Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Upaya Pencegahan Stunting dengan Edukasi Gizi di Kampung Pangan Inovatif Posyandu Melati Deswita Plaju Anita Rahmiwati; Windi Indah Fajar Ningsih; Sari Bema Ramdika; Yuliarti; Desri Maulina Sari; Fatria Harwanto; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda; Ira Dewi Ramadhani; Siti Rachmi Indahsari; Ahmad Adi Suhendra; Rully Mufarika
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.10978

Abstract

Background: Stunting is a nutritional problem caused by insufficient food intake for a long time. Routine exclusive breastfeeding for 6 months and followed by the provision of nutritious weaning foods is one of the efforts to prevent stunting. Purpose: community service activities are to provide knowledge about the risk factors and causes of stunting, provide knowledge about the potential of tempeh as a potential food to prevent stunting, provide knowledge and skills on how to make weaning food. Method: this activity is a collaboration between TJSL PT KILANG PERTAMINA INTERNATIONAL RU III and the Faculty of Public Health, Sriwijaya University. Participants consisted of cadres and mothers of toddlers at Melati Deswita Plaju integrated health care. The activities carried out were counseling on preventing stunting, counseling on potential food tempeh preventing stunting, story telling, let's eat tempeh. Result: as many as 85% of respondents have good knowledge after being given counseling related to stunting. Conclusion: there is an increase in knowledge where the percentage of respondents who have a good category increases after the extension activities are carried out.   Keywords: stunting, tempeh, toddlers, weaning foods, integrated health care
Peran Tenaga Kesehatan dan Keluarga terhadap Kehamilan Remaja Saleh Saleh; Misnaniarti Misnaniarti; Haerawati Idris; Samwilson Slamet; Indah Yuliana
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.916 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.3066

Abstract

This study aims to identify and analyze the role of health workers and families in teenage pregnancy in the Kepahiang District in 2021. This study is a quantitative descriptive study using a cross-sectional design. The results of the univariate analysis showed that most of the respondents were aged 30-34 years (25.8%), there were 53 people (60.2%) who experienced pregnancy in their teens (<19 years), most of the respondents were 53 people (60.2 %) had sufficient family roles, as many as 66 people (75%) stated that the part of health workers was included in the excellent category. Respondents who indicated that they had a family role in the superb category out of 53 mainly were 39 people or 73.6% who experienced teenage pregnancy, respondents who stated the position of health workers in the excellent category were almost all of the respondents or as many as 15 people (78.9%) who experienced teenage pregnancy. Data analysis with a chi-square statistical test was obtained (p-value) (0.125). The variable of the role of parents and the incidence of pregnancy in adolescents with p-value = 0.000 In conclusion, there is no relationship between the part of health workers and the incidence of teenage pregnancy in Kepahiang Regency in 2021. There is a relationship between the role of the respondent's parents with the incidence of adolescent pregnancy, and there is no relationship between the part of health workers with the incidence of teenage pregnancy. Keywords: Pregnancy, Family, Adolescent Health Workers
ANALISIS SISTEM KEPERCAYAAN FAMILY RESILIENCE PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI BALITA STUNTING Muhammad Cholil Munadi; Rostika Flora; Mohammad Zulkarnain; Nur Alam Fajar; Indah Yuliana; Risnawati Tanjung; Sri Martini; Aguscik Aguscik
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.789

Abstract

Latar Belakang: Kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai harapan dapat menjadi sebuah stresor bagi orang tua. Stunting merupakan salah satu kondisi permasalahan tumbuh kembang anak. Untuk mengatasi stresor tersebut, orang tua butuh respon keluarga untuk mengatasinya. Bagaimana respon keluarga dalam menghadapi situasi sulit tersebut disebut dengan family resilience. Dalam konsep family resilience, sistem kepercayaan merupakan salah satu upaya intervensi dan pencegahan permasalahan dalam keluarga salah satunya stunting. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis domain sistem kepercayaan family resilience pada orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Metode : Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis taksonomi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 18 orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada domain sistem kepercayaan diketahui bahwa hampir semua orang tua dan keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi memaknai stunting sebagai tantangan yang harus diatasi bersama. Pandangan positif dari keluarga dapat menciptakan transendensi pada keyakinan, sehingga menghasilkan resilience yang kuat dalam mengatasi permasalahan. Konstruk kepercayaan yang positif, bahwa kejadian stunting yang dialami balita mereka merupakan suatu tantangan yang harus diatasi bersama dapat menciptakan resilience yang lebih kuat.Kesimpulan: Peran sistem kepercayaan pada family resilience membantu para keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi dalam memaknai stunting sebagai cobaan dan transendensi yang harus diatasi bersama, sehingga dapat menciptakan pandangan positif dengan keyakinan yang menghasilkan ketahan lebih baik dan lebih fokus dalam mengatasi permasalahan stunting.
Pendampingan inisiasi kampung hijau melalui pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga kelurahan Plaju Ulu Palembang Rizma Adlia Syakurah; Indah Yuliana; Sari Bema Ramdika; Ira Dewi Ramadhani; Windi Indah Fajar Ningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22087

