Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGGUNAAN KOMPOR BIOMASSA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PEDANGGANG GORENGAN Arif Setyo Nugroho; Didik Achadi W; Y Yulianto Kristianto
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.642 KB) | DOI: 10.54259/pakmas.v1i2.127

Abstract

The implementation of community service is carried out by providing solutions for fried food traders who sometimes experience problems, especially regarding the process of making merchandise for sale. The problem that arises is how to utilize solid waste from biomass in the form of wood as fuel when the process of making fried food, the hope is to reduce production operational costs and reduce waste around. The solution given is to use a biomass waste fuel stove, namely wood or charcoal, a stove with a gasification system. The utilization of wood waste and biomass as fuel can be a solution when LPG is scarce or the availability of wood waste is abundant. By calculation, using wood waste for cooking requires approximately 6 kg, economically it is cheaper because it utilizes biomass waste that is around. The disadvantage of using wood waste fuel is regarding the combustion residue, namely ash.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Gawan dalam Rangka Peningkatan Usaha Makanan Intip Beras Arif Setyo Nugroho; Aris Teguh Rahayu
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v1i2.323

Abstract

Intip beras adalah cemilan berasal dari kerak nasi, jika menanak nasi menggunakan kendil atau panci. Intip yang mempunyai ciri rasa khas adalah intip dari desa Gawan. Desa Gawan terletak di Kabupaten Sragen. Terjadi kendala produksi ketika musim penghujan saat musim penghujan intip tidak bisa kering secara maksimal sehinga berpengaruh terhadap jumlah produksi dan kualitas. Sebagai solusi dalam permasalahan tersebut adalah menggunakan mesin pengering system turbulent flow. Mesin pengering tersebut dapat mengeringkan intip selama 4 jam, menggunakan bahan bakar LPG. Dengan menggunakan mesin pengering tersebut usaha makanan intip dapat memproduksi intip secara maksimal seperti ketika musim kemarau. Tetapi keuntungan yang didapat tidak seperti menggunakan sinar matahari ketika mengeringkan intip, Keuntungan nya masih dikurangi dengan pembelian LPG
PENINGKATAN HASIL TERNAK LELE DENGAN PENGOLAHAN PAKAN PLUS SECARA MANDIRI Arif Setyo Nugroho; Aris Teguh Rahayu; Y Yulianto Kristiawan
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 19, No 3 (2019): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.11 KB) | DOI: 10.24036/sb.0190

Abstract

Kelompok Pembudidayaan Ikan ( Pok Da Kan) Ulam Lumintu secara resmi dibentuk pada tanggal 01 Januari 2016. Usaha Budidaya ikan lele antara lain : Pembibitan, pembesaran Lele dan sudah mengarah ke pengolahan makanan. PokDaKan Ulam Lumintu didirikan dari beberapa orang yang tinggal di kalurahan Ngadirejo yang mempunyai usaha pembesaran ikan lele. Melihat peluang yang besar mengenai pembesaran ikan lele, karena kebutuhan ikan lele semakin lama semakin meningkat.Kegiatan usaha budidaya ikan lele di kelurahan Ngadirejo mengalami kesulitan untuk berkembang karena kendala harga pakan ikan melambung tinggi sementara harga jual lele konsumsi sangat rendah ditingkat peternak lele. Selain itu ketersediaan benih ikan lele unggulan yang bersetifikat juga masih sangat terbatas di kabupaten Sukoharjo. Satu sisi kebutuhan ikan lele di pasaran sangat tinggi. Solusi hasil diskusi tim Program Kemitraan Masyarakat dengan Pok daKan “Ulam Lumintu” adalah bagaimana menyiasati mahalnya pakan dengan membuat ramuan pakan lele plus sendiri, yaitu pakan lele berbentuk granul pellet dengan tambahan prebiotic untuk tambahan suplemen pakan lele dengan sentuhan teknologi dengan sistem mix hot rotary. Teknologi tersebut sangat tepat untuk PokDaKan Ulam Lumintu karena mampu menanggulangi permasalahan yang dihadapi.
Methanol-Gasoline Fuel Effectiveness Analysis Study Arif Setyo Nugroho
Jurnal E-Komtek Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-komtek.v6i1.849

