Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengembangan Aplikasi Pencatatan Keuangan Ringan dan Mobile-Friendly Berbasis Website Untuk Unit Usaha Mikro Almuzakki, Muhammad Zaki; Nugroho, Hari; Oktafiani, Intan; Ephraim, David; Alexander, Christo Zwingly; Tarigan, Chaleb Ananta Phillipe; Zakiah, Zian
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18968

Abstract

Background: Pertumbuhan usaha mikro di Indonesia terkendala masalah pencatatan keuangan konvensional, kurangnya pemanfaatan teknologi, dan pengetahuan bisnis yang terbatas. Digitalisasi pencatatan keuangan melalui aplikasi Mobile-Friendly seperti MonMon diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan pengelolaan keuangan dan pertumbuhan unit usaha mikro, didukung oleh tingginya penetrasi pengguna smartphone dan internet di Indonesia. Metode: Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap yang dimulai dengan survei lapangan. Hasil survei lapangan kemudian digunakan sebagai basis untuk membangun aplikasi pencatatan keuangan sederhana MonMon untuk kelompok pelaku usaha mikro. Aplikasi yang dibuat kemudian disosialisasikan dan dilakukan dua kali pendampingan baik secara luring maupun daring. Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan dan diakhiri dengan evaluasi. Hasil: Aplikasi pencatatan keuangan sederhana MonMon berbasis Website yang ringan dan ramah pengguna smartphone berhasil dibuat dan memperoleh sambutan baik dari mitra. Aplikasi ini memuat beberapa fitur pencatatan keuangan dasar yang penting bagi pelaku usaha mikro sesuai hasil survei lapangan dan mudah dioperasikan. Kesimpulan: Aplikasi MonMon mudah digunakan dapat membantu pelaku usaha mikro dalam memudahkan pengelolaan keuangan.
Pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan, dan Variasi Produk terhadap Keputusan Pembelian pada Koperasi Kartika Samara Grawira Nugroho, Hari; Samsul Bahri, Ronny
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 4 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v14i4.2800

Abstract

sehari-hari dan layanan keuangan untuk anggotanya, menghadapi tantangan dalam meningkatkan keputusan pembelian anggota. Faktor-faktor seperti harga, kualitas pelayanan, dan variasi produk diperkirakan memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas pelayanan, dan variasi produk terhadap keputusan pembelian konsumen di Koperasi Kartika Samara Grawira. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada anggota koperasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga, kualitas pelayanan, dan variasi produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen koperasi dalam meningkatkan strategi pemasaran dan pelayanan kepada konsumen,Serta memberikan masukan dan saran sehingga seluruh anggota  Koperasi Samara Grawira dapat memaksimalkan peran dan fungsi Koperasi sebagai pembantu perekonomian anggotanya. Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen koperasi untuk terus mengoptimalkan strategi pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas variasi produk agar dapat meningkatkan daya saing dan kontribusi koperasi terhadap perekonomian anggotanya.
Sindrom Koroner Akut Setelah Penyemprotan Insektisida: Hubungan yang Diduga dengan Paparan Organofosfat: Laporan Kasus Nugroho, Hari; Irsan, Istan Irmansyah; Cahyono, Mardani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 9 (2025): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i9.1374

Abstract

Introduction: Organophosphate is one of the most commonly used insecticides to control vector-borne illnesses. Both organophosphate and biodiesel (commonly used as solvents for outdoor space spraying methods) intoxications have cardiovascular manifestations. Case: A 58-year-old male with a sudden onset of shortness of breath after spraying insecticides 1 hour before admission. On examination, there were no SLUDGEM (salivation, lacrimation, urination, defecation, gastrointestinal distress, emesis, miosis) fndings. Bibasilar rales were present on auscultation, and a 12-lead ECG showed ST elevation in leads V1-V6. There was no preceding chest pain. The patient received oxygen, antiplatelet loading, and insulin therapy for hyperglycemia and was prepared for primary PCI. Diagnostic coronary angiography revealed a mid-LAD total occlusion, and a drug-eluting stent was implanted with fnal TIMI 3 fow. Discussion: Dyspnea has various causes, including organophosphate (OP) poisoning, which may result in cholinergic syndrome, respiratory dysfunction, and life-threatening cardiovascular complications. Early recognition through rapid diagnostic evaluation and timely interventions such as atropine, oximes, and reperfusion therapy in STEMI are essential to improve survival and outcomes. Conclusion: Early recognition and prompt revascularization are critical in STEMI to reduce infarct size and improve outcomes. Organophosphate exposure may be associated with cardiovascular efects, and clinicians should consider acute coronary occlusion in patients with respiratory complaints after insecticide exposure, even in the absence of classical cholinergic signs.
Analisis Keruntuhan Bendungan Akibat Piping dan Pemetaan Genangan Banjir (Studi Kasus : Bendungan Saguling): Dam Break Analysis Due To Piping And Flood Mapping (Case Study Of Saguling DAM) Suhada, Bahri; Nugroho, Hari; Suprapto; Herawati, Henny
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).8081

