Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Basal Sebagai Material Pelapis Logam Plat Ms Terhadap Laju Korosi Dalam Larutan, Asam H2SO4 Muh Thohirin; Herry Wardono; Yudi Eka Risano
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi dapat terjadi pada berbagai jenis logam seperti seng, tembaga, besi baja dan lain-lainnya, semuanya dapat terserah oleh korosi. Selain itu korosi ternyata juga mampu menyerang logam pada komponen peralatan elektronik, mulai dari computer serta peralatan canggih lainnya yang digunakan dalam berbagai aktifitas manusia. Proses terjadinnya korosi hamper sama pada semua material terutama pada logam terjadi perlahan tetapi pasti, dimana material yang diperkirakan untuk pemakaian dalam waktu lama ternyata mempunyai umur yang lebih singkat dari umur pemakaian rata-ratanya. Oleh karena itu, untuk penelitian ini memaksimalkan potensi basal dengan memanfaatkan kandungan silika yang ada di dalamnya di padukan dengan getah damar yang merupakan tanaman endemi Indonesia yang banyak ditemukan di Krui dan Lampung Barat dengan dilakukan variasi ukuran butir basal yaitu 250 mesh, sebagai pelapis logam baja jenis mild steel diperuntukan melindungi logam dari korosi pada larutan asam H2SO4. Analisis mikroskop optik baja lunak setelah direndam dalam larutan H2SO4 selama 192 jam dengan perbesaran 100x. Pengujian menggunakan mikroskop optik bertujuan untuk melihat struktur permukaan pada sampel tanpa pelapisan dan yang dilapisi. Pengujian dilakukan dengan mengamati permukaan sampel menggunakan mikroskop optik dengan perbesaran 100x. Berdasarkan Gambar 10(a) struktur permukaan pada logam besi MS tanpa pelapisan mengindikasikan bahwa baja telah terkorosi terlihat pada karat yang telah banyak terbentuk pada permukaan logam besi MS Larutan asam H2SO4 juga berpengaruh sangat cepat pada logam besi MS hal ini disebabkan larutan nyang mempunyai pH asam < 5 akan berpengaruh terhadap lingkungan cepat terkorosi.
Rancang Bangun Mesin Pengering Biji Kakao Menggunakan Tenaga Hemat Energi Tri Cahyo Wahyudi; Muh. Thohirin; Wisnaningsih Wisnaningsih; Muhammad Yunus; Aditya Saputra
JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai) Vol 1, No 01 (2023): JUSTIMES (Jurnal Rekayasa Teknik Mesin Saburai)
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/justimes.v1i01.2093

Abstract

Masyarakat pada umumnya memanfaatkan panas yang dihasilkan dari sinar matahari dalam melakukan pengeringan biji kakao, pengeringan membutuhkan waktu sampai 2 hari hingga biji kakao siap untuk dijual. Namun terkadang faktor cuaca merupakan suatu masalah tersendiri selama proses pengeringan. Perlu adanya suatu inovasi untuk memecahkan masalah yang dialami para petani, salah satunya adalah mesin pengering biji kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancangan Mesin pengering biji kakao menggunakan tenaga hemat energi. Mesin Pengering biji kakao ini adalah gabungan dari beberapa komponen yang termuat dalam suatu bentuk alat yang digunakan dalam melakukan pengeringan biji kakao dengan cara memanfaatkan energi listrik AC 220 volt, kemudian energi tersebut diubah menjadi energi panas dengan menggunakan elemen pemanas sehingga menghasilkan panas yang digunakan selama proses pengeringan. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan secara statistik dengan mengatur suhu yang tepat pada elemen pemanas untuk melakukan pengeringan, putaran yang dihasilkan motor penggerak dalam menggerakkan tabung penampug biji kakao dalam bentuk perhitungan RPM serta waktu yang dibutuhkan selama proses pengeringan. Memecahkan masalah yang dialami petani dalam proses pengeringan biji kakao dengan beberapa tahapan, seperti perencanaan dan pengumpulan data serta melakukan evaluasi yang dilakukan selama proses pengujian alat, sehingga menghasilkan alat yang dapat membantu para petani selama proses pengeringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin pengering dapat menampung kapasitas 1 kg selama proses pengeringan dengan durasi waktu 60 menit. Dengan elemen pemanas bekerja pada suhu 35-40 derajat Celcius. Mesin ini mampu menurunkan kadar air sebesar 1,5 persen. 
Kajian Minyak CPO dengan Variasi Suhu dan Pengikat Warna (Bleaching Earth) pada Proses Bleaching Wisnaningsih, Wisnaningsih; Thohirin, Muh.; Santoso, Ari Beni; Pambudi, Ambar; Hikmawan, Dimas Andika
TEKNIKA SAINS Vol 9, No 1 (2024): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v9i1.3019

