Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Teknologi Irigasi Tetes pada Kebun Green House untuk Tanaman Hortikultura di Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Koehuan, Verdy A.; Dwinanto, Matheus M.; Adoe, Dominggus. G.H.; Adar, Damianus; Selan, Rima N.
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.413

Abstract

Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam rangka mendorong peningkatan usaha budidaya produksi tanaman hortikultura di desa Bea Kakor, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai, di propinsi Nusa Tenggara Timur, dilakukan dengan teknologi Sistem Irigasi Tetes (SIT) dalam kebun green house melalui pelaksanaan PKM Undana yang dilaksanakan pada bulan Mei–Juli tahun 2023. Kegiatan ini juga melibatkan Mahasiswa (6 orang dari prodi Teknik Mesin dan 1 orang dari prodi Agrobisnis) dalam kegiatan magang terintegrasi dan program KKN tematik Undana periode semester Genap tahun 2022/2023. Sistem irigasi tetes yang diaplikasikan menggunakan sistem gravitasi dimana air dari sumber dipompa ke tower penampung (1100 liter) kemudian dialirkan secara gravitasi ke setiap lajur tanaman, terdapat 6 lajur dengan panjang per lajur 5 m dengan jarak tanaman 0,3 m, sehingga terdapat 96 pohon tanaman yang ada dalam green house. Namun sebelumnya dialirkan melalui filter air irigasi tipe Y disk, venturi injector pupuk, pipa utama (PVC 1 inch), pipa pembagi (PVC 0,75 inch) dan selang drip (0,75 inch) serta selang piping (17 mm) ke setiap pohon (tanaman).
Pelatihan Manajemen Usaha Kelompok Pengrajin Tenun Ikat Khas NTT Selan, Rima; Ada Kale, Ariency K.; Bale, Jefri S.; Tarigan, Ben V.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i1.4881

Abstract

Abstract - This community partnership program aims to empower groups of weaving craftsmen in Sabu Tenun Village so that they can develop their business. The development carried out is from the aspects of business management and marketing. Partners in this Community Partnership program are the Kampung Sabu Weaving Group. The implementation team provides training to partners on business management and online product marketing. It is hoped that through this activity partners can have an entrepreneurial spirit and can carry out the marketing process online. This is so that the woven products produced can have a wider market, not only on display in galleries. The targeted output is that partners know better-organized marketing and management processes so that productivity increases. Abstrak – Program kemitraan masyarakat ini bertujuan melakukan pemberdayaan kepada kelompok pengrajin tenun di Kampung Tenun Sabu agar dapat mengembangkan usahanya. Pengembangan yang dilakukan adalah dari aspek manajemen usaha dan pemasaran. Mitra dalam program Kemitraan Masyarakat ini adalah Kelompok Tenun Kampung Sabu. Tim Pelaksana memberikan pelatihan kepada mitra tentang manajemen usaha dan pemasaran produk secara online. Diharapkan lewat kegiatan ini mitradapat memiliki jiwa kewirausahaan dan dapat melakukan proses pemasaran secara onlne. Hal ini bertujuan agar produk tenunan yang dihasilkan dapat memliki pasar yang lebih luas, tidak hanya dipajang di galeri. Luaran yang ditargetkan adalah mitra memiliki pengetahuan tentang proses manajemen serta pemasaran yang lebih terorganisir sehinggga terjadi peningkatan produktivitas
Pengaruh Variasi Ketinggian Reservoir Terhadap Daya Turbin Air Impuls Dengan Sudu Bolak-Balik Boimau, Kristomus; Nurhayati, Nurhayati; Selan, Rima N.
Jurnal Mesin Nusantara Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v3i1.14577

