Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Upaya Pencegahan Stunting dengan Edukasi Gizi di Kampung Pangan Inovatif Posyandu Melati Deswita Plaju Anita Rahmiwati; Windi Indah Fajar Ningsih; Sari Bema Ramdika; Yuliarti; Desri Maulina Sari; Fatria Harwanto; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda; Ira Dewi Ramadhani; Siti Rachmi Indahsari; Ahmad Adi Suhendra; Rully Mufarika
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.10978

Abstract

Background: Stunting is a nutritional problem caused by insufficient food intake for a long time. Routine exclusive breastfeeding for 6 months and followed by the provision of nutritious weaning foods is one of the efforts to prevent stunting. Purpose: community service activities are to provide knowledge about the risk factors and causes of stunting, provide knowledge about the potential of tempeh as a potential food to prevent stunting, provide knowledge and skills on how to make weaning food. Method: this activity is a collaboration between TJSL PT KILANG PERTAMINA INTERNATIONAL RU III and the Faculty of Public Health, Sriwijaya University. Participants consisted of cadres and mothers of toddlers at Melati Deswita Plaju integrated health care. The activities carried out were counseling on preventing stunting, counseling on potential food tempeh preventing stunting, story telling, let's eat tempeh. Result: as many as 85% of respondents have good knowledge after being given counseling related to stunting. Conclusion: there is an increase in knowledge where the percentage of respondents who have a good category increases after the extension activities are carried out.   Keywords: stunting, tempeh, toddlers, weaning foods, integrated health care
Peran Tenaga Kesehatan dan Keluarga terhadap Kehamilan Remaja Saleh Saleh; Misnaniarti Misnaniarti; Haerawati Idris; Samwilson Slamet; Indah Yuliana
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.916 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.3066

Abstract

This study aims to identify and analyze the role of health workers and families in teenage pregnancy in the Kepahiang District in 2021. This study is a quantitative descriptive study using a cross-sectional design. The results of the univariate analysis showed that most of the respondents were aged 30-34 years (25.8%), there were 53 people (60.2%) who experienced pregnancy in their teens (<19 years), most of the respondents were 53 people (60.2 %) had sufficient family roles, as many as 66 people (75%) stated that the part of health workers was included in the excellent category. Respondents who indicated that they had a family role in the superb category out of 53 mainly were 39 people or 73.6% who experienced teenage pregnancy, respondents who stated the position of health workers in the excellent category were almost all of the respondents or as many as 15 people (78.9%) who experienced teenage pregnancy. Data analysis with a chi-square statistical test was obtained (p-value) (0.125). The variable of the role of parents and the incidence of pregnancy in adolescents with p-value = 0.000 In conclusion, there is no relationship between the part of health workers and the incidence of teenage pregnancy in Kepahiang Regency in 2021. There is a relationship between the role of the respondent's parents with the incidence of adolescent pregnancy, and there is no relationship between the part of health workers with the incidence of teenage pregnancy. Keywords: Pregnancy, Family, Adolescent Health Workers
ANALISIS SISTEM KEPERCAYAAN FAMILY RESILIENCE PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI BALITA STUNTING Muhammad Cholil Munadi; Rostika Flora; Mohammad Zulkarnain; Nur Alam Fajar; Indah Yuliana; Risnawati Tanjung; Sri Martini; Aguscik Aguscik
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.789

Abstract

Latar Belakang: Kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai harapan dapat menjadi sebuah stresor bagi orang tua. Stunting merupakan salah satu kondisi permasalahan tumbuh kembang anak. Untuk mengatasi stresor tersebut, orang tua butuh respon keluarga untuk mengatasinya. Bagaimana respon keluarga dalam menghadapi situasi sulit tersebut disebut dengan family resilience. Dalam konsep family resilience, sistem kepercayaan merupakan salah satu upaya intervensi dan pencegahan permasalahan dalam keluarga salah satunya stunting. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis domain sistem kepercayaan family resilience pada orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Metode : Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis taksonomi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 18 orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada domain sistem kepercayaan diketahui bahwa hampir semua orang tua dan keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi memaknai stunting sebagai tantangan yang harus diatasi bersama. Pandangan positif dari keluarga dapat menciptakan transendensi pada keyakinan, sehingga menghasilkan resilience yang kuat dalam mengatasi permasalahan. Konstruk kepercayaan yang positif, bahwa kejadian stunting yang dialami balita mereka merupakan suatu tantangan yang harus diatasi bersama dapat menciptakan resilience yang lebih kuat.Kesimpulan: Peran sistem kepercayaan pada family resilience membantu para keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi dalam memaknai stunting sebagai cobaan dan transendensi yang harus diatasi bersama, sehingga dapat menciptakan pandangan positif dengan keyakinan yang menghasilkan ketahan lebih baik dan lebih fokus dalam mengatasi permasalahan stunting.
Analisis Resiko Gangguan Sosial Emosional Ibu terhadap Perkembangan Anak Usia 36-59 Bulan Amrina Rosyada; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1427

