Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM DARI KOMBINASI BEKATUL BERAS DAN SELULOSA SEKAM PADI Ningrum Fiqinanti; Zulferiyenni Zulferiyenni; Susilawati Susilawati; Fibra Nurainy
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2022): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6382

Abstract

Plastik biodegradable adalah plastik ramah lingkungan yang dapat dibuat dari pati dan selulosa. Sekam padi mengandung 59,2% selulosa dan bekatul beras mengandung 39,8-48,1% pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bekatul beras dan selulosa sekam padi terhadap karakteristik biodegradable film yang dihasilkan dan untuk mendapatkan perlakuan terbaik sesuai dengan Japanese Industrial Standard (JIS). Penelitian ini disusun dalam RAKL dengan tiga ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P01 (10 g bekatul beras), P02 (10 g selulosa sekam padi), P1 (3 g bekatul beras : 7 g selulosa sekam padi), P2 (4 g bekatul beras : 6 g selulosa sekam padi) , P3 (5 g bekatul beras : 5 g selulosa sekam padi), P4 (6 g bekatul beras : 4 g selulosa sekam padi), P5 (7 g bekatul beras: 3 g selulosa sekam padi). Sekam padi dihaluskan dan disaring kemudian direndam dengan NaOH 2,5% dan dihidrolisis menggunakan H2O2 2%, kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Data kuat tarik, persen pemanjangan dan lajutransmisi uap air diuji kesamaan ragamnya dengan uji Bartletts dan kenambahan data diuji dengan uji Tuckey. Data kemudian dilakukan analisis sidik ragam dan diolah lebih lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil terbaik diperoleh pada 6 g bekatul beras : 4 g selulosa sekam padi dengan niali kuat tarik 11,505 MPa, persen pemanjangani 28,392%, dan laju transmisi uap air 6,548 g/m2/jam. Film biodegradable terurai 14 hari dengan uji biodegradabilitas
FORMULASI TEPUNG KACANG MERAH DAN TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI BAKSO ANALOG JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Fransisca Debora; Susilawati Susilawati; Fibra Nurainy; Sussi Astuti
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7061

Abstract

Bakso analog jamur tiram putih pada penelitian ini adalah bakso yang berbahan baku jamur tiram putih dengan penambahan tepung kacang merah dan tapioka.  Tujuan penelitian untuk mendapatkan formulasi tepung kacang merah dan tapioka yang menghasilkan bakso analog jamur tiram putih dengan sifat fisikokimia dan sensori terbaik mendekati SNI 3818:2014 tentang standar mutu bakso daging. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan menggunakan faktor tunggal yang terdiri dari 6 taraf formulasi kacang merah dan tapioka yaitu P0 (0% :100%), P1 (10% : 90%), P2 (20% : 80%), P3 (30% : 70%), P4 (40% : 60%), dan P5 (50% :50%).  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Barlett dan Tukey dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNT pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi tepung kacang merah dan tapioka terbaik pada perlakuan P1 (10% : 90%) yang menghasilkan kadar air sebesar 68,59%, kadar lemak sebesar 0,19%, kadar protein sebesar 2,56%, kadar karbohidrat sebesar 27,37%, kadar abu sebesar 1,35%, kadar serat kasar sebesar 3,71%, warna putih keabuan, tekstur kenyal, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan yang disukai oleh panelis.  
ANALISIS KADAR ASAM KLOROGENAT DAN KAFEIN BERDASARKAN PERBEDAAN LOKASI PENANAMAN DAN SUHU ROASTING PADA KOPI ROBUSTA (C. canephora Pierre) M Rakha Pradipta Virhananda; Erdi Suroso; Fibra Nurainy; Suharyono Suharyono; subeki subeki; Wisnu Satyajaya
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2022): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6361

Abstract

Kopi memiliki senyawa kimia seperti kafein dan asam klorogenat. Kandungan senyawa kimia dalam kopi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat kematangan, tempat tanam, dan penanganan pasca panen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ketinggian lokasi tanam terhadap kadar senyawa asam klorogenat dan kadar kafein kopi robusta serta untuk mengetahui perbedaan suhu roasting terhadap kadar asam klorogenat dan kadar kafein kopi robusta. Penelitian disajikan secara deskriptif dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama yaitu perbedaan ketinggian lokasi tanam, yang terdiri K1 (Lampung Barat), K2 (Tanggamus), dan K3 (Way Kanan). Faktor kedua adalah suhu roasting, yang terdiri dari 2 level yaitu T1 (180oC), dan T2 (240oC). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi lokasi penanaman maka akan semakin tinggi kandungan kafein dan asam klorogenat biji kopi yang dihasilkan, sedangkan semakin tinggi suhu penyangraian maka kandungan kafein dan asam klorogenat biji kopi yang dihasilkan akan semakin rendah
FORMULASI GLISEROL DAN CMC DALAM PEMBUATAN BIODEGRADABLE FILM BERBASIS SELULOSA DAUN NANAS (Ananas comosus) FORMULATION OF GLYCEROL AND CMC IN MAKING BIODEGRADABLE FILM PINEAPPLE LEAF BASED (Ananas comosus) Zulferiyenni Zulferiyenni; Maulida Melvina Putri; Suharyono Suharyono; Fibra Nurainy
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8029