Abstract

[ID] Salah satu upaya penanggulangan kegagalan bendungan adalah penyusunan Rencana Tindak Darurat. Rencana tindak darurat memuat peta genangan banjir akibat keruntuhan. Peta genangan banjir merupakan aspek penting karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan penanggulanan kegagalan bendungan. Peta genangan banjir diperoleh dari analisis keruntuhan bendungan. Penelitian ini melakukan analisis keruntuhan bendungan Bendungan Saguling yang merupakan bendungan kaskade di Wilayah Sungai Citarum. Analisis keruntuhan dalam penelitian ini terdiri analisis hidrograf keruntuhan menggunakan HEC-HMS, penelusuran banjir menggunakan HEC-RAS, dan pengolahan informasi spasial menggunakan QuantumGIS. Skenario keruntuhan bendungan yang dimodelkan adalah keruntuhan akibat piping saat sunnyday dengan variasi initial piping pada 1/3 ketinggian, ½ ketinggian dan 2/3 ketinggian bendungan. Hasil analisis hidrograf keruntuhan dari ketiga skenario tersebut cenderung mirip dengan debit puncak keruntuhan sebesar 61193,6 m3/dt. Keruntuhan Bendungan Saguling mengakibatkan Bendungan Cirata mengalami overtopping. Sedangkan Bendungan Jatiluhur tidak mengalami overtopping apabila Bendungan Cirata tidak mengalami keruntuhan. Peta genangan banjir akibat keruntuhan Bendungan Saguling pada ketiga skenario cenderung mirip. Jumlah desa terdampak dengan jarak dari Bendungan Saguling kurang dari 10 km sebanyak 6 desa daro 10 desa. Desa Baranangsiang dan Desa Saguling adalah desa pertama yang terdampak banjir akibat keruntuhan Bendungan Saguling dengan estimasi waktu kedatangan banjir ± 0,25 jam semenjak dimulai keruntuhan [EN] One of the efforts to overcome dam failure is preparing an Emergency Action Plan. The emergency action plan contains a map of the flood inundation due to the collapse. The flood inundation map is essential because it becomes the basis for making dam failure management decisions. The flood inundation map was obtained from the dam break analysis. This study analyzes the Saguling Dam collapse, a cascade dam in the Citarum River Basin. The failure analysis in this study consisted of collapse hydrograph analysis using HEC-HMS, flood routing using HEC-RAS, and processing of spatial information using QuantumGIS. The dam failure scenario modelled is due to piping on sunny days with initial piping variations at 1/3 height, height and 2/3 height of the dam. The results of the failure hydrograph analysis of the three scenarios tend to be similar to the failure peak discharge of 61193.6 m3/s. The collapse of the Saguling Dam caused the Cirata Dam to be overtopped. Meanwhile, Jatiluhur Dam does not experience overtopping if the Cirata Dam does not collapse. The flood inundation maps due to the collapse of the Saguling Dam in the three scenarios tend to be similar. The number of affected villages less than 10 km from the Saguling Dam is six out of 10 villages. Baranangsiang Village and Saguling Village are the first villages affected by flooding due to the collapse of the Saguling Dam, with an estimated flood arrival time of ± 0.25 hours since the collapse started.
Segmented Market of Indonesian Coffee Exports to International Market: RFM Approach Rondhi, Mohammad; Nugroho, Hari; Soetriono, Soetriono; Mori, Yasuhiro
Journal of Coffee and Sustainability Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Directorate of Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcs.2024.01.02.05