Abstract

Air adalah salah satu Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dimanfaatkan energinya, sehingga dari semula hanya memiliki energi potensial dapat diubah menjadi energi kinetik, dimana energi kinetik tersebut dapat dimanfaatkan menjadi energi mekanis pada sistem kerja turbin, dan kondisi debit air sangat mempengaruhi daya turbin, oleh karena itu penelitian ini memvariasikan ketinggian reservoir untuk merubah besar debit air dan mengamati pengaruhnya terhadap daya turbin air impuls dengan sudu bolak-balik. Reservoir yang digunakan dalam penelitian ini memiliki volume 0,2 m3, dan diameter saluran keluarnya adalah 0,055 m, sedangkan turbin airnya memiliki diameter 0,18 m dengan jenis impuls yang sudunya bolak-balik. Pada ketinggian reservoir 0 m, debit airnya adalah 0,008m3/s dan menghasilkan daya sebesar 37,040 W, sedangkan saat ketinggian reservoir dinaikkan pada 0,40 m daya yang dihasilkan turbin juga semakin meningkat menjadi 92,236 W. Ketika tinggi reservoir dinaikkan hingga 0,89 m, daya turbin adalah 192,987 W, kondisi ini menunjukkan bahwa tinggi reservoir berbanding lurus dengan daya turbin, sehingga jika reservoir semakin tinggi maka daya turbin juga semakin bertambah.
PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM PENGERING RUMPUT LAUT SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MENUJU EKONOMI BIRU Selan, Rima; Bale, Jefri Semuel; Fa'ah , Yuri Sandra
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8287

Abstract

Kegiatan dilaksanakan dengan mitra yaitu Kelompok Petani Rumput Laut Bangkit Sejahtera. Tujuan utama dalam program ini adalah menghasilkan teknologi tepat guna yaitu pengering rumput laut yang dapat dimanfaatkan tanpa mengandalkan sinar matahari serta menghasilkan rumput laut yang kering optimal dan higienis. Metode pendekatan yang ditawarkan adalah pendekatan partisipatif, dimana tim dan mitra secara proaktif terlibat dalam setiap kegiatan serta pendekatan solusi yaitu penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan. Target dari PKM ini adalah menyediakan rumah pengering hibrid biomassa dan solar dryer ultraviolet ukuran 3x3x3 m dengan rangka hollow baja ringan ukuran 4x4 cm yang sederhana, murah, serta tidak memerlukan operator khusus. Ada dua aspek kegiatan yang dilaksanakan yaitu aspek manajemen dan aspek produksi. Dari aspek manajemen adalah dengan melaksanakan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran produk kepada anggota kelompok petani rumput laut kelurahan Pasir Panjang. Dari aspek produksi yaitu dengan memberikan satu unit rumah pengering rumput laut hybrid biomassa kepada mitra dan sekaligus memberikan pelatihan teknis tentang pengoperasian dan cara perawatan rumah rumput laut tersebut. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sedangkan dari aspek manajemen sudah dilaksanakan yaitu dengan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran produk, dengan jumlah peserta 50 orang terdiri dari ketua dari lima kelompok tani, perwakilan anggota dan warga utusan dari tiap RT di Kelurahan Pasir Panjang.
Digitizing Cultural Heritage: Augmented Reality for Education and Visualization of Local Wisdom in Ikat Woven Fashion Weo, Napsiyana Asti; Selan, Rima N.; Ada Manu, Ariency Kale; Manu, Sarlince O.; Fathurrahmaniah, Fathurrahmaniah
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9876

Abstract

The ikat woven fabric of East Nusa Tenggara (NTT) represents one of Indonesia’s intangible cultural heritages, rich in philosophical values, symbolism, and local wisdom. Rumah Tenun Ina Ndao in Kupang City plays a significant role in preserving and promoting ikat weaving traditions; however, it continues to face challenges in cultural education and market expansion. Conventional educational methods and suboptimal marketing strategies have made information about the meanings of motifs, philosophies, and production processes of ikat fabrics less accessible to the public.This Community Partnership Program (PKM) offers an innovative solution through the application of Augmented Reality (AR) technology based on QR Codes, utilizing the MyWebAR web platform. The AR technology provides an interactive visual experience through 3D objects, animations, and audio to convey the meanings and philosophies of ikat motifs from various regions of NTT, as well as the traditional weaving processes embedded with cultural values.The implementation methods include socialization, training, technology application, mentoring, and continuous evaluation. Consumers who scan the QR Code on products or promotional media gain an engaging educational experience—allowing them to view the motifs, understand the stories behind them, and virtually witness the weaving process. This enhances both cultural appreciation and consumer interest.The expected outcomes of this program include increasing public knowledge of local cultural heritage, strengthening the marketing of ikat woven products in local and global markets, and preserving NTT’s cultural legacy. The program outputs consist of scientific publications, mass media publications, and documentary videos to support the promotion and cultural education of NTT ikat weaving in a broader and more sustainable manner.
Pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif Ben V. Tarigan; Rima Nindia Selan; Matheus M. Dwinanto; Yeremias M. Pell; Napsiyana Asti Weo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26745

