Claim Missing Document
Check
Articles

SOLUSI PENANGANAN BANJIR DI SMP IT MUSLIMIN KOTA DUMAI Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin; Tusadiyah, Halima; Yusrizal, Yusrizal; Walyadin, Farly
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.42041

Abstract

Solusi Mengatasi banjir di  SMP IT Muslimin Kota Dumai yang berlokasi di Jalan Melati Kelakap Tujuh Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan. Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan dengan tujuan utama yaitu untuk memberikan Solusi Mengatasi Banjir di  SMP IT Muslimin Kota Dumai  dan menggambarkan alternatif solusi nya kepada pengurus yayasan, sehingga didapatkan feedback berupa saran dan masukan dalam pemilihan alternatif. Mencarikan Solusi Mengatasi Banjir di SMP IT Muslimin Kota Dumai ini berisikan beberapa materi diantaranya, Urgensi terhadap rencana mengatasi Banjir tahunan di SMP IT Muslimin Kota Dumai  yang berlokasi di Jalan Melati Kelurahan  Ratu Sima Kecamatan  Dumai Selatan  - Kota Dumai, Langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi Banjir SMP IT Muslimin Kota Dumai . Setelah melakukan Analisa kapasitas/debit  saluran dihitung dengan menggunakan persamaan kecepatan Manning. Diperoleh debit  saluran (Qs)kecil dari debit   rencana (Qr) yaitu dengan nlai Qs=12,42 m3/dt  dan Qr = 90,551m3/detik, sehingga dibuatkan sumur resapan untuk menampung kelebihan air yang tidak tertampung oleh saluran yang ada.
Analisis Pengaruh Penggunaan abu cangkang Sawit sebagai pengganti Filler untuk campuran aspal (AC-BC) Suhendra, Joko; Abdillah, Nuryasin; Aziz, Azwan
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2025): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v4i1.1318

Abstract

Jalan merupakan akses penting dalam trasportasi masyarakat setiap masyarakatdalam kehidupan menggunakan alat trasportasi untuk menempuh suatu tempattertentu. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasaranatransportasi jalan raya saat ini yaitu dengan cara memodifikasi campuran padalapisan perkerasan sehingga mendapatkan mutu aspal yang bagus dan memberikankenyaman pada masyarakat dalam penggunaan sarana dan prasarana transportasijalan raya. Filler adalah salah satu bahan yang berfungsi sebagai pengisi rongga- rongga dari suatu campuran beraspal, disamping itu filler berfungsi pula sebagaimedia untuk mengisi rongga dalam campuran aspal agar memenuhi void yangdiinginkan. Pengunaan limbah Abu Cangkang Sawit sebagai pengganti fillercampuran beraspal dengan kadar 0%, 25%, 50%,75% dan 100% menurunkan nilaistabilitas aspal dan menyebabkan nilai flow semakin tinggi serta nilai MQ yangkurang dari batas minimal yang telah ditentukan, tetapi pada campuran beraspaldengan bahan limbah Abu Cangkang Sawit dengan kadar 50% dan menggunakanaspal penetrasi 60/70 sebesar 6% adalah campuran yang dapat memenuhi spesifikasidimana nilai stabilitas meningkat dan nilai flow cenderung stabil yaitu mendapatkannilai stabilitas sebesar 3199,8kg/mm dan flow sebesar 4mm. Jadi dapat disimpulkanbahwa penelitian belum mampu diaplikasikan ke lapangan karena belum bisamemenuhi seluruh nilai karakteristik Marshall yang telah ditetapkan Bina Marga.
Pemanfaatan Limbah Green Coke dari Pengolahan Minyak di PT Pertamina RU II Dumai sebagai Bahan Tambah Agregat Halus dalam Campuran Aspal Abdillah, Nuryasin; Srihandayani, Susy; Andriani, Fenny Octa; Hafrida, Lis
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1202.0222-227

