Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH MELALUI KONSEP 3R Nugroho, Arif Setyo; Kristiawan, Y Yulianto; Suhartoyo; Rahayu, Aris Teguh; Supriyanto, Bambang
Abdi Masya Vol 3 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abma.v3i2.329

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi penanganan sampah dimasyarakat, penanganan sampah fokus pada permasalahan yang dihadapi setiap daerah. Sosialisasi dilaksanakan di desa Guli Nogosari Boyolali, Desa Kalioso Karanganyar dan kalurahan Ngadirejo Kartasura Sukoharjo. Prinsip utama yaitu mengurangi sampah dari timbunan dengan cara mempercepat. Upaya yang dilakukan dengan pengiriman sampah ke tempat pengumpulan sampah yang tersentral di tempat yang telah ditentukan. Sampah harus dipilih antara sampah organik yang bisa terurai dan sampah non organik yang tidak bisa terurai. Pengelolaan sampah dengan menggunakan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Hasil sosialisasi di kelurahan Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo berupa pemberdayaan masyarakat mengenai pengelolaan limbah plastik menjadi bahan bakar cair. Selanjutnya hasil sosialisasi di desa Guli Nogosari Boyolali berupa pengetahuan tentang pembuatan bahan bakar padat berbahan limbah kayu. Sosialisasi di desa Kalioso Karanganyar menghasilkan pemahaman tentang pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PEMBUATAN SANGKAR BURUNG BERBASIS ROTAN KETIKA MUSIM HUJAN Nugroho, Arif Setyo; Rahayu, Aris Teguh; NS, Muhammad Nur Cahyo; N, Rohmat Aditya Dwi
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sorot.v3i1.6596

Abstract

A group of young people from Jegrik village, Karanganyar district, have a business making bird cages. The shape of bird cages they make are oval-shaped bird cages, which are used to cage turtle doves, puter birds, and turtle doves. Making bird cages using rattan as raw material. With the technology developed in the form of a blengker mal tool that utilizes the heat propagation of fire, this tool is a solution to the problems that occur during the rainy season, where heat from the sun is needed to make the blengker, but often there is no sunlight, which hampers production. It's different when during the dry season the heat of the sun is used to make blengker. Problems during the rainy season can be overcome with heating devices that utilize a heat propagation system from a flame that spreads its heat to the walls of the device. The heat comes from the flame from the LPG gas stove. To make a blengker, it only takes approximately 7 minutes, the heat on the walls of the blender is approximately 40oC-70oC.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS UKM TAUGE DENGAN TEKNOLOGI LOW RPM BLOWING WATER MACHINE DI KALURAHAN MANDAN SUKOHARJO Nugroho, Arif Setyo
ABDIMAS UNWAHAS Vol 9, No 2 (2024): -
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v9i2.11871

Abstract

Taoge atau tokolan  yang  sering  kita  konsumsi sebenarnya  adalah kecambah  dari  kacang hijau.  Kebutuhan akan tauge sangat tinggi, tetapi permasalahannya adalah bagaimana menghasilkan kecambah tauge yang berkualitas dan tahan lama. Proses masih manual dan sederhana maka dibutuhkan sebuah teknologi untuk proses produksi sehingga hasilnya bisa maksimal. Tujuan dari program PMP adalah membantu permasalahan UKM Taoge Sunarmi dengan sentuhan teknologi dari tim PMP STT Warga Surakarta. Teknologi yang dikembangkan adalah mesin pencuci kacang hijau low rpm blowing water machine. Hasil kegiatan program PMP, didapatkan hasil yang sangat memuaskan ada peningkatkan effektifitas kerja dan berdampak pada produktifitas kerja. Perubahan yang positif dari penggunaan mesin pencuci kacang hijau dibandingkan ketika pengerjaan secara manual antara lain, dalam proses pencucian 50 kg kedelai hanya membutuhkan waktu 30 menit, dari proses persiapan sampai dengan proses penginteran atau proses pemisahan kacang hijau yang baik dan yang kurang baik. Bila dengan sistem manual untuk membersihkan 50 kg kacang hijau membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Dengan penghematan waktu tersebut pekerja bisa mengerjakan proses yang lain. Penghematan proses produksi dan kemungkinan peningkatan produksi dapat meningkatkan produktifitas UKM taoge Sunarmi.
WORKSHOP DIGITAL MARKETING UNTUK SANTRI PONDOK PESANTREN WIRAUSAHA Triyono; Raharjo, Wijang Wisnu; Diharjo, Kuncoro; Ariawan, Dody; Raharjo, Wahyu Purwo; Kusharjanta, Bambang; Nugroho, Arif Setyo
Abdi Masya Vol 5 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v5i2.380