Abstract

Abstrak Pemeliharaan ternak babi oleh sebagian masyarakat Kota Kupang adalah kegiatan usaha petemakan yang merupakan bentuk kegiatan komplementer dalam rumah tangga. Banyak warga yang memilih memelihara ternak, khususnya ternak babi ditengah pemukiman masyarakat, yang membuat warga sekitar mengeluh soal bau kotoran ternak. Kotoran ternak babi yang tidak ditangani merupakan masalah yang mengganggu  masyarakat karena pencemaran lingkungan yang ditimbulkannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kotoran ternak babi yang ada bisa diolah dalam sebuah unit digester untuk menghasilkan biogas. Selain itu, kotoran ternak babi yang telah diolah tidak akan menimbulkan bau yang mengganggu, dan menjadi pupuk dengan kualitas tinggi. Program pengabdian kali ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi mitra yaitu penanganan kotoran ternak babi. Disisi lain dengan membuat biogas dari kotoran ternak, juga dapat membantu perekonomian masyarakat. Gas yang dihasilkan dapat dijadikan bahan bakar pengganti minyak tanah maupun gas elpiji yang semakin langka dan mahal di pasaran, sehingga masyarakat akan lebih berhemat. Kata kunci: kotoran ternak; biogas; energialternatif. Abstract The rearing of pigs by some residents of Kupang City is a livestock business activity which is a form of complementary activity in the household. Many residents choose to keep livestock, especially pigs in the middle of residential areas, which causes local residents to complain about the smell of livestock manure. Untreated pig waste is a problem that disrupts people's lives because of the environmental pollution. The solution of this problem, existing pig manure can be processed in a digester unit to produce biogas. Apart from that, processed pig manure will not cause odorspolution and becomes high quality fertilizer. This service program is expected to be able to solve the problems faced by partners, namely handling pig manure. On the other hand, making biogas from livestock manure can also help the community's economy. The gas produced can be used as fuel to replace kerosene or LPG gas which are increasingly rare and expensive on the market, so that people will save more. Keywords: animal manure; biogas; alternative energy.
Pemberdayaan ibu - ibu PKK melalui pelatihan pembuatan aksesoris dari kain tenun Arienncy K. A. Manu; Rima Nindia Selan; Napsiyana Asti Weo; Sarlince O. Manu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27246

