Claim Missing Document
Check
Articles

VALUASI HUTAN WISATA KOTA DUMAI PROPINSI RIAU Nuryasin Abdillah; Mubarak Mubarak; Thamrin Thamrin
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research results shown that the direct use value consist of economic value of woods in the Resort forest of Dumai for bandwidth of 3.298 acres is Rp 8.649.994.400. With the value NPV within 25 years is Rp 78.454.488.312,11. Economic value of cordwood itself within 1 year is Rp 388.756.500. While the economic value within 25 years is Rp 3.466.901.293,70. The economic value of decorated plants is Rp 608.415.040, with NPV within 25 years is Rp 5.495.376.545,72-. The economic value of fauna is 330.030.000,-, Value NPV within the next 25 years is Rp 1.109.457.677. The economic value of medicine plants within 25 years (NPV) is Rp 10.043.360.612,61. Meanwhile indirect use value which is consist of economic value of carbon absorption of the forest is Rp 51.824.772.000, Value of NPV within 25 years from that carbon absorption is Rp 470.388.298.259,56 and the economic value of the existence forest of Dumai is Rp 49.266.513.000,-. The value of existence forest of Dumai within 25 years with discount factor 10% is Rp 447.148.724.859,53. Total economic value resort forest of Dumai is Rp.112,177,938,617 and Value NPV within 25 years with assumption steady price and with rate of interest 10% is Rp.1,017,970,152,600. The result of this research hopefully could give information to the people who live near the forest, so they have motivated to maintain their forest existence. Therefore, it is necessary to do some social activity about existence, use and benefit of the forest. While could be observe from social wise, culture wise, economic wise or ecology wise to all kind of people even to those whose is not indirect interaction to the forest but also to the people whose indirect use to the benefit of those forest.
Valuasi Ekonomi Hutan Wisata Kota Dumai Propinsi Riau Nuryasin Abdillah; Mubarak '; Thamrin '
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.8.1.p.58-66

Abstract

The research result shown that the direct use value consist of economic value ofwoods in the Resort forest of Dumai for bandwidth of 3.298 acres is Rp8.649.994.400. With the value NPV within 25 years is Rp 78.454.488.312,11.Economic value of cord wood itself within 1 year is Rp 388.756.500. While theeconomic value within 25 years is Rp 3.466.901.293,70. The economic value ofdecorated plants is Rp 608.415.040, with NPV within 25 years is Rp5.495.376.545,72-. The economic value of fauna is 330.030.000,-, Value NPVwithin the next 25 years is Rp 1.109.457.677. The economic value of medicineplants within 25 years (NPV) is Rp 10.043.360.612,61. Meanwhile indirect use valuewhich is consist of economic value of carbon absorption of the forest is Rp51.824.772.000, Value of NPV within 25 years from that carbon absorption is Rp470.388.298.259,56 and the economic value of the existence forest of Dumai is Rp49.266.513.000,-. The value of existence forest of Dumai within 25 years withdiscount factor 10% is Rp 447.148.724.859,53. Total economic value resort forest ofDumai is Rp.112,177,938,617 and Value NPV within 25 years with assumptionsteady price and with rate of interest 10% is Rp.1,017,970,152,600.Key words : Economic validation, Resort forest Dumai, Benefit, Productivity, contingen.
STUDI EKSPERIMEN PEMANFATAN LIMBAH SPENT BLEACHING EARTH (SBE) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT BATA Aidil Abrar; Nuryasin Abdillah
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v5i2.3223

