Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Efektivitas Family Centered Care Terhadap Kadar Glukosa Darah Dan HBA1C Pada Anak Dengan DM Tipe 1: Tinjauan Sistematis Dan Meta-Analisis Suci Dewi Utami; Ika Novika; Yesa Junita Sari; Kartika Alifah; Nuryati; Yuke Liza Fitri Dhadila; Tazkiah Aulia; Elmi Susanti; Nyimas Heny Purwati; Dhea Natashia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4464

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus tipe 1 (DM tipe 1) merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen yang kompleks. Pada anak, dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kontrol glikemik dan mencegah komplikasi. Pendekatan family-centered care (FCC) diyakini efektif untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam pengelolaan diabetes anak. Tujuan: Mengidentifikasi dan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis keluarga terhadap kadar glukosa darah dan HbA1c pada anak dengan DM tipe 1. Metode: Systematic review dan meta-analisis dilakukan sesuai pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci MeSH. Artikel yang disertakan merupakan randomized controlled trial (RCT) yang melibatkan anak dengan DM tipe 1, melaporkan hasil kadar glukosa darah dan HbA1c, serta menggunakan intervensi berbasis keluarga. Hasil: Dari 1.862 artikel yang diidentifikasi, enam memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berbasis keluarga secara signifikan menurunkan kadar HbA1c (p < 0.05) dan kadar gula darah puasa dibandingkan perawatan rutin. Beberapa model efektif yang ditemukan termasuk family-centered empowerment model, edukasi keluarga intensif, dan intervensi berbasis web. Kesimpulan: Intervensi berbasis keluarga terbukti efektif meningkatkan kontrol glikemik anak dengan DM tipe 1. Penerapan FCC perlu diintegrasikan dalam praktik keperawatan anak untuk mendukung manajemen jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien serta keluarga.
Effectiveness of Implementing Modified Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) on Stress and Fatigue in Hemodialysis Patients Aprianto Guntur Irawan; Dhea Natashia; Dewi Gayatri; Wati Jumaiyah; Winda Yuniarsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43554

Abstract

Stress and fatigue are common complaints among hemodialysis patients, significantly affecting their quality of life during long-term therapy. This study aimed to evaluate the effectiveness of a modified Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) intervention on stress and fatigue in patients undergoing hemodialysis. The study adopted a quasi-experimental pretest-posttest control group design and employed simple random sampling. A total of 32 respondents participated, with 16 in each group. Stress was measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) and fatigue using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40). The modified MBSR intervention was conducted for 30 minutes per session. Data were analyzed using paired t-tests and independent t-tests. The results showed significant differences in stress (MD = -13.12, t = -4.748, p < 0.001) and fatigue levels (MD = 7.34, t = -3.865, p = 0.001) between the intervention and control groups. These findings indicate that the modified MBSR therapy was effective in reducing stress and fatigue, with a p-value < 0.05 indicating statistical significance. Therefore, this modified MBSR therapy is a promising non-pharmacological nursing intervention that can be integrated into nursing care for chronic kidney failure patients experiencing stress and fatigue during hemodialysis.
The Effectiveness of Digital Virtual Reality-Based Therapy in Reducing Anxiety Among Patients Undergoing Gastrointestinal Endoscopy Bayu Aji Sismanto; Dewi Gayatri; Dhea Natashia; Wati Jumaiyah; Winda Yuniarsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45021

Abstract

Psychological responses such as anxiety often arise from negative perceptions in situations perceived as threatening, even when they should not induce fear. These anxiety-induced responses can lead to increased hemodynamic parameters such as elevated blood pressure, heart rate, and respiratory rate—particularly prior to medical procedures. This study aimed to evaluate the effectiveness of a digital virtual reality (VR)-based therapeutic intervention in reducing patient anxiety before undergoing gastrointestinal endoscopy. A quasi-experimental design was employed, involving both an experimental group and a control group using a pretest-posttest control group approach. Anxiety levels were measured using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI). The intervention consisted of a 6-minute immersive VR video featuring calming mountain and beach scenery. A total of 50 respondents participated, with 25 in each group. Data were analyzed using paired and independent t-tests. Results showed no statistically significant difference in mean anxiety scores between the intervention and control groups (MD = 0.23, df = 48, t = 0.59, 95% CI: -0.56 to 1.03, p > 0.001). These findings suggest that the digital VR-based therapy was not statistically effective in reducing pre-endoscopy anxiety. Future interventions may require more immersive and interactive VR experiences—such as 360-degree simulations of endoscopic procedures—to achieve more substantial effects.
Efektifitas Murottal Al-Quran dan Relaksasi Benson Terhadap Skala Nyeri dan Gula Darah Sewaktu Riska Fadilah; Tria Astika E.P; Fitrian Rayasari; Dhea Natashia; Dedeh Komalawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49736

