Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Error Analysis of Simple Past Tense in Recount Text Putri, Dwi Megista; Alhusna, Asma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26499

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan penggunaan simple past tense yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UPI YPTK Padang saat menulis teks recount dalam bahasa Inggris. Desain yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris semester III 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menulis teks recount meliputi kesalahan bentuk omission sebesar 52,17%, kesalahan mekanik sebesar 26,09%, dan kesalahan mis-ordering sebesar 21,17%. Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah error of omission, dimana siswa melakukan kesalahan dalam memilih kosakata, kata kerja dan juga to be yang tepat.
INTEGRASI PEMBELAJARAN ARITMETIKA DASAR DAN BAHASA INGGRIS BAGI SISWA SDN 31 JATI TANAH TINGGI PADANG Putri, Dwi Megista; Gusta, Wienda
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar aritmetika dalam Bahasa Inggris kepada siswa Sekolah Dasar Negeri 31 Jati Tanah Tinggi Padang. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika dan bahasa Inggris secara terpadu melalui pendekatan interaktif dan kontekstual. Metode pelaksanaan meliputi pembelajaran tematik, permainan edukatif, dan latihan soal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif siswa serta pemahaman dasar terhadap istilah aritmetika dalam bahasa Inggris, seperti penjumlahan (addition), pengurangan (subtraction), perkalian (multiplication), dan pembagian (division). Kegiatan ini juga memperlihatkan potensi integrasi lintas mata pelajaran dalam pendidikan dasar.
Grammatical Analysis of Superlative Degree Forms in Descriptive Texts Written by Ninth Grade Students of Junior High School Padang Putri, Dwi Megista; Afersa, Mona
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan derajat superlatif dalam teks deskriptif siswa di Kelas 9 SMPN 5 Padang. Derajat superlatif, sebagai bentuk tata bahasa yang digunakan untuk membandingkan lebih dari dua hal dan untuk menunjukkan tingkat kualitas tertinggi atau terendah, merupakan fitur kunci dalam penulisan deskriptif. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menyelidiki frekuensi, akurasi, dan jenis derajat superlatif yang digunakan oleh siswa. Temuan menunjukkan bahwa meskipun siswa terbiasa dengan konsep superlatif, kesalahan dalam bentuk, struktur, dan penggunaan konteks masih sering ditemukan. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 5 Padang. Sampel yang dipilih adalah kelas 9B dan mereka dipilih dengan teknik pengambilan sampel mudah. ​​Mereka hanya 32 siswa sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif untuk menggambarkan kemampuan siswa kelas sembilan SMPN 5 Padang dalam menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif. Peneliti memberikan tes menulis kepada siswa untuk mengambil skor pada kemampuan siswa untuk menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif. Ada 30 siswa dari 32 siswa karena sisanya tidak hadir. Peneliti mengklasifikasikan kemampuan siswa berdasarkan tingkat penguasaan minimum (KKM) SMPN 5 Padang (75). Hasil tes tersebut adalah siswa dengan kemampuan tinggi, 45% dapat menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif dan kemampuan rendah adalah 55% tidak dapat menulis teks deskriptif menggunakan derajat superlatif. Berdasarkan temuan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa siswa kelas sembilan perlu belajar keras tentang tata bahasa Inggris untuk menghindari kesalahan dalam menulis teks bahasa Inggris.