Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Maspul Journal of Community Empowerment

Proses Pembelajaran Selama Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pelaksanaan PLP Dasar) Aminullah Aminullah; Ikram Ikram; Fachrul Chandra; Nur Fitriani; Wasna Wasna; Misna Misna; Elihami Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 3 No 1 (2021): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan PLP dasar merupakan salah satu program kampus Universitas Muhammadiyah Enrekang yang diselenggarakan pada tiap semester ganjil, yang termuat dalam kurikulum semua Program Studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Kegiatan PLP Dasar di SDN 5 Pasui terlaksana pada tahun ajaran 2020/2021 yang bertujuan untuk melaksanakan observasi terkait proses pembelajran khususnya proses pembelajaran selama pandemi Covid 19. Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran selama pandemic Covid 19 dilaksanakan secara daring dan luring. Pelaksanaan pembelajran secara daring dilakukan dengan memanfaatkan sosial media sebagai alat interaksi antara guru dengan peserta didik, media yang digunakan antara lain Whatsapp, youtube, Google dll sedangkan pembelajaran luring dilaksanakan dengan membagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil dengan menyesuaikan waktu dari masing-masing kelompok untuk datang di sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran Dinas Kesehatan dan Pemerintah. Proses pembelajaran di SDN 5 Pasui selama virus corono mewabah tetap dimaksimalkan oleh semua guru, akan tetapi proses pembelajaran tetap mengalami kesulitan misalnya pembelajaran luring yang dilaksanakan tidak seefektif seperti proses pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan sebelumnya, begitupun dengan pembelajaran daring yang mengalami kendala dalam hal Pertama, kurang maksimalnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaaran, Kedua, ketersedian fasilitas dalam pembelajaran daring dan Ketiga, keterbatasan guru dalam pemanfaatan teknologi.
Olahan makanan ringan bernutrisi berupa kerupuk dari bahan Tahu Tempe produksi Desa Pasui Kecamatan Buntu-Batu Kabupaten Enrekang Muh. Burhan; Muhammad Syahril; Muhammad Akbar; Hayyu Bahrul Bambang; A. Juasmin; Nor Aizyah; Nur Fitriani; Sudirman Sudirman; Ikram Ikram; Puji Arisa; Nur Halima Yusuf; Sartika Sartika; Titin Meirani; Elihami Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 4 No 2 (2022): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu dan tempe merupakan makanan olahan dari kedelai, Tahu terbuat dari susu kedelai yang di gumpal dan di tekan menjadi balok-balok padat putih. Di sisi lain Tempe terbuat dari kedelai yang telah difermentasi dan dipadatkan menjadi padat. Keduanya menjadi salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Harganya yang murah dan nutrisinya yang tinggi menjadikan dua bahan makanan wajib di daftar menu mereka. Keduanya menjadi salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Harganya yang murah dan nutrisinya yang tinggi menjadikan dua bahan makanan wajib di daftar menu mereka. Di samping itu, makanan yang kaya akan protein nabati ini juga menjadi makanan pengganti daging untuk orang-orang yang memilih menjadi vegetarian. Meskipun terbuat dari bahan baku yang sama, keduanya memiliki kandungan nutrisi, rasa, dan bentuk yang berbeda. kandungan nutrisinya serupa dalam beberapa hal, ada beberapa perbedaan antara keduanya. Karena tempe biasanya dibuat dengan kacang-kacangan atau biji-bijian, tempe secara signifikan lebih kaya kalori, protein, dan serat. Faktanya, hanya 3 ons (85 gram) tempe menyediakan 7 gram serat. Angka ini telah memenuhi 28 persen asupan serat harian. Sementara itu, tahu lebih rendah protein. Namun, tahu memiliki lebih sedikit kalori. Meski begitu, tahu juga menawarkan sejumlah zat besi dan kalium. Tahu juga memiliki kalsium dua kali lebih tinggi daripada tempe. Kedua produk kedelai tersebut umumnya rendah sodium dan bebas kolesterol. Di samping itu, inilah beberapa persamaan antara keduanya dalam hal kandungan nutrisi.
Co-Authors A. Juasmin Agus Anjar Ahmad K Akbar Azis Aminullah Aminullah Amrin Saragih Anisa Dimas Tutik Arifhan Ady Dj Arifhan Ady DJ Arlistria Muthmainnah Astuti, Asni Widya Aulia, Filzah Awal Novitanto Bahasoan Ciranita Kanaka Suryadinata Santamanggala Darius Andana Dian Rahmayanti Rivai Dina Mariana Dina Marni Dwi Meutia Hasni Elen Inderasari ELIHAMI, ELIHAMI Fachrul Chandra Fadiyah Nurhanasah.S Fatma Fatma Firdan Umar Arisyawal Furi Furnamasari, Yayang Giffari Aprillianto Rifaldi Gito Supriyadi Harun Hayyu Bahrul Bambang Heri Azwansyah Hesti Platini Hilma Maulida Fadliana Ichwan Riodini Ihsan Ansari, Muhammad Ikram Ikram Indra Basir Junita Junita Laksono Trisnantoro Lisa Anggriani Tanjung lulu ilhikmah Magfirah Markus Bamba, Pampang Arruan Masud, Anis Anshari MERIYANTO . Miranty Trinawaty Misna Misna Muh. Burhan Muh. Nadir Muhammad Akbar Muhammad Ali Nur Rohman Muhammad Ridwannor Kharysmy Muhammad Sobarsyah N Nurjannah N Nurjannah, N Nurjannah Nasution, Annio Indah Lestari Nasution, Hamidah . Nor Aizyah Nur Ariyandani Nur Ariyandani Nur Halima Yusuf Nur Hidayah Nurfajriani Arfah Nurmasari Nurmasari Nurwahyuni Panggih Nur Adi Puji Arisa Pujma Rizqy Fadetra Putri Junita Ramli Supu Rentami, Nella Rizky Andrianto Rohana Rohana Ryan Gabriel Siringoringo S. Nurlaily Kadarini Safrida Lubis Sartika Sartika Shakinah Mawaddah Sri Hartati Pratiwi Sri Utami Permata Sri Wahyuni Tanjung Suci Wulandari Sudirman Sudirman Susany Soplanit Tengku Riza Zarzani N Titin Meirani Toni Toni Wasna Wasna Yulizar Sukma Rani