Tri Nurwati
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 74 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Arus Bocor Pada Isolator Pin-Post di PT PLN ULP Sampang Dalam Kondisi Kering dan Basah dengan Penggaraman Mahatirta, Althair; Utomo, Teguh; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator jaringan tenaga listrik berfungsi untuk menompang kawat penghantar pada tiangtiang listrik dan memisahkan secara elektris dua buah kawat atau lebih. Fungsi ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kebocoran arus (leakage current) yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem jaringan tenaga Listrik. Ketika isolator terpapar pada kelembapan tinggi atau kontaminasi debu, lapisan pengotoran dapat menyerap air dan membentuk larutan yang mengurangi resistansi. Penelititan ini membahas mengenai arus bocor yang terdapat pada dua buah isolator pin-post bersih dan berpolutan. Pengujian dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Universitas Brawijaya. Variasi kondisi pengujian dilakukan dalam kondisi kering dan basah, dengan penggaraman dengan curah hujan sebesar 25,49 mm, 47,79 mm, dan 96,37 mm yang mengacu pada data curah hujan di Indonesia, dengan variasi tegangan uji AC sebesar 11, 16, dan 24 kV. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa isolator bersih memiliki arus bocor yang lebih kecil dibandingkan dengan isotor berpolutan baik dalam kondisi kering maupun basah. Kata Kuci – Isolator pin-post, arus bocor, penggaraman 
Diagnosis Gangguan Transformator Daya Berbasis DGA Menggunakan Algoritma SVM dengan Reduksi Dimensi PCA Swara, Aditya Bagas; Nurwati, Tri; Aswin, Muhammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah tren peningkatan beban kelistrikan modern yang semakin dinamis, menjaga kontinuitas kinerja transformator dari risiko downtime menjadi tantangan strategi yang mutlak harus diatasi oleh penyedia layanan penyaluran energi. Untuk memitigasi tantangan strategi tersebut Dissolved Gas Analysis (DGA) diperlukan untuk melakukan pemantauan kondisi transformator. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi jenis gangguan transformator daya dengan Machine Learning (ML) algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan kombinasi teknik reduksi dimensi Principal Component Analysis (PCA) untuk mengklasifikasi jenis kegagalan transformator dari data DGA. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kombinasi metode tersebut dapat mencapai tingkat akurasi 98,75%, melampaui metode SVM murni yang berada pada tingkat akurasi 93,75%. Penerapan integrasi PCA-SVM secara signifikan meningkatkan keandalan sistem diagnosis terhadap noise, sehingga prospektif diterapkan sebagai sistem monitoring transformator daya di lapangan.  Kata Kunci—DGA, PCA, SVM, Transformator Daya, Diagnosis Gangguan
Re-Koordinasi Relai Proteksi Arus Lebih pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik Zihni, Daffa’ Thirafi; Nurwati, Tri; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem proteksi arus lebih pada pembangkit listrik berperan penting dalam menjaga keandalan dan kontinuitas operasi sistem tenaga listrik. Ketidaksesuaian setting relai terhadap perubahan konfigurasi jaringan, pola beban, dan kondisi operasi dapat menyebabkan koordinasi relai menjadi tidak selektif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekoordinasi relai proteksi arus lebih pada sistem kelistrikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik guna meningkatkan selektivitas, kecepatan, dan keandalan sistem proteksi. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan single line diagram sistem kelistrikan PLTGU Gresik menggunakan perangkat lunak ETAP, simulasi aliran daya, analisis gangguan hubung singkat, evaluasi setting relai eksisting, serta penyesuaian nilai pickup current dan time multiplier setting (TMS). Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi relai eksisting belum selektif, ditunjukkan oleh margin waktu kerja OCR-EXP-1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,21 detik, OCR-AUX-1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,18 detik, serta OCR-GT1 dan OCR-INC-1 sebesar 0,28 detik, yang seluruhnya berada di bawah batas minimum 0,4 detik. Setelah dilakukan re-koordinasi, margin waktu meningkat menjadi 0,42 detik, 0,44 detik, dan 0,45 detik pada masing-masing pasangan relai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekoordinasi relai proteksi arus lebih mampu memperbaiki selektivitas kerja relai, mengurangi risiko pemutusan berlebih, serta meningkatkan keandalan sistem proteksi pada jaringan distribusi internal PLTGU Gresik.Kata Kunci—ETAP, koordinasi proteksi, OCR, PLTGU Gresik, re-koordinasi relai, relai arus lebih 
