Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Sambel Uleg Botol di KWT Wonodadi Kecamatn Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Koesoemawardani, Dyah; Nurjanah, Siti; Nurainy, Fibra; Hidayati, Sri
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6934

Abstract

Mata pencaharian masyarakat desa WonodadiPringsewu sebagaian besar sebagai petanisayura. Tanaman cabai merah besar menjadi salah satu komoditas primadonanya. Permasalahanya cabai merah merupakan komoditas yang mudah rusak dan memiliki  harga yang sangat fluktuatif, apalagi saat panen raya harga cabai turun drastis.Solusinya adalah dengan mengolah cabaimenjadi produk yang bernilai jual. KWT di desa Wonodadi Pringsewu merupakan KWT yang melakukan usaha diversifikasi produk cabai. Salah satu olahannya adalah sambal uleg. Namun demikian mitra memiliki keterbatasan dalam hal cara pengolahan, cara pengemasan, cara produksi pangan yang baik dan cara menghitung analisis finasial usahanya.   Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1) melakukan penyuluhan  dan pelatihan tentang teknologi tentang pembuatan sambel uleg dan inovasi produknya, 2)penyuluhan tentang cara produksi pangan olahan yang baik, 3) membantu memperbaiki sistem kemasan,  pelabelan  dan pemasaran, 4) penyuluhan tentang analisis finansial usaha. Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya KWT yang tangguh dan tanggap dengan perkembangan teknologi dan tuntutan konsumen pada jenis dan kualitas produk yang dihasilkan, penerapan teknologi proses pembuatan sambel uleg yang khas sehingga tercapai nilai tambah produk, terwujudnya jejaring pasar yang luas, terbukanya peluang kerja baru serta terciptanya sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mitra sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, praktek dan mengaplikasikan praktek. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengolahan sambel uleg dan  cara produksi olahan pangan yang baik dari nilai rata-rata 50 menjadi 80. 
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PRODUKSI DONUT BAGI MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN Nurdjanah, Siti; Nurainy, Fibra; Hidayati, Sri; Koesoemawardani, Dyah
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10618

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang Pembuatan donut sebagai peluang melakukan wirausaha bagi  mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian.Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan praktek pengolahan produk. Peserta terdiri dari mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dan ProgramTeknologi Industri Pertanian sebanyak 15 mahahasiswa tingkat akhir. Pada kegiatan ini dilakukan melalui ceramah/ diskusi   mengenai kiat sukses berwirausaha; sosialisasi tentangi legalitas usaha UMKM dan  dilanjutkan pelatihan  pengolahan donat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membekali mahasiswa tingkat akhir Jurusan THP mengenai kiat berwirausaha yang baik, memahami perijinan usaha serta dapat mengolah dan berinovasi pada produk pangan. Manfaat kegiatan antara lain adalah menciptakan jiwa kewirausaahaan pada generasi muda sehingga mengubah pola pikir dari mencari pekerjaaan menjadi menciptakan lapangan kerja. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta kegiatan pengabdian sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan serta pelatihan pembuatan donat. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai legalitas usaha UMKM dari nilai 40 menjadi 80. Kegiatan pelatihan donat sangat bermanfaat bagi peserta karena meningkatkan ketrampilan mereka dalam pembuatan produk tersebut.
FORMULASI TEPUNG KACANG MERAH DAN TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI BAKSO ANALOG JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Debora, Fransisca; Susilawati, Susilawati; Nurainy, Fibra; Astuti, Sussi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7061

