Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Gambaran Leukosit Pada Sedimen Urine Ibu Hamil di Puskesmas Sewon I Bantul Mabruroh, Indah Nahdotul; Rahmawati, Yeni; Novalina, Dhiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leukosit merupakan sel darah yang berperan dalam mekanisme imun. Peningkatan jumlah leukosit dalam spesimen urine dapat menyebabkan infeksi bakteri atau ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran leukosit pada sedimen urine ibu hamil di Puskesmas Sewon I Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan data sekunder dari pemeriksaan leukosit pada sedimen urine ibu hamil pada bulan November 2023. Hasil penelitian menunjukan kategori wanita hamil berdasarkan usia 15-25 tahun sebesar 20,5% dengan dua pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal, dan usia 26- 34 tahun sebesar 64,1% dengan delapan pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal, usia 35-43 tahun sebesar 15,4% dengan empat pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal. Berdasarkan kategori usia kehamilan, ditemukan bahwa pada Trimester I sebanyak 28,2% terdapat satu pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal, pada Trimester II sebanyak 51,3% terdapat enam pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal, pada Trimester III sebanyak 20,5% terdapat tujuh pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal. Berdasarkan kategori Gravida, ditemukan bahwa Gravida 1 sebanyak 30,8% terdapat lima pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal, Gravida 2-4 sebanyak 66,7% terdapat sepuluh pasien yang memiliki nila leukosit abnormal, Gravida >4 sebanyak 2,6% tidak terdapat pasien yang memiliki nilai leukosit abnormal. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa jumlah leukosit tidak normal terbanyak berada pada usia 26-34 tahun, pada usia kehamilan Trimester III, dan pada Gravida 2- 4.
Identifikasi Kandungan Nitrat Pada Air Tanah di Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman Yogyakarta Aprianto, Muhammad Eko; Martuti, Sri; Novalina, Dhiah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan manusia salah satunya adalah untuk melakukan segala aktivitas di setiap harinya contohnya seperti bertani, ternak, dan aktivitas rumah tangga. Faktor yang dapat mengubah kualitas sumber air seperti adanya aktivitas perikanan, pertanian, pabrik dan aktivitas di rumah. Kadar nitrat dalam air tanah yang masuk ke dalam tubuh manusia apabila melebihi batas normal dapat membahayakan untuk kesehatan karena bisa menyebabkan terjadinya penyakit gejala bayi biru atau yang biasa disebut (Baby Blue Syndrome) serta penyakit kanker pada orang dewasa. Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman Yogyakarta, pertumbuhan sangat pesat, sehingga kegiatan individu serta aktivitas warga dapat meningkatkan jumlah limbah yang ada. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan identifikasi kandungan nitrat pada air tanah di Kecamatan Berbah Babupaten Sleman Yogyakarta menggunakan metode Spektrofotometer UV-Vis. Rancangan yang digunakan Experimen Quasi, dengan wawancara menggunakan quisoner. kemudian akan dilakukan pengujian sampel di Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Kabupaten Sleman. Sampel diambil secara secara Purposive Sampling sebanyak 30 sampel air tanah untuk 4 desa. Data akan dibandingkan dengan standar baku mutu air berdasarkan Permenkes No 2 Tahun 2023 serta dianalisis dengan Uji t dan Uji F. Hasil penelitian bahwa Kualitas air di Kecamatan berbah terdapat 3 sampel kandungan nitrat dalam air tanah yang melebihi ambang batas sebesar 20,959 mg/L, 21,816 mg/L dan 22, 864 mg/L, yang terletak didesa Tegaltirto, berdasarkan standar ambang batas kadar nitrat menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023. kadar nitrat dalam air tanah yang melebihi ambang batas di Kecamatan Berbah sebabkan oleh jarak kandang t hitung -2,303>0,05, dan jarak saluran pembuangan limbah rumah tangga t hitung 2,916>0,05.
Gambaran Kejadian Leptospirosis dan Pemeriksaan Laboratorium untuk Menegakkan Diagnosis Leptospirosis di Puskesmas Kecamatan Bantul Tahun 2021-2023 Fauziana, Dwi Ari; Novalina, Dhiah; Martuti, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kejadian leptospirosis dan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis leptospirosis di Puskesmas Kecamatan Bantul tahun 2021-2023. Desain penelitian deskriptif observasional dengan objek penelitian berupa data rekam medis atau data sekunder dengan sampel 64 responden. Hasil distribusi frekuensi usia 45-65 tahun (54,7%), jenis kelamin laki – laki (81,3%), pendidikan SD (40,6%), pekerjaan petani (31,3%). Disimpulkan bahwa kejadian leptospirosis didominasi oleh laki-laki dengan mayoritas usia pasien yang terkena leptospirosis 45-65 tahun, tingkat pendidikan SD, serta jenis pekerjaan petani. Perlu dilakukan peneliti lanjutan terkait pemeriksaan laboratorium untuk penegakkan leptospirosis yang ada di rumah sakit. Pekerja petani, peternak, dan petugas sampah disarankan untuk menggunakan APD ketika bekerja untuk menghindari agar tidak terkena penyakit leptospirosis.
GAMBARAN BAKTERI GRAM POSITIF DAN GRAM NEGATIF PENYEBAB PNEUMONIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Novalina, Dhiah; Permata Sari, Diah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26457

