Tri Nurwati
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 74 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kekuatan Dielektrik Minyak Goreng Bekas Rumah Tangga dengan Penambahan Zat TBHQ dan Bentonit sebagai Alternatif Isolasi Peralatan Tegangan Tinggi Al Rasyid, Muhamad Nadlif; Nurwati, Tri; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak isolasi berbasis mineral masih mendominasi peralatan tegangan  tinggi, namun sifatnya yang tidak terbarukan serta permasalahan limbah  minyak goreng bekas mendorong pengembangan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kekuatan  dielektrik minyak goreng bekas rumah tangga melalui proses penyaringan, pemanasan pada 100°C selama 90 menit, serta penambahan Tert- Butylhydroquinone (TBHQ) (0,5%, 1,0%, 3,0%) dan bentonit (2,0%, 4,0%,  6,0%). Pengujian tegangan tembus dilakukan menggunakan elektroda  tembereng bola dengan jarak sela 2,5 mm pada tegangan tinggi AC hingga 100 kV mengacu pada SPLN 49 Tahun 1982 dan IEC 60422, sedangkan  pengujian kadar air mengacu pada SNI 7709:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak tanpa perlakuan memiliki tegangan tembus  11,625 kV/2,5 mm, sedangkan kombinasi optimal penyaringan, pemanasan, TBHQ 1,0%, dan bentonit 6,0% menghasilkan tegangan tembus tertinggi  sebesar 88,481 kV/2,5 mm yang termasuk kategori baik menurut IEC 60422. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan fisik dan kimia  secara signifikan meningkatkan kekuatan dielektrik minyak goreng bekas  sehingga berpotensi menjadi alternatif isolasi cair yang lebih ramah  lingkungan dan ekonomis. Kata Kunci: Tegangan Tembus, Minyak Goreng Bekas, TBHQ, Bentonit, Kekuatan Dielektrik, Isolasi Tegangan Tinggi.
Analisis Pengaruh Tingkat Polusi NaCl Terhadap Arus Bocor Isolator Piring Keramik Berlapis Hidrofobik Siregar, Sun Fransisco; Nurwati, Tri; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator luar ruang pada sistem tenaga listrik sering mengalami penurunan kinerja akibat kontaminasi polutan dan kelembapan lingkungan.  Kontaminasi berupa garam NaCl dapat meningkatkan konduktivitas  permukaan isolator sehingga memicu terjadinya arus bocor yang  berpotensi menyebabkan kegagalan isolasi. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis pengaruh tingkat polusi yang dinyatakan sebagai Equivalent  Salt Deposit Density (ESDD) serta pengaruh proses pengeringan  (selfhealing) terhadap karakteristik arus bocor pada isolator piring keramik berlapis hidrofobik. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi distribusi  medan listrik menggunakan perangkat lunak Finite Element Method  Magnetics (FEMM) dan pengujian arus bocor di laboratorium tegangan  tinggi. Variasi tegangan uji yang digunakan adalah 10 kV, 20 kV, dan 30 kV  dengan tingkat polusi ESDD sebesar 0 mg/cm²; 0,02 mg/cm²; 0,04 mg/cm²;  dan 0,06 mg/cm². Hasil simulasi menunjukkan bahwa keberadaan polutan  meningkatkan nilai maksimum medan listrik pada permukaan isolator.  Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa arus bocor meningkat  seiring dengan kenaikan ESDD dan tegangan uji. Selain itu, proses  pengeringan mampu menurunkan arus bocor akibat mekanisme  pemulihan hidrofobisitas (self-healing) dari lapisan silikon pada permukaan  isolator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi  tingkat polusi dan tegangan operasi sangat mempengaruhi performa  isolasi isolator keramik, sehingga perlu diperhatikan dalam perencanaan  dan pemeliharaan sistem tenaga listrik. Kata Kunci—Isolator keramik, arus bocor, ESDD, polusi isolator, self-healing, FEMM. 
