Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI: EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI Wahyuni, Tavip Dwi; yono, Jupri; Rachman, Moh. Zainol; Yudiernawati, Atti
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 2 (2025): JPPMI- April 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i2.77

Abstract

Pengabdian masyarakat Edukasi pencegahan stunting pada remaja putri di SMK Nusa Poncokusumo, pendampingan dan sosialisasi kepada remaja putri dengan jumlah peserta 30 remaja putri, dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2025 dan bertempat di ruang sekolah SMK Nusa Poncokusumo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan mulai pukul 08.00-16.00 WIB dan diikuti oleh 30 peserta yang merupakan remaja putri, 3 orang dosen pengabdian masyarakat dan 2 dua orang mahasiswa. Metode yang dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah presentasi/tatap muka dengan alat bantu LCD dan Proyektor. Pengetahuan remaja putri di SMK Nusa Poncokusumo, meningkat terbukti dengan hasil nilai pre test yang hanya rata-rata nya 51,25% meningkat rata-rata 91,25% pada saat post test. Hal ini membuktikan bahwa remaja putri di SMK Nusa Poncokusumo sudah memiliki kemampuan yang baik terkait dengan pengetahuan Edukasi pencegahan stunting pada remaja putri.
Perkembangan Kognitif Pada Anak Pra Sekolah Setelah Dilakukan Biblioterapi Yudiernawati, Atti
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah perkembangan kognitif anak prasekolah masih banyak dijumpai yang meliputi perkembangan menulis,membaca,dan mengenal warna. Akibat dari kurangnya perkembangan kognitif mempunyai dampak kurang konsentrasi saat belajar. Tujuan peneliti untuk mengindentifikasi perkembangan kognitif anak usia prasekolah dengan terapi membaca buku “Biblioterapi. Desain penelitian yang digunakan yaitu pra eksperimen one group pre and post test desain. dengan subjek penelitian berjumlah 15 anak prasekolah yang mengalami gangguan dalam perkembangan Kognitif. Waktu penelitian Maret-April 2022 Variabel bebas adalah Biblioterapi dan variable terikat perembangan Kognitif Pengambilan data dilakukan melalui metode wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan uji Paired t test. Dari hasil uji paired t tes diperoleh nilai sebelum intervensi sebesar (mean=18.13; SD= 2.45) dan nilai sesudah intervensi (mean= 20.67; SD=1.76) dengan p<0.001 yang artinya ter­dapat perbedaan yang signifikan antara pre dan post test setelah dilakukan Biblioterapi, dimana pencapaian perkembangan Kognitif pada anak semakin menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingan sebelum mendapatkan intervensi. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkan bahwa Biblioterapi mem­punyai pengaruh yang efektif dalam meningkatkan perkembangan Kognitif anak usia pra­school
Strategi Peningkatan Kapasitas Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit melalui in House Training Yudiernawati, Atti; Abiddin, Andi Hayyun
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14798

