Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura terhadap Penggunaan Obat Generik Milenia Kamban; Ressi Susanti; Nurmainah Nurmainah
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i2.2408

Abstract

Generic drugs are known to contain the same ingrediants as patent/branded drugs. So far, many people still have the view that generic drugs are drugs with low quality. The purpose of this study was to describe the percentage and compare the level of knowledge of students in the medical study program at Tanjungpura University. The method used is an observational method using an online in the form of a google form research design cross sectional an analyticThe sample is 198 active students in semester 1, 3 and 5. The sampling technique is Stratified Random Sampling using the sample size calculator. Univariate analysis using one sample t-test, one way anova and independent sample test. The results showed that the percentage level of knowledge of the Medical Study Program students at the University of Tanjungpura on the use of generic drugs was sufficient (64.88%). In conclusion, there is no significant difference between knowledge by gender, age and semester level so it is not a factor that affects a person's level of knowledge.
Gambaran Penyimpanan Obat-Obat LASA (Look A like Sound A like) Di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan Anggareni, Anggareni; Nurmainah, Nurmainah; Andrie, Mohamad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15030

Abstract

Pengelolaan obat LASA (Look A like Sound A like) perlu dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah terjadinya medication error. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengkaji penyimpanan obat LASA di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek dan mengkaji pelayanan obat LASA di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan. Metode penelitian yang digunakan yakni observasional melalui wawancara mendalam disertai pengamatan secara langsung. Sampel dalam penelitian ini ialah seluruh Apotek di Kecamatan Pontianak Selatan yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampel, pada periode Januari-Februari 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 10 apotek penyimpanan obat LASA di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan tergolong cukup baik dengan persentase 71% berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek sedangkan pelayanan obat LASA tergolong baik dengan persentase 93%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa beberapa apotek belum melakukan penyimpanan obat LASA berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian dan sebagian besar apotek telah melakukan pelayanan obat LASA dengan baik.
Hubungan Senam Dan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Prolanis Di Wilayah Kerja Puskesmas Samalantan Hedaya, Angelina Putri; Nurmainah, Nurmainah; Andrie, Mohamad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15046

Abstract

Hipertensi sebagai salah satu penyakit penyebab morbiditas terbesar didunia. Peningkatan prevalensi hipertensi perlu ditekan melalui berbagai intervensi secara farmakologi dan non farmakologi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengetahui hubungan kegiatan senam rutin dan kepatuhan minum obat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Prolanis di wilayah kerja Puskesmas Samalantan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen secara kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2024 dengan jumlah 60 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama diberikan intervensi senam dengan frekuensi 1 kali seminggu selama 4 minggu dan kelompok kedua yang diminta mengisi kuesioner ARMS. Hasil penelitian menggunakan analisis secara terpisah menggunakan uji wilcoxon signed ranks dan uji spearman menunjukkan hasil ρ value < α = 0,05 yang menunjukkan pencapaian tekanan darah yang optimal pada responden. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu senam dan kepatuhan minum obat memiliki hubungan yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Masyarakat Dalam Penggunaan Obat Antibiotik Di Kota Pontianak Anggita, Fransiska; Assegaff, Syarifah Nurul Yanti R S; Nurmainah, Nurmainah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15148

Abstract

Resistensi antibiotik dapat meningkatkan morbiditas maupun mortalitas pasien, dan peningkatan biaya kesehatan. Resistensi dapat dicegah dengan perilaku penggunaan antibiotik yang benar. Pengetahuan memiliki peran penting untuk berperilaku yang baik. Salah satunya perilaku penggunaan antibiotik. Mempunyai pengetahuan yang baik dapat mencegah terjadinya penggunaan antibiotik yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat antibiotik di Kota Pontianak. Metode penelitian  yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 96 responden terpilih melalui teknik non-probability sampling secara accidental sampling. Variabel diukur dengan memanfaatkan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah Chi Square. Penelitian ini memberikan hasil bahwa pengetahuan berhubungan dengan perilaku seseorang. Hasil kategori tingkat pengetahuan baik (66,7%), dan kategori tingkat perilaku baik (77,1%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu, terdapat hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dan perilaku, tingkat hubungan antar kedua variabel adalah hubungan rendah dengan arah korelasi positif.
BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAHE MERAH SEBAGAI PRODUK KESEHATAN DI DESA TEBANG KACANG KABUPATEN KUBU RAYA Zulfita, Dwi; Nurmainah, Nurmainah; Asnawati, Asnawati
MINDA BAHARU Vol 7, No 2 (2023): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v7i2.2695