Analisis Performa Dielektrik Minyak Dedak Padi dengan Penambahan Nanopartikel Isolatif Aluminium Oksida (Al O) pada Kondisi Terkontaminasi Selulosa Royyan, Muhammad; Nurwati, Tri; Asmungi, Gaguk
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi minyak dedak padi sebagai alternatif minyak isolasi transformator melalui peningkatan kekuatan dielektrik menggunakan proses pemanasan terkendali dan penambahan nanopartikel Aluminium Oksida (Al₂O₃). Serbuk selulosa mikrokristalin ditambahkan sebagai representasi pengotor padat akibat degradasi isolasi kertas pada transformator, sehingga kondisi pengujian mendekati keadaan operasional aktual. Variasi konsentrasi nanopartikel Al₂O₃ yang digunakan adalah 0,1 g/L; 0,2 g/L; 0,3 g/L; dan 0,4 g/L, sedangkan konsentrasi selulosa divariasikan sebesar 0,004 g/L; 0,006 g/L; dan 0,016 g/L. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi Al₂O₃ optimum sebesar 0,2 g/L menghasilkan nilai tegangan tembus tertinggi. Peningkatan konsentrasi di atas nilai optimum menyebabkan penurunan tegangan tembus akibat terbentuknya mekanisme bridging antarpartikel. Penambahan selulosa menyebabkan penurunan tegangan tembus seiring meningkatnya konsentrasi, yang dipengaruhi oleh pembentukan jalur konduktif dan peningkatan kadar air akibat sifat higroskopis selulosa. Meskipun demikian, pada kondisi terkontaminasi selulosa, keberadaan Al₂O₃ masih mampu mempertahankan nilai tegangan tembus agar memenuhi standar SPLN 49 Tahun 1982 untuk minyak isolasi yang telah diolah. Namun demikian, tidak terdapat satu pun perlakuan yang mampu memenuhi batas maksimum kadar air sebesar ≤ 30 ppm sebagaimana dipersyaratkan dalam standar tersebut. Kata kunci: Minyak Isolasi, Minyak Dedak Padi, Nanopartikel Aluminium Oksida (Al₂O₃), Serbuk Selulosa Mikrokristalin, Tegangan Tembus, Kadar Air. 
KAJIAN PERBANDINGANKARAKTERISTIK PENGASUTAN MOTORINDUKSI TIGA FASA Arrohman, Nhofa Zidane; Hasanah, Rini Nur; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi tiga fasa merupakan peralatanindustri yang membutuhkan metode starting yang tepat untukmenghindari lonjakan arus berlebihan. Penelitian ini bertujuanmenganalisis performa tiga metode starting, yaitu Direct On Line(DOL), Star–Delta, dan Variable Frequency Drive (VFD) melaluisimulasi MATLAB, simulasi ETAP, serta pengujianlaboratorium. Pada metode DOL, arus start menunjukkanlonjakan paling tinggi akibat motor menerima tegangan penuhsejak awal. Pada metode Star–Delta, arus start menurunsignifikan selama fase Star sebelum meningkat kembali saatperpindahan ke Delta. Sementara itu, metode VFD memberikanproses starting paling halus dengan peningkatan kecepatan, torsi,dan arus yang mengikuti profil ramp frekuensi. Hasil pengujianmenunjukkan kesesuaian pola antara simulasi dan datalaboratorium, meskipun terdapat perbedaan nilai akibat rugirugi dan kondisi sistem nyata. Secara keseluruhan, VFDmenunjukkan performa terbaik dalam menekan arus start danmengurangi transien elektromagnetik, sedangkan Star–Deltamerupakan salah satu teknik yang konvensional namun tetapefektif menurunkan arus awal. Temuan ini dapat menjadi dasarpemilihan metode starting pada aplikasi industri sesuaikebutuhan operasi dan keterbatasan sistem tenaga.Kata kunci: Motor Induksi, Arus Pengasutan, DOL, StarDelta, VFD 
