Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH TIPE RANGKA WARREN, PRATT, HOWE, DAN K-TRUSS TERHADAP EFISIENSI JEMBATAN RANGKA BAJA BENTANG 80 M Putri, Nadiyah Mulia; Nindyawati, Nindyawati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i5.2024.1

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengaruh tipe rangka terhadap efisiensi jembatan berdasarkan nilai DCR (Demand Capacity Ratio), berat total struktur, nilai lendutan, dan nilai efisiensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian komparatif. Rancangan dari penelitian ini diawali dengan permodelan struktur jembatan menggunakan program SAP2000 dengan analisis pembebanan jembatan sesuai SNI 1725-2016 dan kontrol profil baja elemen batang jembatan sesuai RSNI T-03-2005 dan SNI 1729-2020. Tipe rangka yang dibandingkan adalah warren, pratt, howe, dan k-truss. Bentang jembatan 80 m dengan tinggi 8 m dan lebar 9 m. Mutu baja menggunakan SNI 07-2610-2011 BJ PHC 540 untuk profil baja H-beam dan JIS G3101-SS400 untuk profil IWF. Nilai efisiensi jembatan ditentukan dengan rumus perkalian berat total struktur dan lendutan maksimum jembatan. Semakin kecil nilai efisiensi jembatan maka semakin efektif kinerja struktur jembatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DCR pada setiap tipe rangka memiliki pola grafik yang relatif sama pada daerah gelagar dan berbeda pada daerah sistem truss (rangka utama). Tipe rangka yang terberat adalah warren sebesar 161,77 ton, sedangkan yang teringan adalah k-truss sebesar 153,38 ton. Tipe rangka pratt dan howe mempunyai berat total struktur yang sama yaitu 154,54 ton. Tipe rangka yang mempunyai lendutan maksimum yang terkecil adalah k-truss sebesar 0,05227 m, sedangkan yang terbesar adalah pratt sebesar 0,05472 m. Tipe rangka yang mempunyai nilai efisiensi terkecil adalah k-truss sebesar 8,0172, sedangkan yang terbesar adalah warren sebesar 8,6968. Sehingga dapat diidentifikasi bahwa jembatan yang paling efisien dalam penelitian ini adalah jembatan dengan tipe rangka k-truss.
Studi Numerik Pengaruh Konfigurasi Bracing Baja Canai Dingin pada Panel Dinding Kristian, Matthew Hassel; Nindyawati, Nindyawati; Muhammad, Dzul Fikri
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 22, No 4 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v22i4.21467

Abstract

Meningkatkan kualitas bangunan di Indonesia sebagai negara yang memiliki risiko bencana alam khususnya gempa bumi, penelitian mengenai penggunaan bracing pada suatu struktur terutama untuk mengetahui kekuatan dan efektifitas perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan masing-masing variasi penggunaan bracing khususnya pada panel dinding. Pengujian dilakukan dengan metode numeris menggunakan software Abaqus CAE agar penelitian dapat dilakukan dengan tingkat efektifitas yang lebih tinggi dibanding pengujian secara eksperimental. Kekuatan, daktilitas, dan juga pergeseran atau displacement merupakan hal yang akan diidentifikasi dalam penelitian ini. Hasil pengujian menunjukan dalam hal kekuatan variasi X-bracing menunjukan keunggulan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan variasi Z-bracing yaitu 203% dibanding Z-bracing dengan 178%. Simpangan X-bracing memiliki keunggulan dengan 17.04 mm, 23.31 mm untuk Z-bracing, dan 269.73 mm untuk non-bracing.
ANALISIS PENGARUH SUDUT KABEL PENGGANTUNG RADIAL TERHADAP KINERJA STRUKTURAL PADA JEMBATAN PELENGKUNG TERIKAT BAJA NETWORK DENGAN INKLINASI Tamami, Fajar; Salman Alfarisi, Mohammad; Syarif Abdullah, Daffa; Nindyawati, Nindyawati
BANGUNAN Vol 28, No 2 (2023): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i22023p153-160