Abstract

Teknik budidaya tanaman jahe merah yang baik dan benar serta pengolahan rimpang jahe menjadi minuman kesehatan dalam bentuk jahe instan merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan taraf hidup petani jahe di desa Tebang Kacang Kabupaten Kubu Raya. Untuk itu pengetahuan dan keterampilan dalam desiminasi teknologi budidaya jahe merah dan desiminasi pengolahan rimpang jahe merah menjadi minuman jahe instan perlu dilakukan untuk meningkatkan gizi, tahan lama dan meningkatkan harga jual produk. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat Desa Tebang Kacang mengetahui manfaat dan kandungan gizi dalam jahe merah, dapat melakukan budidaya jahe merah dengan baik dan benar serta apat mengolah rimpang jahe merah menjadi minuman kesehatan siap saji (jahe merah instan). Metode kegiatan mulai dari sosialisasi dan demonstrasi, pendampingan dan pelatihan tentang budidaya jahe merah dan pengolahan rimpang jahe merah menjadi minuman kesehatan sampai pengemasan dan pelabelan produk. Target luaran adalah dibuatannya minuman jahe merah instan dengan pengemasan dan pelabelan yang baik sehingga siap untuk dikonsumsi konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat desa Tebang Kacang memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program, terlihat dari tingkat pemahaman serta kegunaan kegiatan mulai dari kegiatan pelatihan dan pendampingan terjadi peningkatan sampai 100% tentang teknik budidaya jahe merah yang baik dan benar dan pengolahan rimpang jahe merah menjadi minuman kesehatan dalam bentuk jahe merah instan.
Peningkatan Pengetahuan Kader PKK melalui Pelatihan Tatalaksana Demam, Gunakan, dan Buang Obat Sirup Demam Anak dengan Tepat Nurmainah, Nurmainah; Novitarini, Poppy; Pramita, Julianti; Balqis, Nur Maharani; Nanmi, Nassya Putri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1207

Abstract

Permasalahan yang dihadapi ibu-ibu kader PKK di Desa Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya bahwa ibu-ibu di desa tersebut masih belum pernah menggunakan termometer dalam pengecekkan suhu tubuh anak demam sebelum diberikan obat. Namun, mereka sering melakukan pengobatan swamedikasi demam dengan membeli obat parasetamol atau ibubrofen yang diketahui dari sosial media atau dari pengalaman ibu-ibu lainnya. Kekeliruan lain yang ditemukan seperti membuang obat sirup dengan tidak benar. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diharapkan ibu-ibu kader PKK dapat meningkat pengetahuannya dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat di desanya dalam menegakkan tatalaksana demam, menggunakan obat sirup, serta membuang sisa obat dan kemasan sirup obat demam anak dengan benar. Metode kegiatan PKM dilakukan dengan mengimplementasikan teori behavioristik dengan pendekatan inkuiri. Kegiatan dilakukan beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian. Hasil kegiatan PKM ini diketahui Ibu-ibu kader PKK yang hadir sebanyak 40 orang. Kelompok usia yang terlibat dalam kegiatan ini memiliki rentang usia 30-39 tahun sebanyak 40% dan usia 40-49 tahun sebanyak 37,5%. Setelah dilakukan sosialisasi materi dan pelatihan, kemudian ibu-ibu kader PKK diminta untuk mengisi kuesioner guna mengukur pengetahuannya. Rata-rata tingkat pengetahuannya adalah sangat baik, yaitu 87,5%. Peserta memberikan respons bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat (87%) dan bermanfaat (13%). Selain itu, materi yang disampaikan oleh tim PKM sangat mudah diterima (65%), mudah diterima (25%), dan sulit diterima (10%). Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa peserta memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik dalam memahami tatalaksana demam, gunakan obat sirup demam anak, serta cara membuang sisa obat dan kemasan botol sirup secara benar setelah mengikuti kegiatan ini. The problem faced by PKK health cadres in Rasau Jaya Satu Village, Kubu Raya Regency is that mothers in the village have never used a thermometer to check the body temperature of children with fever before giving medicine. However, they often self-medicate for fever by buying paracetamol or ibuprofen which they learned from social media or from the experiences of other mothers. Other mistakes found include disposing of syrup medicine incorrectly. The purpose of this Community Service (PKM) activity is that PKK health cadres are expected to increase their knowledge and become agents of change for the community in their village in enforcing fever management, using syrup medicine, and disposing of leftover medicine and children's fever syrup packaging correctly. The PKM activity method is carried out by implementing behaviorist theory with an inquiry approach. The activity is carried out in several stages, including the preparation stage, implementation stage, and assessment stage. The results of this PKM activity were known to the 40 PKK cadre mothers who attended. The age group involved in this activity has an age range of 30-39 years as much as 40% and 40-49 years as much as 37.5%. After the socialization of materials and training, then the PKK cadre mothers were asked to fill out a questionnaire to measure their knowledge. The average level of knowledge was very good, which was 87.5%. Participants responded that this activity was very useful (87%) and useful (13%). In addition, the material presented by the PKM team was very easy to accept (65%), easy to accept (25%), and difficult to accept (10%). The conclusion of this activity was that participants had a very good level of knowledge in understanding fever management, using children's fever syrup, and how to properly dispose of leftover medicine and syrup bottle packaging after participating in this activity.
Gambaran Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Yang Berisiko Penyakit Hipertensi Berdasarkan Klasifikasi World Health Organization Gulindari, Natalia Gusta; Nurmainah, Nurmainah; Susanti, Ressi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v9i1.202