Abstract

Pneumonia dapat menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak. Pneumonia adalah penyakit peradangan akut pada parenkin paru-paru, biasanya dari infeksi saluran pernapasan bawah akut. Pneumonia memerlukan perhatian dan harus ditangani dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tepat dan efektif akan meminimalkan munculnya resistensi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping, toksisitas antibiotik, dan peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Bakteri resistensi muncul di rumah sakit dan dapat terjadi secara berkelompok, terutama Streptococcus pneumoniae sebagai salah satu penyebab pneumonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bakteri penyebab pneumonia dan pola kepekaan atibiotiknya pada pasien rawat inap di RSUD Kota Yogyakarta. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif observasional dengan studi kasus cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data pasien yang terdiagnosis pneumonia dikumpulkan dari bagian rekam medis di RSUD Kota Yogyakarta pada rentang bulan Juli-Desember 2022. Hasil dari penelitian menunjukkan bakteri penyebab pneumonia yang paling banyak ditemui adalah bakteri gram negatif Klebsiella pneumoniae sebesar (31,8%) dan gram positif Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan Streptococcus mitis dengan persentase yang sama sebesar (17,6%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bakteri gram negatif lebih banyak ditemukan pada pasien pneumonia di RSUD Kota Yogyakarta
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DENGAN DAN TANPA HAPUSAN KAPAS KERING METODE ENZIMATIK GLUCOSE OXIDASE Kumalasari, Dei; Bagus Widyantara, Aji; Novalina, Dhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32282

Abstract

Pemeriksaan kadar glukosa darah dapat dilakukan dengan metode enzimatik glucose oxidase menggunakan sampel darah kapiler pada alat glukometer (POCT). Tahap pra-analitik dapat memberikan kontribusi sekitar 61% dari total kesalahan di Laboratorium. Salah satu tahapan pra analitik adalah pengambilan darah kapiler. Pengambilan darah kapiler tetesan darah yang pertama kali keluar dihapus dengan kapas kering kemudian tetesan darah selanjutnya digunakan untuk pemeriksaan karena tetesan darah kapiler pertama rentan tercampur dengan cairan jaringan dan kemungkinan besar terkontaminasi dengan alkohol sehingga kurang representatif sebagai sampel. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sewaktu tanpa dan dengan hapusan kapas kering metode POCT. Metode penelitian ini yaitu penelitian analitik dengan desain penelitian eksperimental dengan jumlah responden sebanyak 25 orang yang didapatkan dari rumus slovin dan metode sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu glukosa darah sewaktu dan variabel independen pada penelitian ini yaitu dengan dan tanpa hapusan kapas kering. Hasil diuji dengan uji statistik Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukan kadar glukosa darah sewaktu tanpa hapusan kapas kering antara 72-146 mg/dL dengan rerata 101,08 mg/dL. Kadar glukosa darah dengan hapusan kapas kering antara 86-167 mg/dL dengan rerata 117,16 mg/dL. Uji statistik Paired Samples T-Test menunjukan psig 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar glukosa darah sewaktu tanpa hapusan kapas kering dan dengan hapusan kapas kering metode enzimatik glucose oxidase.
ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL DAN SIX SIGMA PADA PEMERIKSAAN ASAM URAT DI RSUD DR. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Widyaningtias, Septy; Widyantara, Aji Bagus; Novalina, Dhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32724

