Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIMIKROB FRAKSI EKSTRAK ETANOL BUAH PINANG (ARECA CATECHU L) PADA BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS Nursidika, Perdina; Saptarini, Opstaria; Rafiqua, Nurul
Majalah Kedokteran Bandung Vol 46, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.673 KB)

Abstract

Infeksi merupakan penyakit penyebab kematian di Indonesia. Salah satu penyebab perkembangan penyakit infeksi di Indonesia adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik standar. Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan penyebab utama infeksi nosokomial dan komunitas.Telah dilakukan uji aktivitas antimikrob fraksi dari ekstrak etanol buah pinang (Areca catechu L) pada bakteri MRSA. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi, Laboratorium Farmakologi Institut Teknologi Bandung, dan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Bandung pada Mei?Juni 2011. Aktivitas antimikrobekstrak dan fraksi diuji menggunakan metode broth microdilution, bioautografi, dan scanning electron microscope (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi yang paling efektif ialah fraksi air dengan minimum inhibitory concentration (MIC) 256 µg/mL. Hasil bioautografi menunjukkan bercak kromatogram kromatografi lapis tipis (KLT) yang memberikan hambatan terhadap bakteri uji adalah bercak dengan Rf 0,6. Bercak ini diduga merupakan senyawa fenolat karena memberikan hasil positif dengan penyemprotan FeCl3. Hasil SEM menunjukkan bakteri uji yang telah dipapar dengan tanaman uji diduga mengalami kerusakan pada membran atau bagian yang lebih dalam, sehingga sel bakteri menciut dan bergelembung hingga rusak.Simpulan, ekstrak etanol buah pinang dapat menghambat pertumbuhan bakteri MRSA. [MKB. 2014;46(2):94?9]Kata kunci: Aktivitas antimikrob, Areca catechu, microdilution, MRSA, SEM Antimicrobial Activity of Betel Nut Ethanolic Extract Fractions in Methicillin Resistant Staphylococcus aureusInfection is the major cause of death in Indonesia. Antibiotic resistant is responsible for this progression. Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is known as the main cause of nosocomial and community infections.The antimicrobial activity of ethanolic extract fractions of betel nut (Areca catechu L) was studied on MRSA. The research was performed at the Microbiology Laboratory, School of Health Sciences, Jenderal Achmad Yani University, Cimahi, the Pharmacology Laboratory of Bandung Institute of Technology, and Research and Development of Ocean Geology Laboratory in May?June 2011.The antimicrobial activities of the extract and fraction were tested by microdilution broth method, bioautography and scanning electron microscope (SEM). The most effective result showed by water fraction with minimum inhibitory concentration (MIC) was 256 µg/mL. Bioautography result showed a spot on thin layer chromatography (TLC) chromatogramof water fraction which inhibited the bacterial growth, which was the spot with Rf 0.6. The spot was suggested as a phenolic substance due to positive result to FeCl3. The electron microscope image showed the breakdown of membrane cell/inner site of bacteria which was exposed by betel nut extract and fractions in which the bacteria was shrinked, bubbled and broken.In conclusion, betel nut ethanolic extract has the ability to inhibit MRSA. [MKB. 2014;46(2):94?9]Key words: Antimicrobial activity, Areca catechu, microdillution, MRSA,SEM DOI: 10.15395/mkb.v46n2.280
Potensi Asam Lemak Pada Minyak Kelapa Murni Dalam Menghambat Candida Albicans Secara In Vitro Novilla, Arina; Nursidika, Perdina; Resmelia, Meyli
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 4 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.101 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v48n4.910

