Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemasangan Tembaga Termodifikasi di Knalpot dan Penggunaan Bahan Bakar Campuran Pertalite-Etanol Terhadap Penurunan CO Gas Buang Nasrun Nasrun; Arif Setyo Nugroho
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 2 No 2 (2021): AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v2i2.31

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the use of modified copper waste to reduce levels of carbon monoxide (CO). Incomplete combustion in the combustion motor will produce very high toxic gases, one of which is CO. Copper waste in the form of plates is shaped like a honeycomb and modified with the addition of SiO, activated carbon and ZSM-5. Testing using a motorized two-wheeled motor vehicle 4 stroke 125 CC, fuel using pertalit, gasohol E5, E10, E15. The test carried out is an emission test. The maximum results of carbon monoxide reduction are using copper modified Sio-C 75% and ZSM-5 25%, the fuel used is pure pertalit at RPM 9000, reducing CO by 3.59%, where the test using a standard exhaust is not given modified copper CO levels of 4.97% and when fitted with a modified exhaust the CO level becomes 1.38%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effektifitas pemanfaatan limbah tembaga yang dimodifikasi untuk menurunkan kadar karbon monoksida (CO). Pembakaran tidak sempurna di motor bakar akan menghasilkan gas beracun yang sangat tinggi salah satunya adalah CO. Limbah tembaga berupa plat dibentuk seperti sarang lebah dan di modifikasi dengan penambahan SiO, karbon aktif dan ZSM-5. Pengujian menggunakan kendaraan bermotor roda dua 4 langkah 125 CC, bahan bakar menggunakan pertalit, gasohol E5, gasohol E10, gasohol E15. Pengujian yang dilakukan adalah uji emisi. Hasil maksimal reduksi karbon monoksida yaitu menggunakan tembaga termodifikasi Sio-C 75% dan ZSM-5 25%, bahan bakar yang digunakan pertalit murni pada RPM 9000 reduksi CO sebesar 3,59%, dimana pengujian menggunakan knalpot standar tidak diberi tembaga termodifikai kadar CO sebesar 4,97 % dan ketika dipasangi knalpot yang dimodifikasi kadar CO menjadi 1,38% .
TEMBAGA - SiO DAN GASOHOL E10 UNTUK MENGURANGI EMISI CO GAS BUANG KENDARAAN Arif Setyo Nugroho
TRAKSI Vol 20, No 1 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.20.1.2020.59-71

Abstract

This study aims to reduce vehicle exhaust emissions namely CO and HC by using Gasolin E10 fuel, which is a mixture of ethanol fuel with a mixture volume of 10% and 90% gasoline and copper-SiO as catalytic converters mounted on the exhaust neck in the form of cavities . The hollow copper is conditioned with SiO and sintering at a temperature of 750oC, serves to open the copper pores wider. The results of the study are using E10 gasohol fuel and installation of copper-SiO as a catalytic converter can reduce CO so that the amount decreases. HC levels also decrease in vehicle exhaust emissions. CO2 emissions in E 10 gasohol fuels are higher than gasoline fuels. This is influenced by combustion approaching complete combustion, so that CO and HC emissions are reduced. CO2 is increased because the CO and HC emission gases are burning into carbon dioxide. The installation of a copper-SiO catalyst as a catalytic converter is very effective, marked by the lack of CO and HC. But CO2 in the level of exhaust emissions rises both using premium fuel and E 10 gasohol fuel.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ENERGY ALTERNATIF Arif Setyo Nugroho; Rahmad Rahmad; Suhartoyo Suhartoyo
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.301 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.1772

