Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEK TERAPI ADJUVAN METFORMIN PADA KANKER KOLOREKTAL Pratono, Dono; Fidelia, Catrinne; Sanjaya, Ardo; Jasaputra, Diana Krisanti; Gunadi, Julia Windi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker kolorektal adalah suatu keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, atau keduanya. Angka kejadian kanker kolorektal menempati posisi ketiga dan menjadi penyebab kematian tersering kedua pada semua jenis kelamin. Pengobatan kanker kolorektal dengan agen kemoterapi tunggal, yaitu 5-fluorourasil atau kombinasi dengan oksaliplatin dan avastin dapat memberikan perbaikan penyakit, namun memberikan beberapa efek samping. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengetahui mekanisme kerja obat metformin sebagai terapi adjuvan dalam menghambat pertumbuhan sel pada pasien kanker kolorektal. Metode yang digunakan oleh penulis dalam artikel ini adalah metode telaah pustaka, dengan mengumpulkan beberapa sumber tertulis melalui pencarian data yang di akses melalui Google scholar, Pubmed, Mendeley, dan Science direct. Hasil telaah pustaka menunjukkan bahwa terdapat beberapa mekanisme kerja obat metformin dalam menghambat proliferasi dan pertumbuhan sel, antara lain dengan aktivasi jalur AMPK, menurunkan jumlah insulin dan IGF, serta menurunkan ekspresi Inhibin βA (INHBA) yang pada akhirnya dapat menghambat mitosis sel. Simpulan dari telaah pustaka ini adalah metformin dapat dipilih menjadi terapi adjuvan dalam pengobatan kanker kolorektal karena banyaknya efek yang ditimbulkan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Melalui telaah pustaka ini diharapkan metformin dapat dimanfaatkan sebagai terapi adjuvan pasien kanker kolorektal baik pada saat ini maupun di kemudian hari. Kata kunci : kanker kolorektal, metformin, proliferasi sel DOI : 10.35990/mk.v7n4.p410-419
Efektivitas Krim Kunyit (Curcuma longa) Dalam Mengurangi Luas Area Dan Kegelapan Melasma Serta Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Melasma Tumanggal N.S.S., Wulan; Jasaputra, Diana Krisanti; Sujatno, Muchtan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21298

Abstract

Melasma merupakan gangguan hiperpigmentasi yang ditandai dengan munculnya makula berwarna coklat muda hingga tua pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari, terutama wajah, dan sering dianggap sebagai tanda penuaan kulit. Meskipun hidrokuinon masih menjadi standar emas terapi melasma, penggunaan jangka panjangnya dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas krim kunyit (Curcuma longa) dalam mengurangi luas dan kepekatan pigmen melasma serta meningkatkan kualitas hidup penderita sebagai terapi alternatif. Penelitian menggunakan desain pretest–posttest control group pada wanita berusia 20–40 tahun dengan diagnosis klinis melasma ringan di Jakarta, periode Februari–Mei 2024. Subjek dibagi secara acak menjadi dua kelompok: P1 mendapat krim hidrokuinon 2%, dan P2 mendapat krim kunyit 3%. Derajat keparahan melasma diukur dengan Modified Melasma Area and Severity Index (mMASI), dan kualitas hidup dinilai menggunakan Melasma Quality of Life scale (MELASQoL) sebelum dan sesudah 4 minggu perlakuan. Kedua kelompok menunjukkan penurunan skor mMASI dan MELASQoL yang signifikan setelah 4 minggu (p < 0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok pada skor pascaintervensi (p > 0,05), yang menunjukkan efektivitas serupa antara krim kunyit 3% dan hidrokuinon 2%. Hasil ini menyimpulkan bahwa krim kunyit (Curcuma longa) efektif mengurangi luas dan kepekatan melasma serta meningkatkan kualitas hidup penderita, sehingga berpotensi menjadi alternatif alami hidrokuin.