Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Gambaran Dukungan Keluarga pada Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche Putri, Nabila; Indriati, Ganis; Fitri, Aminatul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1738

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang dialami seorang remaja putri. Saat datangnya menstruasi pertama remaja sering mengalami kecemasan dan ketakutan yang disebabkan kurang mendapatkan pengetahuan atau informasi terkait menarche. Remaja oleh sebab itu, memerlukan dukungan dalam menghadapi masa menarche, dukungan itu dapat diperoleh dari keluarga. yang berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga pada remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 232 responden dari SDN 164, SDN 167, SDN 181, dan SDN 147 di kecamatan Tuah Madani. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Responden remaja yang sudah mengalami menarche mayoritas terdapat di kelas VI dengan 168 orang (72,4%) dengan mayoritas berusia 12 tahun, yaitu 122 orang (52,6%). Responden yang mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 93 orang (40,1%). Dukungan keluarga yang didapat ada yang baik sebanyak 93 orang (40,1%), dukungan cukup 129 orang (55,6%), dan dukungan kurang sebanyak 10 orang (4,3%). Gambaran dukungan keluarga pada remaja putri dalam menghadapi menarche, yaitu kategori cukup.
An Overview of Mother’s Experiences in Overcoming Speech Delay in Early Childhood Hutrika, Tahani; Zukhra, Ririn Muthia; Fitri, Aminatul
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4762

Abstract

Speech delay in early childhood has an impact on communication skills and long-term development. The mother's role is very important in providing stimulation because she spends the most time with the child. Each mother has a unique experience in dealing with this condition. This study aims to explore mothers' experiences in overcoming speech delay in early childhood. This study used a descriptive qualitative method with 4 participants selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Colaizzi's thematic method. The results showed six main themes: (1) mothers' understanding of speech delay and the consultation and therapy measures taken, (2) emotional reactions in the form of rejection and sadness before accepting the child's condition, (3) stimulation efforts at home and the use of traditional medicine, (4) children's speech development varied with some showing significant improvement, (5) limited time and cost as the main obstacle, and (6) mothers' advice to other parents and therapy services. In conclusion, mothers of children with speech delay face complex emotional challenges but still try to support their children's development through various interventions. Better emotional support and access to therapy services are needed to help mothers overcome these barriers
Gambaran aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak usia sekolah Yugan, Enggia; Amir, Yufitriana; Fitri, Aminatul
FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Florona: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/florona.v2i2.905

Abstract

Anak Usia Sekolah adalah anak yang berada pada periode usia pertengahan yaitu usia 6-12 tahun dimana biasanya disebutkan dengan masa intelektual. Indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik adalah dua variabel yang berkorelasi, karena semakin tinggi intensitas aktivitas fisik, semakin baik IMT. Di sisi lain, semakin sedikit aktivitas fisik, semakin buruk BMI. Aktivitas fisik yang rendah menyebabkan tubuh menumpuk energi dalam bentuk lemak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada anak usia sekolah. Metode: Desain penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 39 Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 110 anak kelas 4 dan 5 dengan teknik proportional stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner dan timbangan serta meteran. Analisis pada uji statistik menggunakan analisis univariat menggunakan data demografi, tinggi badan dan berat badan. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar anak Sekolah Dasar Negeri 39 Pekanbaru memiliki indeks massa tubuh (IMT) obesitas sebanyak 54 orang (49,1%) dengan aktivitas fisik responden pada kategori sedang sebanyak 85 orang (77,3%). Kesimpulan: semakin tinggi aktivitas seseorang maka semakin tingi pula indeks massa tubuh seseorang dan sebaliknya jika aktivitas fisik seseorang rendah maka rendah pula indeks massa tubuh.  
Gambaran Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah Aprilia, Bunga; Indriati, Ganis; Fitri, Aminatul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The preschool period is an important phase that greatly influences the formation of a child's foundational abilities in various aspects, such as physical, mental, social, and emotional, which will ultimately affect their growth and development. This study aims to understand the growth and development of preschool children so that early interventions can be implemented. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The sample size in this study is 170 children from Kindergarten AN Namiroh 3th and Pembina 2nd in the Tuah Madani. The sample in this study was taken using proportionate random sampling. Data collection on growth used anthropometry, and developmental used the Developmental Pre-Screening Questionnaire. The analysis used is descriptive. The research findings that 3 respondents (1.8%) fall into the underweight, 107 respondents (62.9%) into the normal, 46 respondents (27.1%) into the overweight, and 14 respondents (8.2%) into the obesity. The developmental screening results show that 138 respondents (81.2%) are in the appropriate development, 23 respondents (13.5%) in the questionable development, and 9 respondents (5.3%) in the deviating development. Preschool children have mostly normal growth and developmental aspects appropriate for their age. Parents and educators need to provide proper nutrition and appropriate stimulation to support the growth and development of preschool children optimally.
Gambaran Kualitas Fisik Air Minum Dan Kejadian Diare Pada Keluarga Dengan Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Pekanbaru Shaffa Mardinah; Agrina; Aminatul Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.386