Abstract

Kandidiasis merupakan penyakit infeksi Candida baik primer maupun sekunder. Penyebab utama kandidiasis adalah Candida albicans (C. albicans). Pengobatan kandidiasis dilakukan dengan pemberian obat anti jamur, terutama nistatin, amfoterisin-B dan azole, tetapi toksisitas dan resistensi obat ini menjadi masalah potensial. Diperlukan pemakaian obat lain yang lebih aman. Salah satunya adalah pemanfaatan bahan alami yaitu minyak kelapa murni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi asam lemak minyak kelapa murni dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Desain penelitian eksperimental. Penelitian menggunakan difusi Kirby Bauer untuk mendapatkan konsentrasi hambat minimum minyak kelapa murni dalam menghambat C. albicans. Penelitian dilakukan pada bulan September–Oktober 2010 di Laboratorium Kimia dan Mikrobiologi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani Cimahi. Hasil menunjukkan asam lemak dalam fraksi n-heksan dan metanol hasil hidrolisis berpotensi dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Fraksi n-heksan konsentrasi minimal yang memberikan hambatan yaitu 75% dengan diameter hambatan rata-rata sebesar 3,3 mm, sebanding dengan antibiotik nistatin 195 unit. Fraksi metanol memberikan hambatan dimulai pada konsentrasi 75% dengan diameter hambatan rata-rata sebesar 4 mm, sebanding dengan antibiotik nistatin 195 unit. Hasil konsentrasi hambat minimum masing-masing asam lemak untuk fraksi metanol konsentrasi 25% dan fraksi n-heksan 100%. Simpulan, asam lemak pada minyak kelapa murni dapat menghambat C. albicans. [MKB. 2016;48(4):200–4]Kata kunci: asam lemak, Candida albicans, in vitro, minyak kelapa murniPotential Of Virgin Coconut Oil Fatty Acid to Inhibit the Growth of Candida Albicans In VitroAbstractCandidiasis is Candida infection both primary or secondary diseases. The main cause of candidiasis is Candida albicans (C. albicans). Candidiasis is treated by antifungal drug treatment, especially nistatin, amphotericin-B, and azole, but toxicity and drug resistance become potential problems. Therefore, other method is needed as safer treatment. One of natural resources which has antifungal is virgin coconut oil. Research design was experimental. The objective of study was determine the potential of fatty acid in virgin coconut oil to inhibit C. albicans. This study used Kirby Bauer Method to determine minimum inhibition concentration. The study was performed in September-October 2010 at Chemistry and Microbiology Laboratory School of Health Sciences Jenderal Achmad Yani Cimahi. The result showed the fatty acid of n-hexane and methanol fractions after hydrolysed were potential to inhibit the growth of C. albicans. Minimum inhibitory concentration against C. albicans was 75% with average diameter of inhibiting zone 3.3 mm was equal to nistatin 195 units. The methanol fraction inhibited C. albicans start from 75% with average diameter 4 mm or equal to nistatin 195 units. Minimum fungicidal concentration showed C. albicans inhibited by methanol fraction 25% and n-hexane fraction with concentration 100%. In conclusion, fatty acid of virgin coconut oil was able to inhibit C. albicans. [MKB. 2016;48(4):200–4]Key words: Candida albicans, fatty acids, in vitro, virgin coconut oil
Comparison Analysis of Total Cholesterol Level Examination Between Photometry and 3 Parameters Point of Care Testing Device Perdina Nursidika; Wikan Mahargyani; Fitri Kurnia Anggraeni
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 4 No. 2 (2018): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.197 KB) | DOI: 10.31964/mltj.v4i2.184

