Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Management Fisioterapi Pada Kasus Post Operasi Histerektomi Pervaginam Akibat Prolaps Uteri: Case Study Agitha, Intan Tri; Arin Supriyadi; Nurul Muflihah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Prolaps uteri adalah kondisi di mana uterus turun dari posisi normalnya ke dalam vagina, sering kali disertai dengan prolaps dinding vagina depan (sistokel) dan belakang (rektokel). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan berkemih, rasa tidak nyaman di daerah panggul, dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Angka kejadian prolaps uteri meningkat seiring usia, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada wanita lanjut usia. Histerektomi vaginal, yaitu operasi pengangkatan uterus melalui vagina, adalah salah satu penanganan untuk prolaps uteri. Fisioterapi pasca operasi histerektomi berperan penting dalam memulihkan fungsi fisik, mengurangi komplikasi, dan mendukung pemulihan pasien. Sesuai output evaluasi, intervensi fisioterapi yang ada terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, menguatkan otot dasar panggul dan abdomen, dan menambah kemampuan fungsional pasien.
HUBUNGAN Q-ANGLE DENGAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS LUTUT DI RSUD DR. M. SOEWANDHIE SURABAYA Ayu B.P, Niki Sari; Supriyadi, Arin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46346

Abstract

Osteoarthritis lutut merupakan penyakit kronis degeneratif yang menyerang sendi, dengan keluhan yang dirasakan adalah nyeri pada lutut, abnormalitasi lutut dan keterbatasan melakukan kemampuan fungsional. Q-Angle adalah sudut yang dibentuk antara otot quadricape dan patella tendon, dan memperlihatkan sudut dari tekanan otot quadriceps, abnormalitas menyebabkan perubahan Q-Angle yg berdampak pada menurunnya fungsi stabilitas yang dihasilkan Q-Angle. Penelitian ini merupakan studi observasional yang pengukuran variabelnya dilakukan dengan mengamati atau mengobservasi subjek penelitian hanya satu kali saja. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur sudut Q-Angle adalah goneometer dan untuk kemampuan fungsional lutut menggunakan WOMAC. Uji korelasi dengan chi square didapatkan nilai tidak signifikan P : 0,370 (P lebih dari 0,05) sehingga kesimpulan dari penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara sudut Q-Angle terhadap kemampuan fungsional lutut pada pasien osteoarthritis lutut di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya.
DETEKSI DINI DAN EDUKASI MENGENAI PERAN FISIOTERAPI PADA SCOLIOSIS DI POLI REHAB MEDIK RSUD SALATIGA Athiyaturrofi, Alifah; Supriyadi, Arin; Yanuar, Reza Arshad
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 1 (2024): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v3i1.2447

Abstract

People in general still think that scoliosis is not a big problem. In fact, the effects of scoliosis itself are not small; they can carry risks such as unstable balance and musculoskeletal disorders. If left too long, it will cause various problems, namely pain, cosmetically disturbing deformities, functional obstacles, lung problems, the possibility of progression into adulthood, and psychological disorders. This activity aims to introduce what scoliosis is and provide education about the role of physiotherapy to patients at the Medical Rehab Clinic at Salatiga Regional Hospital. After carrying out community service on November 16, 2023, the results showed that patient knowledge about scoliosis and the role of physiotherapy in scoliosis increased. This activity is provided in the form of community service, where the participants are patients of the Medical Rehab Polyclinic at Salatiga Regional Hospital. The education provided is in the form of early detection and education regarding the role of scoliosis physiotherapy. Based on the data obtained, the counseling that has been given has had a positive impact on patient knowledge; this can be seen in the enthusiasm and question-and-answer process. The author hopes that this service will continue to have a positive impact on patients and that patients will always maintain their posture with the exercises that have been taught
PHYSIOTHERAPY MANAGEMENT IN CASES OF PRESSURE ULCER E.C MORBUS HANSEN AT GLAGAH SOURCE HOSPITAL: CASE REPORT Azizah, Hauna Nur; Supriyadi, Arin; Wahyu Wijayanti, Christina
JTH: Journal of Technology and Health Vol. 3 No. 1 (2025): July: JTH: Journal of Technology and Health
Publisher : CV. Fahr Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61677/jth.v3i1.432