Abstract

Aspal merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan jalan raya. Untuk menekan jumlah kebutuhan akan aspal dapat dilakukan dengan meminimalisir penggunaan bahan dasar aspal, melakukan peningkatan mutu aspal dalam campuran dengan menambahkan bahan tambahan yang mampu mengatasi kelemahan aspal, seperti rendahnya ketahanan terhadap deformasi plastis, kerusakan akibat temperatur tinggi dan daya rekat yang kurang terhadap agregat. Dalam penelitian ini, digunakan material Green Coke sebagai bahan tambah agregat halus (pasir) dalam campuran aspal AC - BC. Penelitian dilakukan untuk menguji salah satu alternatif pemanfaatan limbah Green Coke dalam pembuatan aspal dengan metode tes Marshall. Green Coke yaitu salah satu produksi akhir dari pengolahan minyak di PT. Pertamina RU II Dumai. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap campuran aspal beton lapis AC - BC menggunakan Green Coke sebagai bahan tambah agregat halus (50% - 80%)  ternyata tidak dapat digunakan dalam campuran aspal AC - BC. Semakin tinggi kadar Green Coke yang digunakan, maka semakin rendah hasil stabilitas dan flow yang didapatkan berdasarkan pengujian terhadap benda uji.
PEMANFAATAN PLASTIK DENSITAS RENDAH DAN SABUT PINANG SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN KOMPOSIT Halimatussadiyah; Abdillah, Nuryasin; Saputra, Muhammad Ilham; Hidayat, Rahmat; Febrina, Wetri
Jurnal Teknika Vol 17 No 1 (2025): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v17i1.1358

Abstract

Limbah plastik dan limbah perkebunan seperti sabut pinang merupakan masalah lingkungan yang serius karena sulit terurai secara alami. Kota Dumai menunjukkan peningkatan volume limbah plastik dan peningkatan luas perkebunan pinang, namun pemanfaatan limbah plastik dan limbah sabut pinang saat ini belum optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan papan komposit ramah lingkungan menggunakan limbah sabut pinang dan plastik polietilen berdensitas rendah (LDPE) sebagai bahan baku alternatif. Penelitian menggunakan metode pengempaan panas pada suhu 150°C dan tekanan 25 kg/cm². Komposisi pastik LDPE dan sabut pinang yang diuji adalah 70:30 dan 60:40. Karakteristik papan diuji meliputi kerapatan, kadar air, dan modulus elastisitas (MoE) mengacu pada standar SNI 03-2105-2006. Hasil menunjukkan bahwa papan komposit memiliki kerapatan 0,64 g/cm³ (70:30) dan 0,68 g/cm³ (60:40) dengan kadar air yang memenuhi standar SNI (<14%). Modulus patah untuk rasio 70:30 adalah 87,6 kg/cm², sementara untuk 60:40 adalah 91,4 kg/cm². Secara visual, papan dengan rasio 60:40 memiliki permukaan lebih halus dibandingkan dengan 70:30. Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa papan komposit berbasis limbah sabut pinang dan LDPE memiliki karakteristik mendekati standar SNI, meskipun tidak menggunakan perekat kimia. Penelitian ini berkontribusi pada solusi pengolahan limbah yang ramah lingkungan sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.
Perencanaan Telab Sruktur Perkerasan Kaku Pada Subgrade Yang Berdaya Dukung Rendah Studi Kasus Jl Gaharu, Basilam Baru Kota Dumai Syah, Adam; Abdillah, Nuryasin; Abrar, Aidil
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2023): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i1.574

Abstract

Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Lancarnya sarana perhubungan pada suatu wilayah akan berdampak pada pesatnya pertumbuhan perekonomian wilayah itu sendiri, karena sistem mobilisasi barang dan jasa dapat berjalan lancar dan efesien. Perencanaan tebal suatu struktur perkerasan jalan merupakan salah satu bagian dari rekayasa jalan yang bertujuan memberikan pelayanan terhadap arus lalu lintas sehingga memberika rasa aman dan nyaman terhadap penguna jalan. Perencanaan tebal lapis perkerasan jalan dilakukan dengan menggunakan metode Manual Desain Perkerasan 2017. Berdasarkan penelitian, Perencanaan perkerasan kaku (rigid pavement) menggunakan jenis perkerasan beton semen bersambung dengan tulangan. Struktur perkerasan beton direncanakan dengan menggunakan ketebalan 180 mm atau 18 cm, dan untuk pondasi bawah menggunakan lapis pondasi agregat kelas A dengan tebal 12,5 cm.Didapatkan hasil perhitungan tulangan yaitu tulangan dengan arah memanjang menggunakan tulangan diameter 12 mm, jarak 22,5 cm, sedangkan tulangan dengan arah melintang menggunakan tulangan diameter 12 mm, jarak 45 cm.
Perencanaan Komposisi Campuran Base dengan Menggunakan Limbah Cangkang, Bottom Ash, dan Fly Ash Chandra, Jaliusman; Abdillah, Nuryasin; Abrar, Aidil
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.626