Abstract

Latar Belakang: Semakin tinggi kadar gula darah pada pasien diabetes melitus yang memiliki luka ulkus maka, semakin tinggi risiko yang akan di alami. Hal ini dapat dicegah melalui terapi non farmakologi dan kontrol kadar gula darah. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah Murottal Al-Quran dan terapi relaksasi benson. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi murottal Al-Quran dan ralaksasi Benson terhadap nyeri dan kadar gula darah pada pasien ulkus diabetikum. Metode: penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dan jumlah sampel pada penelitian adalah 40 orang (20 Eksperimen dan 20 Kontrol). Hasil: penelitian menunjukkan, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan usia lebih dari 45 tahun serta memiliki klasifikasi luka ulkus derajat 2. Uji statistik dengan menggunakan independent t-test, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap skala nyeri dengan p-value = 0,03 dan kadar gula darah dengan p-value = 0,00. Hasil analisa multivariat menemukan, tidak terdapat hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, kecemasan dan klasifikasi luka terhadap skala nyeri dan kadar gula darah pasien dengan ulkus diabetikum. Kesimpulan: dari penelitian ini, terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi Murottal Al-Quran dan relaksasi Benson terhadap skala nyeri dan kadar gula darah.
Effectiveness of Digital Application-Based Foot Care Education and Training Programmes in Improving Self-Efficacy and Foot Care Behaviour in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Feriadianto Feriadianto; Dhea Natashia; Dewi Gayatri; Wati Jumaiyah; Winda Yuniarsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49962

Abstract

Background: Type 2 diabetic mellitus with low self-efficacy, which affects how they take care of their feet. This can lead to reduced foot sensitivity and increase the risk of serious complications like ulcers and infections. Objective: To determine the effectiveness of of the Diabetic Educare digital application foot care education and exercise program on self-efficacy, foot care behaviour and foot sensitivity in patients with type 2 diabetic mellitus. Methods: Quasy experiment research design with two groups, namely the intervention group (n=27) and the control group (n=27). Data collection was using Diabetic Management Self Efficacy Scale, Notthingham Assessment Foot Care Behavior and 10gram monofilament test measurements. Demographic characteristics analysis using univariate tests, bivariate analysis with paired t-test and independent t-test. Results: There was a significant effect on the intervention group to increase self-efficacy p-value =0.011 (p< 0.005) and foot care behavior p-value =0.032 (p< 0.005). Based on the independent t-test, it was shown that the intervention had no effect on the increase in foot sensitivity p-value = 0.141 (p< 0.005). Recommendation: Educare diabetic education and exercise program has an effect on improving self-efficacy and foot care behavior. The Diabetic Educare education and training program is expected to be a modality in the preparation of foot care education and exercise programs as part of a holistic nursing intervention, in patients with type 2 diabetic mellitus. Keywords: type 2 diabetic mellitus; Self-efficacy;Foot care behavior; Sensitivity; Digital Application-Based Foot Care Education and Training Program
Efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise Terhadap Sirkulasi dan Sensitivitas Kaki Abdilah Septiana Putri Putri; Tria Astika, E; Fitrian Rayasari; Dhea Natashia; Dedeh Komalawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50905