Abstract

This study aims to determine the effect of adding methanol to the methanol-gasoline fuel mixture. It was hoped that the addition of methanol improves the performance of the four-stroke two-wheeled engine, considering that methanol has a better octane rating than gasoline and is more environmentally friendly. The fuels used were pure gasoline and a mixture of methanol-gasoline of M5, M10, M15, M20, M25, and M30. The study used a type of 100cc four-stroke two-wheeled motor fuel. The data collected includes the motor torque, motor power, and fuel consumption. In the research, the M20 fuel produced the highest torque of 7.32 Nm at 5500 rpm. The maximum power obtained from the engine was 6.8 HP at 7000 rpm rotation using M15 fuel. Increasing the concentration of oxygen in the fuel can lead to better combustion quality. The addition of methanol will increase the oxygen concentration in the fuel and cause the calorific value of the fuel mixture to decrease.
Pengaruh Angle Attack Terhadap Luaran Generator Turbin Tipe Darrieus Arif Setyo Nugroho; Y. Yulianto Kristiawan; Aris Teguh Rahayu
AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education Vol 4 No 1 (2023): AEEJ : Journal of Automotive Engineering and Vocational Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/aeej.v4i1.162

Abstract

The angle and number of wind turbine blades. The turbine used for testing is a vertical Darrieus-H type turbine with variations in the number of blades 2, 3, and 4. Blades with NACA 4415 specifications, wind speeds with variations of 4 m/s, 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s s, and 8 m/s. The source of the wind using a fan. Variations in the angle of attack are 0o, 10o, 20o, and 30o. The blade is made of sea sengon wood. At the position of the angle of attack, 10o rotates faster due to the influence of the lifting force of the blades. The position of the blade angle of attack 0o is difficult to rotate because the blade position is straight with the wind direction. The position of the angle of attack 20o and 30o blades is difficult to rotate because the lifting force of the blades is too heavy compared to the position of the angle of attack 10o. The highest electric power is obtained from the number of blades with 2 angles of attack 10o with a power of 10.5 watts. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya yang dihasilkan akibat pengaruh sudut dan jumlah blade turbin angin. Turbin yang digunakan pengujian adalah turbin vertikal tipe Darrieus -H dengan variasi jumlah sudu 2, 3, dan 4. Blade dengan spesifikasi NACA 4415, kecepatan angin dengan variasi 4 m/s, 5 m/s, 6 m/s , 7 m/s, dan 8 m/s. Sumber angin menggunakan kipas angin. Variasi sudut serang adalah 0o, 10o, 20o, dan 30o. Blade terbuat dari bahan kayu sengon laut. Pada posisi sudut serang 10o berputar lebih cepat karena pengaruh gaya angkat sudu. Posisi sudu sudut serang 0o sulit untuk diputar karena posisi sudu lurus dengan arah angin. Posisi sudut serang 20o dan 30o sudu sulit untuk diputar karena gaya angkat sudu terlalu berat dibandingkan dengan posisi sudut serang 10o. Daya listrik tertinggi diperoleh dari jumlah sudu dengan 2 sudut serang 10o dengan daya 10,5 watt.
PENGARUH BAHAN BLADE TERHADAP OUTPUT TURBIN JENIS SAVONIUS Arif Setyo Nugroho; Yulan Sadewa P; Muhammad Miftah Farid; Ardyansah Putra Sanjaya; Arif Hidayat Purwono; Musabbikhah Musabbikhah
Mechonversio: Mechanical Engineering Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Univervitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/mmej.v6i1.14108