Abstract

Total cholesterol is the composition of many substances including cholesterol, triglycerides, LDL cholesterol, and HDL cholesterol. Cholesterol examination is one of the most frequent tests required in the laboratory to monitor vascular and cardiovascular diseases. Most clinical pathology laboratories use photometer to perform clinical chemistry checks. Cholesterol testing can also be done with Point of Care Testing (POCT) which has a working principle of biosensor technology. This research method is experimental, using 40 samples that can represent normal and pathological levels. All samples will be checked for total cholesterol with a photometer of CHOD-PAP method and 3 POCT Lipid Pro. The results showed linear regression y = 0.955x + 1.8325 with R2 of 0.9955. The linear regression value is calculated by Total Error (TE), while the Total Error Allowable (TEa) cholesterol is 10%. The bias value is 0.31%, TE for normal level = 5.92% and TE for high pathological level = 3.00%, it can be stated the result of examination can be compared or accepted. The% TE value obtained is less than the TEa value of cholesterol. It can be concluded that the total cholesterol results examined by the photometer and LipidPro are comparable. For further research it is advisable to use a total cholesterol sample that has a value of more than 400 mg/dL.
Gambaran Bakteri Kontaminan pada Sikat Gigi Perdina Nursidika; Patricia Gita Naully; Linda Ayu Lestari
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 2, No 1 (2019): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.733 KB) | DOI: 10.30651/jmlt.v2i1.1804

Abstract

Abstract: DESCRIPTION OF BACTERIAL CONTAMINTANT IN TOOTHBRUSH. Brushing activity is an effort to keep oral hygiene from pathogenic microorganisms that can cause infection. Oral infection has been an increasingly common risk factor for systemic disease. Oral infections, especially periodontitis, can affect travel and pathogenesis of a number of systemic diseases, such as cardiovascular disease, bacterial pneumonia, diabetes mellitus, and low birth weight. Keeping your teeth and mouth clean is not enough just brushing your teeth, but replace the toothbrush for a maximum of three months. This study aims to identify the contaminant bacteria found on toothbrushes that have been used for more than 3 months. The method of identification by planting the isolation result of 20 toothbrushes has been used for more than three months on selective media ie blood agar (AD), McConkey Agar (MCA), Eosin Methylen Blue (EMB), Manitol Salt Agar (MSA) . The results showed that all samples of toothbrush were contaminated with Streptococcus and Staphylococcus, 16 samples were Klebsiella (80%), four samples (20%) were Proteus, and one sample (5%) was contaminated with Escherichia. All of the toothbrush samples showed to have been contaminated by bacteria. Bacterial contamination of the toothbrush can be caused by the storage of a toothbrush that is too close to the toilet and toilet, possibly exposed through aerosols containing intestinal bacteria. This toothbrush contamination plays an important role in both oral and systemic diseases, including septicemia and gastrointestinal, respiratory cardiovascularmy, and kidney problems. Abstrak: GAMBARAN BAKTERI KONTAMINAN PADA SIKAT GIGI. Kegiatan menyikat gigi merupakan upaya untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut dari mikroorganisme pathogen yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi mulut telah menjadi faktor risiko yang semakin umum untuk penyakit sistemik. Infeksi mulut, terutama periodontitis, dapat mempengaruhi patogenesis dari sejumlah penyakit sistemik, seperti penyakit kardiovaskular, pneumonia bakteri, diabetes mellitus, dan berat badan lahir rendah. Menjaga kebersihan gigi dan mulut tidak cukup hanya menyikat gigi saja, melainkan mengganti sikat gigi maksimal tiga bulan sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri kontaminan yang terdapat pada pada sikat gigi yang telah digunakan selama lebih dari 3 bulan. Metode identifikasi dengan melakukan penanaman hasil isolasi 20 sikat gigi yang telah digunakan selama lebih dari tiga bulan pada media selektif yaitu agar darah (AD), McConkey Agar (MCA), Eosin Methylen Blue (EMB), Manitol Salt Agar (MSA) dengan metode gores.  Hasil penelitian menunjukkan semua sampel sikat gigi terkontaminasi Streptococcus dan Staphylococcus, 16 sampel terdapat Klebsiella (80%), pada empat sampel (20%) terdapat Proteus, dan satu sampel (5%) terkontaminasi Escherichia. Semua sampel sikat gigi menunjukkan telah terkontaminasi oleh bakteri. Kontaminasi bakteri pada sikat gigi ini dapat disebabkan oleh penyimpanan sikat gigi yang terlalu dekat dengan jamban, sehingga kemungkinan terpapar melalui aerosol yang mengandung bakteri usus. Kontaminasi sikat gigi ini memegang peranan penting pada penyakit oral maupun sistemik, termasuk septikemia dan gastrointestinal, kardiovaskularm pernapasan, dan masalah ginjal.
Edukasi Kesehatan sebagai Upaya Preventif Penyakit Hepatitis B dan C pada Warga Binaan Pemasyarakatan Patricia Gita Naully; Perdina Nursidika
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i1.2164