Abstract

Pengaturan kehamilan dapat dilakukan menggunakan kontrasepsi. Penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil dan suntik dapat menyebabkan kejadian hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan kontrasepsi hormonal yang berisiko penyakit hipertensi berdasarkan klasifikasi WHO di Puskesmas Pal III Pontianak. Metode penelitian bersifat deskriptif observasional dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Pengumpulan data menggunakan data rekam medis akseptor kontrasepsi hormonal periode Januari 2020-Desember 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah 62 akseptor. Pengolahan data menggunakan Microsoft excel. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 20 akseptor kontrasepsi hormonal (32,25%) yang mengalami hipertensi dan 4 akseptor (6,45%) dengan riwayat penyakit hipertensi. Hasil gambaran akseptor kontrasepsi hormonal di Puskesmas Pal III Pontianak yang berisiko penyakit hipertensi menurut klasifikasi WHO berada pada Level A dan Level C. Hasil persentase kejadian hipertensi pada pengguna pil dan suntik adalah sama 50%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa akseptor dalam penggunaan kontrasepsi hormonal masih ditemukan tidak sesuai dengan rekomendasi yang ditetapkan oleh WHO.
THE ANALYSIS OF PATIENT CHARACTERISTICS OF COMPLIANCE IN THE USE OF METADONE THERAPY IN THE BANGKONG RIVER REGIONAL MENTAL HEALTH CLINIC OF PONTIANAK IN THE PERIOD OF 2020-2021 Prisilla, Salma; Nurmainah, Nurmainah; Andrie, Mohamad
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Compliance with Injecting Drug Users (IDUs) in Methadone Maintenance Therapy is crucial during rehabilitation. However, many IDUs still do not comply with methadone therapy. As a result, the patient may once more experience withdrawal symptoms. The purpose of this study was to examine the percentage of patient compliance and the impact of patient's age, education, and occupation on compliance with the use of methadone therapy at Sungai Bangkong Region Psychiatric Hospital, Pontianak. The research method used is observational research with an analytical cohort study design. The data were taken from patient's medical record, which includes the patient's medical record number and patient characteristics such as age, gender, last education, occupation, and the number of days the patient received the drug. The collected medical record data is then analyzed using the Chi-Square analysis method. The results showed that the respondents had a high level of compliance with a percentage of 85.7%. Compliant patients are dominated by patients in the 20-40 age range, with college as their last education, and working as laborers. The results of the Chi-square test analysis showed the impact of age, education, and occupation on compliance, with values of p = 0.462; p=1,000; p=1,000, respectively. This study concludes that characteristics like age, education, and occupation had no impact on patient compliance in undergoing Methadone Maintenance Therapy.  Keywords: Compliance, Injecting Drug Users, Methadone Maintenance Therapy
ANALISIS HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN DAN USIA AKSEPTOR SUNTIK DMPA TERHADAP RISIKO OBESITAS DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK Nurmainah, Nurmainah; Innas, Syaazaratul Qamelia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 2: September 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i2.15903

