Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Komposisi Campuran Base dengan Menggunakan Limbah Cangkang, Bottom Ash, dan Fly Ash Chandra, Jaliusman; Abdillah, Nuryasin; Abrar, Aidil
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.626

Abstract

Fly ash and bottom ash (FABA) are materials produced from the use of coal as fuel for steam power plants, which is one of the sources of electricity generation in Indonesia. This study aims to map the physical properties of fly ash and bottom ash (FABA) mixed with ordinary heap soil as well as the chemical properties of FABA. This research was conducted in the laboratory, by testing the physical properties of the original soil and the original soil mixture with FABA in variations of the FABA addition mixture of 65%, 10% and 25%From the results of the study, the results obtained from the physical properties of the original soil based on the AASHTO method are included in soil types A-7-6, based on the USCS method, they are included in OL, namely organic silt and organic silt clay with moderate plasticity and based on the USDA method, they are included in silt clay. For the addition of fly ash and bottom ash (FABA) to the original soil, it was found that the higher the percentage of fly ash and bottom ash (FABA) to the total weight of the original soil showed an increase in optimum water content and maximum dry density tended to decrease and could change the category of soil grouping. Utilization of FABA as an additive can increase the carrying capacity of ordinary embankments.
Analisis Daya Dukung Base dengan Menggunakan Limbah Cangkang, Bottom Ash, dan Fly Ash Berdasarkan Uji CBR Laboratorium Sinurat, Berkat; Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.639

Abstract

One of the contributors to industrial waste in Indonesia is the Palm Oil Shell which produces a large amount of palm oil processing waste, and produces two types of waste, namely light ash (fly ash) and heavy ash (bottom ash). This test is carried out to calculate the amount of bearing capacity that can be received by the base made from waste comparisons, there are 4 comparisons different percentages, namely mixing 55% shell, 10% bottom ash and 35% fly ash, mixing 55% shell, 15% bottom ash and 30% fly ash, mixing 55% shell, 20% bottom ash and 25% fly ash, mixing 55% shell, 25% bottom ash and 20% fly ash. From the test results with different mixtures, the results obtained, that the mixture of 55% shell, 10% bottom ash and 35% fly ash, get the results of the bearing capacity for the base better than the other 3 mixtures, namely, mixing 55% shell, 15% bottom ash and 30% fly ash, mixing 55% shell, 20% bottom ash and 25% fly ash, mixing 55% shell, 25% bottom ash and 20% fly ash. This shows that with the same percentage of shell, the mixture with the addition of more fly ash than bottom ash has a better bearing capacity.
Analisis Kelayakan Spent Bleaching Earth ( SBE ) Sebagai Filler Dalam Campuran Aspal AC-WC Deadha, Fatihatul; Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.712

Abstract

Road damage sometimes occurs earlier than the service period, many roads are encountered that are not qualified or the quality of asphalt is low. One of the efforts to improve the quality of asphalt is by modifying the mixture in the pavement layer.  The purpose of this study was to determine the results of marshall characteristics with the use of spent bleaching earth as a substitute for filler with variations in levels of 0%,50%,55%,60%,75%,100%. The research method used is a laboratory experiment resulting from Marshall testing that has been carried out on the AC-WC layer using Spent Bleaching Earth, the stability value, flow, MQ, VIM, VMA, VFA at each SBE level cannot all meet the six Marshall characteristic values set by Bina Marga. But the SBE content of 50% and using 60/70 penetration asphalt of 6% can meet the Stability value of 867.76 kg, Flow of 4mm, VIM of 5%, VMA of 16.39%, VFA of 65.12% but the MQ value does not reach 220.11 kg / mm.
Analisis Kelayakan Spent Bleaching Earth (SBE) Sebagai Filler Dalam Campuran Aspal AC-BC Supirman; Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.716