Perancangan Sistem Proteksi Petir pada Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kali Jari Santoso, Dimas Hendrawan; Utomo, Teguh; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perancangansistem proteksi petir eksternal dan internal padainstalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro(PLTMH) Kali Jari. Berdasarkan data hari guruhwilayah Blitar dan perhitungan sesuai SNI 03-7015-2004, m nilai frekuensi sambaran petir tahunan (Nd)sebesar 0,107 sambaran/tahun, sehingga tingkatproteksi yang diperlukan adalah Tingkat IV denganefisiensi minimum 62,61%. Proteksi eksternaldirancang menggunakan ground wire, peningkatantinggi tiang sebesar 1 meter, down conductor, sertaarcing horn dengan gap 129 mm. Analisismenggunakan metode bola bergulir menghasilkanradius proteksi, sudut proteksi, dan kedalamanpenetrasi untuk tiap tiang distribusi sehinggadiperoleh konfigurasi perlindungan yang optimal.Pada sisi internal, proteksi dirancang menggunakanarrester tipe T1+T2, bonding ekuipotensial, danperbaikan sistem pentanahan. Untuk memenuhistandar PUIL 2011, enam elektroda pentanahandipasang secara paralel sehingga resistansi tanahdapat diturunkan hingga kurang dari 5 Ω. Rancanganproteksi petir yang diusulkan terbukti meningkatkankeandalan jaringan distribusi dan rumah pembangkitterhadap gangguan surja petir.Kata kunci—Sistem Proteksi Petir, PLTMH, Groundwire, Arrester, Sistem Pentanahan.
Analisis Koordinasi Sistem Proteksi OCR dan GFR pada Outgoing Bus 1 Trafo 1 GI Pemaron Setelah Integrasi PLTD Sigma, Anggi Anggara; Nurwati, Tri; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas analisis koordinasi danresetting Overcurrent Relay (OCR) dan Ground Fault Relay(GFR) pada jaringan tegangan menengah 20 kV OutgoingBus 1 Trafo 1 GI Pemaron pasca integrasi PLTD 50 MW.Integrasi sumber baru tersebut menyebabkan peningkatanarus hubung singkat pada outgoing bus 1 trafo 1, sehinggadiperlukan analisis terhadap keandalan sistem proteksi.Analisis dilakukan melalui perhitungan manual berdasarkanstandar IEC 60255, IEC 60909, BS-142, dan IEEE 242, sertasimulasi menggunakan software DIgSILENT. Hasilmenunjukan kenaikan arus hubung singkat pada rentang1,464% hingga 51,338% pada gangguan tiga fasa, 1,687&hingga 64,593% pada gangguan dua fasa dan 0,0175%hingga 0,216% pada gangguan satu fasa ke tanah di berbagailokasi gangguan. Peningkatan ini berpengaruh padakeandalan proteksi antar fasa, ditunjukkan oleh overlappingkurva OCR antara recloser dan rele outgoing. Prosesresetting dilakukan dengan menyesuaikan arus pickup danTMS pada kurva SI (I>) dan DT(I>>) recloser dan outgoing,serta perbaikan koordinasi kurva DT(I>>) dan definite timestage 2 (I>>>) rele incoming, sehingga seluruh kurvamemenuhi interval minimum 0,2s sesuai standar IEEE 242.Sementara itu, koordinasi GFR tetap selektif karenapeningkatan arus gangguan tanah sangakat kecil.Kata Kunci—Ground Fault Relay, Koordinasi Proteksi,Overcurrent Relay, Penambahan Sumber, Penyulang
Pengaruh Penambahan Arang Ampas Tebu dan Frekuensi Arus Injeksi Terhadap Nilai Resistansi Pentanahan Rod Grounding Pangaribuan, Hesekiel Enrico; Nurwati, Tri; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pentanahan berperan pentingdalam menyalurkan arus gangguan (termasuk surja petir) ketanah sehingga keselamatan manusia dan peralatan terjaga.Penelitian ini menganalisis pengaruh soil treatment berupapenambahan arang ampas tebu serta injeksi arus berfrekuensitinggi terhadap nilai resistansi/impedansi pentanahanelektroda batang (rod grounding) pada tanah berkerikil.Pengujian dilakukan pada 7–20 