Abstract

Spent Bleaching Earth salah satu hasil dari limbah padat hasil proses produksi dariindustri pengolahan minyak kelapa sawit. Spent Bleaching Earth (SPE) termasukkedalam limbah hasil pemucatan industri kimia atau CPO (Crude Palm Oil),sehingga termasuk kedalam golongan bahan hasil pengolahan lemak hewan/nabatidan derivatnya. SPE merupakan bahan yang berbahaya namun dapat di daur ulangatau di olah menjadi bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku dari batubata. Dengan demikiaan timbul pemikiran untuk memanfaatkan SBE ini menjadibahan baku untuk pembuatan batu bata. Proses pembuatan bata ramah lingkungan,limbah ini dapat digunakan dengan pencampuran semen dan pasir di aduk dengan airmenjadi mortar dengan perbandingan 1 : 4. Variasi komposisi limbah SBE inidijadikan sebagai pencampur sebagai pengganti pasir yaitu 5%, 15%, 25%,35%,45%,55%,65% dan 95%. Dalam penelitian menggunakan metode StandarNasional Indonesia (SNI) tentang Beton. Kuat tekan terhadap benda uji dilakukanpada umur 7 hari, dari hasil pengujian nilai yang memenuhi untuk kuat tekan dengankomposisi maksimum penggunaan SBE sebesar 15%.
Pengaruh Pemakaian Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Campuran Aspal Terhadap Stabilitas Nuryasin Abdilah; Aidil Abrar
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i2.4869

Abstract

Kinerja campuran agregat aspal pada kontruksi perkerasan jalan dicoba untuk ditingkatkan dengan cara memodifikasi campuran aspal dengan campuran serat tandan kosong kelapa sawit sehingga didapat perubahan sifat campuran aspal, dan pada penelitian ini bisa mengurangi kepekaan aspal terhadap temperatur dan daya penyerapannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kekuatan tekan dengan penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap agregat sebesar 5%, 10%, 15%, dan pengaruh perbandingan penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap AC-WC yang memakai campuran (5%, 10% dan 15%) danyang normal. Hasil penelitian kekuatan tekan dengan penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap setiap kadarnya hanya satu yang memenuhi spesifikasi. Untuk kadar 5% nilai stability nya 995 kg, untuk kadar 10% nilainya 660 kg dan pada kadar 15% nilainya 545 kg. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap penambahan serat maka kekuatannya semakin menurun dan tidak bisa memenuhi spesifikasi. Perbandingan penggunaan limbah serat tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan tambah agregat dalam campuran aspal AC-WC, ternyata dari kadar 5% 10% dan 15% tidak dapat mencapai kekuatan, sedangkan untuk aspal normal hasilnya memenuhi spesifikasi dapat dilihat dari hasil penelitian aspal normal nilai stability nya 1430 kg, nilai flow 3,73 mm, nilai VIM 4,07%, nilai VMA 16,72%, dan nilai VFA 75,70%
Analisis Campuran Semen Dan Serbuk Batu Bata Sebagai Pengikat Tanah Gambut Terhadap Subgrade Nuryasin Abdillah
JURNAL UNITEK Vol. 11 No. 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v11i1.24

Abstract

Kondisi jalan dikota dumai sering mengalami kerusakan pada struktur lapisanpermukaan jalan, lapisan permukaan jalan mengalami kembang susut sehinggamenyebabkan jalan menjadi retak-retak bahkan berlubang. Untuk mengatasipermasalahan tersebut salah satu cara atau metode yang digunakan adalahmemperbaiki kualitas tanah asli. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukanstabilisasi tanah dengan cara memperbaiki gradasinya yaitu mencampur tanahgambut (tanah asli) dengan semen PCC dan serbuk batu bata . Dalam penelitian inidilakukan pengujian laboratorium yaitu uji sifat fisik tanah untuk mengetahui kadarair dan berat jenis. Kemudian dilakukan uji sifat mekanis tanah dengan modifikasiproktor dan CBR Laboratorium. Dengan bahan campuran modifikasi yaitumodifikasi 10 % semen dan 15 % serbuk batu bata, 15 % semen dan 20 % serbuk batubata, 20 % semen dan 25 % serbuk batu bata, 0 % semen dan serbuk batu bata.Kemudian hasil penelitian yang telah dilakukan tanah yang telah dimodifikasidengan campuran semen 15% dan serbuk batu bata 20% didapatkan nilai tertinggiCBR Laboratorium yaitu sebesar 25.88%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanahgambut yang telah dimodifikasi dengan campuran semen 15% dan serbuk batu bata20% dapat diaplikasikan sebagai pengikat subgrade dilapangan.
Pemanfaatan Limbah Sandblasting Pasir Silika Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Untuk Campuran Beton Nuryasin Abdillah; Zuhrotul Muhabbah
JURNAL UNITEK Vol. 12 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v12i1.44