Abstract

Spent Bleaching Earth adalah limbah padat yang dihasilkan dari proses bleaching dalam indrustri pengolahan kelapa sawit seperti minyak goreng dan elokimia. Spent bleaching earth merupakan campuran antara tanah liat dan minyak yang harus ditangani dengan hati-hati karena sifatnya yang mudah terbakar. Pada umumnya industri minyak akan membuang limbah B2 spent bleaching earth pada suatu lahan. Spent Bleaching Earth biasanya dibakar sebagai bahan bakar, dicampurkan dengan bahan organik dan dibuat kompos, atau pada umumnya langsung dibuang ke suatu lahan setelah dilakukan pengolahan dengan air untuk mengurangi sifat keterbakarannya. Spent Bleaching Earth dapat diolah baik dengan proses termal ataupun regenerasi secara kimia, yang dapat menghasilkan Bleaching Earth sama efisiennya dengan bahan asli Bleaching Earth. Pemanfaatan limbah Spent Bleaching Earth sebagai bahan pengganti pada campuran aspal dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif yang sangat berbahaya namun dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Peneliti menggunakan limbah Spent Bleaching Earth sebagai pengganti filler karena limbah ini sama-sama mengandung senyawa debu silica pada lapisan AC-BC dengan metode Marshall. Campuran aspal dengan bahan limbah Spent Bleaching Earth dapat mempengaruhi nilai karakteristik Marshall, penambahan variasi kadar limbah Spent Bleaching Earth pada campuran aspal menimbulkan nilai stabilitas dan flow yang tidak konsistensi di setiap kadarnya seperti nilai stabilitas dan flow bisa mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan di setap penambahan kadarnya. Limbah Spent Bleaching Earth sebagai pengganti filler campuran beraspal dengan kadar 0 %, 15%, 20%,25%, 30 dan 35% menurunkan nilai stabilitas aspal dan menyebabkan nilai flow semakin tinggi serta nilai MQ yang kurang dari batas minimal yang telah ditentukan, tetapi pada campuran beraspal dengan bahan limbah Spent Bleaching Earth dengan kadar 25 % dan menggunakan aspal penetrasi 60/70 adalah campuran yang dapat memenuhi spesifikasi dimana nilai stabilitas meningkat dan nilai flow cenderung stabil yaitu mendapatkan nilai stabilitas sebesar 795,366 kg/mm dan flow sebesar 2,20 mm. Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian belum mampu diaplikasikan ke lapangan karena belum bisa memenuhi seluruh nilai karakteristik Marshall yang telah ditetapkan Bina Marga. Bahwa campuran aspal dengan agregat dari Tanjung balai mengganti filler dengan Spent Bleaching Earth (SBE) dan aspal penetrasi 60/70 didapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk campuran AC-BC yaitu kadar aspal 4,5%, setelah dilakukan pengujian marshall tahap kedua dengan mengganti filler dengan SBE variasi 0%,15%, 20%, 25%,30%, 35% pada pengujian ini didapatkan kadar SBE yang memenuhi spesifikasi berada pada kadar SBE 25%, bisa disimpulkan bahwa SBE ini dimanfaatkan sebagai pengganti filler sebesar 25% dari berat total filler.
Evaluasi Kapasitas Lahan Parkir pada Terminal Angkutan Barang Jalan Soekarno-Hatta Bukit Timah Kota Dumai Furqhon, Tasya; Abdillah, Nuryasin; Halimatusadiyah; Marbun, Novri Jenita
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v2i2.717

