Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENGOLAHAN SALE PISANG KELOMPOK USAHA BERSAMA AISYAH DI DESA SUKAJAWA KECAMATAN BUMI RATU NUBAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Nurainy, Fibra; Suroso, Erdi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pisang banyak melimpah di daerah Suka Jawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban Lampung Tengah. Produksi yang melimpah memberikan inspirasi bagi sebagian masyarakat khususnya ibu-ibu Aisyiah yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Aisyiah untuk memanfaatkan pisang menjadi produk olahan berupa Sale pisang. Hal yang menjadi permasalahan pada KUB Aisyah di Bumi Ratu Nuban adalah sale pisang yang dihasilkan masih kurang bagus mutunya, karena memiliki tekstur yang keras, rasa yang kurang enak, dan bentuk yang tidak menarik. Banyak faktor yang berpengaruh dalam pembuatan sale pisang, antara lain adalah pemilihan bahan baku dan proses pengolahannya. Mutu sale pisang yang dihasilkan oleh KUB tersebut belum baik karena kurangnya pengetahuan anggota dalam produksi sale pisang. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan kepada para kaum ibu anggota UKM tersebut mengenai proses pengolahan sale pisang yang benar sehingga dapat diperoleh sale pisang goreng yang bermutu. Kegiatan pelatihan ini sangat dinanti kelompok sasaran dan mereka antusias untuk mengikuti kegiatan karena selama ini mereka haus akan pembinaan dan pendampingan yang intensif. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai teknologi pengolahan sale pisang dari nilai rata-rata 40 menjadi 80. Kata kunci: penyuluhan, pelatihan, sale pisang, perbaikan mutu
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Cookies Tiwul dan Kerupuk Tiwul Di KWT Kenanga ds Sukajawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah Nurainy, Fibra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.178

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga yang berada di Kecamatan Bumi Ratu Nuban merupakan KWT yang melalukan usaha diversifikasi produk singkong. Produk KWT Kenanga saat ini adalah Tiwul kering yang dikemas dan selanjutnya dijual di pasaran. Pada produksi tiwul terdapat tiwul yang berbentuk butiran halus yang tidak memenuhi kriteria untuk dijual disebut sebagai tiwul afkir ( off grade). Untuk meningkatkan nilai jual dan nilai ekonomi tiwul afkir perlu dilakukan diversifikasi produk . Pada kesempatan ini dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan cookies tiwul dan kerupuk tiwul. Beberapa permasalahan yang ditemukan adalah a).produk diversifikasi produk tiwul masih terbatas jenisnya, b) mitra belum menguasai teknologi pengolahan cookies tiwul dan kerupuk tiwul, c). mitra belum menguasai pengetahuan tentang kemasan dan pelabelan produk makanan . Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1). melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang teknologi diversifikasi produk tiwul 2). membantu memperbaiki sistem kemasan, pelabelan dan pemasaran, 3). Pemberian fasilitas peralatan untuk mendukung usaha diversifikasi produk berbasis tiwul. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terciptanya KWT yang tangguh dan tanggap dengan perkembangan teknologi dan tuntutan konsumen akan jenis dan kualitas produk yang dihasilkan, teraplikasikannya teknologi diversifikasi tiwul sehingga tercapai nilai tambah produk yang diinginkan, terwujudnya jejaring pasar yang luas dan sistem pemasaran dan promosi yang lebih baik serta terbukanya peluang kerja baru serta terciptanya sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mitra sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, praktek dan mengaplikasikan praktek . Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengolahan tiwul dan diversifikasi produk tiwul dari nilai rata-rata 50 menjadi 80. Hasil penyuluhan dan pelatihan selanjutnya dipraktekkan dan dikembangkan secara mandiri oleh mitra sehingga untuk cookies tiwul sudah mendapat tempat pemasaran di salah satu swalayan di Lampung Tengah.
ANALISIS PROKSIMAT TAHU SUSU KAMBING DENGAN KOAGULAN ASAM ASETAT Larassati, Dyah Putri; Susilawati; Nurainy, Fibra
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v4i1.4125