Abstract

Pemantapan mutu laboratorium adalah upaya untuk menilai berbagai aspek teknis dari proses pengujian dengan tujuan untuk menjamin presisi (ketelitian) dan akurasi (ketepatan) hasil pemeriksaan di laboratorium. Pelaksanaan mutu laboratorium salah satunya dapat menggunakan metode Quality Control (QC) dengan cara mengevaluasi pemeriksaan menggunakan grafik Levey-Jennings sesuai dengan aturan Westgard Multirule System. Six sigma merupakan matrik yang digunakan untuk menghitung performansi proses kesalahan yang terjadi persatu juta peluang (Rate of Defects-Per Million Opportunities). Penyakit asam urat masih menjadi masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevelensi penyakit asam urat di Indonesia yaitu 7,3% dan Indonesia menduduki peringkat kelima setelah gagal ginjal pada penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui analisis hasil quality control dan six sigma pada pemeriksaan asam urat di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode yang digunakan yaitu desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan sampel 66 data dalam 66 hari. Data yang digunakan berupa data QC pemeriksaan asam urat pada bulan Januari-Maret 2024. Analisis data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis QC pemeriksaan asam urat Januari-Maret 2024 memiliki CV dibawah batas maksimum. Nilai akurasi yang didapatkan memiliki nilai bias kurang dari 10%, terdapat nilai kontrol yang mengikuti aturan Westgard di bulan Februari serta nilai sigma 5 sampai lebih dari 6. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam kegiatan QC yang dilakukan dapat dipertahankan serta ditingkatkan kembali.
Potensi Dan Uji Stabilitas Ekstrak Lawsonia Inermis Sebagai Cat Penutup Pada Gram Staining Dengan Variasi Suhu: Potency and Stability Test of Lawsonia inermis Extract as Counterstain on Gram Staining with Temperature Variation Asfiya, Nida Azki; Novalina, Dhiah; Astuti, Tri Dyah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.6736

Abstract

Gram staining is one of the methods used for bacterial identification. Safranin is one of the dye substances employed in Gram staining. The toxicity and health hazards associated with the use of safranin have been extensively reported, especially the risk of contamination from synthetic dye waste. The use of synthetic dyes is highly hazardous as it can lead to cancer, kidney, and liver damage. A potential alternative for Gram staining is the use of henna leaves (Lawsonia inermis), which contain the dye substance lawsone. However, natural dyes are susceptible to temperature changes.This research aims to determine the ability of henna leaves to stain bacteria as a counterstain in Gram staining and to assess the temperature stability of the henna leaf extract under various temperature variations. This study is a qualitative descriptive research with an experimental design conducted in the Microbiology Laboratory of the Faculty of Health Sciences at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The results of Gram staining for Gram-negative bacteria (Escherichia coli) at temperatures of 40°C and 80°C show no contrast with the background, while Gram-positive staining for Staphylococcus aureus appears contrasting against the background. It can be concluded that the Gram staining of Escherichia coli bacteria with Lawsonia inermis extract at temperatures of 40°C and 80°C yields staining results that lack contrast between bacterial cells and the background. In contrast, Staphylococcus aureus bacteria exhibit contrasting staining results between bacterial cells and the background. The stability test of Lawsonia inermis extract indicates greater stability at 40°C compared to 80°C
Analisis Quality Control (QC) Pemeriksaan Albumin Dan Bilirubin Menggunakan Kontrol Harian Dan Matriks Sigma: Quality Control Analysis Of Albumin And Bilirubin Testing Using Daily Controls And Sigma Matrix Rahmani, Afina Rusyda; Amalia, Arifiani Agustin; Novalina, Dhiah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7863