Abstract

Yayasan Usaha Umat Karanganyar (YUUK) adalah yayasan sosial dan pendidikan informal yang berlokasi di dusun Jongkang, Tasikmadu, Karanganyar. Yayasan ini mempunyai unit pendidikan informal yang diberi nama Pondok Pesantren Wirausaha. Pondok Pesantren ini hanya menampung 8 santri yang diutamakan dari keluarga tidak mampu dan putus sekolah. Materi kewirausahaan di Pondok Pesantren ini adalah desain grafis dan sablon kaos. Santri-santri dididik keterampilan tersebut dan tinggal di asrama selama 1 tahun tanpa dipungut biaya (gratis). Seperti namanya, santri di Pondok Wirausaha ini belajar teori dan praktek agar mampu mandiri berwirausaha dengan mengimplementasikan konsep teaching factory. Hasil pembelajaran praktek berupa kaos, MMT dan produk-produk sablon belum bisa terpasarkan dengan baik karena pemasarannya masih menggunakan cara-cara biasa. Untuk itu, santri pada Pondok Pesantren Wirausaha ini perlu dikenalkan pemasaran digital (digital marketing) melalui kegiatan workshop 5 hari dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) memberi pengertian konsep digital marketing, (2) memberi materi digital marketing dengan nara sumber yang berpengalaman dalam digial marketing, (3) pendampingan dalam pembuatan akun dan memasarkan produk melalui akun tersebut, (4) penetapan target capaian pemasaran 3 bulan dan evaluasi. Hasil workshop mampu meningkatkan sustainability (keberlangsungan) Pondok Pesantren karena dengan implementasi digital marketing, santri-santri bisa menjual hasil karya sablonnya ke ruang digital tanpa batas sehingga meningkatkan potensi penjualan yang lebih besar dan keuntungan finansial yang lebih besar. Dengan keuntungan finansial ini, Pondok Pesantren Wirausaha Yayasan Usaha Umat Karanganyar bisa tetap gratis dan bisa meningkatkan kapasitas santrinya sehingga semakin banyak pemuda-pemuda putus sekolah dan dari keluarga tidak mampu bisa menimba ilmu keterampilan dan kewirausahaan.
UJI EKSPERIMENTAL MINYAK HASIL PIROLISIS LDPE BERKATALIS CAO Nugroho, Arif Setyo; Rahayu, Aris Teguh; Lutfian, Aditya Arkhani; Aklish, Nur

