Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan Teknologi IoT untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Sistem Penyiraman Otomatis pada Vertikultur di Desa Betek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Anggun Wulandari; Umi Kulsum Nur Qomariah; Kartika Wulandari; Suci Prihatiningtyas; Rossanita Truelovin Hadi Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 2 (2026): JPMII - April 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1120

Abstract

Keterbatasan lahan pertanian di wilayah permukiman menjadi tantangan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Salah satu solusi yang relevan adalah penerapan vertikultur berbasis teknologi Internet of Things (IoT) melalui sistem penyiraman otomatis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penerapan teknologi IoT pada pertanian vertikultur di lahan terbatas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, dan evaluasi melalui pretest–posttest. Kegiatan melibatkan 18 anggota Bank Sampah Betek Bersinar di Desa Betek, Kabupaten Jombang. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga indikator, yaitu pemahaman cara kerja sistem, pengetahuan komponen utama, serta kemampuan instalasi dan perawatan alat. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 40,79% pada pretest menjadi 80,94% pada posttest. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator pemahaman instalasi dan perawatan alat, dari 43,20% menjadi 82,10%. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya literasi teknologi pertanian peserta serta kemampuan mereka dalam mengoperasikan sistem penyiraman otomatis secara mandiri. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam mendorong adopsi teknologi pertanian modern pada lahan terbatas.
Soil fertility and pH measuring tool for paddy soil using internet of things technology Sujono -; Umi Kulsum Nur Qomariah
Agrovigor Vol 18, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v18i2.31754

Abstract

Agriculture is a vital sector that is a food security sector. However, agricultural productivity is still often hampered by the lack of monitoring of soil conditions, which results in inaccurate fertilizer application. The development of an Internet of Things-based fertility measuring tool is an innovative solution to overcome this problem. With the ability to provide accurate data on N, P, K and pH nutrient levels quickly, this tool allows farmers to fertilize precisely. The research method used is Research and Development which has stages of literature study, system design, web application development, calibration and testing: data analysis and improvement. Sandy soil samples L1, L3, and L4 nitrogen error 6–7%, phosphorus error 8–10%, potassium error 6–10%, and neutral soil pH slightly acidic error 5%. Clay soil samples L2, L6, L7, and L9, nitrogen and potassium content error 5–6% and 6–7%. Phosphorus error around 7%. Soil pH ranges from 3–5%, indicating slightly acidic conditions. Clay samples L5, L8, and L10 contain 5–10% nitrogen, 6–9% phosphorus, 6–8% potassium, and 3–5%. Therefore, the results of N, P, and K measurements on sandy, loamy, and clay soils should be interpreted with caution and confirmed through laboratory tests.
Pengaruh Pemberian Kombinasi ZPT Alami (Bawang Merah, Rebung, Air Kelapa) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Var. Gustavi F1) Iliyin Na'imah; Umi Kulsum Nur Qomariah; Mazidatul Faizah
AGROSAINTIFIKA Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/677ayj03

Abstract

Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) alami menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat secara ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi ZPT alami ekstrak bawang merah, rebung, dan air kelapa terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi generatif tomat varietas Gustavi F1. Penelitian dilaksanakan pada Mei – Oktober 2025 di kebun percobaan Dusun Gumulan II, Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 5 perlakuan (P0: kontrol; P1: bawang merah+rebung; P2: rebung+air kelapa; P3: bawang merah+air kelapa; P4: ketiganya; masing-masing 50 mL. Setiap perlakuan terdapat 10 ulangan, pengaplikasian perlakuan dilakukan setiap 1 minggu sekali). Hasil menunjukkan adanya pengaruh nyata pada tinggi tanaman (P4 umur 119-133 hari setelah tanam (HST), jumlah daun (P1, P2, P3 umur 21, 119, 133 hari setelah tanam (HST)), dan jumlah buah panen ke-3 (P2), namun tidak berbeda nyata pada parameter diameter batang, umur bunga, dan bobot buah. Kombinasi perlakuan P2 (rebung + air kelapa + udara, masing-masing 50 mL/L) merupakan perlakuan yang paling efektif secara keseluruhan dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif optimal dan hasil panen yang tinggi secara keseluruhan. Kombinasi tersebut berpotensi digunakan sebagai alternatif ZPT alami dalam mendukung budidaya tomat yang lebih berkelanjutan.
INOVASI VERTIKULTUR BERBASIS DAUR ULANG BOTOL PLASTIK SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG HILIRISASI KETAHANAN PANGAN DI LAHAN TERBATAS Anggun Wulandari; Umi Kulsum Nur Qomariah; Kartika Wulandari
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3049

