Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

INTERVENSI FISIOTERAPI PADA KASUS PASCA OPERASI RECONTRUCTION ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT DEXSTRA FASE 1: STUDY CASE Oktavia Oktavia; Arin Supriyadi; Monalisa Monalisa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 1: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i1.5859

Abstract

ACL reconstruction Is a surgical procedure by grafting the ACL using tendon tissue (Graft). This action is performed to restore stability to the knee and joint fixation. The condition after ACL reconstruction causes complications resulting in edema, pain, muscle weakness. The implementation of physiotherapy interventions in this case aims to determine the effect of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Range of Motion (ROM) exercise and Strengthening Exercise, in reducing pain, increasing range of motion and increase muscle strength in the knee joint. This research method was carried out directly to 1 respondent with an Anterior Cruciate Ligament (ACL) post-reconstruction condition. Phase 1 with therapy 3 times in 2 weeks. After doing the therapy 3 times in 2 weeks, the results showed a decrease in pain, a decrease in edema, an increase in the range of motion of the joints, and an increase in muscle strength. The conclusion obtained is that physiotherapy interventions in cases of post-anterior cruciate ligament reconstruction phase 1 are proven to be able to reduce pain, edema, increase range of motion of joints and increase muscle strength.
HUBUNGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN KEBUGARAN FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO Desi Rahmadhina Putri; Dwi Rosella Komalasari; Arin Supriyadi; Wijianto -
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.851

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan peningkatan jumlah populasi lansia, maka kualitas hidup lansia juga perlu diperhatikan. Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun. Lansia mengalami perubahan pada strukur di berbagai sistem organ serta perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh pada keseimbangan tubuh, kebugaran fisik, serta kualitas hidup pada lanjut usia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan keseimbangan tubuh dan kebugaran fisik dengan kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada 94 lansia didesa Bendosari pada bulan Desember 2021. Instrumen yang digunakan adalah Modified Clinical Test of Sensory Interaction in Balance (mCTSIB), Timed Up and Go test (TUG), Two Minutes Walking Test (2MWT) serta WHOQOL-BREF versi Ina. Hasil: Terdapat hubungan antara keseimbangan dinamik dan kebugaran fisik terhadap kualitas hidup dengan koefisien korelasi masing-masing yaitu -0,299 dan 0,240. Keseimbangan dinamik sebagai variabel yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR -0,401, 95% CI: (-0,707) – (-0,095), P=0,011] dan Body Mass Index menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR 0,379, (95% CI: 0,022 – 0,736, P=0,038]. Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari adalah keseimbangan dinamik serta Body Mass Index. 
DAMPAK KECEMASAN AKAN JATUH DAN DEPRESI TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO Salsabila Nurul Fitri; Dwi Rosella Komalasari; Arin Supriyadi; wijianto -
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.852

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup lanjut usia di rural mempunyai peran penting dalam kebijakan pembangunan pedesaan. Penurunan fungsi pada lansia menurunkan performa fisik yang akan meningkatkan kecemasan lansia akan jatuh. Depresi pada lansia di duga menjadi faktor psikologi tertinggi yang menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh depresi dan kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidup lansia di daerah rural kota Surakarta serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah rural kota Surakarta. Metode: study cross sectional dengan teknik pengambilan sampel quota sampling, jumlah responden sebanyak 94 lansia. Falls Efficacy Scale International (FES-I), Geriatric Depression Scale 15 (GDS-15), WHOQOL BREF-Ina digunakan untuk mengukur kecemasan akan jatuh, depresi dan kualitas hidup. Hasil: Terdapat pengaruh antara kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidu lansi sebesar 0.304 (30.4%). Depresi dan kualitas hidup lansia tidak saling mempengaruhi koefisein determinasi sebesar 0,080 (8%). Faktor dominan yang paling mempengaruhi kualitas hidup lansia yaitu status perkawinan [OR -1.537, 95% CI: (-3,015) – (-0.058), P=0.042)] Body Mass Index [OR 0.366, 95% CI: 0.011-0.721, P= 0.043] dan kecemasan akan jatuh [OR -0.322, 95% CI: (-0.565)-(-0.079), P=0.010] Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah rural adalah status perkawinan, Body Mass Index dan kecemasan akan jatuh.
Komunikasi Edukasi Penyuluhan Slow Deep Breathing Exercises Terhadap Hipertensi Pada Warga Kelurahan Sumber Surakarta di Wilayah Binaan Puskesmas Banyuanyar Jihan Bariqa Arya Ramadhani; Arin Supriyadi; Selina Sinta Debi
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i1.3578