Abstract

Kota dumai salah satunya bidang pertumbuhan cepat dan sangat penting strategi kota terkemuka sektor industri. Kemajuan industri dan perdagangan tentunya tidak terlepas dari peran angkutan barang. Fasilitas terminal pada angkutan barang sangat dibutuhkan agar para karyawan dan pengemudi merasa nyaman dan aman, untuk itu maka di perlukan lahan parkir yang memadai untuk melakukan proses menaik dan menurunkan barang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas ruang parkir terminal angkutan barang jalan Soekarno-Hatta Bukit Timah Kota Dumai dan Mengevaluasi fasilitas terminal barang Kota Dumai dengan undang undang nomor peraturan menteri perhubungan RI nomor 102 tahun 2018 tentang penyelenggara terminal barang. Penelitian ini dilakukan survey secara langsung, seperti menghitung kendaraan keluar masuk, menghitung luas petak parkir, wawancara dengan kepala UPT perparkiran tentang fasilitas terminal barang kota dumai. Menggunakan metode berdasarkan selisih hasil maksimum kendaraan keluar masuk pada kendaraan. Hasil penelitian didapat Akumulasi parkir kendaraan maksimum terjadi pada hari hari Minggu yaitu dengan 250 kendaraan. Volume parkir yang maksimum dengan 560 kendaraan pada hari senin. Indeks parkir melebihi angka 100% dari 153 petak parkir, Sebesar 163,4%. Maka dapat disimpulkan bahwa parkir kendaraan terminal angkutan barang melebihi kapasitas pada hari hari tertentu.
Kinerja Marshall Immersion pada Campuran Asphalt Concrete Binder Course (Ac-Bc) dengan Penambahan Limbah Buttom Ash Sebagai Subtitusi Agregat Halus Lesmana, Arief; Abrar, Aidil; Abdillah, Nuryasin
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v3i1.719

Abstract

Asphalt is one of the materials used for road construction. To reduce the amount of need for asphalt, namely by minimizing the use of asphalt base materials, or by increasing the quality of asphalt in the mixture by adding additional ingredients in the mixture that can overcome the weaknesses of asphalt. Waste management, The use of solid fuels in the form of coal as an energy source produces bottom ash and fly ash waste, which can cause environmental pollution. This study aims to examine the effect of using bottom ash as a substitute for fine aggregate on stability, melting (flow), voids in the mixture (VIM), voids in mineral aggregate (VMA), voids filled with asphalt (VFA) and Marshall quotient of asphalt concrete mixtures. This research was conducted in the laboratory of the Dumai High School of Technology, using asphalt content of 6%, 8% and 10% with each grade representing 4 samples of test objects. From the research it was found that the use of bottom ash waste as a substitute for fine aggregate in asphalt mixtures affected the Flow, VIM, and VFA values which were not included in the specifications determined by the 2010 Revision 3 binamarga. The use of bottom ash waste as a substitute for fine aggregate in the AC-BC asphalt mixture cannot be used because the high VIM value makes the asphalt bleed and the low VFA value causes the asphalt mixture to become hollow or porous so that the asphalt mixture is not airtight and easily destroyed.
Kinerja Marshall Immersion pada Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan Limbah Bottom Ash Sebagai Substitusi Agregat Halus Rifaidi, Muhammad; Abdillah, Nuryasin; Abrar, Aidil
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2024): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v3i1.736

Abstract

The use of solid fuel in the form of coal as an energy source produces bottom ash and fly ash waste, which can cause environmental pollution. This research aims to examine the effect of using bottom ash as a substitute for fine aggregate on stability, flow, voids in the mixture (VIM), voids in mineral aggregate (VMA), ), voids filled with asphalt (VFA) and the Marshall Quotient of asphalt concrete mixtures. This research was carried out in the Dumai College of Technology laboratory, using asphalt levels of 6%, 8% and 10% with each level representing 4 samples of test objects. From the research it was found that the use of bottom ash waste as a substitute for fine aggregate in the asphalt mixture affected the Flow, VIM and VFA values which were not included in the specifications determined by Bina Marga Revision 3 of 2010.
Edukasi 3R dalam Penanganan Sampah Menuju Sekolah Adiwiyata Sari, Febrina; Abdillah, Nuryasin; Desyanti
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i4.85157

