Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI YOGHURT RASA PISANG AMBON Nugraha, Wahyu; Koesoemawardani, Dyah; Nurainy, Fibra; Rizal, Samsul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6364

Abstract

Yoghurt rasa pisang ambon merupakan varian rasa yoghurt. Penambahan buah mengakibatkan tekstur yoghurt berair sehingga membutuhkan bahan penstabil. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi karagenan yang menghasilkan yoghurt rasa pisang ambon dengan sifat fisikokimia dan sensori yoghurt buah pisang ambon sesuai SNI 2981:2009. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yaitu konsentrasi karagenan pada taraf K0 (tanpa penambahan karagenan), K1 (0,1%), K2 (0,2%), K3 (0,3%), K4 (0,4%), K5 (0,5%) b/v. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Barllet dan Tukey lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNT pada taraf 5%. Masing-masing sampel dari setiap ulangan diuji sensori, fisik, dan kimia. Hasil penelitian ini menghasilkan yogurt plain terbaik pada penambahan karagenan sebesar 0,5% b/v (K5) dengan kriteria sineresis 39,61%, viskositas 2,28 cps, total asam 0,56%, TPT 12,60⁰brix, kadar abu 0,38%, kadar protein 3,81%, kadar lemak 2,37%, total BAL 8,94 log cfu/mL, kekentalan yoghurt kental (4,26), serta sensori hedonik agak disukai panelis.
KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM DARI KOMBINASI BEKATUL BERAS DAN SELULOSA SEKAM PADI Fiqinanti, Ningrum; Zulferiyenni, Zulferiyenni; Susilawati, Susilawati; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6382

Abstract

Plastik biodegradable adalah plastik ramah lingkungan yang dapat dibuat dari pati dan selulosa. Sekam padi mengandung 59,2% selulosa dan bekatul beras mengandung 39,8-48,1% pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bekatul beras dan selulosa sekam padi terhadap karakteristik biodegradable film yang dihasilkan dan untuk mendapatkan perlakuan terbaik sesuai dengan Japanese Industrial Standard (JIS). Penelitian ini disusun dalam RAKL dengan tiga ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P01 (10 g bekatul beras), P02 (10 g selulosa sekam padi), P1 (3 g bekatul beras : 7 g selulosa sekam padi), P2 (4 g bekatul beras : 6 g selulosa sekam padi) , P3 (5 g bekatul beras : 5 g selulosa sekam padi), P4 (6 g bekatul beras : 4 g selulosa sekam padi), P5 (7 g bekatul beras: 3 g selulosa sekam padi). Sekam padi dihaluskan dan disaring kemudian direndam dengan NaOH 2,5% dan dihidrolisis menggunakan H2O2 2%, kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Data kuat tarik, persen pemanjangan dan lajutransmisi uap air diuji kesamaan ragamnya dengan uji Bartletts dan kenambahan data diuji dengan uji Tuckey. Data kemudian dilakukan analisis sidik ragam dan diolah lebih lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil terbaik diperoleh pada 6 g bekatul beras : 4 g selulosa sekam padi dengan niali kuat tarik 11,505 MPa, persen pemanjangani 28,392%, dan laju transmisi uap air 6,548 g/m2/jam. Film biodegradable terurai 14 hari dengan uji biodegradabilitas
Application of Alginate-Based Edible Coating with Beeswax Addition on Minimally Processed Pears (Pyrus bretschneideri Rehd.) Luthfiyyah, Maftukh Zaina; Fadhallah, Esa Ghanim; Herdiana, Novita; Nurainy, Fibra
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.927-935