Abstract

Pineapple leaves contain 69.5-71.5% cellulose, which can be used as raw material to make biodegradable films. This study aimed to obtain the best formulation of glycerol and CMC for biodegradable films of pineapple leaves. This research used the triplo method to collect data three times in one sample. Samples are selected based on the best visual appearance and indicated by the few flocs in the sample. The treatment was composed of 6 formulations which were formulations of glycerol and CMC, namely P1 (0%:1%), P2 (0,5%:1,5%), P3 (1%:2%), P4 (1,5%:2,5%), P5 (2%:3%), P6 (2,5%:0%). The data on tensile strength, percent elongation, water vapour permeability, thickness, testing biodegradability and room temperature resistance is presented in pictures and will be discussed descriptively. Formulation of glycerol 1,5% and CMC 2,5% produces the best characteristics of biodegradable films with a tensile strength value of 113,52 MPa, a percent elongation value of 12,71%, and a thickness value of 0,18 mm. Biodegradable film pineapple leaves have a water vapour permeability value of 24,03 (g/m2/hour), biodegradability for 5 weeks and resistance to room temperature for 5 weeks without being overgrown by fungi.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK BAKERY (STUDI KASUS PADA USAHA NADIA ROTI) ANALYSIS OF MARKETING STRATEGY FOR BAKERY PRODUCTS (CASE STUDY ON NADIA ROTI BUSINESS) Latifah Kamilah Hafsah; Fibra Nurainy; Tanto Pratondo Utomo; Zulferiyenni Zulferiynni
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8020

Abstract

This study aims to analyze internal and external factors that influence the formulation of marketing strategies, formulate alternative strategies and recommend appropriate marketing strategies to be implemented by Nadia Roti's business. The data used in this study were primary data and secondary data. The data obtained were processed and analyzed by IFE (Internal Factor Evaluation) matrix, the EFE (External Factor Evaluation) matrix, the IE (Internal External) matrix, the SWOT matrix (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The analysis of the internal and external environment shows that Nadia Roti's business has a solid internal and external environment, so Nadia Roti's company was in quadrant I, namely, grow and build. Four alternative strategies were generated by the SWOT matrix, namely maintaining product quality to compete with its competitors, maintaining good relationships with consumers, implementing digital marketing and conducting product development. The recommended priority marketing strategy was to implement digital marketing.
Karakteristik Biodegradable Film Berbasis Selulosa Bungkil Inti Sawit (BIS) dengan Variasi Konsentrasi Plasticizer Gliserol dan Filler Glukomanan Dinda Dwi Jessica; Zulferiyenni -; Fibra Nurainy; Otik Nawansih
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9298