Abstract

Sandblasting merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meminimalisir korosi dan banyak digunakan di industri perkapalan. Limbah sandblasting tergolong kategori bahan berbahaya dan beracun (B3), karena mengandung unsur logam berat melebihi baku mutu berdasarkan PP No 101 Tahun 2014. Limbah sandblasting apabila tidak diolah dengan baik dapat menimbulkan masalah lingkungan. Hal ini tentu tidak diharapkan oleh perusahaan maupun masyarakat umum sehingga perlu penelitian lebih lanjut pengaruh limbah sandblasting pasir silika ini dapat digunakan pada campuran beton dengan kuat tekan yang telah direncanakan. Pada penelitian ini, limbah sandblasting digunakan sebagai pengganti agregat halus dengan variasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 100% untuk kuat tekan rencana K-250. Jumlah benda uji 68 sampel menggunakan cetakan kubus ukuran 15cm x 15cm x 15cm. Pengujian beton dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengganti limbah sandblasting dari berat pasir sendiri pada umur 28 hari didapat hasil rata-rata untuk beton normal sebesar 30,2 MPa, untuk campuran limbah sandblasting 10% sebesar 32 MPa, campuran limbah sandblasting 20% sebesar 35,1 MPa, campuran limbah sandblasting 30% sebesar 31 MPa, campuran limbah sandblasting 40% sebesar 32 MPa, campuran limbah sandblasting 50% sebesar 31,4 MPa, dan campuran limbah sandblasting 100% sebesar 31,61 MPa. Bahkan campuran beton dengan menggunakan limbah sandblasting mendapatkan hasil kuat tekan tertinggi dari kuat tekan yang direncanakan yaitu fc 25 MPa.
Karakteristik Marsall Campuran Split Mastic Asphalt (SMA) menggunakan Aspal Retona Blend 55 dan Penambahan Serat dari Karung Goni Nuryasin Abdillah
JURNAL UNITEK Vol. 9 No. 2 (2016): edisi Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v9i2.61

Abstract

Split Mastic Asphalt (SMA) adalah campuran gradasi lepas aspal beton dengan tertutupaspal, sehingga, menjadi kebutuhan untuk menambahkan beberapa serat sellulose yangdapat menstabilkan tingkat ketinggian aspal. Dalam penelitian ini, beberapa serat gonidigunakan sebagai serat sellulose dalam campuran SMA. Penggunaan serat gonidiharapkan dapat meningkatkan campuran aspal yang memungkinkan penggunaanserat goni sebagai serat sellulose yang diproduksi. Penelitian ini difokuskan padacampuran SMA 0/11 dan menggunakan Asphalt Retona Blend 55 dan beberapa seratgoni sebagai bahan aditif. Beberapa bobot serat tambahan dari 0,03%, 0,05%, dan 0,07%dibandingkan dengan beban campuran dalam 1 cm panjang serat. Tes ini dilakukandengan menggunakan metode Marshall untuk mengetahui karakteristik daricampuran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat goni tambahan yang disebabkanmeningkatnya derajat aspal optimum dengan 0,05% serat dan kemudian menurunsampai serat goni tambahan 0,07%. Dalam kadar aspal optimum, campuran dengan%serat 0,05 menunjukkan yang terbaik karakteristik marshall dibandingkan dengantingkat variasi. Nilai IRS adalah 96,27% yang memiliki terkecil optimum nilai kadaraspal adalah 7,1%.
Perbandingan Aplikasi Program Microsoft Project, Project Libre dan Gantt Project Dalam Penjadwalan Proyek Konstruksi Nuryasin Abdillah
JURNAL UNITEK Vol. 10 No. 2 (2017): edisi Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v10i2.83