November 2025 di Merjosari,Kota Malang. Elektroda batang berdiameter 12 mm ditanampada kedalaman 70 cm, kemudian dibandingkan dua kondisi:tanah lokasi dan tanah dengan penambahan arang ampas tebuhalus kering dalam wadah aluminium (diameter 30 cm; tinggi70 cm; volume arang 0,049455 m³). Resistivitas tanah diukurdengan metode 4 titik konfigurasi Wenner dan diperoleh ρtanah sebesar 1425,052 Ω·cm. Pada resistivitas arang ampastebu didapatkan 979 Ω·cm. Resistansi/impedansi pentanahandiukur menggunakan metode 3 titik dengan injeksi frekuensi50 Hz, 500 Hz, 5 kHz, 10 kHz, dan 50 kHz. Hasil menunjukkanbahwa peningkatan frekuensi menurunkan nilai impedansiserta memunculkan karakteristik resistif (50–500 Hz),kapasitif (5–10 kHz), hingga induktif (50 kHz). Pada tanahlokasi, resistansi turun dari 110,1 Ω (50 Hz) menjadi 67,9 Ω (50kHz), dan dengan arang turun dari 85,4 Ω menjadi 20,5 Ω.Penambahan arang ampas tebu menurunkanresistansi/impedansi riil dibanding tanah lokasi pada seluruhfrekuensi dengan persentase penurunan 22,43%–69,81% danrata-rata 43,81%, dengan penurunan maksimum pada 50kHz. Hal ini membuktikan bahwa arang ampas tebu efektifsebagai material aditif soil treatment dan kinerja pentanahanbersifat dependen terhadap frekuensi, relevan untuk evaluasiproteksi gangguan berfrekuensi tinggi.Kata Kunci— arang ampas tebu, elektroda batang, injeksifrekuensi, pentanahan, resistansi pentanahan, soil treatment.
Pengaruh Penambahan Campuran Arang Kulit Kacang dan Sekam Padi Terhadap Penurunan Nilai Resistansi Pentanahan Rod Grounding Simanjuntak, Gladys Nathania; Nurwati, Tri; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pentanahan pada praktiknyadiperuntukkan pada sistem kelistrikan agar melindungiperalatan listrik dan manusia yang berada di sekitar. Sistempentanahan yang baik adalah sistem pentanahan yangmempunyai nilai resistansi yang kecil. Nilai resistansipentanahan dipengaruhi oleh beberapa factor, yakni resistivitastanah dan jenis, bahan, ukuran, serta konfigurasi elektroda.Penelitian ini membahas perlakuan tanah (soil treatment)menggunakan campuran arang kulit kacang (AKK) dan arangsekam padi (SP) di sekitar elektroda batang untuk menurunkanresistansi pentanahan. Pengujian dilakukan pada elektrodatembaga berdiameter 12 mm dan panjang 1 m yang ditanamsedalam 70 cm. Nilai awal tanpa perlakuan tercatat 76,2 Ω. Tigakomposisi AKK:SP (75:25, 50:50, 25:75) diuji dalam kondisikering dan basah yang direkayasa dengan menambahkan 300 mlair ke dalam campuran arang, ukuran partikel arangdiseragamkan dan setiap variasi diukur tiga kali agar pengujianakurat. Pengukuran resistansi pentanahan menggunakanmetode 3 titik (fall-of-potential) sedangkan resistivitas tanahmenggunakan metode 4 titik konfigurasi Wenner. Hasilmenunjukkan seluruh campuran menurunkan resistansi secarasignifikan dibanding tanah murni: pada kondisi kering,rata-rata 24,8 Ω (67,3%), 26,7 Ω (64,8%), dan 21,3 Ω (71,7%).Sedangkan kondisi basah resistansi pentanahan adalah sebesar22,9 Ω, 20,7 Ω, dan 16,9 Ω yaitu turun sekitar 7,6–22,3% darikondisi kering. Komposisi 25:75 (AKK:SP) memberikan reduksiterbesar di kedua kondisi. Penelitian ini membuktikancampuran arang kulit kacang dan sekam padi berpotensidigunakan untuk menurunkan resistansi pentanahan dan salahsatu faktor untuk menurunkan resistansi pentanahan adalahkelembapan.Kata Kunci— Arang kulit kacang, arang sekam padi,kelembapan, resistansi pentanahan, soil treatment. 