Abstract

Pyrolisis pada suhu rendah plastik PP akan menghasilkan minyak sedikit. Plastik PP memiliki struktur ikatan kristal teratur, lebih sulit terdekomposisi jika dibandingkan dengan plastik PE yang memiliki struktur rantai yang panjang dan bercabang. Hasil pengujian didapat bahwa pada suhu 4000C jumlah minyak, gas, dan padatan  yang dihasilkan berturut-turut sebesar 52%, , 15% dan 33 %. Minyak yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan temperature reactor 200 OC. Hasil pada suhu 2000C jumlah minyak, gas, dan padatan  yang dihasilkan berturut-turut sebesar 30%, 10%, dan 60 %. Rata- rata waktu penyalaan generator berbahan bakar gasolin adalah 9,25 menit dengan berbagai macam variasi pembebanan. Waktu terlama penyalaan generator adalah 11.09 menit dengan bahan bakar campuran gasolin + minyak pyrolisis ( temperatur 300oC) dan paling boros adalah 9.02 menit berbahan bakar 100 % minyak hasil pyrolisis.
EFEKTIFITAS CaO TERHADAP GAS HASIL CAMPURAN SEKAM PADI DAN BATUBARA Arif Setyo Nugroho
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektifitas CaO terhadap peningkatan kualitas gas Hidrogen hasil gasifikasi dengan agen uap. Bahan baku yang digunakan adalah sekam padi dan batubara yang mempunyai fix carbon sebesar 46.54 % , carbon sebesar 64.9 % dan kalorinya lebih dari 6000 kalori .dengan komposisi campuran 100% sekam padi, 75% sekam padi dan 25% batubara, 50% sekam padi dan 50% batubara, 25% sekam padi dan 75% batubara dan 100% batubara. Jenis adsorb yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu CaO. Hasil penelitian ini, campuran 50% sekam padi + 50% batubara dengan temperatur uap 500oC menghasilkan gas hasil dengan konsentrasi H2 tinggi dan CO rendah dimana konsentrasi H2 tertinggi yang mampu dicapai yaitu sebesar 38,95% menggunakan CaO sebagai zat adsorb, kadar H2 sebesaar 24,18 % tidak menggunakan zat adsorb CaO. Penggunakan CaO dapat diperoleh peningkatan konsentrasi H2. Peningkatan konsentrasi H2 yang tinggi diperoleh dengan cara adsorp CaO. Mekanisme adsorp CO2 oleh CaO yaitu dengan reaksi heterogen menghasilkan CaCO3. Peningkatan kadar H2 disebabkan oleh perbandingan sekam-batubara, temperatur uap dan adsorben CaO yang digunakan Kata Kunci :Gasifikasi, Sekam Padi, Batubara, CaO, Kadar Hidrogen. CaCO3
PEMANFAATAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SAWIT SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKAR DIESEL Arif Setyo Nugroho
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 10 2019
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.592 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai campuran bahan bakar diesel. Proses pembuatan minyak dari cangkang kelapa sawit dengan menggunakan cara pirolisis. Minyak hasil pirolisis cangkang kelapa sawit paling banyak pada temperature 450OC, temperatur dibawah 450OC proses perekahan tidak terjadi secara sempurna melainkan lebih banyak ke arah karbonisasi dibandingkan dengan temperatur rektor diatas 450OC. Temperatur diatas 550OC akan menghasilkan gas yang lebih banyak, sebab pada temperatur tersebut menghasilkan gas non condensible. Pemanfaatan minyak pirolisis cangkang kelapa sawit sebagai campuran bahan bakar diesel, pada pengujian yang dilakukan diesel tidak mengalami masalah dan dapat menyala dengan baik. Campuran bahan bakar minyak cangkang kelapa sawit dan solar mempunyai kinerja yang baik dan terbukti membuat diesel menyala lebih lama dibandingkan menggunakan bahan bakar bahan bakar murni solar. Jika menginginkan rpm tinggi menggunakan persentase volume campuran bahan bakar minyak cangkang kelapa sawit 10% dan solar 90%.  Konsumsi bahan bakar paling irit dengan menggunakan prosentase volume campuran bahan bakar minyak cangkang kelapa sawit 50% dan solar 50%. Kata kunci: Cangkang kelapa sawit, pirolisis, temperatur, minyak, bahan bakar 
PENINGKATAN PRODUKSI MINYAK DENGAN MENGGUNAKAN ISOLATOR DI KETEL SULING Stefanus Unyanto; Arif Setyo Nugroho