Abstract

ABSTRAK Hepatitis B dan C dianggap paling berbahaya diantara jenis hepatitis yang lain karena keduanya dapat berkembang menjadi penyakit kronik, sering tanpa gejala, dan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang disarankan oleh WHO untuk mencegah peningkatan angka Hepatitis B dan C adalah melakukan kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok beresiko tinggi seperi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Oleh sebab itu, kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WBP terkait penyebab, gejala, cara penularan, pencegahan, dan layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Kegiatan ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang WBP. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara menganalisis hasil kuesioner dan nilai tes para peserta. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil evaluasi membuktikan bahwa mayoritas WBP melakukan tindakan beresiko tinggi karena keterbatasan pengetahuan dan informasi, namun setelah mendapatkan materi penyuluhan terlihat adanya peningkatan nilai tes pada seluruh peserta. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan WBP di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung terkait penyebab, gejala klinis, cara penularan, pencegahan, serta beberapa layanan kesehatan pemerintah untuk mencegah, mendiagnosa, serta mengobati penyakit Hepatitis B dan C.Kata Kunci: hepatitis B; hepatitis C; penyuluhan; lembaga pemasyarakatanABSTRACTHepatitis B and C are considered as the most dangerous hepatitis types compared to the other, because both can develop into chronic diseases, asymptomatic, and cause death. One of the methods suggested by WHO to prevent an increase of Hepatitis B and C numbers is to conduct health education activities for the community, especially for the high-risk groups such as prisoners (WBP). Therefore, the aim of this extension activity was to upgrade the WBP's knowledge regarding the disease causes, symptoms, transmission methods, prevention, and health services provided by the government. This activity was conducted in Bandung Narcotics Penitentiary class IIA, with 30 WBP participants. The extention was done by the lecture method. Then, the activity evaluation was done by analyzing of questionnaire results and participants' test-scores. Besides, the analysis technique used was descriptive analysis. The evaluation result proved that the majority of WBP taking the high-risk action due to the limited of knowledge and information, but there was a test-score increase for all participants after obtaining counseling materials. This activity was successful to improve the WBP's knowledge in Bandung Narcotics Penitentiary class IIA related to the causes, clinical symptoms, modes of transmission, prevention, and also some government health services to prevent, diagnose, and treat the Hepatitis B and C.Keywords : extension; hepatitis B; hepatitis C; prison.
PEMBERDAYAAN WANITA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KIMCHI PADA IBU RUMAH TANGGA DI BATUJAJAR TIMUR BANDUNG BARAT Perdina Nursidika; Patricia Gita Naully; Indria Astuti
Dharmakarya Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i2.23280