Abstract

Latar Belakang: Sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2 merupakan dua aspek kritis yang sering mengalami gangguan akibat komplikasi penyakit ini. Hiperglikemia kronis memicu aterosklerosis dan penebalan dinding pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke ekstremitas bawah serta dapat menyebabkan akumulasi sorbitol dan fruktosa dalam sel saraf yang dapat menimbulkan stres osmotik yang merusak mitokondria dan fungsi saraf. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Burger Allen Exercise terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy-experimental The Two-Group Pretest-Posttest. Sampel: Total sampel 26 orang (13 Ankle Pumping Exercise dan 13 Burger Allen Exercise). Hasil penelitian: Responden dalam penelitian memiliki proporsi usia paling banyak lansia awal (46-55 tahun) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan. Hasil uji t menunjukkan terdapat pengaruh nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki pada kelompok Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise dengan nilai p-value 0,018 dan 0,009. Kesimpulan: Kedua latihan berpegaruh terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Namun peneliti menyimpulkan bahwa Buerger Allen Exercise lebih efektif dalam meningkatkan sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Saran: Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan yang dapat dilakukan oleh penyandang diabetes mellitus tipe 2 dalam memperlancar sirkulasi kaki dan mencegah terjadinya ulkus diabetik.
Effectiveness of Effleurage Massage in Reducing the Risk of Hospital-Acquired Pressure Injuries: Implications for Nursing Management in Geriatric Care Reni Asmara; Tri Kurniati; Dhea Natashia; Harif Fadhillah; Muhammad Hadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52441

Abstract

Hospital Acquired Pressure Injury (HAPI) is a local injury to the skin or tissue occurring during hospital care due to pressure, friction, or both. Effleurage massage is believed to improve blood circulation and reduce HAPI risk in geriatric patients. This study aimed to determine the effect of effleurage massage on HAPI risk in hospitalized geriatric patients. A quasi-experimental pretest-posttest non-equivalent control group design was employed with 34 geriatric patients, divided equally into intervention and control groups. Bivariate analysis used paired and independent t-tests, while multivariate analysis employed Repeated Measure ANOVA. Results showed that Braden Scale scores in the intervention group increased from 13.18 ± 2.038 to 20.71 ± 2.229 after 5 days of intervention (p < 0.001), indicating a significant reduction in HAPI risk. The control group showed no significant change. Multivariate analysis revealed significant effects of time, group, and interaction on HAPI risk reduction, with partial eta squared values of 0.649, 0.757, and 0.703, respectively. These findings confirm that effleurage massage is an effective preventive intervention to reduce HAPI risk in geriatric patients
Supervisi Klinik Atau Program Pelatihan Terstruktur Untuk Kompetensi Perawat: Sytematic Review Suwalgiyah; Reni Andriyani; Alni Lisarni; Dhea Natashia; Muhammad Hadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8923

Abstract

Latar Belakang: Kompetensi perawat merupakan komponen kunci dalam menjamin mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan, sehingga pengembangannya perlu didasarkan pada praktik berbasis bukti. Namun, bukti mengenai efektivitas supervisi klinis dan program peningkatan kompetensi terstruktur masih menunjukkan hasil yang bervariasi dan belum konklusif, sehingga diperlukan systematic review untuk mensintesis bukti dari penelitian dengan kualitas metodologis yang kuat. Tujuan: Systematic review ini bertujuan untuk menilai efektivitas supervisi klinis dan/atau program pelatihan terstruktur dalam meningkatkan kompetensi perawat dibandingkan dengan praktik standar atau tanpa intervensi. Kriteria Eligibilitas: Studi yang diinklusi melibatkan perawat klinis dengan desain RCT dan Quasi Eksperimental studies, tersedia dalam teks lengkap, berbahasa Inggris, dan diterbitkan pada periode 2016–2026. Intervensi meliputi supervisi klinis dan/atau program pelatihan terstruktur dengan outcome utama berupa kompetensi perawat. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan sesuai pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, CENTRAL, dan ProQuest. Proses seleksi studi, ekstraksi data, dan penilaian risiko bias dilakukan secara independen oleh dua peninjau. Risiko bias dinilai menggunakan Cochrane RoB 2 dan ROBINS-I, sedangkan kualitas bukti dievaluasi menggunakan pendekatan GRADE. Sintesis data dilakukan secara naratif. Hasil: Delapan studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa supervisi klinis dan program pelatihan terstruktur cenderung meningkatkan kompetensi perawat, khususnya pada kinerja klinis dan keterampilan praktik. Peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri perawat juga dilaporkan, meskipun tingkat kepastian bukti untuk outcome utama dinilai rendah hingga sedang. Kesimpulan: Supervisi klinis dan program pelatihan terstruktur memiliki potensi untuk meningkatkan kompetensi perawat, namun kepastian bukti berkisar dari rendah hingga moderat menunjukkan  diperlukan penelitian lanjutan dengan kualitas metodologis yang lebih kuat.