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah obat hormonal yang digunakan untuk mencegah kehamilan  dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis hubungan antara lama penggunaan dan usia akseptor terhadap kejadian risiko obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru kontrasepsi suntik 3 bulan DMPA di Puskesmas Perumnas II Pontianak pada bulan Januari 2018 hingga Maret 2019. Variabel dari penelitian ini adalah usia, pekerjaan, paritas, dan lama penggunaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis chi square.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 81 akseptor. Hasil yang didapatkan ialah sebagian besar akseptor berusia 20-35 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai lebih dari 2 anak. Tidak terdapat hubungan antara usia akseptor terhadap kejadian risiko obesitas (p=0,806; OR=1,133; CI 95%= 0,419-3,060). Namun, terdapat hubungan antara lama penggunaan terhadap kejadian risiko obesitas (p=0,001; OR=26,3; CI 95%= 6,828-101,36). Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin lama kontrasepsi suntik digunakan akan meningkatkan kejadian risiko obesitas.
Persistensi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Nurmainah, Nurmainah; Ahmad, Ahmad; Dwiprahasto, Iwan
Kesmas Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persistensi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi sangat diperlukan mengingat hasil utama terapi hipertensi adalah mencegah kejadian penyakit kardiovaskular seperti infark miokard, dan stroke yang berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis terapi dan jenis obat antihipertensi terhadap persistensi. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dan menggunakan sumber data sekunder pasien hipertensi rawat jalan peserta asuransi kesehatan PT Askes di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode pengukuran persistensi adalah metode the gaps between refill dengan tenggang waktu pengambilan obat selama 30 hari. Data dianalisis menggunakan uji kai kuadrat, Kaplan-Meier, dan Cox regression. Jumlah subjek yang ikut dalam penelitian ini adalah 304 pasien hipertensi yang menggunakan obat antihipertensi pertama kali (tanggal indeks diagnosis 1 Juli 2007 hingga 31 Desember 2008). Setelah pengamatan 4,5 tahun, hampir separuh subjek yang mendapat monoterapi (57,6%) dan kombinasi terapi (53,8%) tidak persisten menggunakan obat antihipertensi. Ketidakpersistenan penggunaan obat antihipertensi lebih besar pada kelompok monoterapi daripada kelompok kombinasi, tetapi perbedaan tersebut tidak signifikan (RR = 0,94; 95% CI = 0,73 - 1,21). Penggunakan diuretik (85,7%) dan kombinasi obat diuretik + ACE inhibitor (84,6%) cenderung tidak persisten dibandingkan subjek yang menggunakan ACE inhibitor (58,4%). Perbedaan ini bermakna secara statistik (RR = 1,47; 95% CI = 1,05 - 2,01 dan RR = 1,45; 95% CI = 1,10 - 1,91). Persistensi dipengaruhi oleh jenis obat antihipertensi yang digunakan, yaitu ACE inhibitor. Persistence of the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients greatly needed. Considering the primary outcome of treatment for hypertension is to reduce or prevent the occurrence of cardiovascular events such as myocardial infarction, stroke resulting in the risk of death. This study aims to determine whether persistence is influenced by the type of treatment or type of antihypertensive drugs. This study was designed with retrospective cohort study using database of prescribing claimed of subjects under health insurance (PT Askes) in Panembahan Senopati hospitals using antihypertensive drugs. Persistency measurement method used is the method of the gaps between refilling. The grace period taking the drug for 30 days. Further data were analyzed using the chi square test, Kaplan-Meier, and Cox regression. This cohort study involving 304 patients using antihypertensive medications first (index diagnosis 1 July 2007 until 31 December 2008). After observation for 4,5 years found almost half of the subjects receive monotherapy (57,6%) or combination therapy (53,8%) are not persistent in the use of antihypertensive medications. Not persistent greater in the monotherapy compare to combination therapy group. However, this difference did not reach significance (RR = 0,94; CI 95% = 0,73 - 1,21). Subject were using a diuretic (85,7%) and ACE inhibitor + diuretic combination (84,6%) tends not to be persistent compare to subject using ACE inhibitors (58,4%). This difference was statistically significant (RR = 1,47; CI 95% = 1,05 - 2,01 and RR = 1,45; CI 95% = 1,10 - 1,91). Overall, persistence is influenced by the type antihypertensive drugs used, the ACE inhibitors.