Abstract

ABSTRACT The beginning of a child's life is the most appropriate time to provide encouragement or development efforts so that children can develop optimally. However, awareness and concern for health from an early age still leaves many problems. The presence of health problems will interfere with growth and development. Management is needed in providing care to sick children. To identify the effectiveness of the model on the ability of health workers in implementing IMCI. Research design uses quantitative with a quasi-experimental one group pretest – posttest approach carried out at the Malang City Community Health Center. The population of this study is health workers consisting of nurses and midwives who work at the KIA Polyclinic Community Health Centers in the Malang City area, a total of 15 Community Health Centers. The sample will be taken using a purposive sampling technique totaling 64 people who meet the inclusion criteria: 1) Nurses and midwives with at least D-III graduates, 2) have worked for at least 2 years, 3) Not on leave. Data analysis was carried out using unpaired t test. Before (pre) participating in training via In house training (experiential learning), there were 52 people who had a sufficient level of knowledge in MTBS Implementation, and 12 other people already had a good level of knowledge. Meanwhile, after (post) participating in training via In house training (experiential learning), there were 35 people who had a sufficient level of knowledge in IMCI Implementation, and 29 other people already had a good level of knowledge with a p value of 0.001. The experiential learning model with the In House Training (IHT) approach is effective for increasing the knowledge of health workers in implementing IMCI Keywords: In House Training, Experiential Learning, Knowledge, MTBS  ABSTRAK Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling tepat dalam memberikan dorongan ataupun upaya pengembangan agar anak dapat berkembang secara optimal. Namun, kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan sejak dini masih menyisakan banyak persoalan. Adanya masalah kesehatan akan mengganggu tumbuh kembangnya. Diperlukan suatu manajemen dalam memberikan perawatan pada anak sakit. Mengidentifikasi efektifitas model terhadap kemampuan tenaga kesehatan dalam implementasi MTBS. Desain Penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimental one group pretest – posttest yang dilakukan di Puskesmas wilayah kota Malang. Populasi penelitian ini merupakan tenaga kesehatan terdiri dari perawat dan bidan yang bertugas di Poli KIA Puskesmas wilayah Kota Malang sejumlah 15 Puskesmas. Sampel akan diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah  64  orang yang sesuai dengan kriteria inklusi: 1) Perawat dan bidan minimal lulusan D-III, 2) telah bekerja minimal 2 tahun, 3) Tidak dalam kondisi cuti. Analisis data dilakukan dengan menggunakan unpaired t test. Pada saat sebelum (pre) mengikuti pelatihan melalui In house training  (experiential learning), ada sebanyak 52 orang yang mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dalam Implementasi MTBS, dan 12 orang lainnya sudah mempunyai tingkat pengetahuan yang baik. Adapun saat sesudah (post) mengikuti pelatihan melalui In house training  (experiential learning), ada sebanyak 35 orang yang mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dalam Implementasi MTBS, dan 29 orang lainnya sudah mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dengan p value 0.001. Model pembelajaran experiential learning dengan pendekatan In House Training (IHT) efektif untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dalam menerapkan MTBS Kata Kunci: Pelatihan Internal, Pembelajaran Berdasarkan Pengalaman, Pengetahuan, MTBS 
Learning innovation using augmented reality for interactive learning experiences Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Suryani, Pudji
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1142300

Abstract

This study explores the potential of learning innovations using Augmented Reality (AR) to enhance the interactive learning experience in educational settings. AR, a technology that overlays digital information on the real world, provides immersive and engaging experiences that support diverse learning styles. This qualitative research employs a literature review methodology to analyze and synthesize findings from various studies on AR in education. The literature highlights the growing interest in AR as an educational tool, focusing on its ability to increase student engagement, improve knowledge retention, and foster active participation. AR enables learners to interact with 3D models, simulations, and other dynamic content, making abstract concepts more accessible and understandable. Additionally, AR promotes collaboration among students, allowing for shared learning experiences in both physical and virtual spaces. Despite its advantages, challenges such as technological accessibility, high implementation costs, and the need for teacher training remain barriers to widespread adoption. This paper discusses the implications of AR for educators and policymakers and suggests directions for future research to address these challenges. The findings underscore the transformative potential of AR in reshaping traditional learning environments, paving the way for more interactive and personalized learning experiences. By integrating AR, educators can create more engaging and effective learning experiences that cater to the needs of 21st-century learners.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS TIPE 2) DI KELURAHAN CEMORO KANDANG KOTA MALANG: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS TIPE 2) DI KELURAHAN CEMORO KANDANG KOTA MALANG Milwati, Susi; Yudiernawati, Atti; Wahyuni, Tavip Dwi; Suyanto, Edi
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 1 (2024): JPPMI- April 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i1.41

Abstract

Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) terus mengalami kenaikan dari hasil Riskesdas 2018 dibandingkan Riskesdas 2013, antara lain stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur. Tingginya prevalensi Diabetes Mellius (DM) karena kurangnya pemahaman dalam mengenali resiko DM , dan yang paling penting pada pengendalian resiko Diabetes mellitus. Keadaan diatas akan menambah beban masalah kesehatan masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa promosi kesehatan dan pencegahan yang telah ada kurang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini akan dilakukan melalui mobilisasi masyarakat untuk ikut terlibat mulai dari perencanaan hingga evaluasi kegiatan, melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan, sehingga diharapkan program ini akan terus berlanjut secara swadaya oleh masyarakat meskipun kegiatan pengabdian telah selesai.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN KPSP DALAM DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI KELURAHAN KLOJEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG: KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN KPSP DALAM DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI KELURAHAN KLOJEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMPAL CELAKET KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG Yudiernawati , Atti; Hadi, Sugianto
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 1 No 2 (2024): JPPMI- Oktober 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v1i2.54