Abstract

Abstrak Kain tenun ikat adalahkain yang dibuat dengan cara memasukan benang pakan secara horizontal pada benang-benanglungsin yang bias anya telah diwarnai dan diikat terlebih dahulu. Kain tenun ikat termasuk kekayaan NTT yang teknik pembuatannya telah diwariskan turun – temurun . Jika dulu Tenun Ikat NTT hanya digunakan untuk acara adat dengan cara dililitkan kepinggang, kini Tenun Ikat NTT sudah dibuat menjadi berbagai macam produk. Kelompok PKK Desa Ledeke terdiri dari ibu – ibu rumah tangga yang setiap harinya hanya mengurus rumah tangga. Dari hasil wawancara serta pengamatan, kelompok ibu – ibu rumah tangga PKK Desa Ledeke berkeinginan untuk memiliki mata pencaharian untuk mendapat tambahan penghasilan sehingga bias membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga dan   setidaknya mempunyai kegiatan   yang   positif tetapi menguntungkan. Sebagai bentuk jawaban dari permasalahan tersebut, tim pelaksana melaksanakan kegiatan pengabdian yaitu memberi pelatihan kepada ibu – ibu PKK Desa Ledeke untuk membuat aksesoris dari kain tenun yang akan menjadi peluang kerja baru  dan bisa membuka lapangan usaha bagi ibu – ibu yang belum mempunyai pekerjaan. Kegiatan PKM berlangsung di Kantor Desa Ledeke pada tanggal 3 September 2024, diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ibu – ibu kelompok PKK, aparat desa dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini ibu – ibu kelompok PKK Desa Ledeke dapat membuat aksesoris dari kain tenun berupa anting – anting, kalung, bandana dan jepit rambut. Kata kunci: pemberdayaan; kain tenun ikat; aksesoris tenun Abstract Ikat woven fabric is a fabric made by inserting weft threads horizontally into the warp threads which are usually dyed and tied first. Ikat woven fabric is one of NTT's treasures whose manufacturing techniques have been passed down from generation to generation. In the past, NTT Ikat Weaving was only used for traditional events by wrapping it around the waist, now NTT Ikat Weaving has been made into various kinds of products. The Ledeke Village PKK group consists of housewives who only take care of the household every day. From the results of interviews and observations, the group of PKK housewives in Ledeke Village want to have a livelihood to earn additional income so that they can help their husbands in meeting household needs and at least have positive but profitable activities. As a form of answer to this problem, the implementation team carried out community service activities, namely providing training to the PKK women of Ledeke Village to make accessories from woven cloth which will be a new job opportunity and can open up business opportunities for mothers who do not yet have jobs. The PKM activity took place at the Ledeke Village Office on September 3 2024, attended by 40 participants consisting of women from the PKK group, village officials and students. As a result of this activity, women from the Ledeke Village PKK group were able to make accessories from woven cloth in the form of earrings, necklaces, bandanas and hair clips. Keywords: empowerment; woven fabrics; woven accessories
Pengembangan dan penerapan sistem keamanan berbasis Internet of Things (IoT) dan monitoring berbasis website bagi kinerja Atmospheric Water Generator (AWG) untuk sistem pertanian lahan kering di Desa Tesiayofanu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan Jefri S. Bale; Renold Modok; Rima Nindia Selan; Ben V. Tarigan; Louis Ferdinand Boesday; Jusuf R. Manilapai
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29959

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat melalui kemitraan masyarakat dilaksanakan  dalam rangka mendukung program nasional dalam peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan kejuruan. Mitra merupakan Desa yang berada di Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan PkM berlangsung selama 10 (enam) bulan dengan keterlibatan 3 (tiga) dosen dan 5 (lima) mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki ketrampilan untuk dapat menggunakan sistem kontrol keamana AWG dan sistem monitoring berasis IoT. Kegiatan ini disampaing meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam berbagai sistem kontrol di industri. Metode yang akan dilaksanakan pada PKM ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan. Persiapan yang akan dilakukan meliputi  observasi,  survey  lokasi,  dan  penyampaian  masalah  serta  solusi  yang  akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan berupa perancangan alat, ujicoba alat, peningkatan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pelatihan penggunaan alat, pendampingan dalam pemeliharaan alat, tahap monitoring oleh tim pelaksana dan evaluasi pelaksanaan program.   Kata kunci: sistem keamanan; IoT; AWG, Website. Abstract The Community Service Program through community partnerships is carried out in order to support the national program in improving human resources through vocational education. Mitra is a village located in TTS Regency, East Nusa Tenggara Province. PkM activities lasted for 10 (six) months with the involvement of 3 (three) lecturers and 5 (five) students. Through this activity, it is hoped that the community will have the skills to be able to use the AWG safety control system and the IoT-based monitoring system. This activity is aimed at improving skills and knowledge in various control systems in the industry. The methods that will be implemented in this PKM include the preparation stage, the implementation of activities, monitoring and evaluation, and the preparation of reports. The preparations that will be carried out include observation, location surveys, and submission of problems and solutions that will be taken in the implementation of activities. The implementation is in the form of tool design, tool testing, partner capacity building through training and training in the use of tools, assistance in tool maintenance, monitoring stages by the implementation team and evaluation of program implementation. The outputs of this PKM activity include the achievement of program target outputs, and output achievement targets in the form of publication of activity results in national journals and scientific meetings, and publications in newspapers and social media. Keywords: security system; IoT; AWG; Website.
Pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah di kelurahan sikumana Gusnawati Gusnawati; Jefri Semuel Bale; Jahirwan Ut Jasron; Kristomus Boimau; Defmit B.N. Riwu; Muhamad Jafri; Rima Nindia Selan; Yeremias M. Pell
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23280