ANALISIS KERUSAKAN MOTOR INDUKSI 3 FASA CONVEYOR BELT MENGGUNAKAN MCSA DI PT NUSANTARA POWER TUBAN Rifqy, Achmad Radifan; Hasanah, Rini Nur; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 4 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi banyak digunakan di berbagai sektor karena memiliki biaya yang relatif murah, keandalan yang tinggi, serta efisiensi kerja yang baik. Salah satu penerapan motor induksi terdapat pada unit pembangkit listrik. Namun, motor induksi dapat mengalami kerusakan. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan motor induksi adalah tegangan dan arus tidak seimbang, dan rusaknya batang rotor. Untuk mengurangi kegagalan motor induksi diperlukan adanya pemantauan untuk melihat kondisi dan unjuk kerja motor induksi. Salah satu metode yang digunakan dalam pemantauan kondisi adalah Motor Current Signature Analysis (MCSA). Penelitian ini juga menganalisis kondisi torsi, kecepatan, dan daya melalui simulasi MATLAB. Penelitian ini menganalisis kondisi motor induksi 3 fasa saat indikasi kerusakan dan setelah perbaikan yang ada di PT NUSANTARA POWER TUBAN, yaitu conveyor belt 5A. Kondisi motor mengalami peningkatan positif setelah dilakukan perbaikan dengan persentase awal tegangan dan arus tidak seimbang sebesar 0,62% dan 10,01% menjadi 0,65% dan 6,43%, besar magnitude amplitudo awal + 52,34 dB menjadi +55,89 dB. Grafik pada kondisi awal mengalami peningkatan signifikan pada torsi, dan daya namun penurunan signifikan pada kecepatan namun mengalami peningkatan yang relatif stabil pada torsi dan daya serta penurunan kecepatan yang relatif stabil. Kata Kunci — tegangan dan arus tidak seimbang, batang rotor, Motor Current Signature Analysis (MCSA), MATLAB. 
Analisis Pengaruh Material Elektroda dan Gap Udara Terhadap Efektivitas Produksi Ozon Pada Sistem Generator Koaksial Cahyaningrum, Rachmadini; Nurwati, Tri; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi material elektroda dan gap udara terhadap distribusi medan listrik, arus bocor, serta efektivitas produski ozon pada sistem Dielectric Barrier Discharge (DBD) dengan konfigurasi elektroda koaksial. Penelitian menggunakan elektroda berbahan tembaga dan besi stainless dengan variasi gap udara 1 mm dan 2 mm untuk mengetahui karakteristik pembangkitan plasma dan produksi ozon yang dihasilkan. Selain itu, permukaan elektroda pengion dimodifikasi menggunakan uliran untuk meningkatkan konsentrasi medan listrik lokal sehingga proses ionisasi udara menjadi lebih efektif. Analisis dilakukan menggunakan simulasi distribusi medan listrik menggunakan perangkat lunak FEMM, pengukuran arus bocor menggunakan multimeter, serta pengujian efektivitas ozonisasi terhadap perubahan kualitas air menggunakan metode pengolahan citra digital berbasis RGB dan CIELAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektroda tembaga menghasilkan medan listrik yang lebih stabil dan produksi ozon lebih tinggi dibandingkan stainless steel karena memiliki konduktivitas listrik yang lebih baik. Penambahan uliran pada elektroda juga meningkatkan intensitas medan listrik sehingga proses ionisasi udara menjadi lebih efektif. Variasi jarak celah udara mempengaruhi intensitas partial discharge dan rugi-rugi daya pada sistem. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi material elektroda, geometri permukaan elektroda, dan jarak celah udara memiliki pengaruh signifikan terhadap performa sistem DBD dalam menghasilkan ozon. Kata kunci: Dielectric Barrier Discharge, Ozon, Tembaga, Besi Stainless, Gap Udara, Elektroda Koaksial, Medan Lsitrik, Partial Discharge. 
