Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN METODE QUESTION STUDENT HAVE (QSH) PADA SISWA KELAS IV SDN 3 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Nila Setiawan; Sudirman Sudirman; Nurhasanah Nurhasanah
Indonesian Journal of Elementary and Childhood Education Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research background by lower student social studies learning outcomes. From interviews with fourth grade teacher at SDN 3 Mataram this is due to the quality of learning is still low because teachers often use conventional teaching methods and lack of activity of students in the teaching process. This study aims to improve social studies learning outcomes through the application of the Question Student Have method in grade IV SDN 3 Mataram academic year 2015/2016. Based on the above background, the researchers conduct action research with active learning model type Question Student Have two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation and reflection. Data results obtained through evaluation of student learning, student activities and teacher obtained through observation sheet. From these results it can be concluded that the application of the method Question Student Have IPS can improve learning outcomes in grade IV SDN 3 Mataram. In cycle 1 the amount of the average score of 34.5 students' learning activities with the percentage of 58% categorized quite active, while the average score of 14.5 with the activities of teachers percentage of 73% good category. And the evaluation of student learning outcomes with an average value of 66.7 to 44.7% classical completeness. As for the second cycle of research has increased with the amount of the average score of students' learning activities 45 active category with a percentage of 75%, while the average score of teacher activity with percentage 87.5% 17.5 very good category and the evaluation results of students with average grades -rata 74 with classical completeness 84%. II cycle data are in accordance with predetermined completeness 80%. It can be concluded that the application of active learning model student have the type of question (questions from the students) can improve learning outcomes IPS in grade IV SDN 3 Mataram in academic year 2015/2016.
Pelatihan kemitraan kepala sekolah, guru, dan orang tua dalam meningkattkan mutu pendidikan SDN 3 Batu Mekar Lingsar Lombok Barat Asrin Asrin; Sudirman Sudirman; Heri Hadi Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21974

Abstract

Abstrak Perbaikan mutu pendidikan membutuhkan patnership antara kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan yang transformatif, peran guru lebih konstruktif dan keterlibatan orang tua untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penyebab utama sekolah mempunyai kinerja yang tinggi yaitu; (1) budaya atau iklim sekolah; (2) kepemimpinan dan sistem sekolah; (3) dukungan orang tua. Untuk menciptakan mutu pendidikan, maka sekolah dituntut mengembangkan manajemen mutu yang menekankan pada pengembangan budaya mutu. Kepala sekolah, guru dan orang tua dapat mengembangkan perbaikan mutu pendidikan. Hasil observasi yang dilakukan di sekolah mitra ditemukan bahwa kerja sama antara kepala sekolah, guru dan orang tua belum terjalin dengan baik. sehingga dibutuhkan suatu pelatihan untuk memberikan pencerahan terkait pentingnya kemitraan antara kepala sekolah, guru dan orang tua. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang baik terkait bagaimana membangun kemitraan antara kepala sekolah, guru, dan orang tua dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Pelatihan ini dilaksanakan di sekolah SDN 3 Batu Mekar selama satu hari dan dihadiri oleh kepala sekolah, guru, dan orang tua dengan jumlah seluruh peserta adalah 25 orang. Dari hasil evaluasi kegiatan pelatihan ini meningkatkan pemahaman dan mendapatkan respons positif dari seluruh peserta yang hadir. Kata kunci: pelatihan kemitraan;  kepala sekolah; guru; orang tua; mutu pendidikan. Abstract Improving the quality of education requires a partnership between the principal as a transformative educational leader, the role of teachers more constructively and the involvement of parents to improve the quality of education. The main causes of high school performance are: (1) school culture or climate; (2) leadership and school systems; (3) parental support. To create quality education, schools are required to develop quality management that emphasizes the development of a quality culture. Principals, teachers and parents can develop educational quality improvement. The results of observations made in partner schools found that the cooperation between principals, teachers and parents has not been well established. so a training is needed to provide enlightenment related to the importance of partnerships between principals, teachers and parents. The purpose of this training is to provide a good understanding of how to build partnerships between principals, teachers and parents in improving the quality of education in schools. The training was held at SDN 3 Batu Mekar for one day and was attended by principals, teachers and parents with a total of 25 participants. From the evaluation results, this training activity increased understanding and received positive responses from all participants. Keywords: partnership training; school principals; teachers; parents; quality of education.
Pengaruh Mutu Layanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Universitas Mataram Ahmadi Ahmadi; Agil Al Idrus; Sudirman Sudirman; Asrin Asrin; Mohamad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3152

