Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Krim Kunyit (Curcuma longa) Dalam Mengurangi Luas Area Dan Kegelapan Melasma Serta Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Melasma Tumanggal N.S.S., Wulan; Jasaputra, Diana Krisanti; Sujatno, Muchtan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21298

Abstract

Melasma merupakan gangguan hiperpigmentasi yang ditandai dengan munculnya makula berwarna coklat muda hingga tua pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari, terutama wajah, dan sering dianggap sebagai tanda penuaan kulit. Meskipun hidrokuinon masih menjadi standar emas terapi melasma, penggunaan jangka panjangnya dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas krim kunyit (Curcuma longa) dalam mengurangi luas dan kepekatan pigmen melasma serta meningkatkan kualitas hidup penderita sebagai terapi alternatif. Penelitian menggunakan desain pretest–posttest control group pada wanita berusia 20–40 tahun dengan diagnosis klinis melasma ringan di Jakarta, periode Februari–Mei 2024. Subjek dibagi secara acak menjadi dua kelompok: P1 mendapat krim hidrokuinon 2%, dan P2 mendapat krim kunyit 3%. Derajat keparahan melasma diukur dengan Modified Melasma Area and Severity Index (mMASI), dan kualitas hidup dinilai menggunakan Melasma Quality of Life scale (MELASQoL) sebelum dan sesudah 4 minggu perlakuan. Kedua kelompok menunjukkan penurunan skor mMASI dan MELASQoL yang signifikan setelah 4 minggu (p < 0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok pada skor pascaintervensi (p > 0,05), yang menunjukkan efektivitas serupa antara krim kunyit 3% dan hidrokuinon 2%. Hasil ini menyimpulkan bahwa krim kunyit (Curcuma longa) efektif mengurangi luas dan kepekatan melasma serta meningkatkan kualitas hidup penderita, sehingga berpotensi menjadi alternatif alami hidrokuin.
Pengaruh Emulgel Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa) terhadap Ekspresi Gen Tumor Nekrosis Alpha (Tnf- Α) dan Densitas Kolagen pada Tikus Galur Wistar Jantan (Rattus Norvegicus) yang Dipapar Sinar Ultraviolet B (Uvb) Permatasari, Indah; Jasaputra, Diana Krisanti; Windi, Julia; Anania, Agnes
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32660

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian emulgel ekstrak kunyit (Curcuma longa) terhadap ekspresi gen TNF-α dan densitas kolagen pada kulit tikus galur Wistar jantan yang dipapar sinar UVB. Metode Penelitian ini dengan eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group design. Sebanyak 18 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif (tanpa UVB), kontrol UVB, kontrol UVB+placebo, dan tiga kelompok perlakuan yang diberi emulgel ekstrak kunyit 1%, 2%, dan 4% setelah paparan UVB (180 mJ/cm²/hari selama 28 hari). Ekspresi gen TNF-α diukur dengan qRT-PCR, sedangkan densitas kolagen dianalisis secara histologis dengan pewarnaan Masson's Trichrome dan kuantifikasi menggunakan ImageJ. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, Oneway ANOVA, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian emulgel ekstrak kunyit secara signifikan menurunkan ekspresi gen TNF-α (p=0,019) dan meningkatkan densitas kolagen (p=0,000) secara dosis-respons. Penurunan TNF-α tertinggi terjadi pada kelompok 4% (rerata 0,32733), sedangkan peningkatan densitas kolagen tertinggi dicapai pada kelompok 2% (58,6%) dan 4% (60,033%). Kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol UVB dan UVB+placebo (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini Emulgel ekstrak kunyit (Curcuma longa) efektif menurunkan ekspresi gen TNF-α dan meningkatkan densitas kolagen pada kulit tikus yang terpapar UVB, dengan efektivitas optimal pada konsentrasi 4% untuk penekanan inflamasi dan 2-4% untuk perbaikan struktur kolagen. Temuan ini mendukung potensi ekstrak kunyit sebagai agen topikal alami dalam pencegahan photoaging.
The Effect of a Combination Cream Containing 4% Licorice Extract, 5% Tranexamic Acid, and Dexpanthenol in Liposome on Melanin Levels and Expression of Microphthalmia-associated Transcription Factor (MITF) in UV-B Exposed Rat (Rattus norvegicus) Skin Jeanny Indriani; Diana Krisanti Jasaputra; Fen Tih
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol. 13 No. 2 (2025): Accredited Sinta 2
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v13i2.8242

Abstract

Melanin synthesis is regulated by the microphthalmia-associated transcription factor (MITF), a crucial regulator of melanogenesis. The combination of licorice extract and tranexamic acid has been known to exhibit synergistic effects in addressing hyperpigmentation. Additionally, the inclusion of dexpanthenol in liposome formulations can enhance the absorption of topical drugs, improve their effectiveness, and reduce side effects associated with topical treatments. This study aimed to investigate the effects of a combination cream containing 4% licorice extract, 5% tranexamic acid, and dexpanthenol in liposomes on improving hyperpigmentation in UV-B-exposed Wistar rat skin, as assessed by melanin levels and MITF gene expression. This research was carried out in the laboratory of the Faculty of Medicine, Universitas Kristen Maranatha, and the Iratco Laboratory, Bogor, Indonesia, from April to December 2024. The results showed that the application of the combination cream significantly reduced melanin levels. In the treatment group, the lowest average melanin level was observed at 0.869±0.263, compared to 2.763±0.398 in the negative control group and 6.391±0.430 in the vehicle control group (p<0.0001). The combination cream also significantly reduced MITF expression, with the treatment group showing the lowest average MITF expression at 0.306±0.201, compared to 1.025±0.102 in the negative control group and 2.320±0.112 in the vehicle control group (p=0.000). It can be concluded that the combination cream containing 4% licorice extract, 5% tranexamic acid, and dexpanthenol in liposome effectively reduced melanin levels and MITF expression in UV-B-exposed Wistar rat skin.