Abstract

Energi terbarukan yang berasal dari angin yang dikonversi menjadi energi listrik dengan bantuan turbin angin adalah sebuah teknologi yang dikembangkan saat ini. Mengingat semakin menipisnya sumber energi dari fosil dan meningkatnya polusi udara, angin menjadi pilihan sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik. Indonesia memiliki kecepatan angin yang kecil maka dalam penelitian ini dipilih turbin jenis savonius, salah satu kelebihan turbin savonius adalah mampu menghasilkan output listrik untuk kecepatan angin kecil. Turbin angin savonius adalah diantaranya jenis turbin yang dapat digunakan pada kecepatan 5m/s. Jumlah sudu yang digunakan turbin yaitu tiga sudu. Turbin savonius dengan tiga sudu memiliki peforma yang lebih baik dalam menghasilkan kecepatan putaran rpm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui putaran turbin dan tegangan yang dihasilkan dari bahan yang digunakan antara lain alumunium, triplek, dan akrilik. hasil pengujian didapat data bahan blade alumunium menghasilkan putaran yang lebih stabil dari bahan lainnya. Dengan menggunakan kecepatan angin 5 m/s, bahan alumunium menghasilkan putaran 112 rpm, akrilik menghasilkan putaran 104 rpm dan triplek dapat menghasilkan putaran 99 rpm. Dengan menggunakan bahan alumunium dapat menghasilkan tegangan yang paling tinggi sebesar 11,5 Volt jumlah blade 2 buah. Blade dengan bahan triplek tegangan paling tinggi 9.3 Volt jumlah blade 2 buah, bahan blade dari akrilik menghasilkan tegangan sebesar 10,1 volt jumlah blade 2.
Uji Eksperimental Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Ramah Lingkungan Arif Setyo Nugroho; Aris Teguh Rahayu; Muhammad Nur Cahyo
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.11447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan. Pengolahan minyak jelantah agar bisa menjadi bahan bakar diesel dengan cara tranverifikasi.  Minyak jelantah dipanaskan sampai dengan temperatur 50oC dan ditambahkan KOH dan methanol sebagai katalis. Dari hasil pengujian menggunakan bahan bakar minyak jelantah termodifikasi terbukti lebih irit, lama mesin menyala selama 7.1 menit dibandingkan dengan minyak solar yang hanya bisa menyala selama 6.3 menit. Gas buang CO juga lebih rendah menggunakan bahan bakar minyak jelantah yang termodifikasi sebesar 0,05% dibandingkan dengan minyak solar yang menghasilkan gas buang CO sebesar 1,27 %. Gas buang CO2 menggunakan bahan bakar minyak jelantah termodifikasi menghasilkan gas buang CO2 lebih besar yaitu 19 % dibandingkan bahan bakar solar yang menghasilkan CO2 sebesar 17%, walaupun hasil gas buang CO2 lebih tinggi , minyak jelantah yang telah termodifikasi lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar solar.
Pelatihan Penggunaan Mesin Pembuatan Pellet Pakan Ikan Dalam Upaya Peningkatan Produktifitas Kelompok Pembudidayaan Ikan Nugroho, Arif Setyo
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.484 KB) | DOI: 10.51577/globalabdimas.v1i1.83