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi panas merupakan energi utama yang diperlukan agar proses penyulingan bisa berlangsung. Dalam penyulingan konvensional, kerugian energi panas ke udara luar tidak diperhatikan. Pendesainan ulang alat penyulingan minyak cengkeh konvensional dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dari alat tersebut dengan cara mengoptimalkan energi panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar. Teknologi yang diterapkan untuk pendesainan ulang adalah pemberian isolasi pada ketel suling, dan pembuatan alat pemisah minyak dengan konstruksi yang lebih baik. Sebagai bahan isolasi adalah glasswoll setebal 0,02 m dengan harga konduktifitas panas sebesar 0,076 W/m.K. Dengan pengisolasian ketel suling, didapatkan gradien temperatur yang rendah pada tiap ketinggian ketel suling. Fase uap di dalam ketel lebih terjamin. Rendemen minyak bisa meningkat sebesar 4,2 %. Dengan pemakaian alat pemisah minyak yang baik, minyak cengkeh yang dihasilkan bisa lebih terjamin kebersihannya. Rendemen minyak menigkat sebesar 12,5 %.. Kata kunci: penyulingan, isolasi, rendemen, gradien temperatur
PENGARUH CAMPURAN METANOL TERHADAP PRESTASI MESIN Arif Setyo Nugroho
Prosiding SNATIF 2015: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar campuran premium dan metanol. Kadar campuran methanol yang diujikan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% dari volume campuran metanol dan premium. Pengujian dilakukan dengan menggunakan motor standar. Penelitian ini menggunakan mesin motor satu silinder 100 cc. Pengujian dilakukan dengan menempatkan sepeda motor pada dynamometer inersia. Pengambilan data daya dan torsi dilakukan pada kisaran putaran 4000 hingga 8500 rpm. Hasil penelitan menunjukkan bahwa bahan bakar campuran 15% methanol (M-15) menghasilkan daya keluaran mesin tertinggi. Daya yang dihasilkan sebesar 6,68 hp / 7000 rpm, mengalami peningkatan 12,7% dibandingkan dengan pemakaian premium murni. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar serta sfc-nya semakin meningkat seiring penambahan kadar methanol, dan untuk effisiensi mesinnya semakin menurun seiring penambahan kadar methanol.Kata kunci : Daya, konsumsi bahan bakar, metanol, premium
EFEKTIFITAS CaO TERHADAP GAS HASIL CAMPURAN SEKAM PADI DAN BATUBARA Arif Setyo Nugroho
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah padatan pertanian yaitu sekam padi yang dicampur dengan penambahan batubara dan CaO terhadap peningkatan kualitas gas Hidrogen hasil gasifikasi dengan agen uap. Bahan baku yang digunakan adalah sekam padi dan batubara yang mempunyai fix carbon sebesar 46.54 % , carbon sebesar 64.9 % dan kalorinya lebih dari 6000 kalori . Komposisi variasi campuran sekam padi : batubara. Jenis adsorb yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu CaO. Hasil penelitian ini, campuran 50% sekam padi + 50% batubara dengan temperatur uap 500oC menghasilkan gas hasil dengan konsentrasi H2 tinggi dan CO rendah dimana konsentrasi H2 tertinggi yang mampu dicapai yaitu sebesar 38,95% menggunakan CaO sebagai zat adsorb,kadar H2 sebesaar 24,18 % tidak menggunakan zat adsorb CaO. Penggunakan CaO dapat diperoleh peningkatan konsentrasi H2. Peningkatan konsentrasi H2 yang tinggi diperoleh dengan cara adsorp CaO. Mekanisme adsorp CO2 oleh CaO yaitu dengan reaksi heterogen menghasilkan CaCO3. Peningkatan kadar H2 disebabkan oleh perbandingan sekam- batubara, temperatur uap dan adsorben CaO yang digunakan Kata Kunci : Gasifikasi, Sekam Padi, Batubara, CaO, Kadar Hidrogen.CaCO3
STUDI EKSPERIMENTAL DIAMETER NOZZLE TERHADAP KUALITAS API KOMPOR BERBAHAN BAKAR LIMBAH CAIR Arif Setyo Nugroho; Aris Teguh Rahayu; Novan Andreas Rubiandana
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2022): Mei
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i1.6223