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh sudut kabel penggantung radial terhadap kinerja struktural pada jembatan pelengkung terikat baja dengan inklinasi ke dalam sebesar 5 derajat. Studi dilakukan menggunakan metode elemen hingga (FEM) dengan perangkat lunak SAP2000 v.25. Parameter utama yang dianalisis adalah sudut penggantung relatif terhadap pelengkung, dengan tujuan mengoptimalkan distribusi gaya aksial, lendutan maksimum, dan berat total struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi dengan sudut penggantung 74 menghasilkan kombinasi optimal antara berat struktur yang paling ringan sebesar 1464,71 ton dan lendutan minimum 34,41 mm. Peningkatan jumlah penggantung secara umum meningkatkan efisiensi kinerja struktural, yang dinilai menggunakan formula Performance. Nilai kinerja tertinggi sebesar 1 tercapai pada konfigurasi ini, mencerminkan distribusi beban yang lebih merata. Konfigurasi ini direkomendasikan untuk diterapkan pada desain jembatan pelengkung terikat guna mencapai efisiensi material dan kinerja yang maksimal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efek variasi pembebanan dan material pada konfigurasi hanger yang berbeda.
ANALISIS PENGARUH SUDUT KABEL PENGGANTUNG RADIAL TERHADAP KINERJA STRUKTURAL PADA JEMBATAN PELENGKUNG TERIKAT BAJA NETWORK DENGAN INKLINASI Tamami, Fajar; Salman Alfarisi, Mohammad; Syarif Abdullah, Daffa; Nindyawati, Nindyawati
BANGUNAN Vol 29, No 2 (2024): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p153-160

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh sudut kabel penggantung radial terhadap kinerja struktural pada jembatan pelengkung terikat baja dengan inklinasi ke dalam sebesar 5 derajat. Studi dilakukan menggunakan metode elemen hingga (FEM) dengan perangkat lunak SAP2000 v.25. Parameter utama yang dianalisis adalah sudut penggantung relatif terhadap pelengkung, dengan tujuan mengoptimalkan distribusi gaya aksial, lendutan maksimum, dan berat total struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi dengan sudut penggantung 74 menghasilkan kombinasi optimal antara berat struktur yang paling ringan sebesar 1464,71 ton dan lendutan minimum 34,41 mm. Peningkatan jumlah penggantung secara umum meningkatkan efisiensi kinerja struktural, yang dinilai menggunakan formula Performance. Nilai kinerja tertinggi sebesar 1 tercapai pada konfigurasi ini, mencerminkan distribusi beban yang lebih merata. Konfigurasi ini direkomendasikan untuk diterapkan pada desain jembatan pelengkung terikat guna mencapai efisiensi material dan kinerja yang maksimal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efek variasi pembebanan dan material pada konfigurasi hanger yang berbeda.
ANALISIS PENGARUH SUDUT KABEL PENGGANTUNG RADIAL TERHADAP KINERJA STRUKTURAL PADA JEMBATAN PELENGKUNG TERIKAT BAJA NETWORK DENGAN INKLINASI Tamami, Fajar; Salman Alfarisi, Mohammad; Syarif Abdullah, Daffa; Nindyawati, Nindyawati
BANGUNAN Vol 28, No 2 (2023): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v28i22023p131-138

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh sudut kabel penggantung radial terhadap kinerja struktural pada jembatan pelengkung terikat baja dengan inklinasi ke dalam sebesar 5 derajat. Studi dilakukan menggunakan metode elemen hingga (FEM) dengan perangkat lunak SAP2000 v.25. Parameter utama yang dianalisis adalah sudut penggantung relatif terhadap pelengkung, dengan tujuan mengoptimalkan distribusi gaya aksial, lendutan maksimum, dan berat total struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi dengan sudut penggantung 74 menghasilkan kombinasi optimal antara berat struktur yang paling ringan sebesar 1464,71 ton dan lendutan minimum 34,41 mm. Peningkatan jumlah penggantung secara umum meningkatkan efisiensi kinerja struktural, yang dinilai menggunakan formula Performance. Nilai kinerja tertinggi sebesar 1 tercapai pada konfigurasi ini, mencerminkan distribusi beban yang lebih merata. Konfigurasi ini direkomendasikan untuk diterapkan pada desain jembatan pelengkung terikat guna mencapai efisiensi material dan kinerja yang maksimal. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efek variasi pembebanan dan material pada konfigurasi hanger yang berbeda.
Structural Performance Optimization of Multi-Story Steel Frames with Split-K EBF Bracing System Configuration Kusuma, Kadek Adyatma Teja; Nindyawati, Nindyawati; Sulaksitaningrum, Roro; Muhammad, Dzul Fikri
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 21 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v21i1.78431

