Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Reconstruction of a Normative Regulatory Model for Juvenile Cybercrime within the Indonesian Criminal Justice System: A Restorative and Procedural Approach Yuni Priskila Ginting; Franciscus Xaverius Wartoyo; Anissa Furqanina
Journal of Law and Social Politics Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v4i2.96

Abstract

Background: The rapid development of digital technology has generated new forms of cybercrime involving children as perpetrators. In Indonesia, existing legal frameworks, particularly the Criminal Code and Law No. 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions, have not fully accommodated the dual position of children as offenders and subjects entitled to special protection. Objective: This study aims to reconstruct a regulatory model for cybercrimes committed by children based on restorative justice and the best interests of the child. Methods: This study applies a normative juridical method using statutory, conceptual, and comparative approaches. It examines Indonesian regulations, relevant doctrines, international child protection standards, and comparative legal frameworks from the United Kingdom, Australia, and Malaysia. Results: The findings show that Indonesian law remains largely retributive and lacks specific procedural guidelines for digital offenses involving minors. The proposed model emphasizes child-sensitive digital forensic procedures, diversion mechanisms, digital rehabilitation programs, and harmonization between the ITE Law and the Juvenile Criminal Justice System Law. Conclusion: The proposed framework integrates criminal liability, child protection, restorative justice, and digital literacy. Future research should empirically test this model through field studies involving legal practitioners and juvenile court data.
Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara dan Ilmu Sosial: Penelitian Yuni Priskila Ginting; Franciscus Xaverius Wartoyo
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.325

Abstract

Tindak kekerasan dalam lingkup rumah tangga (KDRT) terhadap kaum perempuan merupakan permasalahan sosial dan hukum yang masih banyak terjadi di Indonesia. KDRT tidak hanya menimbulkan penderitaan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis, sosial, dan ekonomi pihak yang mengalami kekerasan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis KDRT terhadap kaum perempuan ditinjau dari sudut pandang hukum dan ilmu sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis dan sosiologis melalui kajian terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan tindak kekerasan dalam lingkup rumah tangga serta berbagai faktor sosial yang memengaruhi terjadinya KDRT. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki regulasi yang mengatur perlindungan terhadap pihak yang mengalami kekerasan KDRT, implementasi hukum masih menghadapi berbagai kendala, seperti kultur patriarkal, stigma sosial, rendahnya kesadaran lingkungan sosial, dan kurang optimalnya implementasi hukum. Dari perspektif ilmu sosial, KDRT dipengaruhi oleh ketimpangan relasi gender, faktor ekonomi, serta lingkungan sosial dan budaya yang masih menempatkan kaum perempuan pada posisi subordinat. Diperlukan upaya penanganan yang bersifat holistik melalui penguatan implementasi hukum, edukasi lingkungan sosial, serta pemberdayaan kaum perempuan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya KDRT.