Abstract

Leprosy is a disease caused by the bacterium Myobacterium Leprae (Fitria & Mellaratna, 2023). One of the complications that occur due to leprosy or morbus hansen is pressure ulcers (Motuho et al., 2023). Pressure ulcers are wounds that occur on the skin and underlying tissues due to prolonged pressure on certain areas of the body. This often occurs in people who lie or sit in the same position for a long time, such as in patients who cannot move independently. This research method is a case report conducted for 3 weeks at Sumber Glagah Mojokerto Hospital. The examinations used include pain examination (NRS), muscle strength examination (MMT), ROM examination (Goiniometer), and functional activity examination (Barthel index). Physiotherapy interventions used stretching, active exersice, passive exersice, strengthening exersice and ambulation transfer exercises. After 3 interventions, the results were obtained, namely decreased pain, increased muscle strength, and increased functional activity. However, there has been no increase in the scope of joint motion or ROM.
Penyuluhan Golden Period Pada Penanganan Stroke Di Perkumpulan Ibu PKK Di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Richie Purnama Wahyu Apriyanto; Wanda Indriya Pramesti; John Hotma Marchelino; Neni Oktaviani; Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul; Tomiana Tomiana; Arin Supriyadi; Arif Pristianto; Wahyuni Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.58

Abstract

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat - zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat. Salah satu kunci penting dalam mengurangi kematian dan meminimalkan kerusakan otak yang ditimbulkan oleh stroke iskemik adalah memberikan penanganan yang cepat dan tepat (golden period). Waktu yang paling direkomendasikan pada pasien stroke 3 – 4,5 jam yang disebut golden period. Jika penanganan stroke diberikan lebih dari rentang waktu (golden period) maka kerusakan neurologis yang dialami pasien akan bersifat permanen. Dalam penelitian lain, golden period bagi penderita stroke untuk mendapatkan penyelamatan yang optimal adalah kurang dari 6 jam setelah stroke pertama kali ditemukan. Penanganan medis yang baru diberikan lebih dari 12 jam setelah stroke terjadi berisiko menyebabkan cacat permanen yang lebih besar. Tujuan : Untuk meningkatkan pemahaman tentang golden period dan pencegahan memburuknya kondisi fisik jika terkena stroke pada perkumpulan ibu PKK di desa Tumang kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali. Metode: Kegiatan in dipilih untuk menyampaikan penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media power point dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang golden period dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan kuesioner post-test. Hasil: Kuesioner pre-test diperoleh hasil sebanyak 18 orang  tidak memahami tentang golden period dan stroke sedangkan hanya 7 orang yang memiliki pemahaman tentang golden period dan stroke. Kuesioner post-test diperoleh hasil sebanyak 23 orang memahami tentang materi penyuluhan yang diberikan sedangkan hanya 2 orang yang tidak memahami materi penyuluhan yang diberikan. Kesimpulan : Penyuluhan golden period pada stroke memiliki dampak baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas terkait golden period pada stroke.
Manajemen Fisioterapi pada post Sectio Caesaria et Causa Ketuban Pecah Dini+Mal Posisi: A Case Report Elgina, Ike Puteri; Supriyadi, Arin; Abdullah, Arif
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang umum dilakukan untuk mengatasi komplikasi kehamilan, salah satunya ketuban pecah dini (KPD) dan malposisi janin. Kondisi pasca operasi seringkali menimbulkan nyeri, keterbatasan mobilitas, dan gangguanlaktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi fisioterapi dalam mempercepat pemulihan pasca sectio caesarea dengan indikasi KPD dan malposisi.Case Presentation: Studi ini menggunakan desain studi kasus pada pasien Ny. I, usia 35 tahun, pasca operasi sectio caesarea. Intervensi fisioterapi dilakukan dua kali pada hari ke-1 dan ke-2 pasca operasi, meliputi mobilisasi dini, latihan pernapasan, penguatan otot abdomen dan dasar panggul, serta senam laktasi. Evaluasi dilakukan menggunakan NRS, MMT, dan Kenny Self CareEvaluation.Management and Outcome: Terdapat penurunan nyeri signifikan (nyeri diam 3→0, tekan 5→2, gerak 6→2), peningkatan kekuatan otot abdomen (MMT 2→4), dan peningkatan kemampuan fungsional (KSCE F→A). Produksi ASI juga menunjukkan perbaikan pasca intervensi.Conclusion: Intervensi fisioterapi terstruktur terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan fisik dan fungsional, serta mendukung laktasi pada pasien post sectio caesarea dengan komplikasiobstetri.
Komunikasi Edukasi Penyuluhan Slow Deep Breathing Exercises Terhadap Hipertensi Pada Warga Kelurahan Sumber Surakarta di Wilayah Binaan Puskesmas Banyuanyar Jihan Bariqa Arya Ramadhani; Arin Supriyadi; Selina Sinta Debi
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i1.3578