Abstract

This study aims to determine the characteristics of coffee products in the international market. Data is collected from coffee product export transaction data from 2011-2021, Indonesia Statistic. Export data were selected based on the Harmony system (HS) code of coffee and its derivatives. The analysis method used is RFM (Recency, Frequency, Monetary) Analysis. The results show that there are 12 categories of coffee products exported to 90 countries divided into 9 regions/zones respectively. Coffee export products with the highest interest are arabica WIB (not roasted and not decaffeinated wet-processed Arabica coffee beans) or Robusta OIB (unroasted, with caffeine) coffee. Then the best markets for coffee products exported by Indonesia are the United States, Japan, Malaysia, Germany, Egypt, Georgia, Australia, United Arab Emirate, and Ecuador. The second-best exported coffee product is roasted coffee, with caffeine, unground that being imported Malaysia, China, and New Zealand.  The two categories contribute 98% of export volume of Indonesia’s exported coffee and 78% frequency. The study confirms that the choice of coffee and its derivative products in importing countries is influenced by purchase timing, frequency, and funds used. In addition, purchasing factors are also influenced by the characteristics of consumers and processed industries in these importing countries
Unjuk Kerja Pelayanan Jaringan Air Bersih (PAMSIMAS) Desa Slarang Kidul Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Arrizki, Tria; Suharyanto, Suharyanto; Nugroho, Hari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15445

Abstract

Kondisi saat ini di Desa Slarang Kidul belum mendapatkan pelayanan air bersih yang memadahi, untuk itu dilakukan Program PAMSIMAS oleh Pemerintah Kabupaten tegal. Program PAMSIMAS yang dilakukan perlu ditinjau keandalannya yang bertujuan untuk melakukan analisis unjuk kerja pelayanan jaringan air bersih (PAMSIMAS). Unjuk kerja yang akan di analisis adalah Keandalan (Reliadility), Kelentingan (Resiliency), dan Kerawanan (Vulnerability). Dari hasil penilaian unjuk kerja yang dilakukan, diperoleh nilai Keandalan 92,77% dengan lamanya sistem berada di kondisi gagal selama 2,83 bulan dengan frekuensi terjadinya kelentingan (kegagalan) sebanyak 1,04 kali. Hasil analisis unjuk kerja pelayanan air bersih dapat disimpulkam bahwa kinerja pelayanan air bersih di Desa Slarang Kidul Kecamtan Lebaksiu Kabupaten Tegal masuk kategori memuaskan.
Polimorfisme Tawon Vespid (Hymenoptera; Vespidae) Asal Indonesia Dengan Morfologi Berbasis Cladistic: Polimorfisme tawon vespid (Hymenoptera: Vespidae) asal Indonesia dengan morfologi berbasis cladistic Ramadhila, Yelsha; Nugroho, Hari; Jane, Erfanus; Ahmad, Intan
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 20 No 2 (2023): July
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.20.2.101

Abstract

Wasps in the family of Vespidae often have a yellowish black color with white or brown markings, but some species have variations in their markings and coloring. There is limited information available about the distribution of these marking patterns within the Vespidae Family. To clarify their taxonomic status, this study aims to examine the marking patterns of Vespid wasps that are widely distributed in the Indonesian Archipelago and to explore correlations with their biogeographical distribution patterns. In this study, specimens from three different locations (Bandung, Sumedang, and Purworejo) and specimens from the Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) were examined. A total of 31 individuals from five different species were analyzed based on their morphological features. The data collected was coded and analyzed using cladistic methods, and the results were used to create cladogram trees for each of the five species i.e., Phimenes flavopictus, Polistes stigma, Apodynerus troglodytes, Vespa affinis, and Vespa velutina, showing their biogeographical distribution. The cladistic analysis in this study showed the relationships between the different species based on their morphological characteristics. The arrangements of the clades were determined using the Euclidean method in R studio. The results showed that P. flavopictus has two clades based on the marking patterns on their thorax and abdomen, while the other species i.e., Po. stigma, V. affinis, V. velutina, and A. troglodytes have three clades based on their coloring and marking patterns on all segments. The distribution of the Vespidae species appears to be scattered, with their patterns randomly distributed among locations.
Analisis Rembesan Bendungan Karian menggunakan Piezometer dan V-notch pada Fase Impounding Rohman, Fauji; Sachro, Sri Sangkawati; Nugroho, Hari
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 3 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.3.141-154.2025