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan di Indonesia yang dapat menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Buah kelapa sawit digunakan sebagai bahan mentah minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika, industri farmasi. Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu terhadap kekentalan minyak goreng. Fluida yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak kemasan kelapa sawit yang terdiri dari Bimoli, Filma dan Kunci Mas. Dalam penelitiannya pengaruh suhu terhadap viskositas minyak goreng menggunakan hukum Stokes. Berdasarkan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kekentalan minyak goreng mengalami penurunan dengan meningkatnya suhu. Penelitian ini akan dilakukan perlakukan pada minyak CPO dengan panas dan bleaching earth yang berbeda untuk mengetahui variasi faktor dan hasil yang didapatkan lebih luas. Formula atau faktor yang akan diteliti menggunakan metode taguchi dengan formula 32. Besaran faktor panas 80ËšC, 85ËšC dan 90ËšC sedangkan untuk campuran bleaching earth sebesar 1,5%, 2,0% dan 2,5% dari berat CPO yang akan diuji. Hasil minyak berpengaruh dari besaran campuran bleaching earth. Minyak yang memiliki campuran bleaching earth paling tinnggi memiliki kejernihan yang baik dan juga sebaliknya campuran bleaching earth yang paling rendah memiliki kekeruhan minyak yang paling tinggi.
Studi Penggunaan Filter Udara Racing terhadap Emisi Gas Buang pada Mesin Injeksi EFI Tipe EJ-VE DOHC VVT-i Thohirin, Muh.; Wisnaningsih, Wisnaningsih; Santoso, Ari Beni; Misyanto, Misyanto
TEKNIKA SAINS Vol 9, No 2 (2024): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v9i2.3518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan filter udara racing terhadap emisi gas buang pada mesin EFI tipe EJ-VVT-i. Pengujian dilakukan dengan mengukur parameter emisi utama, yaitu karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx), serta membandingkan hasil emisi antara penggunaan filter udara standar dan filter udara racing. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada emisi gas buang. Penggunaan filter udara racing, yang didesain untuk meningkatkan aliran udara ke mesin, menyebabkan penurunan kadar CO dari 0,98 g/km menjadi 0,82 g/km dan HC dari 0,12 g/km menjadi 0,08 g/km, mengindikasikan peningkatan efisiensi pembakaran. Namun, terjadi peningkatan kadar NOx dari 0,07 g/km menjadi 0,09 g/km, yang disebabkan oleh suhu pembakaran yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, penggunaan filter udara racing pada mesin EJ-VVT-i dapat meningkatkan performa mesin melalui pembakaran yang lebih efisien, tetapi juga berdampak pada peningkatan emisi NOx.
SWOT Analysis of the Effect of New Materials on Engine Performance and Durability Risdianto, Anauta Lungiding Angga; Saputra, Rahmad Surya Hadi; Thohirin, Muh; Chin, Jacky
Journal of Renewable Engineering Vol. 2 No. 1 (2025): JORE - February
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/dkhsqx33