Abstract

Fly ash and bottom ash (FABA) are materials produced from the use of coal as fuel for steam power plants, which is one of the sources of electricity generation in Indonesia. This study aims to map the physical properties of fly ash and bottom ash (FABA) mixed with ordinary heap soil as well as the chemical properties of FABA. This research was conducted in the laboratory, by testing the physical properties of the original soil and the original soil mixture with FABA in variations of the FABA addition mixture of 65%, 10% and 25%From the results of the study, the results obtained from the physical properties of the original soil based on the AASHTO method are included in soil types A-7-6, based on the USCS method, they are included in OL, namely organic silt and organic silt clay with moderate plasticity and based on the USDA method, they are included in silt clay. For the addition of fly ash and bottom ash (FABA) to the original soil, it was found that the higher the percentage of fly ash and bottom ash (FABA) to the total weight of the original soil showed an increase in optimum water content and maximum dry density tended to decrease and could change the category of soil grouping. Utilization of FABA as an additive can increase the carrying capacity of ordinary embankments.
Analisis Daya Dukung Base dengan Menggunakan Limbah Cangkang, Bottom Ash, dan Fly Ash Berdasarkan Uji CBR Laboratorium Sinurat, Berkat; Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.639

Abstract

One of the contributors to industrial waste in Indonesia is the Palm Oil Shell which produces a large amount of palm oil processing waste, and produces two types of waste, namely light ash (fly ash) and heavy ash (bottom ash). This test is carried out to calculate the amount of bearing capacity that can be received by the base made from waste comparisons, there are 4 comparisons different percentages, namely mixing 55% shell, 10% bottom ash and 35% fly ash, mixing 55% shell, 15% bottom ash and 30% fly ash, mixing 55% shell, 20% bottom ash and 25% fly ash, mixing 55% shell, 25% bottom ash and 20% fly ash. From the test results with different mixtures, the results obtained, that the mixture of 55% shell, 10% bottom ash and 35% fly ash, get the results of the bearing capacity for the base better than the other 3 mixtures, namely, mixing 55% shell, 15% bottom ash and 30% fly ash, mixing 55% shell, 20% bottom ash and 25% fly ash, mixing 55% shell, 25% bottom ash and 20% fly ash. This shows that with the same percentage of shell, the mixture with the addition of more fly ash than bottom ash has a better bearing capacity.
Analisis Kelayakan Spent Bleaching Earth ( SBE ) Sebagai Filler Dalam Campuran Aspal AC-WC Deadha, Fatihatul; Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.712

Abstract

Road damage sometimes occurs earlier than the service period, many roads are encountered that are not qualified or the quality of asphalt is low. One of the efforts to improve the quality of asphalt is by modifying the mixture in the pavement layer.  The purpose of this study was to determine the results of marshall characteristics with the use of spent bleaching earth as a substitute for filler with variations in levels of 0%,50%,55%,60%,75%,100%. The research method used is a laboratory experiment resulting from Marshall testing that has been carried out on the AC-WC layer using Spent Bleaching Earth, the stability value, flow, MQ, VIM, VMA, VFA at each SBE level cannot all meet the six Marshall characteristic values set by Bina Marga. But the SBE content of 50% and using 60/70 penetration asphalt of 6% can meet the Stability value of 867.76 kg, Flow of 4mm, VIM of 5%, VMA of 16.39%, VFA of 65.12% but the MQ value does not reach 220.11 kg / mm.
Analisis Kelayakan Spent Bleaching Earth (SBE) Sebagai Filler Dalam Campuran Aspal AC-BC Supirman; Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.716