Abstract

Tahu adalah hasil produk dengan bahan kedelai yang sering dijumpai di Indonesia. Sejauh ini tahu sering dijadikan sebagai lauk pauk karena sumber protein. Untuk meningkatkan protein tahu maka dapat menggunakan penambahan susu kambing karena pemanfataannya yang masih kurang. Dalam pembuatan tahu penggumpalan sangatlah penting dalam menghasilkan tahu. Asam asetat adalah salah satu bahan penggumpal yang cukup mudah ditemui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi antara penambahan susu kambing dengan asam asetat sebagai koagulannya terhadap sifat proksimat tahu susu yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor yaitu penambahan susu kambing sebanyak 15% (K1), 25% (K2), 35% (K3) v/v dari susu kedelai yang digunakan dan asam asetat sebagai koagulan yaitu 4% (A1); 4,5% (A2); 5% (A3); 5,5% (A4) v/v dari susu yang digunakan. Tahu susu yang dihasilkan kemudian dianalisis yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan karbohidrat (by difference). Hasil analisis proksimat yang diperoleh kemudian diuji analisis ragamnya dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Polinomial Ortogonal. Penambahan susu kambing sebanyak 15% dan asam asetat sebanyak 4,5% mampu menghasilkan kualitas yang baik dengan bahan susu kambing terkecil dengan kadar air 78,79%, kadar abu 1,25%, protein 10,27%, kadar lemak 2,89% dan kadar karbohidrat 6,80%.
Application of Alginate-Based Edible Coating with Beeswax Addition on Minimally Processed Pears (Pyrus bretschneideri Rehd.) Maftukh Zaina Luthfiyyah; Esa Ghanim Fadhallah; Novita Herdiana; Fibra Nurainy
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.927-935

Abstract

Pears, especially after being cut, tended to experience a decline in quality and damage such as enzymatic browning, moisture loss, and texture changes. The application of alginate-based edible coating with the addition of beeswax was one of the innovations that could be applied to minimally processed pears to slow down the rate of deterioration. This study aimed to determine the effect of beeswax concentration in alginate-based edible coating solutions on the freshness of minimally processed pears and to identify the optimal beeswax concentration using the star method. The study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) in a non-factorial arrangement with the addition of beeswax. The treatments consisted of six levels: BK as the control, B0 (alginate), B2 (alginate + 2% beeswax), B4 (alginate + 4% beeswax), B6 (alginate + 6% beeswax), and B8 (alginate + 8% beeswax), each with four replications. The results showed that the addition of beeswax to the alginate-based edible coating had a significant effect on moisture content, weight loss, firmness, total soluble solids, and color. The best treatment for maintaining pear freshness according to the star method was B4 (4% beeswax), which had a moisture content of 85.66%, weight loss of 1.79%, firmness of 874.63 gf, total soluble solids of 11.28 ËšBrix, and a lightness (L) value of 68.30 on day 12 of storage.
Chemical, Physical and Sensory Characteristics of Powdered Drinks in Various Formulations of Pineapple Juice and Sweet Orange Juice Astuti, Sussi; Mutiara Jayanti, Rienda; Nurainy, Fibra; Rizal, Samsul; Widaputri, Silaturahmi; Indraningtyas, Lathifa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 14 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Fruit powdered drink products can be made by combining pineapple juice (SN) and sweet orange juice (SJ). This study aims to evaluate the chemical, physical, and organoleptic characteristics of powder beverages with various SN and SJ compositions, and determine the optimal formulation. The research method used a Complete Randomized Block Design (CRBD) with one factor repeated four times. The factor studied was the ratio of SN and SJ in six levels: 100%:0% (P1), 80%:20% (P2), 60%:40% (P3), 40%:60% (P4), 20%:80% (P5), and 0%:100% (P6). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and followed by Least Significant Difference (LSD) test at 5% significance level. Results showed that SN and SJ combinations significantly influenced chemical, physical and sensory parameters. The P5 formulation (20% SN: 80% SJ) was selected as the optimal treatment with the best characteristics across all tested parameters.
PENENTUAN UMUR SIMPAN COOKIES DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SINGKONG METODE ACCELERATED SHEL LIFE TESTING (ASLT) DENGAN MODEL ARRHENIUS ginesti; Samsul Rizal; Fibra Nurainy; Sri Hidayati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.11292