Abstract

Background: High blood pressure, commonly known as hypertension, is a medical condition that must be taken seriously. If uncontrolled, hypertension can cause various complications from other serious diseases. Seeing the high prevalence of hypertension in Indonesia, efforts are needed to reduce blood pressure in elderly people who suffer from hypertension. The aim of this activity is to provide educational outreach about hypertension, namely a slow deep breathing exercise training program to help lower blood pressure in residents suffering from hypertension.Method: Community Service Counseling is carried out using leaflets, blood pressure checks using a sphygmomanometer and blood pressure lowering exercises using the slow deep breathing exercise technique. The population for this activity are residents of the Sumber Surakarta subdistrict.Results: One effective treatment method for patients with hypertension is slow deep breathing exercises. This community service activity was held at Posyandu Posyandu COE Catur Manunggal RW 16 Sumber. Conclusion: The outreach and education activities on slow deep breathing exercises for hypertension carried out at Posyandu COE Catur Manunggal RW 16 Sumber Village, can increase the knowledge of cadres and residents about hypertension and slow deep breathing breathing exercises. The results are expected to bring improvements to the quality of life of residents suffering from hypertension
PENGARUH SENAM DUDUK TERHADAP FLEKSIBILITAS UPPER BODY DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA LANSIA Roja, Aulia Shofia; Supriyadi, Arin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam duduk menggunakan kain terhadap fleksibilitas upper body dan kemampuan fungsional lansia. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode one group pretest-posttest yang melibatkan 22 lansia di Dusun Mantren, Klodran. Sebelum intervensi, seluruh responden menjalani pengukuran awal (pretest) untuk mengetahui kondisi fleksibilitas dan kemampuan fungsional. Instrumen yang digunakan adalah Back Scratch Test untuk mengukur fleksibilitas tubuh bagian atas dan Barthel Index untuk menilai kemampuan aktivitas sehari-hari. Intervensi senam duduk menggunakan kain dilakukan selama sepuluh sesi dengan durasi 90 menit setiap sesi. Setelah intervensi selesai, pengukuran akhir (posttest) dilakukan menggunakan instrumen yang sama. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Back Scratch Test sisi kanan meningkat dari 4,86 cm menjadi 5,40 cm. Selain itu, nilai Barthel Index juga mengalami peningkatan dari 74,41 menjadi 77,05 dengan nilai p = 0,000, yang menunjukkan adanya perubahan yang signifikan setelah intervensi diberikan. Latihan senam duduk dengan bantuan kain memberikan resistensi ringan yang membantu mengaktifkan otot bahu, lengan, dan tubuh bagian atas secara optimal. Aktivitas ini juga melatih koordinasi gerak, meningkatkan kelenturan, serta mendukung kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas harian. Dengan demikian, senam duduk menggunakan kain dapat disimpulkan sebagai intervensi yang sederhana, aman, mudah diterapkan, dan efektif untuk meningkatkan fungsi fisik serta kemandirian lansia.
The Effect Of Senior Exercise In A Sitting Position Using Cloth On Cardiovascular Load AL AZHAR, MUHAMMAD ZAFFARUL AZZALNA; Supriyadi, Arin
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/w4hjwe25