Abstract

Biodegradable film berbasis selulosa berpotensi sebagai bioplastik yang dapat terurai oleh mikroorganisme di dalam tanah. Bungkil inti sawit memiliki kandungan selulosa sebesar 23,36%.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh penambahan gliserol dan glukomanan terhadap karakteristik biodegradable film berbasis selulosa bungkil inti sawit, serta mengetahui pengaruh interaksi antara gliserol dan glukomanan terhadap karakteristik biodegradable film berbasis selulosa bungkil inti sawit. Penelitian inidisusundalamRancanganAcakKelompokLengkap(RAKL)dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi gliserol dengan kode (G) yang terdiri dari tiga konsentrasi (0%, 0,2% dan 0,4%) (v/v). Faktor kedua adalah konsentrasi glukomanan denngan kode (L) yang terdiri dari tiga konsentrasi (1%, 2% dan 3%) (b/v). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda terhadap karakteristik biodegradable film berbasis selulosa bungkil inti sawit.Karakteristik biodegradable film menghasilkan nilai kuat tarik dan laju transmisi uap air yang sudah memenuhi standar JIS 1975, dapat terdegradasi selama 3 minggu dan memiliki ketahanan suhu ruang selama 3 minggu. Namun nilai persen pemanjangan dan ketebalan belum memenuhi standar JIS 1975. A cellulose-based biodegradable film has the potential to be used as bioplastic that can decompose by microorganisms in the soil. Palm kernel expeller contains 23.36% cellulose. This research aims to determine the effect of adding glycerol and glucomannan on the characteristics of cellulose-based biodegradable film from palm kernel cake, as well as to understand the interaction effects between glycerol and glucomannan on these characteristics. The study was designed using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with two factors and three replications. The first factor is the concentration of glycerol coded (G), which consists of three concentrations (0%, 0.2%, and 0.4%) (v/v). The second factor is the concentration of glucomannan coded (L), which consists of three concentrations (1%, 2%, and 3%) (b/v). The research results showed significant differences in the characteristics of the cellulose-based biodegradable film from palm kernel expeller. The characteristics of the biodegradable film produced tensile strength and water vapor transmission rate values that met the JIS 1975 standard, could degrade within 3 weeks, and maintained room temperature stability for 3 weeks. However, the elongation percentage and thickness values did not meet the JIS 1975 standard. CHARACTERISTICS OF BIODEGRADABLE FILM BASED ON PALM KERNEL CELLULOSE (BIS) WITH VARIED CONCENTRATIONS OF GLYCEROL PLASTICIZER AND GLUCOMANNAN FILLER
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN DAN GLUKOMANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORI MI BASAH SUBTITUSI TEPUNG TALAS KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) Qalbina Rifka Indraputri; Ahmad Sapta Zuidar; Diki Danar Tri Winanti; Fibra Nurainy
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan dan glukomanan terhadap karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul serta mengetahui proporsi perbandingan karagenan dan glukomanan dengan karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul terbaik sesuai SNI 2987-2015. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 kali ulangan. Faktor yang digunakan yaitu formulasi karagenan dengan glukomanan dengan 5 taraf perlakuan yaitu P1 (0%:100%), P2 (25%:75%), P3 (50%:50%), P4 (75%:25%), P5 (100%:0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karagenan dan glukomanan berpengaruh terhadap sifat fisik dan sensori mi basah substitusi tepung talas kimpul. Mi basah perlakuan terbaik adalah perlakuan P4 (75% karagenan : 25% glukomanan) dengan nilai kadar air mi mentah 39,07%, kadar air mi matang 68,44%, daya serap air 117,98%, cooking loss 14,12%, skor tekstur (antara kenyal dan agak kenyal), skor warna (antara coklat pudar dan coklat), skor aroma (antara sangat khas talas kimpul dan agak khas talas kimpul), skor penerimaan keseluruhan (suka), kadar protein 3,72%, dan kadar abu tidak larut dalam asam 0,05%. 
KARAKTERISTIK KEMASAN BIOPLASTIK BERBASIS DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN MINYAK SAWIT Julieta, Kensa; Zulferiyenni, Zulferiyenni; Nurainy, Fibra; Hidayati, Sri
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10840

Abstract

Daun pandan wangi memiliki potensi tinggi untuk digunakan dalam pembuatan bioplastik. Daun pandan mengandung komponen selulosa 30-40% dan lignin 18-22% serta mudah terdegradasi oleh mikroorganisme di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tapioka dan minyak sawit terhadap karakteristik bioplastik berbasis daun pandan serta mengetahui pengaruh interaksi antara tapioka dan minyak sawit terhadap karakteristik bioplastik berbasis daun pandan wangi. Penelitian ini disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi tapioka dengan kode (T) yang terdiri dari tiga konsentrasi (1%, 1,5%, dan 2%) (b/v). Faktor kedua adalah konsentrasi minyak sawit dengan kode (M) yang terdiri dari tiga konsentrasi (0%, 0,3% dan 0,6%) (b/v). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang berbeda terhadap karakteristik bioplastik berbasis daun pandan. Semua karakteristik, kecuali nilai persen pemanjangan dari bioplastik yang dihasilkan sudah memenuhi standar JIS 1975, dapat terdegradasi selama 7 hari dan memiliki ketahanan suhu ruang selama 2 minggu.
ANALYSIS OF IMPORTANCE AND PERFORMANCE LEVELS AND CONSUMER SATISFACTION TOWARD CASSAVA CHIPS PRODUCTS AT ROBBANI SNACK MSME Nurainy, Fibra; Setiawan, Teguh; Satyajaya, Wisnu; Amelia, Della
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10747