Abstract

Cookies merupakan jenis kue kering yang berukuran kecil, berbentuk datar, dan memiliki cita rasa manis karena diolah dengan cara dipanggang. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan umur simpan cookies yang diformulasikan dengan penambahan tepung daun singkong, menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) berdasarkan model Arrhenius. Cookies dibuat dengan formulasi 94% tepung mocaf dan 6% tepung daun singkong, kemudian dikemas menggunakan plastik OPP dan aluminium foil. Produk disimpan pada suhu 25°C, 35°C, dan 45°C selama 30 hari. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan kadar air, warna, dan asam lemak bebas. Parameter kritis yang digunakan dalam penentuan umur simpan adalah asam lemak bebas, karena berkaitan langsung dengan tingkat ketengikan produk. Hasil menunjukkan bahwa cookies mengalami peningkatan asam lemak bebas selama penyimpanan, dengan pola kinetika reaksi mengikuti orde nol. Umur simpan cookies pada suhu 25°C berdasarkan parameter asam lemak bebas adalah 154 hari untuk kemasan alumunium foil dan 141 hari untuk kemasan kemasan OPP. Hasil ini menunjukkan bahwa aluminium foil lebih efektif dalam mempertahankan kestabilan mutu produk selama penyimpanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis kemasan dan suhu penyimpanan berperan penting dalam menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan cookies berbasis tepung daun singkong.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN PADA COFFEE FASTE DI KOTA BANDAR LAMPUNG Rosa Rizki Ramadani; Fibra Nurainy; Teguh Setiawan; Wisnu Satyajaya
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.12773

Abstract

The coffee shop industry in Indonesia has experienced rapid growth along with the increasing coffee consumption culture and changes in people’s lifestyles. This condition also occurred in Bandar Lampung City, which was marked by the emergence of many coffee shops that intensified competition among business actors. This competition required coffee shop businesses to understand consumer needs and expectations in order to maintain customer satisfaction and loyalty. Coffee Faste Signature, as one of the coffee shops in Bandar Lampung City, needed to evaluate the performance of product, price, service, and facility attributes provided to consumers. This study aimed to identify consumer characteristics, analyze the level of importance and performance of service attributes, and analyze consumer satisfaction with product, price, service, and facility attributes at Coffee Faste in Bandar Lampung City. The research was conducted from November to December 2025 and involved 100 respondents determined using the Slovin formula with a 90% confidence level and a 10% margin of error through an accidental sampling technique. The analytical methods used included descriptive analysis, validity and reliability tests, Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI). The results showed that social media promotion, cleanliness of rooms and equipment, and the availability and function of supporting facilities were positioned in Quadrant I as the main priorities for improvement. The average conformity level reached 101%, indicating that the overall performance of Coffee Faste Signature was categorized as good. The CSI value of 83.59% indicated that consumers were very satisfied with the products, prices, services, and facilities provided.
PENGARUH FORMULASI TEPUNG JEWAWUT DAN TEPUNG KEDELAI HITAM TERHADAP SIFAT KIMIA, FISIK, DAN SENSORI FLAKES Sussi Astuti; Nurul Jannah; Susilawati; Fibra Nurainy
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v5i1.12809

Abstract

Millet is a local cereal rich in starch and dietary fiber, while black soybeans are known as a source of vegetable protein with high nutritional value. Utilization of these two ingredients in the form of flakes is expected to produce cereal products with good physical characteristics and balanced nutritional quality. This study aims to examine the effect of millet flour and black soybean flour formulations on the chemical, physical, and sensory quality of flakes, and to determine the best formulation that meets the requirements of the Indonesian National Standard for cereal milk (SNI No. 01-4270-1996). The study was arranged using a one-factor Randomized Complete Block Design (RAKL) with six treatment levels and four replications, namely the ratio of millet flour and black soybean flour: 100%:0% (P0), 90%:10% (P1), 80%:20% (P2), 70%:30% (P3), 60%:40% (P4), and 50%:50% (P5). The data were tested for homogeneity using the Bartlett test and Tukey's addition test, then analyzed for variance and further Least Significant Difference (LSD) test at 5% level. Formulation P1 (90% millet flour: 10% black soybean flour) produced the best quality flakes with a water content of 4.50%, ash content of 3.20%, hardness value of 20.95 N, and water absorption of 51.00%, texture score of 3.65 (like), color 4.00 (like), aroma 3.50 (somewhat like), taste 3.69 (like), and overall acceptance 3.95 (like). The best treatment flakes contained 9.02% protein, 7.73% fat, 75.55% carbohydrate, and 25.21% crude fiber.
UJI ORGANOLEPTIK DAN MIKROBIOLOGI MINUMAN SINBIOTIK DARI EKSTRAK CINCAU HIJAU (Premna oblongifolia Merr) Suharyono, A. S.; Nurainy, Fibra; Rizal, Samsul; Kurniadi, Muhamad
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.517 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13594