Abstract

Quality control (QC) merupakan suatu proses evaluasi pengujian mutu laboratorium yang bertujuan untuk menjamin sistem mutu laboratorium. Six sigma merupakan indikator kualitas yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja analitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai data kontrol harian melalui evaluasi grafik Levey-jennings dan mengetahui nilai sigma beserta DPMO pada pemeriksaan albumin dan bilirubin total. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Populasi pada penelitian ini yaitu data sekunder kontrol harian dari pemeriksaan albumin dan bilirubin bulan Oktober 2023 – Maret 2024. Berdasarkan hasil evaluasi grafik Levey-jennings dengan aturan westgard pada pemeriksaan albumin dan bilirubin terdapat nilai kontrol yang melanggar aturan 12s, 13s, dan 41s selama enam bulan berturut-turut. Pada pemeriksaan albumin terdapat nilai bias PME 2,07%, rata-rata CV PMI 1,46%, serta nilai sigma 5,4. Pada pemeriksaan bilirubin total terdapat nilai bias PME 7,79%, rata-rata CV PMI 2,78%, serta nilai sigma 4,4. Hasil evaluasi grafik Levey-jennings dengan aturan westgard pada pemeriksaan albumin dan bilirubin terdapat nilai kontrol yang melanggar aturan 12s, 13s, dan 41s. Nilai sigma pemeriksaan albumin 5,4 dengan DPMO 40 dan pada pemeriksaan bilirubin total 4,4 dengan DPMO 1.860. Quality control (QC) is a process for evaluating laboratory testing quality to ensure the integrity of the laboratory's quality system. Part of this process involves using Six sigma, a quality indicator that assesses analytical performance. This study aims to determine the value of daily control data through the evaluation of the Levey-jennings chart and determine the sigma value and DPMO in the albumin and total bilirubin of testing. This study used quantitative descriptive method with cross-sectional approach. The sampling method employed was total sampling. The population composed of secondary data from daily controls of albumin and bilirubin tests conducted October 2023 – March 2024. Based on the evaluation of the Levey-jennings chart using Westgard rules for albumin and bilirubin tests, control values violating the 12s, 13s, and 41s rules for six consecutive months. For albumin testing, the PME bias was 2.07%, the average CV PMI was 1.46%, and the sigma value was 5.4. For total bilirubin testing, the PME bias was 7.79%, the average CV PMI was 2.78%, and the sigma value was 4.4. In conclusion, the evaluation of the Levey-jennings chart using Westgard rules showed that the control values for albumin and bilirubin tests violated the 12s, 13s, and 41s rules. The sigma value for albumin testing was 5.4 with a DPMO of 40, while for total bilirubin testing, it was 4.4 with a DPMO of 1.860.
Rhodamine B Sebagai Pewarna Alternatif Carbol Fuchsin Pada Perwarnaan Tahan Asam Ziehl Neelsen : Rhodamine B as an Alternative to Carbol Fuchsin in Acid-Fast Staining Using the Ziehl-Neelsen Method Fauziyah, Fitri Akbar; Novalina, Dhiah; Putri, Novita Eka
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7932

Abstract

Bakteri merupakan mikroorganisme yang umumnya tidak memiliki warna dan sulit untuk melihat atau mengidentifikasi bentuk selnya di bawah mikroskop. Oleh karena itu, dilakukan pengecatan atau pewarnaan sel bakteri untuk memperjelas bentuknya dan memudahkan identifikasi sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi rhodamine B sebagai pewarna alternatif carbol fuchsin pada pewarna Bakteri Tahan Asam metode Ziehl neelsen. Metode yang digunakan ialah menggunakan metode Quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design yaitu dengan adanya kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer di Rumah Sakit Umum Daerah Wates. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa data skor kriteria pewarnaan pada 24 sediaan dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan adalah pada kontrol positif didapatkan jumlah skor 150, pada rhodamine B 4% pelarut aquades dan etanol didapatkan skor 90 dengan nilai presentase efektivitas didapatkan 60% dan untuk rhodamine B 3,98% pelarut aquades yang ditambahkan fenol didapatkan jumlah skor 150 dengan nilai persentase efektivitas 100%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan rhodamine B 4% pelarut aquades dan etanol tidak efektif digunakan sebagai alternatif pengganti carbol fuchsin sedangkan hasil penelitian rhodamine B 3,98% yang dilarutkan menggunakan aquades dan ditambahkan fenol efektif digunakan sebagai pewarna alternatif carbol fuchsin.
HUBUNGAN TROMBOSITOPENIA DENGAN INFEKSI Salmonella typhi PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Putri, Suci Primulya; Anggraeni, Rosmita; Novalina, Dhiah
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6387

Abstract

Latar belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu manifestasi klinis yang sering dikaji adalah trombositopenia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara trombositopenia dengan infeksi Salmonella typhi berdasarkan hasil uji Tubex TF pada pasien demam tifoid di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 58 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis, termasuk hasil uji Tubex TF dan jumlah trombosit. Metode: menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (58,6%) dan berada pada rentang usia 16–25 tahun (32,8%). Rerata usia responden adalah 28,6 tahun, dan rerata jumlah trombosit adalah 132.000 sel/μL darah. Sebanyak 22,4% pasien mengalami trombositopenia. Hasil: uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kejadian trombositopenia dengan infeksi Salmonella typhi (p = 0,181). Uji alternatif Fisher’s Exact Test juga menghasilkan nilai p = 0,195. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara infeksi Salmonella typhi dan kejadian trombositopenia. Temuan ini menunjukkan bahwa trombositopenia bukan indikator tunggal yang dapat diandalkan dalam menilai infeksi tifoid. Meskipun demikian, trombositopenia tetap merupakan komplikasi yang perlu diperhatikan dalam manajemen klinis demam tifoid, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam pencegahan komplikasi tifoid.