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Universitas Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan korelasi ganda. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan purposive sampling dan dihitung menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Uji validitas dan kelayakan dilakukan pada instrumen kuesioner pada variabel independen dan variabel terikat sebelum didistribusikan. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS Versi 26. Uji chi-Square dilakukan pada variabel kualitas layanan dan variabel kepuasan dengan tingkat kepercayaan 95% (a = 0,05). Dikatakan bahwa ada hubungan yang terkait secara statistik jika diperoleh nilai p < 0,05.  Penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan mulai dari dimensi keandalan, tangible, responsiveness, empati dan assurance berkorelasi dengan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dimensi kualitas layanan seperti nyata, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati memiliki pengaruh antara lima variabel kualitas layanan terhadap kepuasan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hasil uji Chi-Square diperoleh bahwa p-valuenya adalah 0,000 < 0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kualitas Kesehatan.
Etika Lingkungan dalam Pembelajaran IPA Berbasis Ekowisata Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Muhammad Sarjan; Joni Rokhmat; Agus Muliadi; Asrorul Azizi; Bachtiar Ardiansyah; Hamidi Hamidi; Iswari Pauzi; Muhammad Yamin; Mulia Rasyidi; Rindu Rahmatiah; Sudirman Sudirman; Yusran Khery
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 2 No. 3 (2022): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v2i3.296

Abstract

This article aims to examine the concept of environmental ethics in ecotourism-based science learning. In conventional education, the educational process only focuses on knowledge (cognitive) while the attitude aspect only gets a very small portion. Environmental ethics in ecotourism-based science learning is expected to integrate various science concepts and contextual science learning objectives with the ecotourism concept, so that the formation of environmental care characters in students and the implementation of ESD can be realized optimally. This research uses literature study method. The data used in this study were sourced from scientific articles (national and international, science textbooks (SD, SMP and SMK), reference books, and literature reviews related to the concepts studied. Based on the above reviews, it can be concluded that the concept of environmental ethics that mostly presented in science learning materials at all levels of primary and secondary education dominated by anthropocentrism theory, while the concept of ecotourism is mostly presented at the vocational level with the Tourism Expertise Program.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Wordwall Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 35 Ampenan Nur Hafidah; Sudirman Sudirman; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1662

