Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : AGRIKA

PENETAPAN MAWAR SEBAGAI KOMODITAS UTAMA DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI SIDOMULYO KOTA BATU Nugroho, Yuni Agung; Ningsih, Elik Murni Ningtyas; Rudianingsih, Pinky Viona
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5780

Abstract

ABSTRAK  Pengambilan keputusan pemilihan komoditas utama didasarkan pada kriteria tertentu yang memberikan keyakinan bahwa budidaya tanaman tersebut secara ekonomi menguntungkan dan secara teknologi budidaya dapat dilakukan dengan baik, sehingga mampu mencukupi kebutuhan keluarga dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan ilmiah pemilihan tanaman mawar sebagai komoditas pertanian yang utama di Desa Sidomulyo Kota Batu. Penelitian ini diharapkan memberi manfaat: 1) memberikan justifikasi ilmiah atas pengambilan keputusan masyarakat Sidomulyo memilih tanaman mawar sebagai komoditas utama; 2) menjadi pertimbangan dalam pengembangan tanaman mawar pada masa yang akan datang. Penelitian dilaksanakan di sentra tanaman mawar yaitu desa Sidomulyo Kota Batu. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode survei yaitu menyebarkan kuesioner kepada petani di Desa Sidomulyo. Pendalaman materi (indepth study) untuk konfirmasi terhadap hasil jawaban kuesioner yang bertentangan dengan jawaban secara umum. Kuesioner berisikan jenis tanaman yang ditanam, pendapatan dari usaha tani, tingkat penguasaan budidaya tanaman, pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT), kecocokan iklim dan penghasilan. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP) yaitu metode/cara pengambilan keputusan bertingkat (multikriteria) dengan cara menyusun kriteria dan alternatif daalam suatu set. Hasil dari analisa AHP kemudian dikonfirmasi dengan analisa sensivitas dua dimensi. Kriteria tertinggi pengambilan keputusan multikriteria adalah tingkat budidaya yang diikuti pengendalian OPT, penghasilan dan kecocokan iklim. Mawar merupakan komoditas utama di Sidomulyo Kota Batu diperkuat dengan hasil uji sensivitas dua dimensi bahwa mawar selalu menempati pada kuadran D (yaitu kuadran dengan nilai  tertinggi pada paduan dua kriteria pengujian). ABSTRACT The decision to select the main commodity is based on certain criteria that provide confidence that the cultivation of the plant is economically profitable and technologically the cultivation can be carried out well, so that it is able to meet the family's needs well. This research aimed to explain the scientific reasons for choosing roses as the main agricultural commodity in Sidomulyo Village, Batu City. This research was expected to provide benefits: 1) provide scientific justification for the decision of the Sidomulyo community to choose rose plants as the main commodity; 2) be a consideration in the development of rose plants in the future. The research was carried out in the rose plant center, namely Sidomulyo village, Batu City. Data collection was carried out using a survey method, namely distributing questionnaires to farmers in Sidomulyo Village. In-depth study of the material (in-depth study) to confirm the results of questionnaire answers that conflict with general answers. The questionnaire contains the types of plants grown, income from farming, level of mastery of plant cultivation, control of plant pest organisms (OPT), climate suitability and income. The research data were analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP), namely a method/method of multilevel decision making (multi-criteria) by arranging criteria and alternatives in a set. The results of the AHP analysis were then confirmed by two-dimensional sensitivity analysis. The highest criteria for making multi-criteria decisions was the level of cultivation followed by pest control, income and climate suitability. Roses are the main commodity in Sidomulyo, Batu City, confirmed by the results of the two-dimensional sensitivity test that roses always occupy quadrant D (i.e. the quadrant with the highest score in the combination of the two test criteria).
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BAWAH BERKHASIAT OBAT DI RPTN COBAN TRISULA KAWASAN TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU Maya, Siti; Wardhani, Tri; Suharjanto, Toto; Nugroho, Yuni Agung; Arifianto, Teguh
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5799