Abstract

Environmental problems caused by the increase in household plastic waste, particularly single-use plastic bottles, have become a serious issue in Betek Village, Mojoagung, Jombang. An average of 4–5 kg of plastic bottles is collected every week at the Betek Bersinar Waste Bank, with suboptimal utilization. This condition demands innovation in productive and sustainable management through vertical farming based on plastic waste recycling. This community service program aims to empower the community through the implementation of vertical farming based on plastic bottle recycling as an effort to downstream food security in limited land. The implementation method uses a participatory approach through the stages of preparation, education and counseling, technical training, implementation and mentoring, and evaluation & monitoring. The activity evaluation uses a pretest–posttest one-group design with 18 participants consisting of waste bank managers and village officials. The evaluation instrument is a Likert questionnaire 1–5 to measure the participants' management skills. The results show an increase in management skills from 58.67% to 83.61%, with the category of "Very Good". Participants are able to create and operate 8 active vertical farming units with a crop success rate of 87.5%. This program has proven effective in increasing agricultural technology literacy and awareness of sustainable plastic waste management, and has the potential to be replicated in other regions with similar characteristics.  
Analisis Sensori Telur Asin Bebek dengan Metode Penggaraman Bata Fatin Nur Azimah; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i1.1182

Abstract

Telur asin merupakan salah satu produk olahan telur yang populer di Indonesia. Proses pembuatan telur asin dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah metode penggaraman bata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sensori telur asin bebek yang dihasilkan dengan metode penggaraman bata dengan variasi lama penggaraman. Parameter yang dianalisis meliputi warna, tekstur, rasa, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu penggaraman tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap aroma dan warna telur asin, namun berpengaruh nyata terhadap tekstur dan kesukaan panelis. Lama penggaraman 13 hari menghasilkan telur asin dengan tekstur dan tingkat kesukaan terbaik.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Taoge Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Jambu Dersono (Syzgium Malaccense) Hadi Asih Kresnanto; Umi Kulsum Nur Qomariah; Anggi Indah Yuliana
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i2.1525

Abstract

Fitohormon merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, terdapat hormon sintetik dan hormon alami, missalnya seperti yang terdapa pada ekstrak taoge. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak taoge terhadap pertumbuhan stek batang tanaman jambu dersono pada parameter jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, dan waktu awal kemunculan tunas. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – April 2025 di kebun percobaan yang berlokasi di Dusun Mambang, Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitaif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 5 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 9 kali. Dengan perlakuan tanpa ektrak tauge ( Z0) : 0%, (Z1) : 20%, (Z2) : 40%, (Z3): 60% dan (Z4) 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara konsentrasi ekstrak taoge terhadap pertumbuhan stek batang jambu dersono
Pengaruh Penggunaan Limbah Air Kolam Ikan Koi Terhadap Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Lutfi Fahmi Lukmana; Anggi Indah Yuliana; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i3.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Limbah Air Kolam Ikan Koi Terhadap Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Mambaul Maarif desa Denanyar kec. Jombang, Kab. Jombang. Pada bulan Maret sampai April 2025. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor utama, yaitu air limbah kolam ikan Koi dan interval penyiraman. Pelakuan air limbah terdiri dari 2 taraf, Taraf 1 dosis limbah air kolam ikan koi : L0 : 0 ml Limbah air kolam ikan koi (control), L1 : 100 ml Limbah air kolam ikan koi, L2 : 200 ml Limbah air kolam ikan koi, L3 : 300 ml Limbah air kolam ikan koi. Taraf 2 Interval penyiraman limbah kolam ikan koi : P1 : 2 Hari, P2 : 4 Hari, P3 : 6 Hari, P4 : 8 Hari. Dengan demikian terdapat 16 kombinasi perlakuan yang dihasilkan. Setiap kombinasi dilakukan sebanyak 3 ulangan, sehingga ada 48 unit percobaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi antara dosis limbah air kolam ikan koi dan interval penyiraman pada seluruh parameter pengamatan tanaman bawang merah.
Pengaruh Pengaplikasian Air Limbah Lele dan Pupuk NPK Terhadap Tanaman Cabai Rawit (Capsicum annuum) Mohamad David Wahyu Hardyanto; Anggi Indah Yuliana; Umi Kulsum Nur Qomariah
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i4.1582