Abstract

Riset Kesehatan Dasar 2018 melaporkan bahwa 39,9% balita usia 36-59 bulan mengalami perkembangan yang meragukan. Ibu memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak melalui stimulasi dan pola asuh. Kondisi kesehatan psikologis ibu seperti gangguan sosial emosional seringkali terabaikan padahal berpengaruh besar terhadap pola asuh dan stimulasi yang diterapkan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gangguan sosial emosional ibu terhadap perkembangan balita usia 36-59 bulan di Palembang. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan subyek 148 ibu dengan anak usia 36-59 bulan di Palembang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling di 4 strata terpilih, yaitu Kecamatan Sukarami, Kemuning, Ilir Timur 1 dan Ilir Barat 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,1% anak balita memiliki perkembangan yang meragukan. Sebanyak 64,2% ibu mengalami gangguan sosial emosional. Gangguan sosial emosional ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadap perkembangan setelah dikontrol oleh variabel stimulasi (p-value = 0,001; PR = 4,595). Ibu perlu mengelola emosi dengan memberikan diri mereka “me time” agar dapat memulihkan energi untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya. Support System yang baik perlu dikembangkan dalam keluarga untuk mendukung penurunan gangguan sosial emosional pada ibu.
Deteksi dini stunting berbasis edukasi dan pendampingan kader kesehatan Nur Alam Fajar; Kiki Sulaningsi; Esti Sri Ananingsih; Elvi Sunarsih; Indah Yuliana; Feny Etrawati; Sinta Octaviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27878

Abstract

AbstrakStunting merupakan masalah kesehatan nasional yang memerlukan intervensi dari berbagai pihak untuk mengatasinya. Stunting adalah kondisi dimana seorang anak memiliki tinggi atau panjang badan yang lebih rendah dari standar usianya, yang sering kali diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan kondisi kesehatan yang tidak optimal selama periode penting pertumbuhan anak. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan prevalensi stunting melalui berbagai strategi intervensi yang spesifik dan sensitif, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan deteksi dini stunting pada balita di Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini melibatkan pendampingan intensif kepada 34 kader dan perangkat desa di Kelurahan Thehok. Pendampingan ini dilakukan melalui beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, pelaksanaan (pre-test) untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal, pemberian pendampingan edukatif, evaluasi (post-test) untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta kegiatan keberlanjutan yang bertujuan memastikan penerapan hasil pengabdian dalam jangka panjang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 86,4 menjadi 91, serta peningkatan skor sikap dari 12,46 menjadi 14,23, yang keduanya signifikan secara statistik (p- value < 0,05). Keterampilan peserta dalam deteksi dini stunting juga meningkat, khususnya dalam penggunaan alat ukur tinggi badan dan pemberian edukasi kepada masyarakat.Hal ini mengindikasikan perubahan positif pada ketiga komponen tersebut di kalangan kader dan perangkat desa yang terlibat. Kesimpulannya, program ini mampu meningkatkan kapasitas kader dalam mendeteksi dan mencegah stunting di Kelurahan Thehok, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka stunting di daerah tersebut. Kata kunci: stunting; deteksi dini; pengetahuan; sikap; keterampilan AbstractStunting is a national health issue that requires interventions from various stakeholders to address it. Stunting is a condition where a child has a height or length below the standard for their age, often caused by chronic malnutrition and suboptimal health conditions during critical growth periods. The Indonesian government has set a target to reduce stunting prevalence through specific and sensitive intervention strategies aimed at improving the health and quality of life of future generations. This community service program was designed to enhance the knowledge, attitudes, and skills of early detection of stunting in toddlers in Thehok Village, Jambi Selatan District, Jambi City. The method employed in this program involved intensive mentoring for 34 village health cadres and officials in Thehok. The mentoring process included several implementation stages: preparation, pre-test to assess initial knowledge levels, educational mentoring, post-test to evaluate knowledge improvement, and sustainability activities to ensure long-term application of the program's results. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 86.4 to 91, and an increase in attitude scores from 12.46 to 14.23, both statistically significant (p-value < 0.05). Participants' skills in early detection of stunting also improved, especially in the use of height measurement tools and in providing education to the community. This indicates positive changes in all three components among the involved cadres and village officials. In conclusion, this program effectively enhanced the capacity of cadres to detect and prevent stunting in Thehok Village, which is expected to contribute to reducing stunting rates in the area. Keywords: stunting; early detection; knowledge; attitudes; skill
Pendampingan inisiasi kampung hijau melalui pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga kelurahan Plaju Ulu Palembang Rizma Adlia Syakurah; Indah Yuliana; Sari Bema Ramdika; Ira Dewi Ramadhani; Windi Indah Fajar Ningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22087