Abstract

ABSTRAKHutan merupakan aset alam yang melimpah dengan keanekaragaman hayati. Hutan berperan menyediakan hasil kayu dan bahan selain kayu, di antaranya tanaman obat. Keberagaman kondisi lingkungan memberikan kesempatan berbagai jenis tumbuhan mendiami ekosistem, termasuk jenis tumbuhan bawah. Tumbuhan bawah merupakan bagian pokok lapisan tumbuhan di bawah kanopi hutan, selain dari permudaan pohon, yang terdiri atas rumput, herba dan semak belukar. Tanaman ini berfungsi mempertahankan kestabilan ekosistem hutan. Penelitian ini bertujuan memperoleh data potensi keanekaragaman, komposisi dan struktur jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat di tiga blok RPTN Coban Trisula, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yaitu Blok Pusung Bledok Pasang, Blok Beji, dan Blok Jemplang. Penentuan petak contoh menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat yang ditemukan di lantai hutan, lantai hutan terbuka dan tepi jalan, mulai ketinggian 1500, 2000, dan 2200 mdpl. Metode analisa vegetasi menggunakan teknik jalur berpetak (quadrat line transect). Setiap blok yang ditetapkan terdiri dari 5 petak contoh berukuran 2 x 2 meter. Jarak antar petak contoh 20 meter. Jumlah keseluruhan unit sampel yang digunakan 15 petak contoh dengan luas total 60 m2. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat dari 11 famili yang tersebar di 3 blok penelitian. Dari ketiga blok, famili Asteraceae paling banyak ditemukan. Nilai indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang. Blok Pusung Bledok Pasang memiliki nilai 1.01 (sedang), Blok Beji 2 (sedang) dan Blok Jemplang 2.37 (sedang). Nilai indeks kemerataan jenis di Blok Pusung Bledok Pasang 0.34 (tertekan), Blok Beji 0.70 (labil), dan Blok Jemplang 0.84 (stabil).ABSTRACTForests are natural assets that are abundant with biodiversity. Forests play a role in providing wood products and materials other than wood, including medicinal plants. The diversity of environmental conditions provides opportunities for various types of plants to inhabit the ecosystem, including types of undergrowth plants. Undergrowth is the main part of the plant layer under the forest canopy, apart from tree regeneration, which consists of grass, herbs and shrubs. This plant functions to maintain the stability of the forest ecosystem. This research aims to obtain data on the potential diversity, composition and structure of understory plants with medicinal properties in three blocks of the Coban Trisula RPTN, Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) area, namely the Pusung Bledok Pasang Block, the Beji Block and the Jemplang Block. Determination of sample plots using a purposive sampling technique with the characteristics of understory types of medicinal plants found on the forest floor, open forest floor and roadside, starting at heights of 1500, 2000 and 2200 meters above sea level. The vegetation analysis method uses a quadrat line transect technique. Each designated block consists of 5 sample plots measuring 2 x 2 meters. The distance between sample plots is 20 meters. The total number of sample units used was 15 sample plots with a total area of 60 m2. The research results showed that there were 18 types of medicinal plants from 11 families spread across 3 research blocks. Of the three blocks, the Asteraceae family was most commonly found. The species diversity index value is classified as moderate. The Pusung Bledok Pasang block has a value of 1.01 (medium), the Beji Block 2 (medium) and the Jemplang Block 2.37 (medium). The species evenness index value in the Pusung Bledok Pasang Block is 0.34 (depressed), the Beji Block is 0.70 (unstable), and the Jemplang Block is 0.84 (stable).
PENGARUH PEMBERIAN PESTISIDA ORGANIK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP SERANGAN HAMA PADA TANAMAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L.) Sue, Maria Roswita Bheno; Prihandarini, Ririen; Wardhani, Tri; Nugroho, Yuni Agung
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5800

