Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penyegaran Kader Posyandu melalui Edukasi dan Pelatihan Antropometri untuk Mendukung Upaya Pencegahan Stunting Meda Yuliani; Yanyan Mulyani; Iceu Mulyati; Fikri Mourly Wahyudi; Wahyu Wahdana
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cv9t3j78

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius. Stunting adalah salah satu masalah kesehatan gizi kronis pada anak, selama masa awal pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi yang diberikan dalam waktu lama dan tidak sesuai dengan kecukupan gizi yang dibutuhkan. Stunting terjadi dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan akan muncul saat anak berusia 2 tahun. Kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dini risiko stunting. Metodel pada kegiatan penyegaran kader melalui edukasi dan pelatihan antropometri bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran status gizi balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukasi interaktif dan pelatihan keterampilan praktis terkait pencatatan, pelaporan, dan pengukuran antropometri. Penilaian pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, dengan Peserta kegiatan adalah kader posyandu dari wilayah binaan dengan jumlah total 18 orang. Hasil dari kegiatan ini, terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan kader setelah diberikan edukasi dan pelatihan, disertai keterampilan yang lebih baik dalam melakukan pengukuran antropometri. Hal ini menunjukkan efektivitas penyegaran kader dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Penyegaran kader posyandu melalui edukasi dan pelatihan antropometri terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Kegiatan ini direkomendasikan dilakukan secara berkelanjutan delngan dukungan lintas sektor.
Pelaksanaan Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal Oleh Kader Intan Yusita; Meda Yuliani; Sri Wulan Megawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pntjmx19

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yaitu 98,60 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Penyebab utama kematian meliputi komplikasi non-obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, serta keterlambatan deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan. Kader PKK memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, namun keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal (SMART-K) berbasis aplikasi Early Warning Score Indonesia (EWSI) dalam meningkatkan kapasitas kader PKK. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi pada kader PKK Anyelir 2 Cikutra Bandung. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk menilai kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan kader.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Kesadaran merumuskan strategi organisasi meningkat dari 92,3% kategori kurang menjadi 76,9% baik; kemampuan perumusan program dari 100% kurang menjadi 84,6% baik; pengetahuan kegawatan ibu hamil dari 15,4% baik menjadi 92,3%; keterampilan penilaian risiko dari 7,7% baik menjadi 96,2%; serta keterampilan penanganan kegawatdaruratan dari 7,7% bisa menjadi 73,1%.Penerapan SMART-K berbasis EWSI terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader PKK dalam deteksi dan penanganan risiko maternal. Program ini layak dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Meda Yuliani; Intan Yusita; Dyah Ayu Fitriani; Tika Lubis; Ina Sugiharti; Dewi Nurlaela Sari; Widya Arumningtyas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f07jtb68

Abstract

Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, kehamilan usia dini, dan gangguan kesehatan reproduksi. Hasil Survei Mawas Diri (SMD) di wilayah kerja Puskesmas “R” menunjukkan masih terdapat remaja yang memiliki pengetahuan rendah mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), kesehatan reproduksi, dan konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Darah Tambah (Fe) melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, leaflet, dan video edukasi berdasarkan hasil identifikasi masalah dari Survei Mawas Diri. Sasaran kegiatan adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas “R”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang diberikan dengan lebih baik. Pendidikan kesehatan terbukti menjadi salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, kader kesehatan, dan masyarakat.
PENGARUH PEMBERIAN OKETANI MASSAGE MENGGUNAKAN LAVENDER OIL DAN PIJAT TITIK ST18 TERHADAP PENCEGAHAN BENDUNGAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS GARUDA Meda Yuliani; Dewi Nurlaelasari; Finna Dwi Putriana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i1.3584

Abstract

Bendungan ASI merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu post partum akibat pengeluaran ASI yang tidak lancar sehingga menyebabkan payudara bengkak, nyeri, dan tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Oketani massage menggunakan lavender oil dan pijat titik ST18 terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu post partum di Puskesmas Garuda. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain posttest only with control group design. Sampel penelitian berjumlah 32 ibu post partum yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan Oketani massage menggunakan lavender oil dan pijat titik ST18 sebanyak dua kali sehari selama empat hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden pada kelompok perlakuan tidak mengalami bendungan ASI, sedangkan sebagian besar kelompok kontrol mengalami bendungan ASI. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh pemberian Oketani massage menggunakan lavender oil dan pijat titik ST18 terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu post partum.
KOMBINASI KOMPRES AIR HANGAT DAN MINUMAN JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III Meda Yuliani; Linda Rofiasari; Dias Sri Lestari
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i1.2659

Abstract

Back pain in pregnancy is the result of anatomical, physiological, and hormonal changes. As many as 70% of pregnant women in the second and third trimesters experience back pain. Warm water compresses and ginger drink are non-pharmacological methods that can reduce back pain. The purpose of this study was to determine the effect of giving a combination of warm water compresses and ginger drinks to reduce back pain in pregnant women. The method used by the researcher is Quasy Experiment with one group pretest-posttest. The number of samples used in this study were 30 people using purposive sampling technique. The results showed as many as 20 mothers experienced moderate pain before the intervention. After the intervention, 21 mothers experienced mild pain. Based on the Wilcoxon test, there is a p-value of 0.000 <0.05, meaning that there is an effect of giving a combination of warm water compresses and ginger drink to reduce back pain in pregnant women
PROGRAM PENDAMPINGAN MENUJU SEKOLAH SEHAT DI SMA  KARYA PEMBANGUNAN CICALENGKA Ina Sugiharti; Sri Lestari K; H. Tata Juarta; Amida S Sarbini; Ria Indriani; Meda Yuliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.355

Abstract

Student health is one of the essential components supporting the success of the learning process in schools. However, many schools lack an optimal School Health Unit (UKS). This community service program aimed to assist the development of a functional UKS at SMA Karya Pembangunan Cicalengka. The program was conducted over one month using a participatory and collaborative approach through three stages: preparation, implementation, and evaluation. Activities included seminars, health cadre training, and provision of basic UKS facilities. The effectiveness of the program was assessed using pre-test and post-test questionnaires. Results showed a significant increase in participants with good knowledge from 25% before the intervention to 80% after. The program proved effective in improving students’ and teachers’ understanding of school health management and promoting a clean and healthy lifestyle in the school environment.