Abstract

Penduduk kreatif Kelurahan Ngadirejo Kabupaten Sukoharjo melakukan budidaya dan pengembangan ikan lele, hasilnya sudah bisa dirasakan manfaatnya, tetapi mengalami kendala dalam pengembangan usaha pembudidayaan dan pengembangan ikan lele. Kendala atau permasalahn yang dihadapi adalah ketika harga pakan naik tetapi harga ikan hasil panen turun, sehingga FCR nya sangat kecil sehingga peternak rugi. Solusi yang ditawarkan sesuai hasil diskusi dengan PokDaKan adalah berusaha membuat pakan plus sehingga tidak tergantung dari pakan pabrik.  Pakan lele berbentuk pelet dengan tambahan prebiotik untuk tambahan suplemen pakan lele dengan sentuhan teknologi dengan sistem mesin pengolah prebiotik sistem mix hot rotary dan mesin pembuat pellet apung. Teknologi tersebut sangat tepat untuk PokDaKan karena mampu menanggulangi permasalahan yang dihadapi. Mesin pellet bisa menghasilkan 80 kg /jam pelet. Dengan membuat sendiri pellet pakan ikan sesuai dengan yang dipraktekan, dengan modal uang Rp 500 ribu untuk belanja bahan pembuatan pellet bisa dibuat pelet kurang lebih 140 kg pellet. Lebih hemat dan pakan buatan sendiri lebih bergizi.
Menumbuhkembangkan Kepedulian Siswa Terhadap Lingkungan Melalui Kegiatan Penghijauan di MIM Pakang Andong, Boyolali Nugroho, Abdillah; Fatonah, Ayu; Wardana, Aji Panca; Rahmawati, Oktavia Elyna; Astari, Nilam; Ermayanti, Galuh; Ristivana, Melvy; Khuroida, Asni; Jati, Linggar; Nugroho, Arif Setyo; Fachrurozzi, Muhammad Reza
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 1, Juli 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i1.10786

Abstract

Kondisi lingkungan setiap tahunnya semakin memprihatinkan. Manusia semakin tidak peduli dengan lingkungan, sehingga kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana. Banyaknya kerusakan lingkungan akibat dari ulah manusia diantaranya pembalakan hutan secara liar dan pembuangan sampah. Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar kesadaran akan menjaga lingkungan sekitar tertanam sehingga kerusakan lingkungan dapat terkurangi. Tujuan pelaksanan pengabdian ini adalah menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui kegiatan penghijauan di MIM Pakang, Andong. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu dengan pendidikan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan warga sekolah terutama kepada siswa. Upaya dalam menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan di MIM Pakang, Andong yaitu melalui kegiatan penghijauan. Kegiatan penghijauan yang dilakukan yaitu berupa menanam pohon cemara dan pembuatan taman dengan menggunakan barang bekas sebagai pot. Kepedulian siswa terhadap lingkungan baik ditunjukkan dengan siswa mengikuti semua kegiatan yang diarahkan oleh mahasiswa KKN-DIK dengan antusias yang tinggi.
Hubungan indeks massa tubuh terhadap kejadian low back pain pada pengemudi feeder Batik Solo Nugroho, Arif Setyo; Dyah, Warih Anjari; Awanis, Almas
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.3654

Abstract

Angkutan umum merupakan salah satu transportasi yang masih banyak diminati khususnya bagi sebagian warga Solo. Pengemudi angkutan umum merupakan salah satu pekerjaan yang rentan mengalami gangguan muskuloskeletal, gangguan paling umum dan sering ditemukan adalah low back pain . Kejadian nyeri punggung bawah di indonesia pada Tahun 2018 sebesar 24,7% dan nyeri punggung bawah pada pengemudi seluruh dunia menunjukan prevalensi yang tinggi yaitu 53%. Salah satu penyebab pengemudi angkutan umum terkena gangguan low back pain yaitu indeks massa tubuh yang berlebih. Indeks massa tubuh yang berlebih menyebabkan tonus otot abdomen lemah, sehingga pusat gravitasi seseorang akan terdorong  ke depan dan menyebabkan lordosis lumbalis akan bertambah yang kemudian menimbulkan kelelahan pada otot paravertebra. Indeks massa tubuh yang berlebih juga mempengaruhi tekanan kompresi pada tulang belakang yang dapat berefek pada lumbal yang berpengaruh pada keluhan low back pain. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh terhadap kejadian low back pain pada pengemudi feeder batik solo trans Kota Surakarta. Jenis penelitian Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan jumlah sampel 32 orang dan di uji korelasi menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan uji korelasi Chi-Square didapatkan hasil nilai sig.0,000 yang menunjukan bawah nilai sig lebih kecil dari (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian low back pain pada pengemudi feeder batik solo trans Kota Surakarta. Dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat kuat antara indeks massa tubuh terhadap kejadian low back pain pada pengemudi feeder batik solo trans Kota Surakarta.