Analisis Karakterisasi Sifat Elektrik Siliconerubber dengan Filler Rice Husk Ash untuk Aplikasi Isolator Listrik Wicaksono, Panji Anugra; Wijono, n/a; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses transmisi dan distribusi listrikmembutuhkan material isolasi dengan kemampuandielektrik tinggi. Silicone rubber merupakanalternatif isolator yang ringan dan tahan polusi,namun performanya masih dapat ditingkatkanmelalui penambahan filler. Penelitian ini mengkajipengaruh variasi filler Rice Husk Ash (RHA)sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% terhadapkarakteristik elektrik silicone rubber. Pengujianmeliputi arus bocor, resistivitas, konduktivitas,permitivitas relatif, sudut kontak, dan tegangantembus di Laboratorium Tegangan Tinggi. Hasilpengujian menunjukkan bahwa penambahan fillerRice Husk Ash (RHA) pada silicone rubbermenyebabkan perubahan karakteristik elektrik danpermukaan yang mencerminkan perilaku materialpadat komposit. Pada konsentrasi 10%–20%, fillerRHA terdispersi relatif homogen di dalam matrikssilikon, sehingga meningkatkan resistivitas,menurunkan arus bocor, dan memperbaiki sifathidrofobik permukaan. Kondisi ini menunjukkanterbentuknya struktur komposit yang lebih rapatdan stabil secara elektrik, dengan performa terbaikdicapai pada komposisi 20%. Namun, padakonsentrasi yang lebih tinggi (30%–40%),peningkatan kandungan filler menyebabkankecenderungan aglomerasi partikel danberkurangnya homogenitas material, yang memicuterbentuknya jalur konduktif dan mikrovoid.Akibatnya, performa isolasi menurun meskipunsifat hidrofobik permukaan tetap meningkat.Temuan ini menunjukkan bahwa RHA berpotensisebagai filler alternatif yang ekonomis dan ramahlingkungan, dengan batas konsentrasi optimaluntuk aplikasi isolator listrik berbasis komposit.Kata Kunci: silicone rubber, rice husk ash, isolator,karakteristik elektrik, hidrofobilitas
Analisis Pengaruh Panjang Pelat Grounding dan Laju Alir Udara pada Susunan Elektroda Koaksial terhadap Efektivitas Produksi Gas Ozon Prasetio, Dedi; Nurwati, Tri; Hasanah, Rini Nur
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ozonisasi merupakan metode pemurnian air yang ramah lingkungan dan  efektif dalam menghilangkan kontaminan air. Pada penelitian ini, produksi gas ozon dilakukan dengan memanfaatkan prinsip Dielectric Barrier  Discharge (DBD) pada susunan elektroda koaksial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh panjang plat grounding dan laju alir udara pada susunan elektroda koaksial terhadap efektivitas produksi gas ozon.  Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan sumber tegangan tinggi AC sebesar 15 kV dengan variasi panjang plat grounding  10 cm, 20 cm, dan 30 cm, serta variasi laju alir udara 2 m/s, 3 m/s, dan 5  m/s. Selain itu, simulasi distribusi medan listrik dilakukan menggunakan  FEMM 4.2 untuk menganalisis tingkat keseragaman medan listrik pada  masing-masing variasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pelat grounding dengan panjang 30 cm menghasilkan tingkat keseragaman medan listrik  paling tinggi. Hasil pengujian eksperimental menunjukkan bahwa penggunaan pelat grounding dengan dimensi lebih panjang dan penggunaan laju alir udara yang lebih kecil dapat meningkatkan produksi  gas ozon. Kata Kunci: Produksi Gas Ozon, Elektroda Koaksial, Panjang Pelat Grounding, Laju Alir Udara.