Abstract

Material innovation in the manufacturing and automotive industries plays an important role in improving engine performance and durability. Conventional materials such as steel and aluminum have limitations in resistance to extreme temperatures and wear, so new materials such as high-performance metal alloys, carbon fiber composites, and nanotechnology-based materials are developed as solutions. These materials are capable of improving energy efficiency, reducing weight, and extending component life. However, the adoption of new materials faces challenges such as high production costs, fabrication complexity, and validation in real operational environments. Therefore, collaboration between academia, industry and government is needed to develop solutions that are not only technically superior, but also economical and sustainable. This research uses the SWOT method to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the application of new materials. Data were obtained through literature studies, laboratory experiments, and expert interviews. The analysis results show that materials such as carbon fiber composites (CFRP) have advantages in fuel efficiency and corrosion resistance, but also face challenges in production and maintenance costs. With innovations in manufacturing technology and a more sustainable approach, new materials have the potential to be the optimal solution for the automotive and manufacturing industries in the future
Penerapan Mesin Cacah Multifungsi Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Pakan Ternak di Desa Tulung Agung Gadingrejo Thohirin, Muh.; Dityamri, Arzaq Guruh; Wati, Sinta
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 6, No 01 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v6i01.4288

Abstract

Ketersediaan pakan ternak yang efisien, berkualitas, dan mudah diakses merupakan salah satu tantangan paling krusial dalam usaha peternakan rakyat, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Tulung Agung, Gadingrejo. Mayoritas peternak di desa tersebut masih menggunakan metode tradisional dalam pengolahan pakan, yang memakan waktu lama, membutuhkan tenaga besar, serta menghasilkan cacahan yang tidak seragam. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan mesin cacah multifungsi berbasis teknologi tepat guna sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan efektivitas produksi pakan ternak. Kegiatan ini melibatkan 16 orang peternak sebagai responden, dan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan lima tahapan: identifikasi kebutuhan, perancangan dan pembuatan mesin, pelatihan penggunaan, implementasi lapangan, serta evaluasi kinerja dan dampaknya. Mesin yang dikembangkan mampu mencacah beragam bahan pakan, seperti rumput, jerami, daun, batang jagung, dan limbah pertanian lainnya dengan kapasitas sekitar 150 kg per jam dan konsumsi bahan bakar sebesar 0,8 liter per jam. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan efisiensi waktu kerja peternak sebesar 45% dibanding metode manual, serta penurunan biaya operasional hingga 30%. Lebih dari itu, keberadaan mesin ini turut mendorong produktivitas dan rasa kemandirian peternak melalui pemanfaatan teknologi lokal yang mudah digunakan dan dirawat. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap penyediaan alat produksi sederhana namun tepat guna perlu dimasukkan dalam kebijakan pembangunan peternakan skala kecil, serta menjadi rujukan dalam upaya replikasi program di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.
ANALISIS PENGGUNAAN KATALIS DAN ZAT ADIKTIF BAHAN BAKAR TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG PADA HONDA BEAT eSP Pambudi, Ambar; Thohirin, Muh; Pratama, Dandi; Santoso, Ari Beni
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i1.8964