Abstract

Buruknya kualitas fisik air minum umumnya dipengaruhi oleh kurangnya pengelolaan air bersih, pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat, serta kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai, sehingga menyebabkan kontaminasi bakteri escherichia coli dan berisiko diare. Diare berulang menjadi faktor risiko penting terjadinya stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik air minum dan kejadian diare pada keluarga dengan anak stunting di wilayah pesisir Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan langsung. Responden dipilih dengan metode total sampling yang berjumlah 74 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan pekerjaan ibu terbanyak IRT, 40 responden (54.1%), berpendidikan terakhir SMP, 31 responden (41.9%), usia anak terbanyak berada di rentang 25-36 bulan, 26 anak (35.1%), lebih dari separuh anak berjenis kelamin perempuan, 39 anak (52.7%), status gizi anak lebih banyak gizi kurang, 41 anak (55.4%), sebagian besar kualitas fisik air minum keluarga memenuhi syarat ditandai dengan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebesar (63.5%), lebih dari separuh anak pernah mengalami diare dalam 3 bulan terakhir sebanyak 38 anak (51.4%) dengan frekuensi 4-6 kali per hari, 23 anak (31.1%). Kualitas fisik air minum pada keluarga dengan anak stunting sebagian besar memenuhi syarat (tidak berwarna, berbau, dan berasa), namun lebih dari separuh anak masih mengalami diare, sehingga faktor lain seperti sanitasi lingkungan tetap perlu diperhatikan untuk mencegah diare dan stunting.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Personal Hygiene Lansia Dengan Risiko Demensia Ismi Amin; Reni Zulfitri; Aminatul Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.612

Abstract

Pendahuluan: Demensia merupakan gangguan kognitif yang menyebabkan lansia kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan diri. Kondisi ini membuat lansia memerlukan perhatian serta dukungan dari keluarga dalam mempertahankan rutinitas personal hygiene. Dukungan keluarga dapat berupa membantu dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap personal hygiene lansia dengan risiko demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 94 lansia dengan risiko demensia yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner karakteristik responden, kuesioner dukungan keluarga, dan kuesioner personal hygiene. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Mayoritas lansia berusia 60–74 tahun sebanyak 77 responden (81,9%), berjenis kelamin perempuan 65 responden (69,1%), beragama Islam 88 responden (93,6%), berasal dari suku Minang 32 responden (34,0%), berpendidikan SD 49 responden (52,1%), tidak bekerja 73 responden (77,7%), status perkawinan telah menikah 67 responden (71,3%), menderita hipertensi 57 responden (60,6%), dan mengalami gangguan kognitif ringan 80 responden (85,1%). Mayoritas lansia memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 47 responden (50,0%) dan memiliki personal hygiene baik sebanyak 55 responden (58,5%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap personal hygiene pada lansia dengan risiko demensia (p-value 0,000) dengan kekuatan hubungan sangat kuat (r = 0,805) dan arah positif. Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga, semakin baik personal hygiene lansia.
Hubungan Pola Komunikasi Orang Tua dengan Masalah Perilaku dan Emosional Anak Usia Sekolah Fani Hidayah Putri; Syeptri Agiani Putri; Aminatul Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.735

Abstract

Anak usia sekolah (6-12 tahun) berada pada tahap perkembangan membentuk kemampuan berprestasi dan berkarya. Namun, masalah perilaku dan emosional dapat menjadi hambatan dalam proses ini. Pola komunikasi orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam mendukung perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi orang tua dengan masalah perilaku dan emosional anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak usia sekolah, yaitu sebanyak 368 responden yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan univariat menggunakan deskriptif sederhana dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan mayoritas responden berusia 19-40 tahun 207 (56,3%) dan berjenis kelamin perempuan 262 (71,2%). Mayoritas responden berpendidikan SMA 201 (54,6%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga 224 (60,9%). Sebagian besar responden berasal dari suku Batak 125 (34%). Anak responden, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki 187 (50,8%) dan berusia 9 tahun 139 (37,8%). Pola komunikasi orang tua yang paling banyak ditemukan adalah pola pluralistik 121 (32,9%), sedangkan masalah perilaku dan emosional anak mayoritas dalam kategori normal 288 (78,3%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pola komunikasi orang tua dengan masalah perilaku dan emosional anak (p-value = 0,001). Terdapat hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan masalah perilaku dan emosional anak usia sekolah. Orang tua dapat menyediakan komunikasi dengan pola pluralistik yang bersifat terbuka dan melibatkan anak dalam memutuskan hal-hal yang sederhana untuk mendukung perkembangan perilaku dan emosi pada anak usia sekolah.