Abstract

ABSTRAK  Jeruk manis (Citrus sinensis L.) tergolong buah penting. Permintaan jeruk terus bertambah dengan meningkatnya jumlah penduduk, kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pola makan berimbang. Salah satu penyebab menurunnya produksi buah jeruk adalah serangan hama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon tanaman jeruk manis terhadap pemberian ekstrak daun pepaya sebagai pestisida organik. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimental designs dengan pola one-group pretest-posttest design. Metode analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk bertujuan untuk menentukan apakah data yang diambil dari populasi tergolong normal atau tidak. Uji lanjut menggunakan uji statistik paired sample test bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dari dua sampel yang berpasangan. Hasil analisa menunjukkan bahwa data penelitian pada pre-test dan post-test pada serangan hama pada tanaman jeruk manis terdistribusi normal dan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan ekstrak pestisida organik daun pepaya (Carica papaya L.) pada tanaman jeruk manis. Respon tanaman jeruk manis setelah diberi perlakuan ekstrak pestisida organik daun pepaya tergolong baik (33.37%-66.66%) dan sangat baik (66.67%-100%). Pemberian ekstrak pestisida organik daun pepaya dapat mengurangi serangan hama pada tanaman jeruk manis.  ABSTRAKSweet oranges (Citrus sinensis L.) are classified as important fruits. Demand for oranges continues to increase with increasing population, public awareness of health and a balanced diet. One of the causes of decreased citrus fruit production is pest attacks. The aim of the research was to determine the response of sweet orange plants to the application of pepaya leaf extract as an organic pesticide. The research method uses pre-experimental designs with a one-group pretest-posttest design pattern. The data analysis method uses the Shapiro-Wilk normality test which aims to determine whether the data taken from the population is classified as normal or not. Further tests using the paired sample test statistical test aim to find out whether there is a difference in the average of two paired samples. The results of the analysis showed that the research data on the pre-test and post-test on pest attacks on sweet orange plants were normally distributed and there was a significant difference between before and after treatment with organic pesticide extract of pepaya leaves (Carica papaya L.) on sweet orange plants. The response of sweet orange plants after being treated with organic pesticide extract from pepaya leaves was classified as good (33.37%-66.66%) and very good (66.67%-100%). Providing organic pesticide extract from pepaya leaves can reduce pest attacks on sweet orange plants. 
PENGARUH BAGIAN ASAL STEK BATANG DAN ZAT PENGATUR TUMBUH KECAMBAH KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lorr.) Merr Ardiansyah, Mohamad Yusuf; Ningsih, Elik Murni Ningtias; Nugroho, Yuni Agung; Wardhani, Tri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.7066

Abstract

Tanaman sambung nyawa (Gynura procumbens (Lor.) Merr) dikenal sebagai tanaman obat yang memberi manfaat bagi kesehatan karena daunnya mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, dan terpenoid. Penelitian ini berfokus pada pengaruh bagian asal stek batang tanaman sambung nyawa yang paling baik untuk bahan stek dengan zat pengatur tumbuh kecambah kacang hijau dan. Desain percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah bagian asal bahan stek terdiri dari B1: bagian pucuk; B2: bagian tengah; dan B3: bagian bawah. Faktor kedua yaitu dosis ZPT kecambah kacang hijau yang terdiri dari: P0: tanpa perlakuan; P1: konsentrasi ZPT 125 ml/500ml air; P2: konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air; P3: konsentrasi ZPT 375 ml/500ml air. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F, jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilakukan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh nyata antara bagian asal stek batang dan ZPT alami kecambah kacang hijau terhadap waktu inisiasi tunas dan panjang akar bibit tanaman sambung nyawa. Perlakuan terbaik untuk waktu inisiasi tunas bibit tanaman sambung nyawa yang tercepat adalah bagian asal stek tengah dengan konsentrasi ZPT 375ml/500ml (B2P3), dan perlakuan terbaik akar bibit tanaman sambung nyawa terpanjang adalah perlakuan bagian asal stek atas dengan konsentrasi ZPT 375/ml/500ml air (B1P3) dan perlakuan stek bagian batang bawah dengan konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air (B3P2).
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN KALSIUM NITRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUNGA POTONG KRISAN (Chrysanthemum sp.) Aminullah, Mukhammad; Nugroho, Yuni Agung; Suharjanto, Toto; Prihandarini, Ririen
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.7067

Abstract

Tanaman krisan menjadi salah satu tanaman yang paling banyak diproduksi karena lebih dari setengah produksi tanaman hias di Indonesia berasal dari tanaman krisan. Budidaya tanaman krisan dilakukan secara monokultur dan berulang-ulang dalam setiap periode tanam yang mengakibatkan unsur hara yang terkandung dalam tanah menjadi berkurang. Perlu ada upaya penambahan unsur hara agar pertumbuhan tanaman seragam dan bunga yang berkualitas. Unsur hara yang diberikan dapat berupa pupuk organik dan pupuk anorganik. Bahan organik yang digunakan salah satunya adalah pupuk kandang sapi. Sementara itu, pupuk sintetis yang diberikan umumnya pupuk majemuk yang mengandung unsur N, P, K dan mikro lainnya. Pupuk kalsium nitrat digolongkan sebagai pupuk tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan pupuk kalsium nitrat terhadap pertumbuhan dan kualitas bunga potong tanaman krisan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 9 perlakuan kombinasi dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji F, apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk kandang sapi dengan pupuk kalsium nitrat terhadap jumlah daun tanaman krisan, dan ketahanan bunga potong. Perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan P3H2 (pupuk kandang sapi 20 ton/ha & pupuk kalsium nitrat 10 g/l) yang memiliki jumlah daun terbanyak (14.9 helai) pada 28 HST, ketahanan bunga potong selama 13.3 hari dan memiliki kualitas bunga grade A.