Abstract

Abstrak Konsumsi sayur dan buah diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral, serat dan antioksidan sehingga dapat mengurangi terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas, kanker, kardiovaskular dan diabetes. Pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga merupakan sayah satu upaya meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga melalui pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga Kelurahan Plaju Ulu Palembang. Kegiatan yang dilakukan adalah bimbingan teknis cara penaman hidroponik, penyuluhan tentang manfaat sayur dan buah, Emo-Demo (Emotion-Demonstration) porsi sayur, dan demo masak pengolahan sayur. Ada perbedaan yang signifikan skor ibu sebelum dengan setelah diberikan edukasi dengan p value 0,000 dan tanaman hidroponik tumbuh subur. Pelatihan dan penyediaan alat dan bahan media tanam hidroponik mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam penyediaan bahan pangan yang sehat bagi anak dan keluarga serta adanya peningkatan pengetahuan ibu terkait manfaat sayur dan buah setelah diberikan edukasi. Kata kunci: hidroponik; sayur; buah; emo-demo Abstract Vegetables and fruits are needed as source of vitamins, minerals, fibers, and antioxidants. These reduce the incidence of non-communicable disease such as obesity, cancer, cardiovascular, and diabetes. Utilizing food crops in the household is one effort to increase vegetable and fruit consumption. This community service aims to Empowering housewives through utilization of food crops in households in Plaju Ulu sub-district, Palembang. The activities carried out were technical guidance on how to grow hydroponics, counseling about the benefits of vegetables and fruits, Emo-Demo (Emotional-Demonstration) on vegetable portions, and a cooking demonstration on processing vegetables. There was a significant difference in the mother's scores before and after being given education with p value 0,000  and the hydroponic plants grew well. Training and providing tools and materials for hydroponic planting media could contribute to the community. These activities has provided healthy food for children and families as well as increasing mothers' knowledge regarding the benefits of vegetables and fruit after being given education. Keywords: hydroponic; vegetables; fruits; emo-demo
Analisis Resiko Gangguan Sosial Emosional Ibu terhadap Perkembangan Anak Usia 36-59 Bulan Amrina Rosyada; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1427

Abstract

Riset Kesehatan Dasar 2018 melaporkan bahwa 39,9% balita usia 36-59 bulan mengalami perkembangan yang meragukan. Ibu memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak melalui stimulasi dan pola asuh. Kondisi kesehatan psikologis ibu seperti gangguan sosial emosional seringkali terabaikan padahal berpengaruh besar terhadap pola asuh dan stimulasi yang diterapkan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gangguan sosial emosional ibu terhadap perkembangan balita usia 36-59 bulan di Palembang. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan subyek 148 ibu dengan anak usia 36-59 bulan di Palembang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling di 4 strata terpilih, yaitu Kecamatan Sukarami, Kemuning, Ilir Timur 1 dan Ilir Barat 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,1% anak balita memiliki perkembangan yang meragukan. Sebanyak 64,2% ibu mengalami gangguan sosial emosional. Gangguan sosial emosional ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadap perkembangan setelah dikontrol oleh variabel stimulasi (p-value = 0,001; PR = 4,595). Ibu perlu mengelola emosi dengan memberikan diri mereka “me time” agar dapat memulihkan energi untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya. Support System yang baik perlu dikembangkan dalam keluarga untuk mendukung penurunan gangguan sosial emosional pada ibu.