SIMULASI STRATEGI CONSTANT TEMPERATURE-CONSTANT VOLTAGE CHARGING BERBASIS KONTROL FEEDBACK-FEEDFORWARD PADA BATERAI LITIUM-ION Wibowo, Yehezkiel Reynard; Djuriatno, Waru; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengisian cepat baterai litium-ion dengan arus tinggi memicu kenaikan suhu yang dapat mempercepat degradasi kapasitas dan meningkatkan risiko thermal runaway. Metode konvensional Constant Current–Constant Voltage (CC-CV) tidak menyediakan mekanisme pengendalian suhu secara aktif. Penelitian ini merancang dan mensimulasikan strategi pengisian Constant Temperature–Constant Voltage (CT-CV) berbasis kontrol feedbackfeedforward pada sel Molicel P28A menggunakan Plexim PLECS. Model elektrik dibangun menggunakan rangkaian ekivalen RC orde pertama, model termal menggunakan jaringan Cauer orde kedua, dan aktuator dimodelkan sebagai konverter buck DCDC averaged model. Arsitektur kontrol menggunakan struktur cascade tiga loop dengan parameter yang ditentukan melalui metode Internal Model Control (IMC) dan disempurnakan secara iteratif. Hasil simulasi menunjukkan sistem berhasil meregulasi suhu permukaan pada referensi 40°C dengan steady-state error dan overshoot suhu masing-masing 0,07°C, keduanya jauh di bawah batas yang ditetapkan. Arus pengisian tidak melampaui 6 A, dan total durasi pengisian dari SoC 0% hingga 100% adalah 2472 detik, praktis identik dengan CC-CV 2C yang membutuhkan 2500 detik karena muatan total yang dimasukkan sama. Keunggulan CT-CV terletak pada keamanan termal: suhu permukaan pada CC-CV 2C mencapai puncak 43,8°C dan melampaui batas operasi aman 40°C, sementara CT-CV mempertahankan suhu maksimum pada 40,07°C sepanjang proses pengisian. Kata Kunci—baterai litium-ion, constant temperature–constant voltage, kontrol feedbackfeedforward, konverter buck, Plexim PLECS. 
Analisis Sensitivitas Toleransi Lr dan Cr Terhadap Voltage Gain Half Bridge LLC menggunakan Monte Carlo Hilman, Anthony; Abidin, Zainul; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Half-bridge LLC resonant converter digunakan pada aplikasi adaptor daya. Konverter ini dapat didesain menggunakan beberapa metode namun umumnya menggunakan metode First Harmonic Approximation (FHA) karena perhitungannya yang sederhana sehingga mudah diterapkan. Namun, ada kekurangan metode FHA yaitu tidak akurat ketika frekuensi operasi tidak sama dengan frekuensi resonansi yang disebabkan oleh toleransi nilai komponen Lr dan Cr, hal ini memengaruhi voltage gain konverter sehingga dibutuhkan analisis sensitivitas dan analisis distribusi terhadap voltage gain. analisis sensitivitas dengan metode static parameter (MC-SP) dibutuhkan untuk mengetahui pengaruh toleransi komponen terhadap voltage gain, dan analisis distribusi untuk melihat distribusi statistik voltage gain dan tegangan keluaran. Penerapan MC-SP pada analisis sensitivitas melalui perhitungan matematis berbasis Microsoft Excel, dan analisis distribusi melalui tiga pendekatan yaitu perhitungan matematis berbasis Microsoft Excel, simulasi analisis AC pada LTspice masingmasing sebanyak 1.000 iterasi, dan simulasi transien yang dilakukan sebanyak 100 iterasi. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan ketika nilai Lr dan Cr meningkat maka voltage gain menurun. Penurunan sebesar voltage gain rata-rata sebesar0,022 dB ketika Lr meningkat satu µH dan sebesar-0,052 dB ketika Cr meningkat satu nF. Hasil pada analisis distribusi menunjukkan rata-rata penguatan −0,118 dB pada perhitungan matematis matematis dan −0,02dB pada analisis AC, keduanya mendekati kondisi ideal 0 dB. Namun, simulasi transien Monte Carlo sebanyak 100 iterasi pada variasi beban 5% hingga 100% menunjukkan distribusi tegangan keluaran (Vo) tidak mencapai kriteria 19 V ≤ Vo ≤ 21 V dengan rentang aktual pada 17,045 hingga 23,304 V. Hal ini akibat pengaruh toleransi komponen Lr ±20% dan Cr ±10%. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode MC-SP pada perhitungan matematis dan simulasi merupakan langkah penting sebelum implementasi fisik untuk mengetahui seberapa besar toleransi Lr dan Cr dapat memengaruhi sensitivitas dan persebaran voltage gain serta persebaran tegangan keluaran rangkaian half-bridge LLC. Index Terms—Half bridge LLC resonant converter, metode first harmonic approximation (FHA), toleransi komponen Lr dan Cr, simulasi Monte Carlo, analisis sensitivitas.