Abstract

Spent Bleaching Earth adalah limbah padat yang dihasilkan dari proses bleaching dalam indrustri pengolahan kelapa sawit seperti minyak goreng dan elokimia. Spent bleaching earth merupakan campuran antara tanah liat dan minyak yang harus ditangani dengan hati-hati karena sifatnya yang mudah terbakar. Pada umumnya industri minyak akan membuang limbah B2 spent bleaching earth pada suatu lahan. Spent Bleaching Earth biasanya dibakar sebagai bahan bakar, dicampurkan dengan bahan organik dan dibuat kompos, atau pada umumnya langsung dibuang ke suatu lahan setelah dilakukan pengolahan dengan air untuk mengurangi sifat keterbakarannya. Spent Bleaching Earth dapat diolah baik dengan proses termal ataupun regenerasi secara kimia, yang dapat menghasilkan Bleaching Earth sama efisiennya dengan bahan asli Bleaching Earth. Pemanfaatan limbah Spent Bleaching Earth sebagai bahan pengganti pada campuran aspal dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif yang sangat berbahaya namun dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Peneliti menggunakan limbah Spent Bleaching Earth sebagai pengganti filler karena limbah ini sama-sama mengandung senyawa debu silica pada lapisan AC-BC dengan metode Marshall. Campuran aspal dengan bahan limbah Spent Bleaching Earth dapat mempengaruhi nilai karakteristik Marshall, penambahan variasi kadar limbah Spent Bleaching Earth pada campuran aspal menimbulkan nilai stabilitas dan flow yang tidak konsistensi di setiap kadarnya seperti nilai stabilitas dan flow bisa mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan di setap penambahan kadarnya. Limbah Spent Bleaching Earth sebagai pengganti filler campuran beraspal dengan kadar 0 %, 15%, 20%,25%, 30 dan 35% menurunkan nilai stabilitas aspal dan menyebabkan nilai flow semakin tinggi serta nilai MQ yang kurang dari batas minimal yang telah ditentukan, tetapi pada campuran beraspal dengan bahan limbah Spent Bleaching Earth dengan kadar 25 % dan menggunakan aspal penetrasi 60/70 adalah campuran yang dapat memenuhi spesifikasi dimana nilai stabilitas meningkat dan nilai flow cenderung stabil yaitu mendapatkan nilai stabilitas sebesar 795,366 kg/mm dan flow sebesar 2,20 mm. Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian belum mampu diaplikasikan ke lapangan karena belum bisa memenuhi seluruh nilai karakteristik Marshall yang telah ditetapkan Bina Marga. Bahwa campuran aspal dengan agregat dari Tanjung balai mengganti filler dengan Spent Bleaching Earth (SBE) dan aspal penetrasi 60/70 didapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk campuran AC-BC yaitu kadar aspal 4,5%, setelah dilakukan pengujian marshall tahap kedua dengan mengganti filler dengan SBE variasi 0%,15%, 20%, 25%,30%, 35% pada pengujian ini didapatkan kadar SBE yang memenuhi spesifikasi berada pada kadar SBE 25%, bisa disimpulkan bahwa SBE ini dimanfaatkan sebagai pengganti filler sebesar 25% dari berat total filler.
Evaluasi Kapasitas Lahan Parkir pada Terminal Angkutan Barang Jalan Soekarno-Hatta Bukit Timah Kota Dumai Furqhon, Tasya; Abdillah, Nuryasin; Halimatusadiyah; Marbun, Novri Jenita
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.717

Abstract

Kota dumai salah satunya bidang pertumbuhan cepat dan sangat penting strategi kota terkemuka sektor industri. Kemajuan industri dan perdagangan tentunya tidak terlepas dari peran angkutan barang. Fasilitas terminal pada angkutan barang sangat dibutuhkan agar para karyawan dan pengemudi merasa nyaman dan aman, untuk itu maka di perlukan lahan parkir yang memadai untuk melakukan proses menaik dan menurunkan barang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas ruang parkir terminal angkutan barang jalan Soekarno-Hatta Bukit Timah Kota Dumai dan Mengevaluasi fasilitas terminal barang Kota Dumai dengan undang undang nomor peraturan menteri perhubungan RI nomor 102 tahun 2018 tentang penyelenggara terminal barang. Penelitian ini dilakukan survey secara langsung, seperti menghitung kendaraan keluar masuk, menghitung luas petak parkir, wawancara dengan kepala UPT perparkiran tentang fasilitas terminal barang kota dumai. Menggunakan metode berdasarkan selisih hasil maksimum kendaraan keluar masuk pada kendaraan. Hasil penelitian didapat Akumulasi parkir kendaraan maksimum terjadi pada hari hari Minggu yaitu dengan 250 kendaraan. Volume parkir yang maksimum dengan 560 kendaraan pada hari senin. Indeks parkir melebihi angka 100% dari 153 petak parkir, Sebesar 163,4%. Maka dapat disimpulkan bahwa parkir kendaraan terminal angkutan barang melebihi kapasitas pada hari hari tertentu.