Abstract

Masyarakat di desa Batujajar Timur memiliki masalah yang cukup kompleks, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, sarana prasarana infrastruktur, ekonomi hingga sosial dan budaya. Namun, permasalahan yang menjadi prioritas adalah permasalahan di bidang ekonomi dan kesehatan. Di desa tersebut masih banyak masyarakat yang miskin dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan. Berdasarkan permasalahan yang telah dijabarkan, diberikan solusi yaitu melakukan pelatihan teknik fermentasi sayur sawi. Sayur sawi dipilih sebagai bahan makanan yang akan difermentasi karena merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup banyak dijumpai di desa Batujajar Timur. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dan meningkatkan perekonomian keluarga. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pengurusan izin dan kerjasama dengan pihak desa Batujajar Timur, persiapan materi; persiapan alat bahan; pembuatan inoculum bakteri; dan fermentasi kimchi. Kegiatan utama yang dilakukan adalah pemberian pre test dan post test; pemberian materi; dan pelaksanaan praktik pembuatan kimchi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ibu-ibu rumah tangga di Batujajar Timur memiliki kemampuan dan keterampilan dalam teknologi fermentasi kimchi.
Kadar Logam Timbal (Pb) dalam Lipstik yang Diperjualbelikan di Pasar Minggu Kota Cimahi Perdina Nursidika; Ganthina Sugihartina; Rismalasari Rismalasari
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.72 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v3i2.3471

Abstract

Abstrak: Peningkatan penggunaan kosmetik memicu peningkatan produksi dan penyebaran kosmetik di Indonesia. Lipstik merupakan salah satu kosmetik yang banyak dimiliki oleh para pecinta kosmetik. Para pencinta kosmetik biasanya memiliki banyak koleksi untuk lipstick, dibandingkan dengan jenis kosmetik lain. Kebutuhan yang tinggi akan lipstik, menyebabkan kesadaran akan bahan yang kemungkinan berbahaya pada kosmetik. Banyaknya logam berat dalam produk kecantikan bibir, logam terdapat dalam produk lipstick karena kebutuhan formulasi pigmen. Timbal merupakan salah satu logam yang digunakan sebagai pigmen warna. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kadar timbal dalam lipstick tidak bermerek yang dijual secara bebas dan merupakan produk yang paling diminati konsumen. Sepuluh sampel liptsik diperoleh dari Pasar Minggu kota Cimahi dan dilakukan analisis kandungan timbal. Hasil menunjukkan konsentrasi timbal dalam lipstick bervariasi antara 19,51- 56 ppm. Kadar timbal dalam delapan sampel melebihi nilai ambang batas yang dipersyaratkan BPOM. Hal ini dapat membahayakan konsumen yang menggunakan lipstick tersebut setiap hari. Timbal dalam lipstick dapat diserap tubuh melalui absorbsi dermal maupun tertelan. absorbsi timbal melalui kulit dapat menurunkan aktivitas enzim delta-aminolevulinic acid dehydratase (ALA-D) di hati tikus yang dipapar senyawa timbal. Timbal terdistribusi pula pada organ hati, ginjal, otak, limfa, dan otot. Selain organ tubuh, sel darah merupakan target sasaran timbal. Eritrosit memiliki afinitas yang tinggi terhadap timbal. Anemia hipokrom atapun normokrom merupakan ciri dari paparan timbal, hal ini merupakan efek dari terbentuknya ROS dan hemolysis eritrosit. Efek dari logam berat seperti timbal dalam kosmetik dapat berbahaya sehingga meski adanya upaya yang dibuat untuk informasi pada pengguna dan public secara umum.
Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) yang Berpotensi sebagai Anti Kandidiasis Arina Novilla; Perdina Nursidika; Wikan Mahargyani
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 2, No 2 (2017): Available Online in July 2017
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.073 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v2i2.1447

