composition (circ) berbantuan aplikasi canva terhadap kemampuan menulis narasi Ira Fitri Yanti; Matsuri Matsuri
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i3.117445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh terhadap kemampuan menulis naratif siswa kelas IV SD akibat penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang dikombinasikan dengan penggunaan aplikasi Canva. Penelitian kuantitatif merupakan metode yang diterapkan dalam penelitian ini dengan desain kuasi-eksperimental. Tes menulis naratif digunakan untuk mengumpulkan data, sedangkan uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, dan uji-t merupakan serangkaian uji yang diterapkan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata post-test kelas eksperimen dan kelompok kontrol secara statistik berbeda secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan keterampilan menulis naratif siswa sekolah dasar dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh penerapan model CIRC yang dibantu oleh aplikasi Canva.
Hubungan internal locus of control dengan hasil belajar kognitif materi cahaya peserta didik kelas v sdn di kecamatan laweyan Yulvia Zalza Bella; Matsuri Matsuri; Roy Ardiansyah
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 2 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i2.100424

Abstract

This research aims to determine the relationship between internal locus of control and cognitive learning outcomes regarding light material in class V students at elementary schools in Laweyan District. The cognitive domains in this research are analyzing, evaluating, and creating which are the domains of high order thinking skills. This research uses quantitative methods with a correlational research design. Research data collection uses tests and scales, with a cluster random sampling method for sampling. The analysis was carried out using a simple correlation coefficient. From the analysis carried out it can be concluded that there is a positive and significant relationship between internal locus of control and cognitive learning outcomes as indicated by the acquisition of a significance value of 3.221<4.07 with a Pearson correlation of 0.329
Implementasi Discovery Learning Melalui Deep Learning pada Keaktifan Belajar Ekosistem Widarsih Widarsih; Matsuri Matsuri; Dwi Yuniasih Saputri
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.118294

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menciptakan pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan peserta didik melalui penerapan model pembelajaran yang tepat, khususnya pada mata pelajaran IPAS materi ekosistem di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model discovery learning dengan pendekatan deep learning dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas V SDN Pabelan 2. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan sumber data berupa peristiwa pembelajaran, informan yang terdiri dari guru dan peserta didik, serta dokumen pendukung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model discovery learning dengan pendekatan deep learning telah terlaksana secara sistematis sesuai sintaks pembelajaran, serta mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik melalui berbagai indikator keaktifan belajar. Pendekatan deep learning juga mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna, sadar, dan menyenangkan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dengan pendekatan deep learning dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.