Abstract

Bakso analog jamur tiram putih pada penelitian ini adalah bakso yang berbahan baku jamur tiram putih dengan penambahan tepung kacang merah dan tapioka.  Tujuan penelitian untuk mendapatkan formulasi tepung kacang merah dan tapioka yang menghasilkan bakso analog jamur tiram putih dengan sifat fisikokimia dan sensori terbaik mendekati SNI 3818:2014 tentang standar mutu bakso daging. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan menggunakan faktor tunggal yang terdiri dari 6 taraf formulasi kacang merah dan tapioka yaitu P0 (0% :100%), P1 (10% : 90%), P2 (20% : 80%), P3 (30% : 70%), P4 (40% : 60%), dan P5 (50% :50%).  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Barlett dan Tukey dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNT pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi tepung kacang merah dan tapioka terbaik pada perlakuan P1 (10% : 90%) yang menghasilkan kadar air sebesar 68,59%, kadar lemak sebesar 0,19%, kadar protein sebesar 2,56%, kadar karbohidrat sebesar 27,37%, kadar abu sebesar 1,35%, kadar serat kasar sebesar 3,71%, warna putih keabuan, tekstur kenyal, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan yang disukai oleh panelis.  
PERANCANGAN WEBSITE E-COMMERCE MELTE VANANA Ulfa, Dzakiya; Utomo, Tanto Pratondo; Susilawati, Susilawati; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7062

Abstract

Berlimpahnya buah pisang di Lampung dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk olahan.  Kondisi tersebut menjadikan UMKM di bidang industri pengolahan semakin banyak. Namun, mereka belum masif dan optimal dalam melakukan penjualan, salah satunya Melte Vanana.  Penyebab kurang optimalnya penjualan yaitu pelaku usaha belum memanfaatkan internet sebagai bentuk promosi dan penjualan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilakan rancangan model web E-commerce keripik pisang lapis lumer Melte Vanana untuk mencapai pemasaran yang maksimal agar produk keripik pisang lapis lumer Melte Vanana dapat menjangkau seluruh pelosok dunia.  Metode yang digunakan pada pembuatan website e-commerce Melte Vanana adalah metode waterfall.  Metode waterfall terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis, desain dan implementasi.  Survei pada penelitian ini dilakukan terhadap 90 orang untuk mengetahui respon penggunaan pembuatan website e-commerce Melte Vanana.  Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan formula Slovin, sedangkan penyusunan kuesioner menggunakan pertanyaan dengan skala Guttman.  Hasil dari penelitian ini berupa website yang telah dapat diakses oleh pengguna baik Melte Vanana maupun masyarakat umum sebagai konsumen. Berdasarkan penilaian yang dilakukan masyarakat mengenai situs e-commerce, 83,33% responden menyatakan bahwa website telah menyediakan Informasi yang dibutuhkan.  Sebanyak 96,67% responden menyatakan bahwa tampilan sudah baik dan mudah dibaca, dan sebanyak 60% responden menyatakan akan melakukan transaksi dengan menggunakan situs ini. 
PEMBUATAN MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinacea L.) DAN PENAMBAHAN KARAGENAN SEBAGAI PENGENYAL ALAMI Safitri, Melda; Suharyono, Suharyono; Koesoemawardani, Dyah; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7133

Abstract

Tepung garut merupakan salah satu jenis tepung yang berpotensi menjadi substitusi dalam pembuatan mi basah. Tepung garut memiliki kelemahan yaitu tidak mengandung gluten sehingga perlu dilakukan penambahan bahan pengenyal alami berupa karagenan untuk memperbaiki karakteristik mi basah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konsentrasi karagenan pada pembuatan mi basah substitusi tepung garut dan mendapatkan konsentrasi terbaik dari penambahan karagenan yang menghasilkan mi basah substitusi tepung garut dengan sifat sensori dan fisik paling baik serta karakteristik kimia sesuai SNI 2987-2015. Penelitian ini disusun secara non-faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 kali ulangan. Pada penelitian ini digunakan formulasi karagenan dengan 6 taraf konsentrasi (0%; 2%; 4%; 6%; 8%; 10%) dari total tepung. Data yang diperoleh diuji kesamaan ragamnya dengan uji Barlett dan kemenambahan data diuji Tuckey. Data kemudian dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Pada penelitian ini, mi basah substitusi tepung garut dengan konsentrasi karagenan 10% (B6) merupakan perlakuan terbaik yang memiliki kadar air 63,63%, kadar abu tak larut asam 0,04%, kadar protein 5,22%, cooking loss 8,74% dan daya serap air 102,97%, warna putih gading, rasa sedikit asin, tekstur kenyal dan aroma agak tepung.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PEMPEK CEMOT KABUPATEN LAHAT Permatasari, Kartini; Nurainy, Fibra; Utomo, Tanto Pratondo; Suroso, Erdi
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7188