Abstract

Conventional steel frame structures tend to be susceptible to earthquakes, which can lead to significant economic and social losses. The earthquake disaster has motivated various technological exploration efforts to improve the seismic resilience of building structures. To strengthen the structure and prevent collapse, reducing the span length by adding bracing to the weak axis of the column proved effective. The addition of lateral stiffeners (bracing) to the elements of the frame structure is crucial in reducing lateral forces due to earthquakes in high-rise buildings. However, the researchers only focused on comparing the types of bracing used. Therefore, the purpose of this study is to optimize the structure of the steel frame multi-story building by innovating the configuration of bracing placement to match the composition of the building. To produce optimal results, the steel frame building model using bracing is varied in the placement of bracing with the middle model (BC1), the edge model (BC2), and the even model (BC3), so that the three models produce the effect of bracing placement on the building. The three building models will be analyzed using SAP200 to produce the performance of the steel frame building structure, including displacement, natural vibration periods, and base shear forces. From the overall analysis of the three models, it is shown that the evenness model (BC3) produces the most optimal structural performance. This is also shown by the fulfillment of all structural performance requirements based on the requirements of earthquake-resistant structures in SNI 1726-2019. The result of the buffer evenly provides a large displacement that occurs on the 3rd floor in the X direction which compared to other models has the smallest value, which is 20.13 mm. Based on the results of the analysis, it is known that the uniform model has the smallest natural vibration period value of 0.779 seconds in the X direction and has the largest dynamic shear force value in the X direction, which is 4823.74 kN. Therefore, it can be concluded that there is an effect of the placement of supports in steel frame multi-story buildings on the ability of the building structure with the even placement model (BC3) to produce the most optimal building design when compared to other building models.
Pembangunan Sarana Prasarana Penunjang Kegiatan Masyarakat Berupa Gazebo Untuk Meningkatkan Potensi Wisata Di Desa Wonokerso Risdanareni, Puput; Handayani, Agil Fitri; Nindyawati, Nindyawati; Rahayuningsih, Titi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6446

Abstract

 Desa Wonokerso, sebuah desa di kecamatan Pakisaji memiliki lokasi yang strategis untuk dijadikan penghubung antara pusat kota malang dengan pusat pemerintah kabupaten malang. Dengan keistimewaan lokasi ini Desa Wonokerso sangat strategis untuk dikembangkan menjadi desa wisata pertanian dan pendidikan. Salah satu upaya dalam meningkatkan potensi wisata ialah dengan mendirikan sarana prasarana yang memadai seperti area rest area terpadu. Masterplan pengembangan wilayah rest area, playground dan sarana olahraga di Desa Wonokerso telah mulai dirintis oleh tim pengabdian UM sejak tahun 2022. Akan tetapi akibat keterbatasan dana, Pembangunan sarana prasarana ini belum sepenuhnya terlaksana. Oleh karena itu dalam program pengabdian wilayah mitra kali ini tim pengabdian membangun sarana prasara pendukung rest area berupa gazebo. Gazebo yang telah dibangun didesain sesuai dengan karakteristik khas desa Wonokerso. Model pendampingan partisipatif dilakukan dalam proses desain, pembangunan dan pengawasan gazebo di rest area Desa Wonokerso. Warga desa, Bumdes dan perangkat desa secara aktif dilibatkan dalam proses desain, agar kebutuhan warga terwadahi dengan tepat di dalam desain. 
Experimental Study on the Failure of Bamboo Laminated Hollow Section Beam-Column Joints using Glue-in-Rod Bracket Arifin, Achmad Saiful; Karyadi, Karyadi; Nindyawati, Nindyawati
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2023): EDISI SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v8i2.4638