Abstract

ABSTRAK Polusi udara akibat dari peningkatan penggunaan jumlah kendaraan bermotor yang mengeluarkan gas-gas berbahaya akan sangat mendukung terjadinya pencemaran udara dan salah satu akibatnya adalah adanya pemanasan global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan BRQ dan Eco Racing terhadap performa mesin dan emisi gas buang pada kendaraan tipe mesin 4 langkah yang menggunakan bahan bakar pertalite dan pertamax, serta untuk mengetahui efektifitas produk dalam meningkatkan performa mesin dan emisi gas buang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan BRQ dan Eco Racing berdampak pada performa mesin sepeda motor 4 langkah 110 cc. Peningkatan performa mesin dan emisi gas buang terjadi pada uji BRQ dan Eco Racing. Penggunaan BRQ lebih efektif dalam meningkatkan performa mesin jika dibandingkan dengan Eco Racing. Tetapi terjadi detonasi dan knocking pada penggunaan pertamax rendaman BRQ. Penggunaan pertalite campuran BRQ lebih menghemat biaya bahan bakar kendaraan. Disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat menguji efek jangka panjang dari penggunaan kedua produk BRQ dan Eco Racing dan mencari cara untuk mengatasi efek detonasi dan knocking pada penggunaan bahan bakar pertamax rendaman BRQ. Kata kunci: brq, eco racing, performa mesin sepeda motor, emisi gas buang sepeda motor. ABSTRACT Analysis of the use of catalysts and fuel additives on performance and exhaust emissions on the Honda Beat esp. Air pollution as a result of the increasing use of the number of motorized vehicles that emit harmful gases will greatly support the occurrence of air pollution and one of the consequences is global warming. The purpose of this study was to determine the effect of using BRQ and Eco Racing on engine performance and exhaust emissions in 4 stroke engine type vehicles that use pertalite and Pertamax fuel, as well as to determine the effectiveness of the product in improving engine performance and exhaust emissions. The results showed that the use of BRQ and Eco Racing had an impact on the engine performance of a 110 cc 4 stroke motorcycle. Improved engine performance and exhaust emissions occurred in the BRQ and Eco Racing tests. The use of BRQ is more effective in improving engine performance when compared to Eco Racing. However, detonation and knocking occurred when using pertamax BRQ immersion. The use of BRQ mixed pertalite saves more on vehicle fuel costs. It is recommended for further research to examine the long-term effects of using both BRQ and Eco Racing products and find ways to overcome the effects of detonation and knocking on the use of Pertamax BRQ immersion fuel. Keywords: brq, eco racing, motorcycle engine performance, motorcycle exhaust emissions.
PENGARUH VARIASI BERAT ROLLER MENGGUNAKAN PEGAS STANDAR TERHADAP AKSELERASI SEPEDA MOTOR BEAT FI Saputra, Rahmadani; Thohirin, Muh; Dalimunthe, Ruslan; Yunus, Muhammad
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v6i1.5866

Abstract

Perkembangan dunia industri dan teknologi otomotif sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini merupakan hasil kerja keras produsen guna memproduksi kendaraan dengan kondisi terbaik untuk konsumen. Berbagai macam teknologi yang dikembangkan meliputi sistem pemasukan bahan bakar, konstruksi mesin, konstruksi rangka, sistem pengereman, sistem transmisi, komponen CVT dan lain-lain. Maka perlu dilakukan analisis pengaruh variasi roller dan pegas CVT dengan nilai konstanta yang tetap sehingga dapat menghasilkan kinerja optimal pada Motor Honda Beat FI. metode observasi atau pengamatan langsung dilakukan saat proses pembongkaran, perbaikan, perawatan, dan analisis komponen sistem kerja Transmisi Otomatis. Metode deskriptif yang digunakan dalam penelitian dengan cara penulis datang ke sumber data dan menganalisis data yang diperoleh. akselerasi pada sepeda motor Beat Fi dengan menggunakan variasi berat roller 8 gram, 9 gram, 10 gram, 11 gram dan 12 gram (standar) dengan pegas CVT 800 rpm (standar). Kondisi Motor standar dengan roller 12 gram dan pegas CVT standar (800rpm)dengan Akselerasi tercepat Dengan waktu 0,08 detik pada kecepatan putar 3706 rpm. Akselerasi lambat Dengan waktu 0,28 detik pada kecepatan putar 5993 rpm.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN KEKENTALAN OLI MESRAN SAE 20, SAE 40 DAN SAE 20W-50 PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP KEKUATAN BENDING BAJA KARBON RENDAH Thohirin, Muh; Wisnaningsih, Wisnaningsih; Pambudi, Ambar
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v6i2.7380