Abstract

Cemot merupakan Industri Rumah Tangga yang mengolah makanan khas Palembang yaitu Pempek. Hasil observasi yang dilakukan di Industri Rumah Tangga Cemot terdapat beberapa masalah yang menyebabkan penurunan jumlah penjualan produk pempek. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pemasaran di Industri Rumah Tangga Cemot dan menentukan alternatif dan prioritas strategi pemasaran Industri Rumah Tangga Cemot. Data dianalisis menggunakan matriks Internal-External (IE), matriks Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matriks IFE diperoleh total skor sebesar 3,39, sedangkan hasil analisis matriks EFE diperoleh total skor sebesar 3,23 sehingga pada matriks IE menempatkan perusahaan berada pada posisi sel I yang menunjukkan bahwa strategi yang dapat diterapkan yaitu penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, alternatif strategi yang didapatkan yaitu mempertahankan serta meningkatkan kualitas dan cita rasa khas untuk memberikan kepercayaan terhadap konsumen; melakukan kegiatan promosi secara efisien untuk memperluas target pasar dan meningkatkan jumlah penjualan; mengembangkan variasi dan inovasi produk serta mempertahankan harga produk; dan mempertahankan hubungan baik dengan konsumen. Strategi pemasaran yang diprioritaskan berdasarkan matriks QSPM adalah mempertahankan serta meningkatkan kualitas dan cita rasa khas untuk memberikan kepercayaan terhadap konsumen dengan nilai Total Attractive Score sebesar 6,18.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK BAKERY (STUDI KASUS PADA USAHA NADIA ROTI) ANALYSIS OF MARKETING STRATEGY FOR BAKERY PRODUCTS (CASE STUDY ON NADIA ROTI BUSINESS) Kamilah Hafsah, Latifah; Nurainy, Fibra; Pratondo Utomo, Tanto; Zulferiynni, Zulferiyenni
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8020

Abstract

This study aims to analyze internal and external factors that influence the formulation of marketing strategies, formulate alternative strategies and recommend appropriate marketing strategies to be implemented by Nadia Roti's business. The data used in this study were primary data and secondary data. The data obtained were processed and analyzed by IFE (Internal Factor Evaluation) matrix, the EFE (External Factor Evaluation) matrix, the IE (Internal External) matrix, the SWOT matrix (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The analysis of the internal and external environment shows that Nadia Roti's business has a solid internal and external environment, so Nadia Roti's company was in quadrant I, namely, grow and build. Four alternative strategies were generated by the SWOT matrix, namely maintaining product quality to compete with its competitors, maintaining good relationships with consumers, implementing digital marketing and conducting product development. The recommended priority marketing strategy was to implement digital marketing.
FORMULASI GLISEROL DAN CMC DALAM PEMBUATAN BIODEGRADABLE FILM BERBASIS SELULOSA DAUN NANAS (Ananas comosus) FORMULATION OF GLYCEROL AND CMC IN MAKING BIODEGRADABLE FILM PINEAPPLE LEAF BASED (Ananas comosus) Zulferiyenni, Zulferiyenni; Melvina Putri, Maulida; Suharyono, Suharyono; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8029