Abstract

Robbani Snack was a micro, small, and medium enterprise (MSME) located in Gading Rejo District, Pringsewu Regency, Lampung. It was established in 2010 and operated in the snack food sector. At the time, Robbani Snack’s cassava chips experienced a decline in sales (slow-moving), and in some cases, they were sold close to their expiration dates. This condition indicated the need for an analysis of the importance and performance level of product attributes, as well as consumer satisfaction, in order to determine improvement priorities and enhance competitiveness. The study aimed to identify consumer characteristics, analyze the importance and performance levels, and assess consumer satisfaction with Robbani Snack's cassava chips product based on the 4P marketing mix (product, price, promotion, and place). This research employed descriptive analysis, Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI) to achieve its objectives. The results based on the IPA showed that the attributes in quadrant I (top priority) included uniformity of shape, packaging design, and ease of product availability. Attributes in quadrant II (maintain performance) included taste, crispiness, halal label, expiration date, price, and the location and convenience of purchase. Attributes in quadrant III (low priority) included flavor variants, color, packaging size, social media advertising, and specific discount offers, while quadrant IV (excessive) included thickness and discount offers during certain events. The Customer Satisfaction Index (CSI) calculation showed a consumer satisfaction level of 77.02%, indicating that the product had met consumer expectations. Keywords: Cassava chips, IPA, CSI
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL MELON INTHANON (STUDI KASUS DI GREENHOUSE PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAT GERNING PESAWARAN) Pratama, Muhammad Rafy Wahyu; Nurainy, Fibra; Indraningtyas, Lathifa; Utomo, Tanto Pratondo
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v4i1.10855

Abstract

Produksi melon inthanon secara hidroponik di Greenhouse Pesantren Al-Hidayat Gerning, Pesawaran terdiri dari 3 grade yaitu grade A, B, dan C. Permasalahan yang terjadi yaitu pada kebutuhan modal yang besar dan fluktuasi biaya produksi sehingga diperlukan analisis kelayakan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas usaha produksi melon inthanon dengan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan. Metode penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan berdasarkan perhitungan indikator kelayakan finansial seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP), Payback Period (PBP), dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp 257.294.556, IRR 21,79%, B/C Ratio 2,07, BEP produksi 1.295 kg, BEP rupiah Rp 45.308.936 dan Payback Period selama 5 tahun 0 bulan 22 hari. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha tetap layak dijalankan meskipun terjadi penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi sebesar 3%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, budidaya melon inthanon di greenhouse ini memiliki prospek yang baik sebagai sumber pendapatan dan dapat mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Co-Authors -, Naomi Azzahra A. S. Suharyono Aditya Wahyu Nugraha Affanti, Renita Ahmad Sapta Zuidar Ahmad Sapta Zuidar Amanda Putra Seta Andi Antonika Ardiansyah - Artha Regina Tambunan Azhari Rangga Azhari Rangga Chintia Agrefina Brilian Danar Tri Winanti, Diki Dewi Wulan Sari Didit Haryanto Diki Winanti Dinda Dwi Jessica Dyah Koesoemawardan Dyah Koesoemawardani Dyah Koesoemawardani Eka Intan Kumala Putri Erdi Suroso Esa Ghanim Fadhallah Esa Susanti Etika, Delya Fiqinanti, Ningrum Fransisca Debora Hakim, Shahelia Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Herdiana, Novita Hotma Ria Tumanggor Ika Mulawati Ikrar Triastuti Ikrar Triastuti Indraningtyas, Lathifa Indraputri, Qalbina Rifka Jessica, Dinda Dwi Julieta, Kensa Kamilah Hafsah, Latifah Koesoemawardani, S.Pi., M.P., Dyah Larassati, Dyah Putri Latifah Kamilah Hafsah Lidya Sari Mas Indah, Lidya Sari Mas Luthfiyyah, Maftukh Zaina M A Chozin M Rakha Pradipta Virhananda Mahesa Reyhan Prayoga Maria Erna Maulida Melvina Putri Melda Safitri Melvina Putri, Maulida Melza Fitriani Merliyanisa Merliyanisa Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang, Merry Monika Mubarik, Depri Muhamad Kurniadi Muhammad Iqbal Meyza Nadyra Sari Ningrum Fiqinanti Ningrum, Billa Aprilia Nisriinaa, Risa Nova Andriani Pratiwi Nurainy, Yulia Nurwijayanti Oktabriyana, Tiara Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Permatasari, Kartini Prasetyo, Yusuf Eko Pratama, Muhammad Rafy Wahyu Pratiwi, Nova Andriani Putri, Nadia Eka Qalbina Rifka Indraputri Renita Affanti Ribut Sugiharto Ribut Sugiharto Risa Nisriinaa Riyan Arip Wibowo Safitri, Melda Samsu Udayana Samsul Rizal Sari, Nadyra Siti Nurdjanah Siti Nurdjanah Siti Nurjanah Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Hidayati Subeki Subeki Suharyono - Suharyono - Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono, Suharyono Susi Astuti Susilawati Susilawati - Susilawati - Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sussi Astuti Syafita, Anggi Tanto Pratondo Utomo Teguh Setiawan Ulfa, Dzakiya Virhananda, M Rakha Pradipta Wahyu Nugraha Wan Abbas Zakaria Winanti, Diki Winanti, Diki Danar Tri Wisnu Satyajaya Yudiantoro Yudiantoro Zahra Catrinnada Corie Zulferiyenni - Zulferiyenni Zulferiynni Zulferiyenni, Zulferiyenni Zulferiynni, Zulferiyenni