Abstract

Permasalahan utama adalah penumpukan sampah yang semakin meningkat di lingkungan sekolah.  Sampah organik dan anorganik tidak terkelola dengan baik, siswa masih membuang sampah organik dan anorganik menjadi satu di tempat sampah yang sama sehingga menyebabkan penumpukan sampah. Tujuan dari kegiatan ini adalah Tujuan penelitian ini untuk menganalisis edukasi 3R dalam penanganan sampah menuju sekolah adiwiyata SD. Rangkaian kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan mitra dilaksanakan dalam beberapa tahapan mulai dari sosialisai, pelatihan dan penerapan iptek. Hasil penelitian yaitu kegitan ini menyediakan sarana prasarana pengelolaan sampah yang mendukung, seperti tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik, dengan adanya kegiatan ini maka siswa dapat memilah sampah dan membuang sampah sesuai dengan jenisnya, mengajarkan siswa untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Dampak dari kegiatan ini adalah berkurangnya sampah yang berserakan di lingkungan sekolah karena sudah ada tempat sampah yang sesuai dengan jenis sampah, meningkatnya kesadaran siswa untuk menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih dan bebas dari sampah. Implikasi penelitian ini yaitu mitra telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelolah sampah yang ada di sekolah dengan metode 3R, sehingga sampah memiliki nilai juga.
Evaluasi Kondisi dan Teknik Perbaikan Jalan Menggunakan Metode PCI dan SDI Aulia Rahman, Rangga; Abdillah, Nuryasin; Abrar, Aidil
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2025): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v3i2.1099

Abstract

Jalan utama Dumai–Pelintung merupakan prasarana transportasi darat yang mencakup seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya, yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Dumai–Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat sebagai pengguna jalan, terutama karena kerusakan tersebut terjadi secara berulang. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan analisis kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) yang memiliki rentang nilai 0 hingga 100 dengan kriteria sebagai berikut: baik (good), memuaskan (satisfactory), sedang (fair), buruk (poor), sangat buruk (very poor), parah (serious), dan gagal (failed). Selain itu, analisis juga dilakukan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), yang melibatkan empat unsur utama sebagai acuan perhitungan, yaitu persentase luas retakan, lebar retakan, jumlah lubang, dan kedalaman bekas roda. Berdasarkan hasil analisis kondisi ruas jalan Dumai–Pelintung menggunakan metode PCI, diperoleh nilai 67,5, yang mengindikasikan bahwa jalan tersebut berada dalam kondisi sedang (fair). Sementara itu, berdasarkan metode SDI, tingkat persentase kondisi jalan pada ruas jalan Dumai–Pelintung adalah 44, yang menunjukkan bahwa jalan tersebut berada dalam kondisi baik.
Analisa Produktivitas Alat Berat Bulldozer Pada Pelaksanaan Pekerjaan Timbunan Peningkatan Jalan Simpang Batang – Lubuk Gaung Santika Putri, Fezi; Abdillah, Nuryasin; Azis, Azwan
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2025): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v3i2.1116

Abstract

Perkembangan dunia konstruksi yang sudah semakin baik membuat kebutuhan akan alat berat pada setiap proyek konstruksi semakin tinggi. Alat berat memiliki nilai efisiensi yang tinggi. Namun, biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan alat berat cukup mahal. Oleh karena itu, pemilihan penggunaan alat berat sangat berpengaruh terhadap efisiensi pekerjaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas alat berat bulldozer untuk dapat menentukan durasi dan total harga penggunaan alat berat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini merujuk pada analisa bina marga alat berat. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan didapat untuk alat berat bulldozer type CAT D3C didapatkan waktu siklus sebesar 2,923 menit dengan nilai produktivitas sebesar 24,285 m3/jam. Sedangkan untuk alat berat bulldozer type CAT D6D didapatkan waktu siklus sebesar 1,817 menit dengan nilai produktivitas sebesar 83,095 m3/jam. Total biaya yang dibutuhkan pada penggunaan alat berat bulldozer untuk dapat menyelesaikan pekerjaan timbunan dengan volume 57.285,45 M3 dapat diselesaikan dalam 67 hari dengan menggunakan 2 buah alat berat bulldozer yaitu 1 unit small bulldozer Caterpillar D3C dan 1 unit medium bulldozer Caterpillar D6D dengan biaya sebesar Rp 749.857.300,00.