Abstract

Indonesia adalah negara agraris dengan kekayaan keanekaragaman tanaman, terutama di sektor pertanian. Pada saat ini, industri pertanian masih banyak mayoritas yang menggunakan pupuk anorganik oleh karena itu solusi untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, yakni dengan memanfaatkan pupuk organik. Air limbah budidaya ikan lele memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi masih jarang yang memanfaatkanya, dan jika dikombinasikan dengan menggunakan pupuk NPK dalam dosis optimal, maka dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai secara signifikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor utama, yaitu air limbah lele (faktor N) dan pupuk NPK (D). perlakuan air limbah lele terdiri dari 5 taraf yakni, N0 (tanpa perlakuan), N1 (limbah lele 100 ml), N2 (limbah lele 200 ml), N3 (limbah lele 300 ml), N4 (limbah lele 400 ml) dan pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yakni D0 (tanpa perlakuan), D1 (pupuk NPK 5 g), D2 (pupuk NPK 10 g). dengan demikian, terdapat total 15 kombinasi dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova dan apabila ada perbedaan yang nyata maka harus dilakukan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan faktor air limbah lele (N) berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah buah. Perlakuan N3 dan N4 menghasilkan jumlah buah terbanyak. Faktor pupuk NPK (D) berpengaruh nyata terhadap parameter bobot basah tanaman. Perlakuan D1 menghasilkan bobot terberat. Adapun interaksi air limbah lele dan pupuk NPK, berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan jumlah buah. (N3D1) dan (N4D1) menghasilkan jumlah buah terbanyak.
Analisis Pertumbuhan Tanaman Pakcoy akibat Pemberian Pupuk Anorganik, Pupuk Organik Cair dan Pupuk Hayati Anggi Indah Yuliana; Umi Kulsum Nur Qomariah; Siti Aminatuz Zuhria
Exact Papers in Compilation (EPiC) Vol. 7 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/epic.v7i4.1597

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pupuk anorganik, pupuk organik cair, dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Jombang, pada bulan Juni s/d Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk anorganik dengan tiga taraf yaitu: A0 = tanpa pupuk, A1 = dosis 50%, A2 = dosis 100%. Faktor kedua adalah pupuk organik dan hayati dengan tiga taraf yaitu O0 = tanpa pupuk, O1 = pupuk hayati, O2 = pupuk organik cair. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, laju pertumbuhan tanaman, laju asimilasi bersih, bobot segar, dan bobot kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi nyata antara pupuk anorganik dengan pupuk organik dan pupuk hayati terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Pupuk anorganik dosis 50% dan 100% nyata meningkatkan luas daun pada 21 hst, laju pertumbuhan pada 21–28 hst, serta bobot segar dan bobot kering tanaman dibandingkan tanpa pupuk anorganik. Pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 28 hst, sedangkan pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan pada 14–21 hst serta memberikan hasil tertinggi pada bobot segar 18,19 g dan bobot kering 2,47 g.
Growth and Fresh Biomass Responses of Red Onions (Allium ascalonicum L.) to Banana Stem Compost (Musa paradisiaca) Yusup Hasim; Umi Kulsum Nur Qomariah; Mazidatul Faizah
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol. 6 No. 2 (2026): August
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/kkmr2071

Abstract

To identify the effectiveness of introducing liquid organic fertilizer (POC) made from banana stems, this study examined the dynamics of several shallot vegetation indicators, including plant height, leaf quantity, and fresh weight. The study was conducted from October to December 2025 at the experimental site in Denanyar Village, Jombang Subdistrict, Jombang Regency, East Java. This study employed a quantitative methodology based on a Completely Randomized Design (CRD). This method applied six treatments: P0 (Control), P1 (Application of 75 ml/L banana stem POC), P2 (application of 150 ml/L banana stem POC), P3 (application of 225 ml/L banana stem POC), P4 (application of 300 ml/L banana stem POC), and P5 (application of 375 ml/L banana stem POC). The application of banana stem liquid organic fertilizer (POC) was found to have no significant effect on the vegetative performance of shallot plants. This was confirmed by an analysis of variance (ANOVA) on the parameters of plant height (calculated F = 1.10 < 5% critical F = 2.38), leaf area (calculated F = 0.53 < 5% critical F = 2.38), and fresh weight (calculated F = 1.16 < 5% critical F = 2.38), where all calculated F values did not exceed the critical F threshold at the 5% significance level. The absence of these statistical differences confirms that the application of liquid organic fertilizer has not yet been able to significantly influence plant growth dynamics.