Studi Distribusi Tegangan dan Arus Bocor pada Isolator Line Post Berbahan Keramik Daniswara, Aryasuta; Nurwati, Tri; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator merupakan komponen penting dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi menopang konduktor sekaligus memisahkan bagian yang bertegangan dengan bagian yang bertegangan nol. Kinerja isolator sangat dipengaruhi oleh karakteristik distribusi tegangan, arus bocor, serta distribusi potensial dan medan listrik pada permukaannya, dimana ketidakmerataannya dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya flashover dan mempercepat degradasi material isolasi. Penelitian ini membahas mengenai karakteristik distribusi tegangan dan arus bocor serta distribusi potensial dan medan listrik pada isolator tipe line post keramik pada kondisi bersih dan kering. Pengujian distribusi tegangan dan arus bocor dilakukan di Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. Pengujian distribusi tegangan dilakukan menggunakan dua metode pengukuran dengan variasi pemasangan kawat melingkar pada beberapa titik pengamatan, sedangkan pengujian arus bocor dilakukan menggunakan tegangan tinggi AC dengan variasi tegangan uji sebesar 2kV, 4kV, dan 6kV, serta melakukan simulasi distribusi potensial listrik dan medan listrik menggunakan perangkat lunak Finite Element Method Magnetics (FEMM) versi 4.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat medan listrik terbesar terlokalisasi pada bagian yang berada dekat dengan sumber tegangan. dengan intensitas medan listrik maksimum sebesar 19,704 kV/cm. Distribusi tegangan pada isolator tidak merata dimana sirip pertama yang merupakan sirip paling dekat dengan konduktor atau sumber tegangan menerima beban tegangan terbesar. Arus bocor pada isolator meningkat seiring dengan kenaikan tegangan uji yang diterapkan dan memiliki nilai yang semakin besar pada titik yang letaknya semakin dekat dengan sumber tegangan dengan nilai sebesar 28,2 µA pada tegangan uji 6 kV. Kata kunci—Isolator, Distribusi Tegangan, Arus Bocor. 
Analisis Setting Relay Diferensial Sebagai Proteksi Transformator Daya Pada PT PLN (Persero) UPT Surabaya Alvaro , Kevin Farras; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator daya merupakan peralatan utama dalam sistem tenaga listrik yang memerlukan sistem proteksi andal untuk mendeteksi gangguan internal secara cepat dan selektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis Setting Relay diferensial sebagai proteksi transformator daya di PT PLN (Persero) UPT Surabaya melalui perhitungan matematis dan simulasi menggunakan ETAP 19.0.1. Analisis meliputi perhitungan arus hubung singkat, evaluasi kondisi saturasi Current Transformer (CT), penentuan parameter Setting Relay diferensial, serta perbandingan hasil perhitungan dengan simulasi dan Setting yang diterapkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CT pada sisi primer dan sekunder tidak mengalami saturasi dengan persentase pemanfaatan kemampuan CT masing-masing sebesar 21,99% dan 2,09%. Nilai Setting Relay diferensial hasil perhitungan diperoleh sebesar Iset 0,0175 A, Slope 1 2,25%, dan Slope 2 4,5%. Hasil simulasi ETAP menunjukkan kesesuaian yang baik terhadap perhitungan matematis dengan rata-rata perbedaan arus hubung singkat sebesar 0,87% pada sisi primer dan 1,55% pada sisi sekunder. Analisis kurva karakteristik menunjukkan bahwa Setting Relay diferensial hasil perhitungan mampu mendeteksi gangguan internal secara selektif, sedangkan Setting Relay yang diterapkan di PT PLN (Persero) UPT Surabaya menggunakan nilai slope yang lebih besar untuk meningkatkan kestabilan Relay terhadap kondisi transien, seperti arus inrush transformator. Kata Kunci— Relay diferensial, transformator daya, Current Transformer (CT), ETAP 19.0.1, arus hubung singkat. 