Abstract

Background: High blood pressure, commonly known as hypertension, is a medical condition that must be taken seriously. If uncontrolled, hypertension can cause various complications from other serious diseases. Seeing the high prevalence of hypertension in Indonesia, efforts are needed to reduce blood pressure in elderly people who suffer from hypertension. The aim of this activity is to provide educational outreach about hypertension, namely a slow deep breathing exercise training program to help lower blood pressure in residents suffering from hypertension.Method: Community Service Counseling is carried out using leaflets, blood pressure checks using a sphygmomanometer and blood pressure lowering exercises using the slow deep breathing exercise technique. The population for this activity are residents of the Sumber Surakarta subdistrict.Results: One effective treatment method for patients with hypertension is slow deep breathing exercises. This community service activity was held at Posyandu Posyandu COE Catur Manunggal RW 16 Sumber. Conclusion: The outreach and education activities on slow deep breathing exercises for hypertension carried out at Posyandu COE Catur Manunggal RW 16 Sumber Village, can increase the knowledge of cadres and residents about hypertension and slow deep breathing breathing exercises. The results are expected to bring improvements to the quality of life of residents suffering from hypertension
UPAYA PEMULIHAN PASIEN PASCA REKONTRUKSI ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) DENGAN EXERCISE : CASE REPORT: UPAYA PEMULIHAN PASIEN PASCA REKONTRUKSI ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) DENGAN EXERCISE : CASE REPORT Triyani, Lusi Amalia; Supriyadi, Arin; Rohayani, Iin
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 1 No. 2 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.114 KB) | DOI: 10.24127/fisioterapi.v1i2.1983

Abstract

ABSTRAK Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pemulihan pada pasien pascarekonstruksi ACL dengan latihan. Desain pada penelitian ini adalah single-subject research dengan peneliti berusaha mendeskripsikan bentuk latihan-latihan dalam Upaya Pemulihan Pasien Pasca Rekonstruksi ACL yang sedang menjalani terapi pemulihan pasca rekonstruksi di klinik Jogja Orthopaedic Sport Clinic(JOSC). Pada penelitian ini menunjukkan berkurangnya rasa nyeri, bertambahnya ROM yang signifikan dan peningkatan massa otot pada pasien pasca rekonstruksi ACL yang sedang menjalani terapi masa pemulihan. Pada penelitian ini terdapat 4 tindakan, dimana setiap tindakan mendapatkan hasil yang sangat baik untuk tingkat kenyerian,bertambahnya ROM dan massa otot. Maka dengan ini peneliti menyimpulkan bahwa latihan yang telah diberikan kepada pasien dapat diterima dengan baik oleh pasien dengan latihan dapat dengan cepat meningkatkan kemampuan pasien untuk beraktivitas kembali dan dengan metode latihan dengan cepat mengurangi tingkat kenyeri, meningkatkan ROM dan massa otot pada pasien setelah mengalami direkonstruksi ACL.
THE CORRELATION BETWEEN PHYSICAL ACTIVITIES AND BALANCE LEVEL IN ELDERLY AT SERENGAN PUBLIC HEALTH CENTER Aziz, Muhammad Nur; Supriyadi, Arin
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 1 Issue 4 (2022)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jsh.v1i4.173

