Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Konseling Kelompok Teknik Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home Durrotunnisa Durrotunnisa; Ratna Nur Hanita
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1823

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah terjadi peningkatan motivasi belajar siswa broken home melalui layanan konseling kelompok teknik reinforcement positif. Jenis penelitian ini adalah PTBK menggunakan model Kemmis dan MC Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 5 siswa kelas VIII dengan kriteria motivasi belajar rendah dan memiliki catatan khusus, yaitu mereka berasal dari keluarga broken home. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi dan wawancara. Tindakan konseling konseling kelompok teknik reinforcement positif dilaksanakan selama empat minggu. Persentase motivasi belajar siswa broken home mengalami peningkatan, dari  pra- tindakan sebesar 36% meningkat sebesar 15,99% setelah dilaksanakan siklus I. Selanjutnya setelah dilaksanakan tindakan konseling kelompok teknik reinforcement positif siklus II persentase motivasi belajar siswa meningkat sebesar 66,33%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan motovasi belajar siswa setelah diberikan layanan. Jadi, hasil penelitian membuktikan bahwa konseling kelompok teknik reinforcement positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa broken home SMP Negeri 4 Bolano Lambunu
Bimbingan Kelompok Teknik Modeling Simbolik untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Daring Siswa Durrotunnisa Durrotunnisa; Mardi Lestari; Syahran Ridwan
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4277

Abstract

Problem utama penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang diiindikasikan dengan presentasi kehadiran siswa yang kurang, keterlibatan siswa yang kurang dalam pembelajaran, memperoleh nilai dibawah KKM dan tidak mengikuti remidial. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui teknik modeling simbolik dalam seting bimbingan kelompok.  Riset ini dilakukan terhadap 7 orang siswa  yang mengalami problem motivasi belajar daring dengan kategori rendah yang dibuktikan dari perolehan skor motivasi, Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Jumlah subyek penelitian yang diberikan bimbingan kelompok adalah 7 siswa, yang berasal dari kelas VIII SMPN 15 Palu. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan aktivitas siswa, aktivitas pemimpin kelompok, dan ada perbedaan rerata pretest-postest. Peningkatan aktivitas sebesar 25,5, dari kategori cukup menjadi kategori baik. Aktivitas pemimpin kelompok atau guru dalam memberikan layanan mengalami peningkatan skor sebesar 27,3 dari kategori cukup baik menjadi baik, dan ada perbedaan nilai rata-rata antara pretest dan postes dengan selisih angka 6,42. Kondisi peningkatan aktivitas ini menunjukkan bahwa teknik modeling simbolik efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar online siswa.
Konseling Kelompok Teknik Reinforcement Positif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home Durrotunnisa, Durrotunnisa; Hanita, Ratna Nur
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1823

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah terjadi peningkatan motivasi belajar siswa broken home melalui layanan konseling kelompok teknik reinforcement positif. Jenis penelitian ini adalah PTBK menggunakan model Kemmis dan MC Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 5 siswa kelas VIII dengan kriteria motivasi belajar rendah dan memiliki catatan khusus, yaitu mereka berasal dari keluarga broken home. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi dan wawancara. Tindakan konseling konseling kelompok teknik reinforcement positif dilaksanakan selama empat minggu. Persentase motivasi belajar siswa broken home mengalami peningkatan, dari  pra- tindakan sebesar 36% meningkat sebesar 15,99% setelah dilaksanakan siklus I. Selanjutnya setelah dilaksanakan tindakan konseling kelompok teknik reinforcement positif siklus II persentase motivasi belajar siswa meningkat sebesar 66,33%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan motovasi belajar siswa setelah diberikan layanan. Jadi, hasil penelitian membuktikan bahwa konseling kelompok teknik reinforcement positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa broken home SMP Negeri 4 Bolano Lambunu
Bimbingan Kelompok Teknik Modeling Simbolik untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Durrotunnisa, Durrotunnisa; Sari, Tri Dewi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.2984

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah konsep diri siswa yang rendah sehingga berakibat siswa menjadi kurang percaya diri, sering membandingkan dirinya dengan orang lain, dan belum mampu mengidentifikasi diri sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan konsep diri siswa di SMA Negeri 4 Palu dan mendeskripsikan konsep diri siswa di SMA Negeri 4 Palu sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik modeling simbolik. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental design. Alat pengumpulan data berupa angket konsep diri. Hasil uji validitas dan reliabilitas terhadap 20 item dengan menggunakan program aplikasi SPSS 24 menunjukkan item-item tersebut valid dan reliabel dengan nilai croncbach alpha  (α) = 0,722 > 0,6. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI dengan konsep diri rendah yang berjumlah 10 orang, terdiri dari 5 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 5 siswa lain sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan uji Mann Whitney test pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Adapun hasil penelitian uji Mann Whitney test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,009 < 0,05, yang berarti bahwa H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik modeling simbolik untuk meningkatkan konsep diri siswa di SMA Negeri 4 Palu.
Bimbingan Kelompok Teknik Modeling Simbolik untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Daring Siswa Durrotunnisa, Durrotunnisa; Lestari, Mardi; Ridwan, Syahran
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4277

Abstract

Problem utama penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang diiindikasikan dengan presentasi kehadiran siswa yang kurang, keterlibatan siswa yang kurang dalam pembelajaran, memperoleh nilai dibawah KKM dan tidak mengikuti remidial. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui teknik modeling simbolik dalam seting bimbingan kelompok.  Riset ini dilakukan terhadap 7 orang siswa  yang mengalami problem motivasi belajar daring dengan kategori rendah yang dibuktikan dari perolehan skor motivasi, Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Jumlah subyek penelitian yang diberikan bimbingan kelompok adalah 7 siswa, yang berasal dari kelas VIII SMPN 15 Palu. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan aktivitas siswa, aktivitas pemimpin kelompok, dan ada perbedaan rerata pretest-postest. Peningkatan aktivitas sebesar 25,5, dari kategori cukup menjadi kategori baik. Aktivitas pemimpin kelompok atau guru dalam memberikan layanan mengalami peningkatan skor sebesar 27,3 dari kategori cukup baik menjadi baik, dan ada perbedaan nilai rata-rata antara pretest dan postes dengan selisih angka 6,42. Kondisi peningkatan aktivitas ini menunjukkan bahwa teknik modeling simbolik efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar online siswa.