Abstract

Abstract:Candida albicans is fungi that cause 50-90% candidiasis in human. Candida albicans is commensal and opportunistic pathogen which interfere gastrointestinal, oropharynx, and female genitalia. Candida albicans resistant to standard antifungal due to repeated use of antifungal.  Virgin coconut oil (VCO) contain fatty acid which effective as antifungal. The previous study showed the result of Kirby Bauer method on antifungal effect of 7.5% fatty acid in VCO were able to inhibit Candida albicans, this concentration is equal to nystatin 195 unit. Gas chromatography mass spectrometry showed the fatty acids are caproic acid (0.187%), cyclopropanepentanoic acid (1,12%), nonanoic acid (0.54%), lauric acid (32.73%), myristic acid (28.55%), palmitic acid (17.16%), oleic acid (14.09%), adna octadecanoic acid (5.68%). Saturated and unsaturated fatty acid in VCO are able to inhibit the growth of Candida albicans. Abstrak:Candida albicans merupakan jamur penyebab 50-90% kandidiasis pada manusia. Candida albicans merupakan pathogen komensal dan dapat menjadi oportunis, pada saluran gastrointestinal, orofaring, dan kelamin wanita. Terjadinya resistensi pada pengobatan kandidiasis diakibatkan karena pemakaian yang berulang. Minyak kelapa murni (VCO) mengandung asam lemak yang dapat berfungsi sebagai antijamur. Hasil uji antijamur metode Kirby Bauer VCO terhadap Candida albicans menunjukkan pada konsentrasi 7.5% dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, nilai ini sebanding dengan nystatin 195 unit. Hasil kromatografi gas spektrometri massa, asam lemak yang terkandung dalam VCO tersebut yaitu asam kaproat (0,187%), asam oktanoat (1,12%), asam siklopropanapentanoat (0,54%), asam laurat (32,73%), asam miristat (28.55%), asam palmitat (17,16%), asam oleat (14,09%), dan asam stearat (5,68%). Asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam VCO terbukti dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
Pelatihan Kader Kesehatan untuk Prevensi Penyebaran Penyakit HIV/AIDS pada Ibu Rumah Tangga di Batujajar Timur Bandung Barat Patricia Gita Naully; Perdina Nursidika; Indria Astuti
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.647 KB) | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v5i1.974

Abstract

An increasing number of people living with HIV/AIDS among housewives is increasing every time. Providing education to women in terms of reproductive health rights and fighting stigma against people with HIV/AIDS (PLWHA) is the key to prevention. Community service aims to provide training to housewives in the context of prevention of the spread of HIV/AIDS in housewives. The method of community service is done by presenting material in the form of lectures and learning media. Participants are given a pretest and post-test to assess the effectiveness of the training. The results of community service show that all participants can take part in the training and improve in terms of knowledge. All participants will also conduct similar training on other housewives. Conclusion Housewife training activities to prevent the spread of HIV/AIDS can increase understanding of the disease. Further service is expected to be continued with cadres participating in the training, who can provide training to other housewives.
Hasil Positif Palsu dan Negatif Palsu pada Pemeriksaan Cepat Antibodi SARS CoV-2 Patricia Gita Naully; Perdina Nursidika
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): Mei
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62775

Abstract

Latar Belakang: Salah satu cara yang dilakukan Indonesia untuk mengendalikan dan mencegah penularan SARS CoV-2 sebagai penyebab COVID-19 adalah dengan menyediakan kit pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2. Metode pemeriksaan tersebut dapat mengatasi keterbatasan tenaga ahli dan alat laboratorium di Indonesia. Tujuan: Menentukan hasil pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2 pada masyarakat di Kecamatan Cimahi Tengah.Metode: Sebanyak 50 orang diambil sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik quota sampling. Pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2 dilakukan dengan menggunakan imunokromatografi merek Lungene. Sampel penelitian yang reaktif diperiksa kembali dengan metode Quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR).Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan imunokromatografi, terdapat satu orang (2%) anti-     SARS CoV-2 IgM reaktif dan tiga orang (6%) anti-SARS CoV-2 IgG reaktif. Pemeriksaan dengan qRT-PCR menunjukkan hasil yang berbeda. Keempat orang tersebut dinyatakan negatif COVID-19. Selain itu, satu orang (2%) yang mendapatkan hasil non-reaktif pada pemeriksaan cepat justru dinyatakan positif terinfeksi SARS CoV-2.Kesimpulan: Pemeriksaan cepat anti-SARS CoV-2 yang dilakukan di Kecamatan Cimahi Tengah kurang akurat karena terdapat empat (8%) hasil positif palsu dan satu (2%) hasil negatif palsu.