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v6i1.6516

Abstract

Penelitian ini adalah upaya untuk menjawab krisis limbah plastik. Permasalahan krusial saat ini adalah menipisnya sumber daya energi fosil dan akumulasi limbah yang kian menjadi. Konsumsi bahan bakar fosil yang masif, terutama oleh sektor industri dan transportasi, telah menggerus cadangan energi ini. Bersamaan dengan itu, limbah menjadi isu mendesak karena peningkatannya yang tak terkendali dan kurangnya solusi penanganan yang memadai. Plastik, khususnya, merupakan sumber masalah besar karena sifatnya yang sulit terurai dan ancaman pencemarannya terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada produksi bahan bakar cair melalui pirolisis limbah kantong plastik. Proses pirolisis dilakukan dengan memvariasikan suhu reaktor pada 300°C, 350°C, dan 400°C, serta mengaplikasikan katalis CaO untuk mengoptimalkan hasil minyak. Hasil dari studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pirolisis limbah kantong plastik. Reaktor pirolisis menggubakan jenis fixed bad pendinginan air. Data mengenai pirolisis LDPE tanpa penambahan CaO pada berbagai suhu reaktor menunjukkan: Pada 200°C: 14% gas, 51% padatan, 35% cairan/minyak. Pada 250°C: 24% gas, 34% padatan, 42% cairan/minyak. Pada 300°C: 26% gas, 29% padatan, 45% cairan/minyak. Perlu dicatat bahwa kekentalan minyak, baik dari LDPE tanpa maupun dengan CaO, berkorelasi dengan suhu proses.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UKM KINANTI DENGAN MESIN MIXER ROTI Rahayu, Aris Teguh; Nugroho, Arif Setyo
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sorot.v4i2.9014

Abstract

Akhir-akhir ini tekonologi proses produksi makanan roti terus berkembang dengan pesat mengikuti perkembangan teknologi manufaktur yang ada. Mesin-mesin pengaduk bahan adonan roti sangat diperlukan untuk pembuatan roti. Mesin mixer adonan roti adalah perangkat mekanik yang digunakan dalam industri roti untuk mencapur bahan-bahan adonan roti, seprti tepung terigu, telur, susu, gula, mentega dan garam secara merata. Kue pukis sangat banyak penggemarnya, karena harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak. Penjualan kue pukis menjadi salah satu usaha yang menjanjikan, rasa, dan harga sangat berpengaruh dalam market sale. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas UKM Pukis Kinanti dengan merancang dan merakit serta menguji, kemudian di gunakan untuk proses produksi pembuatan roti pukis. Pendekatan eksperimental digunakan untuk merancang mesin mixer dengan kemampuan pengadukan serta durasi pengadukan adonan roti, dan karakteriktik adonan seperti elastisitas, tekstur, dan kelembutan melalui pengamatan dari hasil pengadukan. Dampak positif dengan adanya mesin ini adalah dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi para pengusaha kecil pembuat roti skala rumah tangga yang mana kapasitasnya dapat meningkat hingga 3x lebih besar dibandingkan dengan menggunakan mesin pengaduk roti yang sering dipakai pada skala rumah tangga sebelumnya yaitu 1-3 kg. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan produktifitas UKM Pukis Kinanti dan tentunnya akan berdapak pada peningkatan peghasilan beserta kesejahteraan UKM Pukis
Pelatihan Pengolahan Plastik Limbah Rumah Tangga Menjadi Energi Alternatif Nugroho, Arif Setyo
ULINA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (UMBP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58918/ulina.v1i2.210

Abstract

Plastic waste creates problems in the environment. Plastic waste with its properties is difficult to decompose in nature and takes a very long time. This plastic waste ultimately becomes a big problem faced in urban areas and there has been no significant solution to this problem. Some areas flourish with waste banks whose goal is to reduce household waste. The waste bank business group is engaged in managing organic waste and inorganic waste, and inorganic waste is only limited to being sold to collectors. Handling plastic waste in a way that has been developed so far is the 3R principle, namely the principle of reduce, the principle of reuse, and the principle of recycle. But plastic that cannot be processed again with the 3R principle is a problem. The solution is that the plastic waste is processed again using pyrolysis to produce oil that can burn. The results of plastic pyrolysis are oil, and solids in the form of charcoal and gas. Reactor temperature greatly affects the yield, both solids, liquids, and gases. The resulting oil produced from plastic pyrolysis has different characteristics, the higher the pyrolysis temperature the more oil produced but the less solids produced. The color of the oil is also affected by the pyrolysis temperature, the higher the oil temperature the more turbid and becomes wax or wax.
Design and Analysis of Venturi Microbubble Generator Using Computational Fluid Dynamics Thoharudin, Thoharudin; Sunardi, Sunardi; Yudha, Fitroh Anugrah Kusuma; Nadjib, Muhammad; Nugroho, Arif Setyo
Eksergi Vol. 19 No. 2 (2023): MAY 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v19i2.4305