Abstract

Pears, especially after being cut, tended to experience a decline in quality and damage such as enzymatic browning, moisture loss, and texture changes. The application of alginate-based edible coating with the addition of beeswax was one of the innovations that could be applied to minimally processed pears to slow down the rate of deterioration. This study aimed to determine the effect of beeswax concentration in alginate-based edible coating solutions on the freshness of minimally processed pears and to identify the optimal beeswax concentration using the star method. The study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) in a non-factorial arrangement with the addition of beeswax. The treatments consisted of six levels: BK as the control, B0 (alginate), B2 (alginate + 2% beeswax), B4 (alginate + 4% beeswax), B6 (alginate + 6% beeswax), and B8 (alginate + 8% beeswax), each with four replications. The results showed that the addition of beeswax to the alginate-based edible coating had a significant effect on moisture content, weight loss, firmness, total soluble solids, and color. The best treatment for maintaining pear freshness according to the star method was B4 (4% beeswax), which had a moisture content of 85.66%, weight loss of 1.79%, firmness of 874.63 gf, total soluble solids of 11.28 ËšBrix, and a lightness (L) value of 68.30 on day 12 of storage.
Perbaikan Mutu Emping Mlinjo Dengan Menjaga Sanitasi dan Hygenitas Di Desa Hajimena Natar Lampung Selatan Koesoemawardani, S.Pi., M.P., Dyah; Nurdjanah, Siti; Nurainy, Fibra; Hidayati, Sri
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Hajimena termasuk salah satu wilayah di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dengan jarak kurang lebih 50 km dari ibu kota Kabupaten Lampung Selatan dan 20 km dengan Ibu Kota Provinsi Lampung jumlah penduduk mencapai 1435 KK.  Luas lahan desa Hajimen yang bukan areal persawahan mencapai 13,189 Ha, lahan ini di antaranya ditanami pohon mlinjo, sedangkan di Dusun Sidorejo  terdapat beberapa pengrajin emping mlinjo yang masih bertahan.  Permasalahan yang timbuh pada mitra yaitu proses pengolahan emping mlinjo belum memperhatikan sanitasi dan htgienitas, produk yang dihasilkan mempunyai ukuran yang belum seragam, belum ada kemasan emping mlinjo yang menarik, belum ada pengetahuan tentang pemasaran secara digital Oleh karena itu, kegiatan pengabdian oleh tim dosen THP FP Universitas Lampung memberikan penyuluhan tentang teknologi pengolahan emping mlinjo dengan tepat beserta pemutaran video, penyuluhan tentang penanganan bahan baku yang tepat, penyuluhan tentang kemasan danpemasaran emping mlinjo secara digital. Hasil pre tes peserta menghasilkan nilai 50, setelah dilakukan penyuluhan hasil post tes menunjukkan peningkatan nilai yaitu mencapai nilai 90.  Hal itu berarti peserta sudah memahami beberapa hal yang disampaikan oleh tim pengabdian.  Selanjutnya, setelah kegiatan pelatihan tentang kemasan emping mlinjo berhasil memasarkan emping hingga bisa dipajang digerai café Agriku jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SALE PISANG KELOMPOK USAHA BERSAMA AISYAH DI DESA SUKAJAWA KECAMATAN BUMI RATU NUBAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Nurainy, Fibra; Suroso, Erdi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pisang banyak melimpah di daerah Suka Jawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban Lampung Tengah. Produksi yang melimpah memberikan inspirasi bagi sebagian masyarakat khususnya ibu-ibu Aisyiah yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Aisyiah untuk memanfaatkan pisang menjadi produk olahan berupa Sale pisang. Hal yang menjadi permasalahan pada KUB Aisyah di Bumi Ratu Nuban adalah sale pisang yang dihasilkan masih kurang bagus mutunya, karena memiliki tekstur yang keras, rasa yang kurang enak, dan bentuk yang tidak menarik. Banyak faktor yang berpengaruh dalam pembuatan sale pisang, antara lain adalah pemilihan bahan baku dan proses pengolahannya. Mutu sale pisang yang dihasilkan oleh KUB tersebut belum baik karena kurangnya pengetahuan anggota dalam produksi sale pisang. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan kepada para kaum ibu anggota UKM tersebut mengenai proses pengolahan sale pisang yang benar sehingga dapat diperoleh sale pisang goreng yang bermutu. Kegiatan pelatihan ini sangat dinanti kelompok sasaran dan mereka antusias untuk mengikuti kegiatan karena selama ini mereka haus akan pembinaan dan pendampingan yang intensif. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai teknologi pengolahan sale pisang dari nilai rata-rata 40 menjadi 80. Kata kunci: penyuluhan, pelatihan, sale pisang, perbaikan mutu
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Cookies Tiwul dan Kerupuk Tiwul Di KWT Kenanga ds Sukajawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah Nurainy, Fibra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.178

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga yang berada di Kecamatan Bumi Ratu Nuban merupakan KWT yang melalukan usaha diversifikasi produk singkong. Produk KWT Kenanga saat ini adalah Tiwul kering yang dikemas dan selanjutnya dijual di pasaran. Pada produksi tiwul terdapat tiwul yang berbentuk butiran halus yang tidak memenuhi kriteria untuk dijual disebut sebagai tiwul afkir ( off grade). Untuk meningkatkan nilai jual dan nilai ekonomi tiwul afkir perlu dilakukan diversifikasi produk . Pada kesempatan ini dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan cookies tiwul dan kerupuk tiwul. Beberapa permasalahan yang ditemukan adalah a).produk diversifikasi produk tiwul masih terbatas jenisnya, b) mitra belum menguasai teknologi pengolahan cookies tiwul dan kerupuk tiwul, c). mitra belum menguasai pengetahuan tentang kemasan dan pelabelan produk makanan . Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1). melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang teknologi diversifikasi produk tiwul 2). membantu memperbaiki sistem kemasan, pelabelan dan pemasaran, 3). Pemberian fasilitas peralatan untuk mendukung usaha diversifikasi produk berbasis tiwul. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terciptanya KWT yang tangguh dan tanggap dengan perkembangan teknologi dan tuntutan konsumen akan jenis dan kualitas produk yang dihasilkan, teraplikasikannya teknologi diversifikasi tiwul sehingga tercapai nilai tambah produk yang diinginkan, terwujudnya jejaring pasar yang luas dan sistem pemasaran dan promosi yang lebih baik serta terbukanya peluang kerja baru serta terciptanya sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mitra sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, praktek dan mengaplikasikan praktek . Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengolahan tiwul dan diversifikasi produk tiwul dari nilai rata-rata 50 menjadi 80. Hasil penyuluhan dan pelatihan selanjutnya dipraktekkan dan dikembangkan secara mandiri oleh mitra sehingga untuk cookies tiwul sudah mendapat tempat pemasaran di salah satu swalayan di Lampung Tengah.
ANALISIS PROKSIMAT TAHU SUSU KAMBING DENGAN KOAGULAN ASAM ASETAT Larassati, Dyah Putri; Susilawati; Nurainy, Fibra
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v4i1.4125