Abstract

Introduction: The aging process causes a decline in physiological functions, including the cardiovascular system, which increases the risk of hypertension and heart disease in the elderly. Physical activities like elderly gymnastics have been shown to maintain fitness and reduce the risk of these diseases. However, mobility limitations and concerns about injury make it difficult for some elderly individuals to participate. Therefore, safe and effective modifications of gymnastics are needed, one of which is seated exercises using fabric to assist movements without adding excessive strain to the body. Objective: This study aimed to determine the effect of seated elderly exercise using a cloth as an aid on cardiovascular load in older adults.. Method: This quantitative study used a pretest–posttest single group design. The subjects were older adults in Mantren Hamlet, Klodran Village, Colomadu District, Karanganyar Regency, who met the inclusion criteria. The intervention was conducted in 10 sessions, each lasting 1 hour (10 minutes warm-up, 40 minutes core exercise, and 10 minutes cool-down). Blood pressure, oxygen saturation, and pulse rate are measured before and after the intervention using a sphygmomanometer and oximeter. Data are analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and paired t-test or Wilcoxon test as appropriate. Results: Analysis of the study shows that the average systolic and diastolic blood pressure decreased in the first week and fourth week after the intervention, while SpO₂ values remained within the normal range. The normality test indicated that the data did not follow a normal distribution, so the test was continued using the Wilcoxon test. The Wilcoxon test results showed a significant difference between the values before and after the intervention in all physiological parameters (p < 0.05), marked by a decrease in blood pressure and an increase in SpO₂ values after the intervention. Conclusion: The intervention applied was proven to have a positive effect on cardiovascular and oxygenation parameters in the elderly, as indicated by a significant decrease in blood pressure and an increase in oxygen saturation. This study shows that the intervention has the potential to be an effective approach to support cardiovascular health in the elderly, although further research with a larger sample and more optimal control of variables is still needed to strengthen the generalization of the findings
Co-Authors Abdullah, Arif Adhiibah, Paradise Adnan Faris Naufal Agitha, Intan Tri Akbar, Nisyahda Narpami AL AZHAR, MUHAMMAD ZAFFARUL AZZALNA Aldila Lutfi Asmarasikha Alifah Athiyaturrofi Amanda Putri Nurhaliza Amar Maulana Izzuddin Andik Rohmana Anifah, Nur Anindita Antya Candrika Arif Pristianto Athiyaturrofi, Alifah Ayu B.P, Niki Sari Aziz, Muhammad Nur Azizah, Hauna Nur Charisa, Anis Dwi Desi Rahmadhina Putri Dhira Rahma Fadila Dwi Rosella Komala Sari Elgina, Ike Puteri Fandrian, Ganang Fendi Gustofa Filmasari, Fitri Fira Fadhilah Saly Hanan, Salma Zahra Fitria Hayati, Ika Ilvia Rema Viani Jihan Bariqa Arya Ramadhani Jihan Bariqa Arya Ramadhani John Hotma Marchelino Listya Triandari Luthfia Fadillah Mardianto, Halim Martani, Laras Rum Mawar Aqila Miftahul Jannah Monalisa Monalisa Monitari, Triska Mufidayanti, Arum Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul Muhammad Iqbal Yazid Fazry Muhammad Tarbiyah Akbar Na'im, W. Azhar Nanda Farah Naomi Kharista Neni Oktaviani Ningrum, Rahmawati Cahya Nursaputri Nurul Azizah Nurul Muflihah Oktavia Oktavia Prastowo, Angga Puspitosari, Dyah Pertiwi Rahayu Gita Junita Reza Arshad Yanuar Riani, Kurnia Ade Richie Purnama Wahyu Apriyanto Rinna Ainul Maghfiroh Rohayani, Iin Roja, Aulia Shofia Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Salsabila Nurul Fitri Selina Sinta Debi Selina Sinta Debi Setiawan, Galih Adhi Isak Srimela, Mary Zahra Taufik Eko Susilo Tomiana Tomiana Triyani, Lusi Amalia Utami, Multasih Nita Viyanti, Aulia Nanda W Wijianto Wahyu Tri Sudaryanto Wahyu Wijayanti, Christina Wahyuni Wahyuni Wanda Indriya Pramesti Wardani, Aulia Ayu Kusuma Wibowo, Embar Arie Yanuar, Reza Arshad