Abstract

AbstrakKelurahan Sikumana terletak di Kecamatan Maulafa, luas wilayahnya 336 Ha, berbatasan dengan kelurahan Belo (Sebelah Timur), kelurahan Batuplat (Sebelah Barat), kelurahan Naikolan dan kelurahan Oepura (Sebelah Utara) dan Kelurahan Fatukoa (Sebelah Selatan). Penduduknya heterogen dengan beragam suku dan mayoritas penduduk berasal dari Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Jawa dan suku-suku lainnya, berjumlah 21.073 jiwa dengan 4.172 KK. Dalam hal pengelolaan sampah, masyarakat Sikumana belum maksimal. Sampah rumah tangga hanya dikumpulkan dan dibuang di kontainer sampah yang disiapkan pemerintah di tepi jalan, kemudian diangkut truk sampah setiap hari. Masih terdapat masyarakat yang membakar sampah dikarenakan letak tempat sampah jauh dari pemukiman mereka, terdeteksi sebagian masyarakat yang membuang sampah di kali yang ada di kelurahan mereka. Kegiatan PKM ini bertujuan melakukan pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah, terkhusus sampah organik dan sampah plastik. Pelaksanaan pengabdian ini melalui tahapan penyajian hasil penerapan teknologi pengolahan sampah dan manajemen pengolahannya, dalam hal ini pembuatan Eco Enzyme untuk sampah organik dan pengenalan serta penerapan Bank Sampah kepada masyarakat Sikumana. Harapannya menjadikan sampah mereka bernilai ekonomis yang menambah pemasukan keluarga. Pengabdian ini menjadi wadah dalam membantu masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola sampah berbasis komunitas secara bijaksana dan mengurangi kuantitas sampah yang diangkut dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hasil pre test dan post test peserta kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan. Rerata nilai pre-test peserta yang dilakukan sebelum kegiatan pengabdian sebesar 65 dan rerata nilai post-test peserta yang dilakukan setelah pemberian materi dan praktik, meningkat menjadi 88,67. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta mencapai 23,67. Kata kunci: sampah; eco enzyme; manajemen bank sampah AbstractSikumana Village is located in Maulafa District with an area of 336 Ha, bordering Belo Village (East), Batuplat Village (West), Naikolan Village and Oepura Village (North) and Fatukoa Village (South). The population is heterogeneous, consisting of various ethnic groups and the majority of the population comes from the Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Javanese and other tribes, totaling 21,073 people with 4,172 families. In terms of waste management, the Sikumana community is not optimal. Waste from their households, it is only collected and thrown away in rubbish containers prepared by the government on the side of the road which are then picked up by rubbish trucks every morning. There are still people who burn rubbish because the rubbish bins are far from their residences, and there are even a handful of people who throw rubbish away. in the river in their sub-district. This PKM activity aims to provide training on waste processing technology and management, especially organic waste and plastic waste. organic waste and the introduction and application of the Waste Bank to the Sikumana community. With the hope of making their waste economically valuable and increasing family income. This service is a forum for helping the community and local government in managing community-based waste wisely and reducing the quantity of waste transported and piling up at the Final Disposal Site (TPA). The pre-test and post-test results of service activity participants showed a significant increase. The average pre-test score of participants carried out before service activities was 65 and the average post-test score of participants carried out after providing material and practice increased to 88.67. The increase in participants' understanding and knowledge reached 23.67. Keywords: waste; eco enzyme; waste bank management
Pelatihan pembuatan pupuk kompos berbasis eco enzyme Rima Nindia Selan; Yeremias M. Pell; Gusnawati Gusnawati; Demit B. N. Riwu; Jahirwan Ut Jasron
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22246

