Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Baja Health Science

HUBUNGAN LAMA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN K3 TERHADAP KEPATUHAN MAHASISWA KEDOKTERAN DI LABORATORIUM FKIK UNTIRTA Aqila, Yasmin Nur; Prameswari, Yuda Nabella; Friska, Dewi
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3897

Abstract

Kecelakaan di lingkungan kerja, terutama di laboratorium, menekankan pentingnya tindakan keselamatan yang efektif dan kesadaran yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara lama pendidikan dan pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap kepatuhan mahasiswa kedokteran di laboratorium melalui studi cross-sectional di laboratorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTIRTA yang melibatkan 80 mahasiswa kedokteran. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama pendidikan terhadap kepatuhan mahasiswa (p < 0,001; OR 49,8), sementara tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara pengetahuan K3 dan kepatuhan mahasiswa (p = 1,00; OR 0,537). Temuan ini menegaskan bahwa lama pendidikan memiliki peran yang besar dalam meningkatkan kepatuhan terhadap protokol keselamatan, serta menunjukkan perlunya intervensi pendidikan yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di tempat kerja.
HUBUNGAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA SISWA SMA NEGERI 3 KOTA SERANG Prameswari, Yuda Nabella
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3903

Abstract

Tingkat kecanduan media sosial saat ini semakin meningkat, terutama di kalangan remaja. Sekitar 75% individu yang kecanduan internet dipengaruhi oleh masalah dalam hubungan sosial mereka. Salah satu faktor yang berperan adalah gangguan mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan mental emosional dengan kecanduan media sosial pada siswa SMA Negeri 3 Kota Serang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sosiodemografi, Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), dan Self Reporting Questionnaire 20 (SRQ20). Hasil penelitian adalah mayoritas subjek memiliki gangguan mental emosional normal (76,47%) dan tingkat kecanduan media sosial normal (67,06%). Sementara yang terindikasi gangguan emosional adalah 23,53% dan kecanduan media social alert adalah 32,94%. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gangguan mental emosional dan kecanduan media sosial (p-value = 0,009, OR=2,61, 95% CI: 1,259–5,414). Hal ini menunjukkan bahwa gangguan mental emosional dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kecanduan media sosial.
ADAPTIF ATAU MALADAPTIF? ANALISIS HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA Prameswari, Yuda Nabella
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/yh99w677

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang paling sering dialami oleh remaja, khususnya dalam lingkungan pendidikan yang menuntut adaptasi akademik dan sosial. Mekanisme koping menjadi faktor penting yang memengaruhi sejauh mana individu mampu mengelola kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mekanisme koping dan tingkat kecemasan pada remaja tingkat pendidikan menengah atas di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 250 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dan data dikumpulkan menggunakan instrumen Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) serta Brief COPE Inventory. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,29% responden yang menggunakan mekanisme koping adaptif berada pada tingkat kecemasan minimal hingga ringan, sedangkan 62,50% responden yang menggunakan mekanisme koping maladaptif mengalami kecemasan sedang hingga berat. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dan tingkat kecemasan (p < 0,001), dengan nilai odds ratio sebesar 3,00. Artinya, remaja dengan tingkat kecemasan sedang hingga berat memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar menggunakan koping maladaptif dibandingkan mereka yang mengalami kecemasan ringan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya preventif dan promotif dalam penguatan strategi koping adaptif guna mengurangi risiko kecemasan pada remaja di lingkungan pendidikan.
HUBUNGAN KEBERSIHAN DIRI ORGAN GENITALIA DENGAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI FKIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Novita Armelia Ramadhani; Prameswari, Yuda Nabella; Abdullah, Rukman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/qxvfqj69

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari wanita. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap keputihan patologis adalah personal hygiene yang buruk dan kelembapan pada area genital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan diri organ genitalia dengan riwayat keputihan patologis pada mahasiswi FKIK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 77 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur tentang pengetahuan dan perilaku kebersihan diri organ genitalia. Kuesioner tersebut sudah diuji validitas dan reliabilitasnya sesuai standar penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji fisher’s exact untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kebersihan diri organ genitalia dengan riwayat keputihan patologis (p = 0,742). Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara perilaku kebersihan diri organ genitalia dengan riwayat keputihan patologis (p = 0,508). Pengetahuan dan perilaku kebersihan diri organ genitalia tidak memiliki hubungan signifikan dengan riwayat keputihan patologis pada mahasiswi FKIK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti stress dan kebiasaan seksual kemungkinan lebih berperan dalam kejadian keputihan patologis dan perlu ditelusuri dalam penelitian lanjutan.
ASI SEBAGAI INTERVENSI KESEHATAN IBU DAN ANAK Zulfa, Hilizza Awalina; Adhayati, Baety; Prameswari, Yuda Nabella; Amelia, Rossa; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Hermawati, Luluk
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/gh2m9936

Abstract

Cakupan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan di Indonesia masih tertinggal, hanya mencapai sekitar 52,5% pada tahun 2022. Padahal ASI tidak hanya menyediakan energi makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi juga mengandung mikronutrien penting termasuk vitamin dan mineral. ASI juga mendukung perkembangan organ secara optimal, membentuk kekebalan, serta mengatur metabolisme tubuh. Meskipun manfaat ASI begitu banyak, implementasi menyusui di Indonesia memiliki beragam tantangan. Artikel ini meninjau bukti ilmiah terkini mengenai peran ASI sebagai pondasi kesehatan ibu dan anak dari dua sudut pandang utama: biomedis dan kesehatan masyarakat. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci breastfeeding, breast milk, maternal health, dan child health. Hanya artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 yang dipilih berdasarkan relevansinya dengan topik dan kesesuaian metodologinya. Praktik pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama terbukti efektif menurunkan angka kesakitan, kematian bayi, serta risiko stunting. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal akibat berbagai hambatan seperti keterbatasan cuti melahirkan, kurangnya fasilitas laktasi di tempat kerja, serta gencarnya promosi susu formula yang menjadi penghalang bagi ibu untuk memberikan ASI. Aktivitas menyusui menjadi sebuah investasi biologis dan emosional yang berdampak positif bagi ibu dan anak. Dalam mendukung praktik menyusui yang optimal, diperlukan kebijakan dan dukungan sosial yang memadai, termasuk fasilitas laktasi dan edukasi yang menyeluruh