Abstract

Pineapple leaves contain 69.5-71.5% cellulose, which can be used as raw material to make biodegradable films. This study aimed to obtain the best formulation of glycerol and CMC for biodegradable films of pineapple leaves. This research used the triplo method to collect data three times in one sample. Samples are selected based on the best visual appearance and indicated by the few flocs in the sample. The treatment was composed of 6 formulations which were formulations of glycerol and CMC, namely P1 (0%:1%), P2 (0,5%:1,5%), P3 (1%:2%), P4 (1,5%:2,5%), P5 (2%:3%), P6 (2,5%:0%). The data on tensile strength, percent elongation, water vapour permeability, thickness, testing biodegradability and room temperature resistance is presented in pictures and will be discussed descriptively. Formulation of glycerol 1,5% and CMC 2,5% produces the best characteristics of biodegradable films with a tensile strength value of 113,52 MPa, a percent elongation value of 12,71%, and a thickness value of 0,18 mm. Biodegradable film pineapple leaves have a water vapour permeability value of 24,03 (g/m2/hour), biodegradability for 5 weeks and resistance to room temperature for 5 weeks without being overgrown by fungi.
KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBASIS SERAT SELULOSA ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes (Mart.) Solms) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) CHARACTERISTICS OF BIODEGRADABLE FILM BASED ON CELLULOSE FIBER HYACINTH (Eichhornia Crassipes (Mart.) Solms) WITH ADDITION OF GLYCEROL AND CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) Affanti, Renita; -, Zulferiyenni; Nurainy, Fibra; Hidayati, Sri
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i1.8801

Abstract

Hyacinth contains 60% cellulose which can be used as raw material for making biodegradable film. This study aims to determine the addition of glycerol and CMC concentrations to the biodegradable film characteristics of hyacinth cellulose fibers and to obtain the best treatment according to the Japanese Industrial Standard (JIS). This study was conducted with three repetitions and selected samples with the best visual appearance. The treatment consists of a combination of glycerol and CMC concentrations, namely P1 (0.5%:2%), P2 (0.5%:2.5%), P3 (0.5%:3%), P4 (1%:2%), P5 (1%:2.5%), P6 (1%:3%), P7 (1.5%:2%), P8 (1.5%:2.5%), P9 (1.5%:3%). Data collection is carried out triplo for parameters of tensile strength, percent elongation, thickness, and symplo for parameters of water vapor transmission rate (WVTR). Biodegradable film resistance test data at room temperature and biodegradability tests are presented in the form of drawings. The data of all parameters are analyzed and discussed descriptively. The addition of glycerol concentration increases tensile strength, percent elongation, and water vapor transmission rate (WVTR), and causes no tendency toward thickness. The addition of CMC concentration increases thickness, decreases tensile strength and water vapor transmission rate (WVTR), and causes no tendency towards percent elongation. The best results were obtained at P7 (1.5%:2%) for tensile strength parameters with values of 191.917 MPa, and at P3 (0.5%:3%) for thickness parameters and water vapor transmission rate (WVTR) with values of 0.172 and 3.438 g/m2/24 hours (WVTR). Biodegradable film decomposes in 21 days by biodegradability test.
PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PENSTABIL ES KRIM SUSU KAMBING ETAWA UTILIZATION OF RED DRAGON FRUIT (Hylocereus polyrhizus) SKIN AS A STABILIZER FOR ETAWA GOAT’S MILK ICE CREAM Nisriinaa, Risa; -, Susilawati; Nurainy, Fibra; -, Suharyono
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i1.8852