Abstract

ABSTRAKPerkembangan industri akhir-akhir ini sangatlah pesat apalagi menyangkut logam dan baja, pembangunan yang menggunakan logam atau baja banyak yang  menggunakan pengelasan. Untuk itu maka perlu dilakukan berbagai penelitian tentang proses pendinginan dengan media pendingin yang berbeda-beda yang bertujuan untuk mengetahui struktur sambungan yang telah didinginkan dan untuk mengetahui hasil kelenturannya agar sambungan las bermutu tinggi, karena menyangkut keselamatan dan umur pemakaian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Proses pengelasan terhadap baja karbon rendah yaitu spesimen dilas satu persatu kemudian setiap spesimen didinginkan menggunakan media pendingin oli mesran SAE 20, oli mesran SAE 40 dan oli mesran SAE 20W-50. Nilai rata–rata tegangan bending untuk media pendingin oli mesran SAE 20W-50 sebesar 175,45 MPa. Sedangkan nilai rata–rata tegangan bending media pendingin oli Mesran SAE 40 sebesar 145,2 MPa, dan nilai rata– rata oli mesran SAE 20 sebesar 143,25 MPa. Sehingga dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa media pendingin oli mesran SAE 20W-50 lebih baik dibandingkan media pendingin oli mesran SAE 20Dan SAE 40 untuk proses pendinginan setelah pengelasan. Kata kunci: pengelasan, media pendingin, uji bending ABSTRACT The Effect Of Cooling Media Viscosity Sae 20, Sae 40 And Sae 20w-50 On Smaw Welding On The Bending Strength Of Low Carbon Steel. The development of the industry lately is very rapid, especially regarding metal and steel, many developments that use metal or steel use welding,. it is necessary to carry out various studies on the cooling process with different cooling media with the aim of knowing the structure of the connection that has been cooled and to determine the results of its flexibility so that the welded joint is of high quality, because it involves safety and service life. The research method used in this research is a laboratory experiment. The welding process for low carbon steel is that the specimens are welded one by one then each specimen is cooled using SAE 20 mesran oil cooling media. The average stress value bending for SAE 20W-50 mesran oil cooling media is 175.45 MPa. Meanwhile, the average bending stress of Mesran SAE 40 oil cooling media is 145.2 MPa, and the average value of Mesran SAE 20 oil is 143.25 MPa. So from the research above, it can be concluded that the SAE 20W-50 mesran oil cooling medium is better than the SAE 20 and SAE 40 mesran oil cooling media for the cooling process after welding. Keywords: welding, cooling medium, bending test
Pendampingan dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Kopi Bubuk dan Pemasaran Berbasis Digital Marketing pada Agroindustri Kopi Jajang di Kabupaten Tanggamus Sari, Ratna Kumala; Safitri, Meilinda; Thohirin, Muh; Famulia, Ledy; Amelia, Jihan; Larasati, Adinda Nabita
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 6, No 02 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v6i02.4468

Abstract

Kopi Jajang yang merupakan mitra pengabdian masyarakat berdiri sejak tahun 2019 tepatnya di Dusun Sinarjaya Desa Gunungsari Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus. Kopi Jajang merupatan industri rumah tangga pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk siap saji. Pada awalnya, kopi jajang terinspirasi pada kebiasaan masyarakat sekitar yang masih melakukan sangrai kopi secara tradisional. Permasalahan pada Agroindisutri Kopi Jajang dikategorikan menjadi 2 poin utama, yaitu pada bidang produksi dan biang pemasaran. Permasalahan pertama pada bidang produksi terletak pada kualitas bubuk kopi yang dihasilkan, karena biji kopi diolah masih berasal dari biji kopi yang campuran. Permasalahan kedua yaitu pada bidang pemasaran yang dilakukan masih dengan kemasan seadanya dan masih menggunakan cara tradisional. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah produksi kopi Jajang dan memperluas pasar hingga ke tahap nasional. Pelaksanaan Program PKM dilakukan selama 8 bulan, yaitu dari bulan April-November 2025. Untuk menjawab dua permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu 1) persiapan, yaitu mengkoordinasikan kegiatan yang dilakukan versama mitra; 2) pelaksanaan, yaitu melakukan pengadaan mesin sortasi kopi dan pendampingan pendaftaran merk kopi bubuk Jajang (pada bidang produksi) serta melakukan pendampingan dalam pengemasan kopi bubuk yang menarik dan pelatihan digital marketing (pada bidang pemasaran); serta 3) evaluasi dan pelaporan, yakni tim melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di lokasi mitra serta mengakomodir dan menginventarisir beberapa hal yang masih perlu tindak lanjut.