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI SISTEM HIBRID PLTS DAN PLTA TIPE PUMPED HYDRO ENERGY STORAGE DI WADUK SELOREJO Irhas, Abiyanu; Hasanah, Rini Nur; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan sistem energi baru terbarukan berbasis fotovoltaik (PLTS) yang terintegrasi dengan teknologi penyimpanan ramah lingkungan seperti Pumped Hydro Energy Storage (PHES) menjadi strategi potensial untuk menyediakan listrik yang bersih dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan teknis, ekonomis, dan lingkungan dari sistem hibrida PLTS + PHES. Simulasi keluaran energi PLTS dilakukan menggunakan PVsyst, sedangkan simulasi output PHES berdasarkan volume air yang dipompa dianalisis melalui HOMER Pro. Kelayakan investasi selanjutnya dianalisis dengan menghitung indikator finansial dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Hasil studi menunjukkan bahwa lokasi studi memiliki potensi iradiasi tahunan sebesar 1.932 kWh/m² dan suhu rata-rata 24,92°C, dengan proyeksi produksi energi PLTS sebesar 98,86 GWh per tahun dan performance ratio 0,843. Dari tiga alternatif lokasi PHES, Site 1 dipilih karena menghasilkan volume air dipompa tertinggi sebesar 9.817.795 m³/tahun, output energi sebesar 18.679 MWh, efisiensi sistem 64,5%, dan Performance Ratio 56,7%. Namun, hasil analisis finansial sistem PLTS + PHES menunjukkan nilai Net Present Value sebesar USD 17.869.641, Internal Rate of Return -1,97%, Payback Period >80 tahun, Cost of Electricity USD 0,319/kWh, Benefit to Cost Ratio 0,69, dan Return on Investment -1,43%, mengindikasikan proyek ini tidak layak secara ekonomi. Walaupun demikian, sistem ini tetap mampu mengurangi emisi CO₂ sebesar 17 juta kg/tahun. Sebaliknya, sistem PLTS Grid-Connected menunjukkan performa superior dengan Net Present Value USD 166.842.381, Internal Rate of Return 40%, Payback Period 3 tahun, Cost of Electricity USD 0,015/kWh, Benefit to Cost Ratio 16,92, Return on Investment 75,73%, dan pengurangan emisi CO₂ sebesar 145 juta kg/tahun. Oleh karena itu, sistem PLTS Grid-Connected direkomendasikan sebagai opsi paling efisien dan berkelanjutan untuk diimplementasikan. Kata Kunci: PLTS, PHES, kelayakan investasi, energi terbarukan, PVsyst, HOMER Pro 
Co-Authors Abdillah, Moch Naufal Achmad, Baihaqi Akbar, Alif Aulia Al Fauzy , Ahmad Faieq Al Rasyid, Muhamad Nadlif Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alvaro , Kevin Farras Amiruddin, M. Fero Arrohman, Nhofa Zidane Asmungi, Gaguk Astari, Bela Natasya Badriyah, Intan Layla Bambang Siswoyo Bashir Mosaddegh Basrowi Basrowi, Basrowi Bernadine, Muhammad Zaidan Cahyaningrum, Rachmadini Daniswara, Aryasuta Daniswara, I Made Bagas Diputra, Ariyanta Dafa E. Wakama, Tamunonengi Endah Budi Purnomowati Fatahillah, Muhammad Fernando, Bagas Firdausi, Aditya Mahardika Ganendra, Risang Ghifari, Ahmad Goegoes Dwi Nusantoro Gradianto, Gasa Gumintang, Adnan Hafidh, Muhammad Yusril Hasanah , Rini Nur Hayyan, Muhammad Rafif Hidayat, n/a Hikam, Aldi Lutfil Hilman, Anthony Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Wahyu Satiawan Inayati, Dian Irhas, Abiyanu Kewa, Firgiawan Bebe Mahatirta, Althair Mega Fatimah Rosana Megantara, Septian Fajar Moch. Dhofir Mochammad Roviq Mochammad Rusli, Mochammad Mudjirahardjo, Panca Muhammad Aswin Muhammad Aziz Muslim Mujahidah, Nur Adzkia Nanang Sulistiyanto Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nugraha, Dimas Aji Nurussa’adah, n/a Pangaribuan, Hesekiel Enrico Pramudya, Lembat Aji Prasetio, Dedi Prasetyo, Achmad Ari Dwi Prastiawan, Hilmi Arif Pratama, Muhammad Arkan Restu Purba, Yobel Yehezkiel Putri, Intan Anggraeni Maryanda Putu Hadi Setyarini Ramadhan, Muhammad Dicky Ramadhan, Muhammad Indrata Rasyid, Athallah Reza, Dana Ammar Rifqy, Achmad Radifan Rini Nur Hasanah Rizal, Mohammad Iqbal Fakhrur Royyan, Muhammad Santoso, Dimas Hendrawan Saragih, Jhosua Capricorn Satria, Muchamad Iqbal Setiawan, Aditya Rizky Sigma, Anggi Anggara Simanjuntak, Gladys Nathania Sinaga, Andreas Sober Siregar, Sun Fransisco Sisca Fajriani Sitompul, Ezra Ananda Soltana Guesmi Swara, Aditya Bagas Tantama, Kenzie Putra Tarigan, Faldano Bastian Teguh Utomo Thuhu, Dias Satriyo Unggul Wibawa Unu, Jonathan Verdiansyah, Muhammad Akmal Zahran Waru Djuriatno Wibowo, Yehezkiel Reynard Wicaksono, Panji Anugra Widyantoro, Salsa Wijono Wijono, n/a Zainul Abidin Zihni, Daffa’ Thirafi