Abstract

Rendahnya kemampuan membaca siswa yang tercermin dari hasil survei PISA 2023 dan fakta bahwa metode pembelajaran konvensional yang diterapkan di kelas II SDN 35 Ampenan cenderung kurang menarik dan kurang melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Wordwall terhadap kemampuan membaca siswa kelas II SDN 35 Ampenan. penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 53 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen sebanyak 27 siswa dan kelas kontrol sebanyak 26 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca pada kelas eksperimen dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 47,96 dan post-test sebesar 91,66, dibanding kelas kontrol yang rata-rata pre-test dan post-test-nya masing-masing 45,64 dan 74,4. hasil signifikan dari uji Independent Sample T-test. diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara rata-rata kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media wordwall.terhadap kemampuan membaca siswa dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Kinerja Guru Berbasis Platform Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) di SDN 1 Gerung Utara Hendra Hidayat; Sudirman Sudirman; Dadi Setiadi
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi pengelolaan kinerja guru berbasis Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) di SDN 1 Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap Kepala Sekolah, lima orang guru dan satu orang guru yang merangkap operator sekolah, serta pengawas pembina, dilengkapi observasi lapangan dan studi dokumen. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan bercirikan pendekatan berbasis data (data-driven), yaitu memadukan hasil analisis Rapor Pendidikan dengan penilaian akhlak dan kompetensi guru, dikomunikasikan secara partisipatif melalui rapat kerja dan penelaahan bersama Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Dalam pengorganisasian dan pelaksanaan, Kepala Sekolah membangun pembagian peran yang jelas antara Kepala Sekolah sebagai verifikator, guru sebagai pelaksana, dan operator sekolah sebagai fasilitator teknis, didukung strategi tutor sebaya dan penguatan Komunitas Belajar (Kombel). Pada aspek pengawasan dan evaluasi, Kepala Sekolah menerapkan pemantauan berjenjang berbasis dasbor digital yang dipadukan dengan supervisi tatap muka dan umpan balik yang bersifat personal dan suportif. Pengelolaan kinerja berbasis platform ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan keterstrukturan pembelajaran dan pergeseran orientasi kelas menjadi lebih berpusat pada murid, meskipun masih ditemukan catatan kritis berupa keterbatasan konsistensi tindak lanjut pemantauan bulanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendokumentasian kebijakan secara formal serta pendelegasian sebagian fungsi pemantauan guna menjaga keberlanjutan praktik kepemimpinan digital yang telah terbangun.
Sosialisasi identifikasi masalah pendidikan dengan pendekatan PDIA di Wilayah Kepulauan Kabupaten Lombok Utara Heri Hadi Saputra; Sudirman Sudirman; AA Sukarso; Abdul Kadir Jaelani; Muhammad Makki; Moh. Noor Supandri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.41193

Abstract

AbstrakWilayah kepulauan memiliki tantangan pendidikan yang kompleks akibat keterbatasan akses, sarana pendukung, serta rendahnya intensitas kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan. Kondisi tersebut juga dialami sekolah mitra di Desa Gili Indah, Kabupaten Lombok Utara, yang masih menghadapi keterbatasan dalam identifikasi masalah pendidikan berbasis data dan penyusunan solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan pendidikan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan solusi terhadap permasalahan pendidikan di wilayah kepulauan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA). Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan diseminasi, pelatihan, pendampingan, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan memanfaatkan data Rapor Pendidikan sebagai dasar identifikasi masalah. Kegiatan diikuti oleh 17 peserta yang terdiri atas 1 Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Pemenang, 4 Pengawas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, 4 kepala sekolah, dan 8 guru dari sekolah mitra. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tahapan identifikasi masalah berbasis PDIA sebesar 87%, tersusunnya empat dokumen RTL sekolah, serta terbentuknya komitmen kolaboratif antarpemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan PDIA efektif memperkuat kapasitas sekolah dalam penyelesaian masalah pendidikan berbasis data, sekaligus mendorong kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah kepulauan. Kata kunci: kolaborasi pendidikan; pengabdian masyarakat; problem-driven iterative adaptation; rapor pendidikan; wilayah kepulauan. Abstract Island regions face complex educational challenges due to limited accessibility, inadequate supporting infrastructure, and low levels of collaboration among educational stakeholders. These conditions are also experienced by partner schools in Gili Indah Village, North Lombok Regency, Indonesia, where schools continue to encounter difficulties in conducting data-driven problem identification and developing solutions that reflect the unique characteristics of island communities. In response to these challenges, this community service program aimed to enhance the knowledge and capacity of educational stakeholders in identifying, analyzing, and addressing educational problems in island areas. The program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach integrated with the Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA) framework. Activities were implemented through four stages: dissemination, training, mentoring, and the development of School Action Plans, using the Education Report Card (Rapor Pendidikan) as the primary source for problem identification. The program involved 17 participants, consisting of one Head of the Pemenang District Education Office, four school supervisors from the North Lombok Regency Education Office, four school principals, and eight teachers from partner schools. The implementation resulted in an 87% improvement in participants' understanding of PDIA-based educational problem identification, the completion of four school action plan documents, and the establishment of a collaborative commitment among educational stakeholders. These findings demonstrate that the PDIA approach effectively strengthens schools' capacity for data-driven educational problem solving while fostering sustainable collaboration to support continuous educational quality improvement in island regions. Keywords: collaborative education; community service; education report card; island regions; problem-driven iterative adaptation.