Co-Authors Abdillah, Moch Naufal Achmad, Baihaqi Akbar, Alif Aulia Al Fauzy , Ahmad Faieq Al Rasyid, Muhamad Nadlif Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alvaro , Kevin Farras Amiruddin, M. Fero Arrohman, Nhofa Zidane Asmungi, Gaguk Astari, Bela Natasya Badriyah, Intan Layla Bambang Siswoyo Bashir Mosaddegh Basrowi Basrowi, Basrowi Bernadine, Muhammad Zaidan Cahyaningrum, Rachmadini Daniswara, Aryasuta Daniswara, I Made Bagas Diputra, Ariyanta Dafa E. Wakama, Tamunonengi Endah Budi Purnomowati Fatahillah, Muhammad Fernando, Bagas Firdausi, Aditya Mahardika Ganendra, Risang Ghifari, Ahmad Goegoes Dwi Nusantoro Gradianto, Gasa Gumintang, Adnan Hafidh, Muhammad Yusril Hasanah , Rini Nur Hayyan, Muhammad Rafif Hidayat, n/a Hikam, Aldi Lutfil Hilman, Anthony Himawan, Achmad Faisal I Nyoman Wahyu Satiawan Inayati, Dian Irhas, Abiyanu Kewa, Firgiawan Bebe Mahatirta, Althair Mega Fatimah Rosana Megantara, Septian Fajar Moch. Dhofir Mochammad Roviq Mochammad Rusli, Mochammad Mudjirahardjo, Panca Muhammad Aswin Muhammad Aziz Muslim Mujahidah, Nur Adzkia Nanang Sulistiyanto Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nugraha, Dimas Aji Nurussa’adah, n/a Pangaribuan, Hesekiel Enrico Pramudya, Lembat Aji Prasetio, Dedi Prasetyo, Achmad Ari Dwi Prastiawan, Hilmi Arif Pratama, Muhammad Arkan Restu Purba, Yobel Yehezkiel Putri, Intan Anggraeni Maryanda Putu Hadi Setyarini Ramadhan, Muhammad Dicky Ramadhan, Muhammad Indrata Rasyid, Athallah Reza, Dana Ammar Rifqy, Achmad Radifan Rini Nur Hasanah Rizal, Mohammad Iqbal Fakhrur Royyan, Muhammad Santoso, Dimas Hendrawan Saragih, Jhosua Capricorn Satria, Muchamad Iqbal Setiawan, Aditya Rizky Sigma, Anggi Anggara Simanjuntak, Gladys Nathania Sinaga, Andreas Sober Siregar, Sun Fransisco Sisca Fajriani Sitompul, Ezra Ananda Soltana Guesmi Swara, Aditya Bagas Tantama, Kenzie Putra Tarigan, Faldano Bastian Teguh Utomo Thuhu, Dias Satriyo Unggul Wibawa Unu, Jonathan Verdiansyah, Muhammad Akmal Zahran Waru Djuriatno Wibowo, Yehezkiel Reynard Wicaksono, Panji Anugra Widyantoro, Salsa Wijono Wijono, n/a Zainul Abidin Zihni, Daffa’ Thirafi