Abstract

Telah dilakukan uji organoleptis dan mikrobiologi minuman sinbiotik hasil ekstrak cincau hijau (Premnaoblongifolia Merr). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan sukrosa pada minumansinbiotik dari ekstrak cincau hijau yang menghasilkan karakteristik organoleptik dan mikrobiologi yang sesuaidengan standar minuman laktat supaya dapat diterima konsumen. Penelitian ini menggunakan satu faktorperlakuan dengan tiga pengulangan. Faktor tersebut adalah konsentrasi penambahan larutan sukrosa terhadappembuatan minuman sinbiotik dari ekstrak cincau hijau. Perlakuan penambahan sukrosa (PS) terdiri dari 0%(PS0), 5% (PS5), 10% (PS10), dan 15% (PS15) (b/v). Produk disimpan selama 28 hari, pengamatan dilakukansetiap satu minggu sekali terhadap penerimaan rasa, meningkatnya total bakteri asam laktat dan tingkat stabilitas.Data dari hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa karakteristik minuman sinbiotik dari ekstrak cincau hijau masih mampumemenuhi standar minuman laktat untuk dapat diterima konsumen selama penyimpanan (28 hari). Berdasarkanuji organoleptik minuman sinbiotik ekstrak cincau hijau pada setiap pengamatan selama penyimpanan, produkyang paling disukai panelis yaitu produk dengan penambahan larutan sukrosa 65% (b/v) sebanyak 15% (v/v),produk masih memenuhi standar total bakteri asam laktat minimal 1,0x107 cfu/ml dan penerimaan tertinggiterhadap skor uji organoleptik. Semakin banyak larutan sukrosa dan lama waktu penyimpanan maka nilai tingkatkekeruhan produk semakin tinggi, berarti produk minuman sinbiotik tersebut semakin tidak stabil.
Co-Authors -, Naomi Azzahra Aditya Wahyu Nugraha Affanti, Renita Ahmad Sapta Zuidar Ahmad Sapta Zuidar Amanda Putra Seta Andi Antonika Ardiansyah - Artha Regina Tambunan Azhari Rangga Azhari Rangga Chintia Agrefina Brilian Danar Tri Winanti, Diki Dewi Wulan Sari Didit Haryanto Diki Winanti Dinda Dwi Jessica Dyah Koesoemawardan Dyah Koesoemawardani Dyah Koesoemawardani Eka Intan Kumala Putri Erdi Suroso Esa Ghanim Fadhallah Esa Susanti Etika, Delya Fiqinanti, Ningrum Fransisca Debora ginesti Hakim, Shahelia Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Herdiana, Novita Hotma Ria Tumanggor Ika Mulawati Ikrar Triastuti Ikrar Triastuti Indraningtyas, Lathifa Indraputri, Qalbina Rifka Jannah, Nurul Jessica, Dinda Dwi Julieta, Kensa Kamilah Hafsah, Latifah Koesoemawardani, S.Pi., M.P., Dyah Larassati, Dyah Putri Latifah Kamilah Hafsah Lidya Sari Mas Indah, Lidya Sari Mas M A Chozin M Rakha Pradipta Virhananda Maftukh Zaina Luthfiyyah Mahesa Reyhan Prayoga Maria Erna Maulida Melvina Putri Melda Safitri Melvina Putri, Maulida Melza Fitriani Merliyanisa Merliyanisa Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang, Merry Monika Mubarik, Depri Muhamad Kurniadi Muhammad Iqbal Meyza Mutiara Jayanti, Rienda Nadyra Sari Ningrum Fiqinanti Ningrum, Billa Aprilia Nisriinaa, Risa Nova Andriani Pratiwi Novita Herdiana Nurainy, Yulia Nurwijayanti Oktabriyana, Tiara Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Permatasari, Kartini Prasetyo, Yusuf Eko Pratama, Muhammad Rafy Wahyu Pratiwi, Nova Andriani Putri, Nadia Eka Qalbina Rifka Indraputri Renita Affanti Ribut Sugiharto Ribut Sugiharto Risa Nisriinaa Riyan Arip Wibowo Rosa Rizki Ramadani Safitri, Melda Samsu Udayana Samsul Rizal Samsul Rizal Sari, Nadyra Siti Nurdjanah Siti Nurdjanah Siti Nurjanah Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Hidayati Subeki Subeki Suharyono - Suharyono - Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono, A. S. Suharyono, Suharyono Susi Astuti Susilawati Susilawati - Susilawati - Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sussi Astuti Syafita, Anggi Tanto Pratondo Utomo Teguh Setiawan Ulfa, Dzakiya Virhananda, M Rakha Pradipta Wahyu Nugraha Wan Abbas Zakaria Widaputri, Silaturahmi Winanti, Diki Winanti, Diki Danar Tri Wisnu Satyajaya Yudiantoro Yudiantoro Zahra Catrinnada Corie Zulferiyenni - Zulferiyenni Zulferiynni Zulferiyenni, Zulferiyenni Zulferiynni, Zulferiyenni