Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMANFAATAN OLAHAN TAHU MENJADI BROWNIES SEBAGAI INOVASI EKONOMI KREATIF Di DESA KAMPUNG BARU JANJI Fauziah Hanum; Ade Trya Amanda; Ibnu Rasyid Munthe; Kamsia Dorliana Sitanggang; Siti Hartati Yusida Saragih; Novi Fitriandika Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.6579

Abstract

ABSTRACTTofu is a long-known and popular soybean product in Indonesia. It boasts high nutritional value, is readily available, and offers potential as a substitute ingredient in brownies. This community service program employs a participatory and collaborative approach, encompassing outreach, technical production training, hands-on practice, mentoring, and product evaluation. This product not only offers nutritional advantages in the form of increased vegetable protein and reduced saturated fat, but also opens up opportunities for home businesses and increases community income. Socially, this activity strengthens the role of housewives, teenagers, and village youth as entrepreneurs while enhancing self-confidence and a spirit of mutual cooperation.Keywords: Tofu, brownies, economic innovation ABSTRAKTahu merupakan salah satu produk olahan kedelai yang sudah lama dikenal adan sangat populer di Indonesia. Tahu memiliki  kandungan gizinya yang tinggi, mudah diperoleh, serta potensinya sebagai bahan substitusi dalam pembuatan brownies. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan teknis produksi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi produk. Produk ini tidak hanya menawarkan keunggulan gizi berupa peningkatan protein nabati dan penurunan lemak jenuh, tetapi juga membuka peluang usaha rumah tangga serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat peran ibu rumah tangga, remaja dan  pemuda desa sebagai pelaku usaha sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan semangat gotong royong.Kata Kunci : Tahu, brownies, inovasi ekonomi
Moderasi Digital Marketing Atas Pengaruh Product Quality Dan Fashion Lifestyle Terhadap Keputusan Pembelian Product Thrift Di Rantauprapat Alya Rahmainy; Novrihan Leily Nasution; Fauziah Hanum
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh product quality dan fashion lifestyle terhadap keputusan pembelian produk thrift di Rantauprapat, serta menguji peran digital marketing sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa product quality dan fashion lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, digital marketing berpengaruh positif tetapi tidak signifikan secara langsung. Dalam perannya sebagai variabel moderasi, digital marketing tidak mampu memoderasi hubungan antara product quality dan keputusan pembelian, namun mampu memoderasi secara positif dan signifikan hubungan antara fashion lifestyle dan keputusan pembelian. Kesimpulannya, kualitas produk dan gaya hidup fashion merupakan faktor utama dalam mendorong keputusan pembelian, sedangkan digital marketing berperan sebagai penguat terbatas, khususnya pada pengaruh fashion lifestyle. Abstract : This study aims to analyze the effect of product quality and fashion lifestyle on purchase decisions of thrift products in Rantauprapat and to examine the moderating role of digital marketing. A quantitative approach with a survey method was applied to 100 respondents. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. The results show that product quality and fashion lifestyle have a positive and significant effect on purchase decisions. Digital marketing has a positive but not significant direct effect. As a moderating variable, digital marketing does not significantly moderate the relationship between product quality and purchase decisions, but it significantly strengthens the relationship between fashion lifestyle and purchase decisions. In conclusion, product quality and fashion lifestyle are the main determinants of purchase decisions, while digital marketing plays a limited strengthening role, particularly in relation to fashion lifestyle.
Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pelayanan Publik Di Kantor Desa Kampung Baru Janji Pada Era Digital Nelly Agustin; fauziah Hanum
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja pelayanan publik di Kantor Desa Kampung Baru Janji pada era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih sebagai sampel. Analisis data dilakukan melalui pengujian instrumen, pengujian asumsi klasik, dan regresi linier berganda untuk menguji efek parsial dan simultan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan penggunaan teknologi informasi memiliki pengaruh positif parsial terhadap kinerja pelayanan publik dan secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa dipengaruhi oleh sinergi antara budaya organisasi yang mendukung efektivitas kerja dan optimalisasi penggunaan teknologi informasi sebagai respons terhadap tuntutan era digital. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi dan optimalisasi teknologi informasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era digital.   Abstract  This study aims to analyze the influence of organizational culture and the use of information technology on public service performance at the Kampung Baru Janji Village Office in the digital era. This study uses a quantitative approach with a survey method by distributing questionnaires to selected respondents. Data analysis was conducted through instrument testing, classical assumption testing, and multiple linear regression to examine the partial and simultaneous effects between variables. The results show that organizational culture and the use of information technology have a partial positive influence on public service performance and simultaneously make a significant contribution. This finding confirms that improving the quality of public services at the village level is influenced by the synergy between organizational culture that supports work effectiveness and the optimization of the use of information technology in response to the demands of the digital era. Therefore, strengthening organizational culture and optimizing information technology are important strategies in improving the quality of public services in the digital era.