Abstract

Penyimpangan tumbuh kembang balita sebagai tindakan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak anak agar tumbuh kembangnya kembali normal atau penyimpangannya tidak semakin berat. Apabila balita perlu dirujuk, maka rujukan juga harus dilakukan sedini mungkin sesuai dengan indikasi. Peran kader posyandu sangat penting untuk dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang untuk itu diperlukan peningkatan pemahaman dan ketrrampilan melakukan deteksi dini tumbuh kembang, dengan menggunakan KPSP, Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) merupakan suatu instrumen deteksi dini dalam perkembangan anak usia 0 sampai 6 tahun. KPSP ini berguna untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Program Kemitraan Pemberdayaan Masyarakat Pelatihan KPSP Kader Posyandu Di Kelurahan Polowijen Wilayah Kerja Puskesmas Rampal Celaket Kecamatan Klojen Kota Malang. Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kader posyandu balita agar mampu melakukan deteksi dini penyimpangan dan keterlambatan perkembangan, serta implementasi penerapan KPSP pada anak usia 0 72 bulan pada saat pelayanan penimbangan di posyandu balita dalam upaya deteksi dini tumbuh kembang anak.
Beyond the Brain: Applying the Extended Mind Concept for Cognitive Optimization in the Digital Era Wicaksono, Soetam Rizky; Mustapa, Kasmudin; Ferdianto, Jujuk; Yudiernawati, Atti; Rusmawati, Retno Danu
ARISTO Vol 13 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v13i2.11582

Abstract

The Extended Mind concept, as introduced in The Extended Mind: The Power of Thinking Outside the Brain by Annie Murphy Paul, challenges the traditional view that cognition is solely confined to the brain. This book argues that human thinking extends beyond neural processes, incorporating the body, environment, social interactions, and technology. By understanding these external cognitive factors, individuals and organizations can optimize learning, problem-solving, and productivity. This article reviews the key ideas of the book, highlighting its relevance to education, the workplace, and the integration of artificial intelligence (AI) as a cognitive extension. The first major aspect, thinking with the body, demonstrates that gestures, movement, and physical interaction enhance cognitive performance, creativity, and problem-solving. In education, incorporating physical movement into learning activities improves comprehension, while in the workplace, structured movement fosters innovation. The second aspect, utilizing space and environment, emphasizes the impact of well-designed physical spaces on cognitive efficiency. Proper lighting, workspace flexibility, and architectural elements influence focus, productivity, and collaboration. The third aspect, social interaction as a thinking tool, underscores how collaboration and discussion accelerate information processing and critical thinking. Work environments that promote interaction enhance decision-making and employee satisfaction. Finally, integrating technology in cognitive systems explores AI's role in augmenting human intelligence rather than replacing it. AI can streamline data analysis and decision-making but must be used as a supportive tool rather than a substitute for human cognition. The book's insights offer valuable recommendations for education and industry. Educational institutions should integrate embodied learning techniques and create interactive learning environments. Organizations should design workspaces that enhance cognitive efficiency and balance AI integration with human expertise. Ultimately, The Extended Mind is a compelling read for educators, professionals, and researchers seeking to understand and enhance human cognition. Its synthesis of neuroscience, psychology, and real-world applications makes it an essential resource in the modern era of AI and digital transformation.
Pengaruh edukasi healthseed game terhadap pengetahuan dan sikap konsumsi buah sayur siswa kelas 5 MI Ratnaningtyas, Fitria Desy; Yudiernawati, Atti; Lala, Handy
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/mj965m32

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah dasar memiliki karakteristik senang belajar melalui pengalaman langsung. Pengetahuan dan sikap yang kurang tentang pentingnya konsumsi buah sayur menjadi faktor utama. Dibutuhkan inovasi seperti HealthSeed Game, permainan edukatif modifikasi congklak tradisional yang mengintegrasikan pembelajaran tentang buah sayur. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan Healthseed Game terhadap pengetahuan dan sikap konsumsi buah sayur siswa kelas 5 MI MPI Cendono.Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest posttest. Subjek penelitian adalah 64 siswa kelas 5 dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan ceklis sikap sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks.Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dan perbedaan sikap siswa setelah dilakukannya edukasi dengan menggunakan Healthseed Game. Pengetahuan kategori baik meningkat dari 39,06% menjadi 82,81%. Sikap positif meningkat dari 40,63% menjadi 57,81%. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value < 0,001, pada kedua variabel.Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan Healthseed Game tentang konsumsi buah sayur siswa kelas 5 MI MPI Cendono berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap siswa.