Abstract

Tahu adalah hasil produk dengan bahan kedelai yang sering dijumpai di Indonesia. Sejauh ini tahu sering dijadikan sebagai lauk pauk karena sumber protein. Untuk meningkatkan protein tahu maka dapat menggunakan penambahan susu kambing karena pemanfataannya yang masih kurang. Dalam pembuatan tahu penggumpalan sangatlah penting dalam menghasilkan tahu. Asam asetat adalah salah satu bahan penggumpal yang cukup mudah ditemui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi antara penambahan susu kambing dengan asam asetat sebagai koagulannya terhadap sifat proksimat tahu susu yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor yaitu penambahan susu kambing sebanyak 15% (K1), 25% (K2), 35% (K3) v/v dari susu kedelai yang digunakan dan asam asetat sebagai koagulan yaitu 4% (A1); 4,5% (A2); 5% (A3); 5,5% (A4) v/v dari susu yang digunakan. Tahu susu yang dihasilkan kemudian dianalisis yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan karbohidrat (by difference). Hasil analisis proksimat yang diperoleh kemudian diuji analisis ragamnya dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Polinomial Ortogonal. Penambahan susu kambing sebanyak 15% dan asam asetat sebanyak 4,5% mampu menghasilkan kualitas yang baik dengan bahan susu kambing terkecil dengan kadar air 78,79%, kadar abu 1,25%, protein 10,27%, kadar lemak 2,89% dan kadar karbohidrat 6,80%.
Co-Authors -, Naomi Azzahra A. S. Suharyono Aditya Wahyu Nugraha Affanti, Renita Ahmad Sapta Zuidar Ahmad Sapta Zuidar Amanda Putra Seta Andi Antonika Ardiansyah - Artha Regina Tambunan Azhari Rangga Azhari Rangga Chintia Agrefina Brilian Danar Tri Winanti, Diki Dewi Wulan Sari Didit Haryanto Diki Winanti Dinda Dwi Jessica Dyah Koesoemawardan Dyah Koesoemawardani Dyah Koesoemawardani Eka Intan Kumala Putri Erdi Suroso Esa Ghanim Fadhallah Esa Susanti Etika, Delya Fiqinanti, Ningrum Fransisca Debora Hakim, Shahelia Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Herdiana, Novita Hotma Ria Tumanggor Ika Mulawati Ikrar Triastuti Ikrar Triastuti Indraningtyas, Lathifa Indraputri, Qalbina Rifka Jessica, Dinda Dwi Julieta, Kensa Kamilah Hafsah, Latifah Koesoemawardani, S.Pi., M.P., Dyah Larassati, Dyah Putri Latifah Kamilah Hafsah Lidya Sari Mas Indah, Lidya Sari Mas Luthfiyyah, Maftukh Zaina M A Chozin M Rakha Pradipta Virhananda Mahesa Reyhan Prayoga Maria Erna Maulida Melvina Putri Melda Safitri Melvina Putri, Maulida Melza Fitriani Merliyanisa Merliyanisa Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang, Merry Monika Mubarik, Depri Muhamad Kurniadi Muhammad Iqbal Meyza Nadyra Sari Ningrum Fiqinanti Ningrum, Billa Aprilia Nisriinaa, Risa Nova Andriani Pratiwi Nurainy, Yulia Nurwijayanti Oktabriyana, Tiara Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Permatasari, Kartini Prasetyo, Yusuf Eko Pratama, Muhammad Rafy Wahyu Pratiwi, Nova Andriani Putri, Nadia Eka Qalbina Rifka Indraputri Renita Affanti Ribut Sugiharto Ribut Sugiharto Risa Nisriinaa Riyan Arip Wibowo Safitri, Melda Samsu Udayana Samsul Rizal Sari, Nadyra Siti Nurdjanah Siti Nurdjanah Siti Nurjanah Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Hidayati Subeki Subeki Suharyono - Suharyono - Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono, Suharyono Susi Astuti Susilawati Susilawati - Susilawati - Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sussi Astuti Syafita, Anggi Tanto Pratondo Utomo Teguh Setiawan Ulfa, Dzakiya Virhananda, M Rakha Pradipta Wahyu Nugraha Wan Abbas Zakaria Winanti, Diki Winanti, Diki Danar Tri Wisnu Satyajaya Yudiantoro Yudiantoro Zahra Catrinnada Corie Zulferiyenni - Zulferiyenni Zulferiynni Zulferiyenni, Zulferiyenni Zulferiynni, Zulferiyenni