Abstract

Abstrak Masyarakat Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT selama ini mempunyai usaha ternak babi yang menghasilkan limbah cair dan padat. Selama inimasyarakatbelummemanfaatkanlimbah ternakbabi sebagaibahandasarpupukkompos.Tujuan kegiatan pengabdian kali ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada mitra baagaimana membuat pupuk kompos dari kotoran babi berbasis eco enzyme. Kegiatan Pengabdian diadakan pada bulan Agustus Tahun 2023, bertempat di pekarangan warga yang memiliki ternak babi. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan limbah kotoran ternak, Hasil yang diperoleh yaitu mitra sudah dapat membuat pupuk kompos berbasis eco enzyme secara mandiri dan mengaplikasikan penggunaan pupuk tersebut di tanaman. Kata kunci: pupuk kompos; limah ternak; eco enzyme. Abstract The people of Oepura Village, Kupang City, NTT have had a pig farming business which produces liquid and solid waste. So far, people have not used pig waste as a basic ingredient for compost fertilizer. The aim of this service activity is to provide knowledge to partners on how to make eco enzyme-based compost fertilizer. The service activity will be held in August 2023, taking place in the yards of residents who have pigs. The service method is carried out through socialization, counseling, training and mentoring regarding livestock manure waste processing. The results obtained are that partners are able to make eco enzyme-based compost fertilizer independently and apply the fertilizer to plants. Keywords: compost fertilizer; livestock manure; eco enzyme
Co-Authors Ada Kale, Ariency K. Ada Manu, Ariency Kale Adar, Damianus Adi Y Tobe Adi Y. Adoe Adi Yermia Tobe Adoe, Dominggus. G.H. Altruis Krisman Runesi Antonius Fandie Tei Seran Ariency K. A. Manu Ariency K. Ada Kale Ariency K. Ada Kale Ariency K.A. Manu Ariency Kale Ada Manu Arienncy K. A. Manu Arifin Sanusi Bale, Jefri Semuel Ben V. Tarigan Ben V. Tarigan Ben Vasco Tarigan Ben Vasco Tarigan Boy Bistolen Daud P. Mangesa Daud P. Mangesa Daud Pulo Mangesa Defmit B.N. Riwu Defmit B.N. Riwu Demas Abia Manimalay Demit B. N. Riwu Devo Christofel Medah Dodi Darmakusuma Dominggus Godlief Heryson Adoe Efraim Jehane Pranamantara Erich Maliwemu, Erich Fa'ah , Yuri Sandra Farus, Febrianus Fathurrahmaniah Fathurrahmaniah Fathurrahmaniah, Fathurrahmaniah Gaspar P. M. Pinto Grace Martiani Maku Gusnawati Gusnawati Gusnawati Gusnawati Hari Rarindo Jack C. Pah Jack C.A. Pah Jack Pah Jahirwan Ut Jasron Jahirwan Ut Jasron Jefri S Bale Jefri S. Bale Jefri Semuel Bale Jefrianus Bere JonsJonson H. Laning Josef Etheldreda Nana Jusuf R. Manilapai Kristomus Boimau Kristomus Boimau Louis Ferdinand Boesday Manoh, Luter Imanuel Manu, Ariency Kale Ada Manu, Sarlince O. Maria Agustina Kleden Matheus M. Dwinanto Melkiades Tualasi Muhamad Jafri Nampa, I Wayan Napsiyana A. Weo Nuban, Jondri K. A. Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Pah, Jack C. A. Pala, Elshaday Y. Pell, Yeremias M Philiphi de Rozari Renold H. Modok Rohi, Jemssy Ronald Sarlince O. Manu Tarigan, Ben Tarigan, Ben V. Theodora M. Tualaka Theodora M. Tualaka Theodora Murni Tualaka Tobe, Adi Yermia Tualaka, Theodora M. C. Verdy A Koehuan Verdy A. Koehuan Verdy Koehuan Wenseslaus Bunganaen Weo, Napsiyana Asti YARDESH AOETPAH Yeremias M. Pell Yosefina K.I.D.D Dhae