Abstract

The necessity for dissolved oxygen in water is crucial for the survival and growth of aquatic organisms, particularly tilapia. Seventy-five percent of tilapia will die if there is insufficient dissolved oxygen in the water. This work seeks to develop a venturi bubble-generating technique to combat the scarcity of dissolved oxygen in the water. A floating pump with a capacity of 12 m3/hour was selected as the medium for distributing water and generating vacuum pressure to draw in air for mixing with the water flow in the venturi. Ansys Fluent was used to model piping and venturi systems. The piping system was modeled with a single-phase (water) flow at a steady state, whereas the flow in the venturi was modeled with a multiphase (air and water) flow under transient situations. The simulation findings revealed that the pressure drop at the 90-degree elbow was much greater (27.17 kPa) than that at the 45-degree elbow (16.53 kPa). A 1-inch input diameter venturi produced bubbles with an average diameter of 105 µm, whereas a ½  inch venturi bubble generator produced bubbles with an average diameter of 83 µm. Owing to the numerous advantages of adopting a six-outlet piping system with a ½ inch venturi, this design is recommended for floating pumps with a capacity of 12 m3/h.
Menumbuhkembangkan Kepedulian Siswa Terhadap Lingkungan Melalui Kegiatan Penghijauan di MIM Pakang Andong, Boyolali Nugroho, Abdillah; Fatonah, Ayu; Wardana, Aji Panca; Rahmawati, Oktavia Elyna; Astari, Nilam; Ermayanti, Galuh; Ristivana, Melvy; Khuroida, Asni; Jati, Linggar; Nugroho, Arif Setyo; Fachrurozzi, Muhammad Reza
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 1, Juli 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i1.10786

Abstract

Kondisi lingkungan setiap tahunnya semakin memprihatinkan. Manusia semakin tidak peduli dengan lingkungan, sehingga kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana. Banyaknya kerusakan lingkungan akibat dari ulah manusia diantaranya pembalakan hutan secara liar dan pembuangan sampah. Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar kesadaran akan menjaga lingkungan sekitar tertanam sehingga kerusakan lingkungan dapat terkurangi. Tujuan pelaksanan pengabdian ini adalah menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui kegiatan penghijauan di MIM Pakang, Andong. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu dengan pendidikan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan warga sekolah terutama kepada siswa. Upaya dalam menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan di MIM Pakang, Andong yaitu melalui kegiatan penghijauan. Kegiatan penghijauan yang dilakukan yaitu berupa menanam pohon cemara dan pembuatan taman dengan menggunakan barang bekas sebagai pot. Kepedulian siswa terhadap lingkungan baik ditunjukkan dengan siswa mengikuti semua kegiatan yang diarahkan oleh mahasiswa KKN-DIK dengan antusias yang tinggi.
PENGGUNAAN PEREBAH SAPI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN QURBAN Nugroho, Arif Setyo; Fitra Wibawa; Joko Ismail
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/community.v4i2.545

Abstract

This community service activity aims to provide a solution for several mosques that do not have large areas of land when carrying out sacrificial services. Of course, some problems must be solved, such as how to carry out sacrificial activities by minimizing risks and not requiring large areas of land. The solution offered is when slaughtering sacrificial animals using a portable cow thrasher. The advantage of using a trestle is that laying down the cow when it is about to be slaughtered does not require many people, nor does it require a large area to lay the cow down. The area used for slaughtering is not so dirty because the blood can be poured into one place. Slaughtering was very fast, seven cows were slaughtered until the meat was separated, it only took approximately 3.45 hours. Cows do not get angry and go on a rampage, making it easier for the slaughter team to slaughter them.