Abstract

Introduction. This study aimed to know the relationship between low physical activity and balance in elderly. Methods. This type of research is a descriptive correlative study between low physical activity and elderly balance that consisting of 37 elderlies in the work area of Serengan Public Health Center based on purposive sampling technique. The examination of low physical activity is through Physical Activity Scale for Elderly (PASE). The questionnaire shows that mean ± SD value of low physical activity is 55.37 ± 18.99 and the balance measurement using Time Up and Go Test (TUGT) that obtained a mean ± SD balance of 18.14 ± 5.67. Results & Analysis. The Spearman-Rank Correlation Coefficient test obtained p value. Discussion. there is a relationship between physical activity and the risk of falling in elderly at Serengan. The lower or less physical activity the elderly does, the higher the risk of falling they have.
Penatalaksanaan Fisioterapi COPD e.c Brokintis di RSUD Dungus: A Case Study Prastowo, Angga; Supriyadi, Arin; Utami, Multasih Nita
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah gangguan pernapasan yang umum berdampak pada kesehatan dan ekonomi global yang signifikan. Prevalensi PPOK global diperkirakan sebesar 10,6% dengan 480 juta kasus pada tahun 2020 dan diproyeksikan mencapai 592 juta pada tahun 2050. Di Indonesia angka pasien PPOK sebesar 3,7% dan mempengaruhi 9,2 juta orang, sedangkan di Bali sebesar 3,5%. PPOK ditandai dengan terbatasnya aliran udara dan kematian jaringan akibat peradangan kronis akibat paparan partikel berbahaya terutama asap rokok. Gejalanya berupa batuk, sesak nafas dan produksi dahak yang berpotensi menyebabkan gagal nafas. Brokintis kronis dikaitkan dengan merokok dan melibatkan produksi lendir yang berlebihan menyebabkan penyumbatan saluran napas dan memperburuk peradangan. Presentasi Kasus: Seorang pasien berusia 70 tahun dengan riwayat sesak nafas berulang selama 2 tahun, disertai batuk tanpa dahak. Tanda-tanda vital menunjukkan tekanan daarah 13/80 mmHg , denyut jatung 96x/menit, pernapasan 29x/menit, suhu 36,5°C dan saturasi oksigen 94%. Perkusi dada menunjukkan suara sonor disisi kanan dan gerakan sangkar thorak yang asimetris. Pemeriksaan radiologi melalui rontgen dada menujukkan jantung berukuran besar dan normal, tidak terlihat infiltrate atau nodul di paru-paru. Hilus tidak menebal dan dan sistema tulang baik. Pengukuran : Pengukuran kecacatan menggunakan mMRC, pengukuran sesak nafas menggunakan Skala Borg dan pengukuran sangkar thorak menggunakan midline. Program rehabiliatasi dengan memberikan deep breathing dan pursed lip breathing Pembahasan: Terjadi penurunan tekanan darah sistolik sebesar 10 mmHg, peningkatan kadar oksigen (SPO2) sebesar 1% dan peningkatan sangkar thorak sebesar 0,5- 1cm Kesimpulan: Sistem kardiopulmonal pasien menujukkan perbaikan yang signifikan dengan peningkatan saturasi oksigen dan penurunan sesak napas, namun kecacatan akibat dyspnea menujukkan tidak adanya perbaikan yang signifikan.
Manajemen Fisioterapi pada Kasus Benigh Prostate Dysplasia pasca Transurethral Resection of The Prostate: Studi Kasus Adhiibah, Paradise; Supriyadi, Arin; Setiawan, Galih Adhi Isak
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Benign Prostate Hyperplasia (BPH) mengacu pada pertumbuhan non-ganas atau hiperplasia jaringan prostat dan merupakan penyebab umum lower urinary tract symptoms (LUTS) pada pria lanjut usia. Salah satu tindakan yang paling banyak dilakukan pada pasien dengan BPH adalah tindakan pembedahan Trationnsurethral Resection Of the Prostate (TURP). Pada pembedahan BPH jarang terjadi, tetapi 30-40% klien mengalami inkontinensia urin dini. Disfungsi ereksi juga merupakan salah satu dampak post operasi TURP. Pelvic floor exercise mampu meringankan bahkan menyembuhkan inkontinensia urin atau ketidakmampuan menahan BAK. Presentasi kasus: pasien dengan diagnosa post Transurethral Resection of the Prostate (TURP) ec Benign Prostate Hyperplasia. Pasien seorang pensiunan dan banyak beraktivitas di rumah. Pasien menjalankan operasi pada tanggal 4 Desember 2023. Manajemen dan hasil: Pasien diberikan intervensi berupa breathing exercise dan pelvic floor exercise. Pengukuran yang dilakukan peneliti yaitu untuk mengevaluasi nyeri, keparahan inkontinensia urin, ejakulasi dini, disfungsi ereksi, dan fungsional seksual. Diskusi: Pelvic floor exercise atau senam kegel adalah latihan yang dapat memperkuat otot dasar panggul, pelvic floor exercise dapat meningkatkan fungsi sfingter dan otot daerah genital. Pelvic floor exercise bertujuan untuk mengatasi inkontinensia urin pada wanita dan pria. Pelvic floor exercise juga dapat membantu pemulihan organ genital setelah persalinan, permasalahan usus dan memulihkan kesulitan ereksi pada pria. Kesimpulan: Pemberian intervensi breathing exercise dan pelvic floor exercise pada pasien post operapi TURP dapat menurunkan nyeri namun belum terlihat hasilnya untuk menurunkan keparahan inkontinensia urin pada pasien.
Pengaruh Pemberian Tendon Gliding Exercise terhadap Penurunan Nyeri pada Carpal Tunnel Syndrome: Case Report Ningrum, Rahmawati Cahya; Supriyadi, Arin; Charisa, Anis Dwi
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan kondisi neurologis yang umum terjadi, ditandai dengan adanya kompresi pada saraf medianus di pergelangan tangan. Salah satu manifestasi utama CTS adalah nyeri pada pergelangan tangan yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Tendon gliding exercise telah diusulkan sebagai salah satu intervensi non-invasif yang mungkin efektif dalam mengurangi nyeri pada CTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tendon gliding exercise terhadap penurunan nyeri pada pasien dengan Carpal Tunnel Syndrome. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case report). Seorang pasien perempuan berusia 52 tahun dengan diagnosis CTS diberikan terapi tendon gliding exercise sebanyak 3 kali dalam seminggu. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Selain itu, pengukuran paresthesia juga dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Setelah menjalani terapi tendon gliding exercise, terjadi penurunan signifikan dalam tingkat nyeri pada pasien. Pengukuran dengan NRS menunjukkan penurunan nyeri diam, nyeri tekan, dan nyeri gerak dari T0 hingga T3. Pengukuran dengan VAS juga menunjukkan penurunan paresthesia pada kondisi diam, ditekan, dan saat bergerak.
THE EFFECT OF KINESIO TAPPING TO REDUCE PAIN AND OEDEMA IN ANKLE SPRAIN PATIENTS: A CASE STUDY Na'im, W. Azhar; Supriyadi, Arin; Fandrian, Ganang
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2021: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.003 KB)