Abstract

Red dragon fruit skin can be used as an additional ingredient in food. Red dragon fruit skin contains 10.80% pectin. The pectin content in the skin of red dragon fruit can be used as a stabilizer, one of which is an ice cream stabilizer. The aim of this research is to determine the effect of adding red dragon fruit peel flour as an ice cream stabilizer to produce ice cream with the best physical and sensory properties. The research was conducted using a Complete Randomized Block Design (RAKL) with a single factor consisting of 5 levels, namely the concentration of added red dragon fruit peel flour, namely 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, and 2.5% and 4 repetition. As a control, 0.5% gelatin was used. The addition of red dragon fruit peel flour as an ice cream stabilizer has a significant effect on the taste, color, aroma, texture, overall acceptability, overrun, melting speed and stability of the ice cream emulsion. The addition of 1% red dragon fruit peel flour was the best treatment with a score for aroma of 2.79 (no prengus smell), texture of 3.15 (soft), color of 3.02 (liked), taste of 3.23 (liked) , overall acceptance of 3.27 (likes), overrun value of 69.69%, emulsion stability of 85.35 and melting speed of 53.83 minutes. Ice cream with the addition of dragon fruit peel flour contains 56.65% water content, 1.29% ash content, 6.32% fat, 4.96% protein and 30.78% carbohydrates.
Co-Authors -, Naomi Azzahra Aditya Wahyu Nugraha Affanti, Renita Ahmad Sapta Zuidar Ahmad Sapta Zuidar Amanda Putra Seta Andi Antonika Ardiansyah - Artha Regina Tambunan Azhari Rangga Azhari Rangga Chintia Agrefina Brilian Danar Tri Winanti, Diki Dewi Wulan Sari Didit Haryanto Diki Winanti Dinda Dwi Jessica Dyah Koesoemawardan Dyah Koesoemawardani Dyah Koesoemawardani Eka Intan Kumala Putri Erdi Suroso Esa Ghanim Fadhallah Esa Susanti Etika, Delya Fiqinanti, Ningrum Fransisca Debora ginesti Hakim, Shahelia Harun Al Rasyid Harun Al Rasyid Herdiana, Novita Hotma Ria Tumanggor Ika Mulawati Ikrar Triastuti Ikrar Triastuti Indraningtyas, Lathifa Indraputri, Qalbina Rifka Jannah, Nurul Jessica, Dinda Dwi Julieta, Kensa Kamilah Hafsah, Latifah Koesoemawardani, S.Pi., M.P., Dyah Larassati, Dyah Putri Latifah Kamilah Hafsah Lidya Sari Mas Indah, Lidya Sari Mas M A Chozin M Rakha Pradipta Virhananda Maftukh Zaina Luthfiyyah Mahesa Reyhan Prayoga Maria Erna Maulida Melvina Putri Melda Safitri Melvina Putri, Maulida Melza Fitriani Merliyanisa Merliyanisa Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang Merry Monika Sitanggang, Merry Monika Mubarik, Depri Muhamad Kurniadi Muhammad Iqbal Meyza Mutiara Jayanti, Rienda Nadyra Sari Ningrum Fiqinanti Ningrum, Billa Aprilia Nisriinaa, Risa Nova Andriani Pratiwi Novita Herdiana Nurainy, Yulia Nurwijayanti Oktabriyana, Tiara Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Permatasari, Kartini Prasetyo, Yusuf Eko Pratama, Muhammad Rafy Wahyu Pratiwi, Nova Andriani Putri, Nadia Eka Qalbina Rifka Indraputri Renita Affanti Ribut Sugiharto Ribut Sugiharto Risa Nisriinaa Riyan Arip Wibowo Rosa Rizki Ramadani Safitri, Melda Samsu Udayana Samsul Rizal Samsul Rizal Sari, Nadyra Siti Nurdjanah Siti Nurdjanah Siti Nurjanah Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Hidayati Subeki Subeki Suharyono - Suharyono - Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono, A. S. Suharyono, Suharyono Susi Astuti Susilawati Susilawati - Susilawati - Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sussi Astuti Syafita, Anggi Tanto Pratondo Utomo Teguh Setiawan Ulfa, Dzakiya Virhananda, M Rakha Pradipta Wahyu Nugraha Wan Abbas Zakaria Widaputri, Silaturahmi Winanti, Diki Winanti, Diki Danar Tri Wisnu Satyajaya Yudiantoro Yudiantoro Zahra Catrinnada Corie Zulferiyenni - Zulferiyenni Zulferiynni Zulferiyenni, Zulferiyenni Zulferiynni, Zulferiyenni