Abstract

Infiltrasi air melalui tubuh serta fondasi bendungan merupakan penyebab utama keruntuhan struktur hidraulik dengan kontribusi global mencapai 43 persen. Studi ini meneliti karakteristik aliran air bawah tanah di Bendungan Karian selama fase pengisian awal waduk, mulai September 2023 hingga Mei 2025. Pendekatan penelitian mengombinasikan pengukuran debit secara langsung menggunakan ambang V-notch triangular weir dan analisis tekanan air pori melalui data vibrating wire piezometer. Proses seleksi data diterapkan untuk meniadakan pengaruh aliran permukaan akibat curah hujan. Hasilnya menunjukkan korelasi eksponensial tinggi (R = 0.9428) antara ketinggian muka air dengan debit keluar sistem drainase toe, mengikuti persamaan y = 0.1852x - 4.425. Debit v-notch meningkat dari 1.40 menjadi 8.04 liter/detik sepanjang periode pengamatan. Analisis spasial piezometer memperlihatkan variasi tekanan air di zona inti dengan koefisien korelasi 0.3817–0.9611 bergantung elevasi dan lokasi. Validasi silang antara pengukuran langsung dan estimasi gradien hidrolik menghasilkan R = 0.9184, menegaskan kesesuaian antarperangkat. Secara keseluruhan, kondisi hidraulik Bendungan Karian masih aman namun sistem drainase memerlukan optimalisasi serta pemantauan lanjutan hingga tercapai kestabilan aliran penuh.
Economic Growth and Greenhouse Gas Emissions in Asia: A Dynamic Panel Analysis Across Income Groups Nugroho, Hari
Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Economic and Business, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjie.v15i1.50310

Abstract

Research Originality: This study contributes to environmental economics by examining the relationship between economic growth and greenhouse gas emissions across Asian countries, while accounting for differences in income levels. Using a dynamic STIRPAT framework, the analysis also incorporates urbanization, energy intensity, and carbon intensity to understand how emission drivers vary across stages of development. Research Objectives: The study aims to explore the dynamic link between economic growth and greenhouse gas emissions and to identify how demographic and technological factors influence emission patterns in lower-middle-, upper-middle-, and high-income Asian economies. Research Methods: The analysis uses panel data from 41 Asian countries during 1990–2022 and applies a dynamic panel estimation method, the two-step System Generalized Method of Moments (System-GMM). Empirical Results: Economic growth and urbanization generally increase greenhouse gas emissions. However, the main drivers differ by income level. In lower-middle-income countries, emissions are mainly driven by economic growth and carbon intensity. In upper-middle-income countries, urbanization and energy intensity play a larger role, while in high-income countries, the link between growth and emissions becomes weaker. Implications: These findings suggest that environmental policies should be tailored to each stage of economic development. JEL Classification: C23, Q56, O44, Q43
ANALISIS DEFORMASI VERTIKAL BENDUNGAN TUKUL BERDASARKAN PEMBACAAN PATOK GESER Imam Nashrullah; Nugroho, Hari; Wikan Sadono, Kresno
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 4 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i4.14597

Abstract

Bendungan yang telah selesai dibangun akan mengalami tekanan dari beban sendiri dan air waduk yang dapat menyebabkan bendungan mengalami deformasi. Deformasi vertikal bendungan pasca konstruksi pada permukaan dapat dipantau dengan instrumentasi patok geser. Analisis deformasi vertikal difokuskan pada arah sumbu z sebagai data pengukuran yang menunjukkan tren penurunan pada permukaan tubuh bendungan. Hasil dari pengukuran dibandingkan dengan kriteria penerimaan dari Hunter and Fell, ICOLD, Sowers, Sherard, dan analisa berdasarkan Settlement Index (SI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku deformasi vertikal Bendungan Tukul pasca konstruksi dengan menganalisis besaran penurunan yang terjadi terhadap kriteria penerimaan tersebut. Hasil analisis deformasi vertikal Bendungan Tukul pasca konstruksi dalam periode 3 (tiga) tahun berdasarkan patok geser dari beberapa kriteria didapatkan hasil beberapa instrumen memiliki nilai abnormal atau di bawah kriteria penerimaan, sebagian besar instrumen memenuhi kriteria sehingga dianggap normal. Namun, dalam hal kriteria yang abnormal terjadi pada beberapa instrumen bukan berarti bendungan dianggap tidak aman. Hasil analisis SI, keseluruhan instrumen memenuhi nilai di bawah 0,02 dengan nilai 0,001 s.d. 0,015, sehingga penurunan yang terjadi dalam kategori normal.