Abstract

Building materials that emit pollutants, are non-renewable, and generate environmental waste require attention. Wood, a popular and natural material, is facing increasing scarcity, necessitating a substitute. Laminated bamboo emerges as the most akin and natural alternative to wood. Research into laminated bamboo encompasses diverse cross-sections, joint types, and field applications, demanding further investigation.This study aimed to ascertain failure types and damage patterns in laminated bamboo hollow section beam-column joints modified with glue-in rod-bracket connections, using petung bamboo (dendrocalamus asper). The research employed an experimental approach with descriptive analysis. Joint failures were evaluated based on moment-rotation relationships within prescribed rotational limits per standards, while joint damage was assessed through visual inspection of joint components.The study's dependent variables included thread rod diameters of 6 mm, 8 mm, dan 10 mm, and 4 dan 6 embedded thread rods, while the independent variables were failure types and joint collapses. Results revealed serviceability failures in samples 8.6, 10.4, and 10.6. Joint damage across all test specimens primarily manifested as broken thread rods. The highest joint strength observed was 6.28 kNm in sample 10.6, with the lowest at 2.25 kNm in sample 6.4.Based on the findings, increasing thread rod diameters to achieve ductile joints resulted in longer rotations but did not meet the planned strength due to bracket-induced prying effects causing bolt head failure. Despite this, the collapse type aligned with the research plan. Addressing the bracket's fulcrum effect during field applications requires solutions, potentially involving enlarging the bracket's base and increasing the number of thread rod points. The tests did not damage the laminated bamboo components, emphasizing the need to consider laminated bamboo cross-sectional dimensions and thread rod fulcrum effects in subsequent tests to ensure uniform component performance. 
Analysis of the Use of Longbolt Type Connections Used as Main Connections in Folding Bridges Fatmawati, Haniya; Nindyawati, Nindyawati; Tamami, Fajar
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 10, No 1 (2025): EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v10i1.6673

Abstract

This research examines the use of folding bridges as an alternative to mitigate the impact of natural disasters that frequently occur in Indonesia. Folding bridges have been used in Japan, but they are not commonly used in Indonesia. The use of folding bridges in Japan has been designed to accommodate vehicles with a maximum load of 13.8 kN, in addition to pedestrians. The folding bridge used in Japan takes up to 5 minutes to stretch over the river. This research was conducted by determining the design of the folding bridge, starting from the dimensions used to make test objects. The analysis conducted in this study is a numerical analysis of a folding bridge with a span size of 5,000 mm, utilizing a longbolt type A490 bolt connection with a diameter of 12 mm. In the longbolt connection, a 32 mm ball bearing is also installed to provide driving force for the folding bridge when it opens and closes. The main profile used in this study is the UNP profile with dimensions 75 x 40 x 5 mm. The steel girder used is a steel border plate with a thickness of 3 mm and plate specifications that have a pattern to prevent it from slipping easily. The manufacture of folding bridge test objects focuses on the primary function for pedestrians when evacuating an area affected by natural disasters. This research focuses on the numerical analysis of static loads, providing the results of deflection values, as well as the need for bolts used as connections on the main profile. Calculations related to the bolt requirements used refer to the requirements of SNI 1729: 2020. The determination of the deflection value produced by the folding bridge, which has been designed using software, refers to the requirements of RSNI T-03-2005.
Master Plan Kolam Renang sebagai Upaya Peningkatan Potensi Wisata Daerah dan Ekonomi Warga Desa Petungsewu Nindyawati, Nindyawati; Risdanareni, Risdanareni; Dewi, Permata; Rahayuningsih, Rahayuningsih
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.5323

Abstract

Potensi pengembangan wisata terpadu di desa Petungsewu masih sangat tinggi, namun fasilitas umum yang menarik bagi para wisatawan belum tersedia. Dengan memanfaatkan kondisi topograsi di lokasi perlindungan udara yang berkontur, pemanfaatan area disekitar tempat perlindungan udara sebagai sentra kolam renang terpadu yang terdiri dari kolam renang anak, kolam ikan, pedagang buah dan restoran merupakan salah satu solusi yang tepat guna untuk rest area. Daerah Petungsewu memiliki tanah desa yang belum dilakukan pemberdayaan terhadap aset yang dimiliki. Luas tanah yang belum digarap sekitar 3500 m2. Hal ini perlu perencanaan lokasi perencanaan terutama daerah rest area agar dapat merencanakan pembangunannya secara bertahap. Penduduk Desa Petungsewu ingin memberdayakan tanah untuk menarik wisatawan berkunjung dengan merencanakan kolam renang kolam ikan, tempat mengingat merupakan daerah yang sejuk dan dilalui oleh wisatawan dari Kota Batu.