Abstract

Abstract:  This study aims to determine how the diameter of the nozzle hole and the type of fuel affect the quality of the flame and the heating time of 1 liter of water. The fuel used in the test is liquid waste, namely used cooking oil and used oil. The results showed that the use of liquid waste, namely used cooking oil and used oil, could be used as fuel. The quality of the flame depends on the nozzle diameter and the fuel flow rate. Used cooking oil and used oil are heated by heating before being used as fuel, because they are difficult to burn. To boil 1 liter of water it takes 3.27 minutes with used cooking oil fuel using a 7 mm nozzle and a boiling time of 1 liter of water 3.21 minutes using a 7 mm nozzle fueled by used oil. With the nature of the orange flame, fuel oil has the property of producing a rather thick and cloudy smoke compared to used cooking oil. Water converted to steam has a pressure that serves to increase the flame and reduce thick smoke because water contains elements of oxygen and hidrogen. The oxygen and hidrogen contained in the water vapor add to the quality of the flame, namely the fire becomes bigger and the fire becomes brighter.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh diameter lubang nozzle dan jenis bahan bakar terhadap kualitas nyala api dan lama waktu pemanasan 1 liter air. Bahan bakar yang digunakan dalam pengujian adalah limbah cair yaitu minyak jelantah dan oli bekas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan limbah cair yaitu minyak jelantah dan oli bekas dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar. Kualitas nyala api tergantung dari diameter nozzle dan laju aliran bahan bakar. Bahan bakar minyak jelantah dan oli bekas dinaikan temperaturnya dengan pemanasan dahulu sebelum digunakan sebagai bahan bakar, karena sifatnya yang sulit dibakar. Untuk mendidihkan 1 liter air diperlukan waktu sebesar 3,27 dengan bahan bakar minyak jelantah menggunakan nozzle 7 mm dan waktu pendidihan 1 liter air 3,21 menit menggunakan nozzle 7 mm berbahan bakar oli bekas. Dengan sifat nyala api berwarna orange, bahan bakar oli memiliki sifat menghasilkan asap agak tebal dan berwarna keruh dibandingkan dengan minyak jelantah. Air yang diubah uap memiliki tekanan yang berfungsi membesarkan nyala api dan mengurangi asap tebal karena air mengandung unsur oksigen dan hidrogen. Oksigen dan hidrogen yang terkandung dalam uap air tersebut menambah kualitas nyala api yaitu api menjadi lebih besar dan api menjadi lebih cerah.
Upaya Meningkatkan Kapasitas Hasil Biogas dengan Penambahan Stater Ragi Arif Setyo Nugroho
Infotekmesin Vol 11 No 2 (2020): Infotekmesin: Juli 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v11i2.242

Abstract

This research is expected to find out how to increase biogas production. Efforts are made by varying the ingredients for making biogas: Variations in biogas materials are 100% cow dung, and bagasse: yeast with a volume ratio of 3: 1, cow dung + bagasse with a volume ratio of 3: 1 plus 100 grams of tape yeast.  The test uses 4 kg of material in a 6 liters capacity tube. The result is the material of cow dung   coupled with bagasse and yeast tape produces the most amount of biogas when compared to other variations with the most results. The total amount of biogas originating from cow dung plus bagasse and tape yeast is at most 5.6 liters in 10 days, the least is cow dung without additional, namely 1.67 liters in 10 days. Biogas production is mostly on the 5-8 days on average, after that it has decreased in each variation.