Abstract

Untuk membuat penjadwalan suatu proyek dibutuhkan ketelitian yang tinggi untuk menghindari terjadinya kesalahan. Ketelitian yang dibutuhkan untuk membuat penjadwalan suatu proyek tidaklah sama. Oleh karna itu diperlukan aplikasi program yang dapat membantu pembuatan jadwal. Terdapat berbagai jenis aplikasi program untuk penjadwalan proyek diantaranya Microsoft Project, Project Libre, dan Gantt Project. Ketiga aplikasi program ini mempunyai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Pada penelitian ini akan dibahas cara menggunakan aplikasi program untuk membuat penjadwalan proyek dan membandingkan kelebihan dan kelemahan tiga aplikasi program dengan menggunakan 12 kategori menurut J.D Witt. Hasil penelitian menunjukan kemampuan yang dimiliki oleh Project Libre sangat mirip dengan kemampuan yang dimiliki Microsoft Project. Tetapi Projecr Libre memiliki keunggulan lebih dari Microsoft Project karna merupakan aplikasi program yang open source dan tidak berbayar. Sedangkan kemampuan yang dimiliki Gantt Project masih jauh dari kemampuan yang dimiliki oleh Microsoft Project dan Project Libre. Hal ini dikarnakan Gantt Project merupakan aplikasi program khusus penjadwalan saja. Namun Gantt Project merupakan aplikasi program yang tidak berbayar dan open source sehingga source codenya dapat dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja aplikasi program dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada aplikasi program.
Analisa Kerusakan Jalan Beton (Studi Kasus Jalan Arifin Ahmad Kota Dumai) Sony Adiya Putra; Nuryasin Abdillah
JURNAL UNITEK Vol. 13 No. 1 (2020): Januari -Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan infrastruktur yang sangat penting dalam rangka mendukung proses implementasi pembangunan perkotaan adalah sarana transportasi. Jalan Arifin Ahmad merupakan jalan nasional yang menghubungkan kota-kota yang melewati Jalan Arifin Ahmad, salah satu Kota Dumai-nya dengan Kabupaten Bengkalis. selain itu wilayah sekitarnya sebagai pusat industri dan pariwisata. Metode yang digunakan dalam perhitungan kerusakan adalah metode kaku Pavement Condition Index (PCI) adalah salah satu sistem penilaian kondisi perkerasan berdasarkan jenis, luas kerusakan yang terjadi dan dapat dijadikan referensi dalam upaya pemeliharaan. Penelitian ini dilakukan di Jalan Arifin Ahmad di kota Dumai. Dari perhitungan hubungan antara jenis kendaraan tinggi dengan nilai kerusakan jalan. Kemudian hasil survey didapatkan kerusakannya adalah kerusakan plat dibagi, kerusakan tepi retak, kerusakan memanjang dan melintang, kerusakan tekuk, kerusakan patah dan ketahanan retak kerusakan. Untuk mengurangi kerusakan jalan di sekitar Jalan Arifin Ahmad dilakukan perawatan rutin secara berkala dari instansi terkait.
Implementasi Metode Reverse Osmosis Pada Perhitungan Kapasitas Tangki Pengolahan Air Laut Nuryasin Abdillah
JURNAL UNITEK Vol. 14 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v14i1.182

Abstract

Air terbagi beberapa jenis seperti asin dan air tawar. Air asin terdapat di laut karena memiliki memiliki rasa asin berlebih. Pada musim kemarau panjang masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Masyarakat memerlukan tangki penyedia air untuk menampung dan mengolah air bersih dengan menggunakan membran. Membran pengolah air umumnya berbasiskan polimer. Tangki penyedia air dihitung kapasitasnya baik dari bahan plat stainless steel, viber dan beton untuk menentukan ukuran dengan menghitung menggunakan kecepatan aliran baik itu bentuk tabung maupun berbentuk balok. Dalam pelaksanaan penelitian ini pada saat teknik pengolahan didapatkan dari data sekunder oleh pihak perusahaan agar pengolahan air dari zat terlarut yang tinggi menjadi rendah sedangkan perhitungan kapasitas tangki dihitung dengan metode Mc. Cabe and Smith dan dibandingkan dengan data primer perusahaan agar metode perhitungan ini dapat dipakai pada saat merancang tangki untuk pengolahan air laut dengan menggunakan mesin reverse osmosis