Abstract

Introduction: Sprain Ankleis a sports injury condition that causes problems in ligaments, muscles and joints. This condition causes instability in the ankle joint and causes pain and swelling on the injured side. Giving Kinesio Tapping can reduce pain levels, reduce swelling and can also provide stabilization of the ankle joint.Case Presentation:The patient came with difficulty walking, there was swelling, pain and the skin looked abnormal on the right ankle.Management and Outcome: In this case, the administration of kinesio tapping with the AET stretching technique of 30%-40% for two weeks with daily administration for 16 hours can reduce the level of pain as measured by a visual analogue scale and can reduce the size of swelling to its normal condition which is measured using a meterline. .Discussion:Using this technique for two weeks will help in the natural healing process. Proprioception will detect the location of joints and all moving extremities and help them recover to a normal position, in other studies showing that the application of tapping can improve proprioception by stimulating skin mechanoreceptors. The use of tapping is thought to reduce swelling by stimulating the drainage of edema in the interstitial spaces into less dense lymphatic channelsConclusion: In the cases and data described above, it has been proven that conventional therapy using kinesio tapping the acute eversion tapping technique in patients with ankle sprain injuries is able to reduce pain values measured using a visual analogue scale and the size of edema measured using a meterline.
Co-Authors Abdullah, Arif Adhiibah, Paradise Adnan Faris Naufal Agitha, Intan Tri Akbar, Nisyahda Narpami AL AZHAR, MUHAMMAD ZAFFARUL AZZALNA Aldila Lutfi Asmarasikha Alifah Athiyaturrofi Amanda Putri Nurhaliza Amar Maulana Izzuddin Andik Rohmana Anifah, Nur Anindita Antya Candrika Arif Pristianto Athiyaturrofi, Alifah Ayu B.P, Niki Sari Aziz, Muhammad Nur Azizah, Hauna Nur Charisa, Anis Dwi Desi Rahmadhina Putri Dhira Rahma Fadila Dwi Rosella Komala Sari Elgina, Ike Puteri Fandrian, Ganang Fendi Gustofa Filmasari, Fitri Fira Fadhilah Saly Hanan, Salma Zahra Fitria Hayati, Ika Ilvia Rema Viani Jihan Bariqa Arya Ramadhani Jihan Bariqa Arya Ramadhani John Hotma Marchelino Listya Triandari Luthfia Fadillah Mardianto, Halim Martani, Laras Rum Mawar Aqila Miftahul Jannah Monalisa Monalisa Monitari, Triska Mufidayanti, Arum Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul Muhammad Iqbal Yazid Fazry Muhammad Tarbiyah Akbar Na'im, W. Azhar Nanda Farah Naomi Kharista Neni Oktaviani Ningrum, Rahmawati Cahya Nursaputri Nurul Azizah Nurul Muflihah Oktavia Oktavia Prastowo, Angga Puspitosari, Dyah Pertiwi Rahayu Gita Junita Reza Arshad Yanuar Riani, Kurnia Ade Richie Purnama Wahyu Apriyanto Rinna Ainul Maghfiroh Rohayani, Iin Roja, Aulia Shofia Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Salsabila Nurul Fitri Selina Sinta Debi Selina Sinta Debi Setiawan, Galih Adhi Isak Srimela, Mary Zahra Taufik Eko Susilo Tomiana Tomiana Triyani, Lusi Amalia Utami, Multasih Nita Viyanti, Aulia Nanda W Wijianto Wahyu Tri Sudaryanto Wahyu Wijayanti, Christina Wahyuni Wahyuni Wanda Indriya Pramesti Wardani, Aulia Ayu Kusuma Wibowo, Embar Arie Yanuar, Reza Arshad