Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Spatial Planning

Kajian Ketersediaan Ruang dan Preferensi Masyarakat Dalam Penerapan Konsep Transit Oriented Development (TOD) di Bandara Ahmad Yani Akbar Muliatama Wijaya; Rizqy Ridho Prakasa
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 1 (2022): VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v2i2.4099

Abstract

Seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan volume kendaraaan yang memenuhi ruang Kota Semarang, permasalahan juga diikuti dengan pertumbuhan kenaikan akan moda transportasi baru yang dapat mempermudah aktivitas dan mobilitas penduduk di kota-kota besar yang kian meningkat diiringi dengan mudahnya akses mendapatkan kendaraan pribadi. Upaya untuk mengatasi kenaikan volume kendaraan yang memenuhi ruang kemacetan Kota Semarang akan dibangun Light Rail Transit (LRT). Rencana pembangunan LRT Kota Semarang dimulai pada tahun 2018 diawali dengan ground breaking. Pengembangan LRT di Kota Semarang tersebut diikuti dengan penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD). TOD adalah konsep perencanaan yang mengintegrasikan tata ruang kota yang menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui aksesbilitas yang dapat diakses dengan berjalan kaki dan bersepeda serta dapat menghubungkan langsung pada fasilitas transportasi publik. Tujuan penelitian untuk mengetahui ketersediaan ruang yang berada di Bandara Ahmad Yani yang dilalui oleh rute pertama pembangunan LRT di Kota Semarang dan pendapat masyarakat sebagai pelaku utama dalam penerapan TOD dan menghasilkan keluaran dalam bentuk kajian. Dalam penelitian ini membahas aspek spasial dan aspek sosial dalam wilayah studi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis spasial, dan analisis hierarki proses. Dalam analisis yang telah dilakukan yaitu analisis ketersediaan ruang dan analisis preferensi masyarakat dalam menentukan prioritas variabel diperoleh bahwa prioritas tertinggi adalah variabel penerangan jalan dan prioritas terendah adalah kepadatan bangunan.
TINJAUAN KRITIS PENERAPAN PERENCANAAN PARTISIPATIF PADA PROYEK JKEGIATAN IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH IRIGASI LENGGI KABUPATEN PATI Rizqy Ridho Prakasa; Marzuqotul Ilmiyah
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 2, No 1 (2021): VOLUME 2 NOMOR 1 MARET 2021
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.761 KB) | DOI: 10.26623/ijsp.v2i1.3177

Abstract

Pengembangan potensi daerah irigasi merupakan suatu bagian tindak lanjut terhadap adanya suatu potensi yang terdapat di daerah irigasi. Pengembangan potensi bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di sekeliling masyarakat dengan menggunakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta mengurangi kesenjangan antar wilayah. Identifikasi pengembangan potensi Daerah Irigasi Kabupaten Pati yang mengembangkan potensi Daerah Irigasi Lenggi sebagai aspek lain yang dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat berguna untuk menambah perekonomian petani atau masyarakat sekitar. Pembahasan ini disusun dengan melihat dari sudut pandang praktikan dalam suatu instansi dengan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan teori terkait. Praktikan melihat dari sudut pandang substansi dalam Identifikasi pengembangan potensi Daerah Irigasi Kabupaten Pati. Substansi yang akan dijelaskan yakni mengenai konsep Perencanaan Partisipatif, yang nantinya diterapkan pada penyusunan rencana pengembangan potensi pada Daerah Irigasi Lenggi dalam Identifikasi Pengembangan Potensi Daerah Irigasi Lenggi.
ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN KECAMATAN SEMARANG TENGAH Wahjoerini Wahjoerini; Rizqy Ridho Prakasa; Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 3, No 1 (2022): VOLUME 3 NOMOR 1 MARET 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i1.5253

Abstract

Sarana adalah sesuatu yang beruapa alat yang biasa digunakan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang biasa  digunakan sebagai penunjang utama agar terselenggaranya suatu produksi, sedangkan prasarana adalah kelengkapan dasar fisik suatu lingkungan, kawasan, kota atau wilayah sehingga memungkinkan ruang tersebut berfungsi sebagaimana mestinya. Meningkatnya penduduk sebanding dengan peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana permukiman di Kecamatan Semarang Tengah. Metode yang akan digunakan yaitu menggunakan analisis proyeksi penduduk serta proyeksi sarana dan prasarana. Output yang diharapkan yaitu ketersediaan sarana dan prasarana permukiman di Kecamatan Semarang Tengah.