Abstract

Abstrak Konsumsi sayur dan buah diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral, serat dan antioksidan sehingga dapat mengurangi terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas, kanker, kardiovaskular dan diabetes. Pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga merupakan sayah satu upaya meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga melalui pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga Kelurahan Plaju Ulu Palembang. Kegiatan yang dilakukan adalah bimbingan teknis cara penaman hidroponik, penyuluhan tentang manfaat sayur dan buah, Emo-Demo (Emotion-Demonstration) porsi sayur, dan demo masak pengolahan sayur. Ada perbedaan yang signifikan skor ibu sebelum dengan setelah diberikan edukasi dengan p value 0,000 dan tanaman hidroponik tumbuh subur. Pelatihan dan penyediaan alat dan bahan media tanam hidroponik mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam penyediaan bahan pangan yang sehat bagi anak dan keluarga serta adanya peningkatan pengetahuan ibu terkait manfaat sayur dan buah setelah diberikan edukasi. Kata kunci: hidroponik; sayur; buah; emo-demo Abstract Vegetables and fruits are needed as source of vitamins, minerals, fibers, and antioxidants. These reduce the incidence of non-communicable disease such as obesity, cancer, cardiovascular, and diabetes. Utilizing food crops in the household is one effort to increase vegetable and fruit consumption. This community service aims to Empowering housewives through utilization of food crops in households in Plaju Ulu sub-district, Palembang. The activities carried out were technical guidance on how to grow hydroponics, counseling about the benefits of vegetables and fruits, Emo-Demo (Emotional-Demonstration) on vegetable portions, and a cooking demonstration on processing vegetables. There was a significant difference in the mother's scores before and after being given education with p value 0,000  and the hydroponic plants grew well. Training and providing tools and materials for hydroponic planting media could contribute to the community. These activities has provided healthy food for children and families as well as increasing mothers' knowledge regarding the benefits of vegetables and fruit after being given education. Keywords: hydroponic; vegetables; fruits; emo-demo
Emotional Demonstration (Emo-Demo) perilaku cuci tangan dalam upaya meningkatkan pengetahuan penjamah makanan di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan Desri Maulina Sari; Ira Dewi Ramadhani; Sari Bema Ramdika; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Fatria Harwanto; Yuliarti Yuliarti; Indah Yuliana; Windi Indah Fajar Ningsih; Ditia Fitri Arinda; Anita Rahmiwati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30392

Abstract

Abstrak Kasus Diare selalu menjadi sepuluh besar penyakit yang selalu muncul di tiap puskesmas. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya hygiene dari penjamah makanan. Beberapa studi menyebutkan bahwa penjamah makanan beranggapan tangan yang bersih adalah yang tidak terlihat kotor saja. Pemikiran seperti ini menjadi kekhawatiran pemerintah atas kondisi kesehatan masyarakat. Padahal kuman-kuman tak terlihat yang ada ditangan masih bisa menempel disana. Untuk memperbaiki anggapan yang keliru tentang tangan yang bersih hanya dari kasat mata, maka perlu dilakukan edukasi dengan konsep Emo-Demo agar masyarakat menjadi lebih paham tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran penjamah makanan dalam menerapkan kebiasaan CTPS. Metode PKM yang diterapkan berupa penyuluhan dan emo-demo disertai dengan evalusai melalui pre-test dan post-test.  Sasarannya ibu rumah tangga di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang CTPS sebelum dan setelah penyuluhan terdapat peningkatan. konsep emo-demo juga membuat responden lebih memahami tentang pentingnya CTPS meskipun tangan terlihat bersih. Praktik baik dan pengetahuan yang meningkat diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kasus diare pada tingkat rumah tangga dan Indonesia pada umumnya. Kata kunci: Emo Demo; cuci tangan; pengetahuan; penjamah makanan. Abstract Diarrhea cases are always in the top ten diseases that always appear in every health center. One of the causes is the lack of hygiene of food handlers. Several studies have stated that food handlers assume that clean hands are those that do not look dirty. This kind of thinking is a concern for the government regarding the health conditions of the community. In fact, invisible germs on the hands can still stick there. To correct the mistaken assumption that hands are clean only from the naked eye, it is necessary to conduct education with the Emo-Demo concept so that the community becomes more aware of the importance of washing hands with soap (CTPS). The purpose of this community service program (PKM) is to increase the knowledge and awareness of food handlers in implementing CTPS habits. The PKM method applied is in the form of counseling and emo-demo accompanied by evaluation through pre-test and post-test. The target is housewives in Babatan Saudagar Village, Pemulutan District, Ogan Ilir Regency. The results of this PKM show that knowledge about CTPS before and after counseling has increased. The emo-demo concept also makes respondents more aware of the importance of CTPS even though hands look clean. Good practices and increased knowledge are expected to be a solution to reduce diarrhea cases at the household level and generally in Indonesia. Keywords: Emo-Demo; handwash; knowledge; food handler.