Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EDUKASI KEBIASAAN CUCI TANGAN DENGAN PENERAPAN METODE BERNYANYI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR PADA MURID SD NEGERI TUADALE KABUPATEN KUPANG Indriati Andolita Tedju Hinga; Apris Adu
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v5i1.565

Abstract

Children are an age group that is susceptible to infectious diseases such as ARI and diarrhea. Application of Clean and Healthy Behavior (PHBS) in children can prevent the spread of disease. One indicator of a healthy life is the habit of washing your hands. The hand is the main medium of transmission of disease because the hands often make direct contact with various objects that are contaminated with germs that cause disease. The aim of community service is to educate the habit of washing hands as an effort to prevent primary transmission of disease. Problem-solving in this activity uses interactive learning media, namely simulations with singing methods and audiovisual based movements. The target of this activity is students of class II (11 people) and teachers (2 people) in SDN Tuadale, Kupang Regency. The results of the implementation of handwashing habit education greatly affect the number of children's participation at each stage of the activity which reaches 100%. Knowledge and skills of children in the practice of washing hands using the singing method increased to 98%. At the end of the activity the children are already adept at practicing the stages of washing hands properly. Based on these results, the school is an effective forum for implementing health programs, because handwashing habits need to be educated early on. The singing method with audiovisual based movement is effective to be recommended in PHBS counseling especially for children.
Analisis Spasial Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Kupang Tahun 2023 Tomico Nasrani Taopan; Indriati Andolita Tedju Hinga; Amelya Betsalonia Sir; Deviarbi Sakke Tira
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18587

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LASIANA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Indriati Andolita Tedju Hinga; Maria Verena Wea; Martha Parera Kerans; Maria Anna Lystia Bay; Maya Grathiana Novalia Ataupah; Martina Wea; Maria Audithya Yulandri Chayanur; Diana Aipipidely
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i2.296

Abstract

Sampah rumah tangga masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Kelurahan Lasiana Kota Kupang. Pengolahan sampah yang tidak benar dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, rusaknya lingkungan dan kerugian ekonomi. Sebagian besar masyarakat  di Kelurahan Lasiana masih mempunyai kebiasaan membakar sampah. Kegiatan edukasi pengolahan sampah rumah tangga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sampah yang benar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan empat tahapan yaitu persiapan, survei awal, pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan serta evaluasi. Pelaksanaan kegiatan edukasi pengolahan sampah di Kelurahan Lasian mencakup identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, melaksanakan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Keberlanjutan kegiatan edukasi pengolahan sampah yang lebih luas memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar perubahan perilaku pengolahan sampah dapat berlangsung secara konsisten dan menyeluruh.
Comparison Between Head Village and Midwife as Health Educator of Maternal and Child Health (MCH) in Increasing Husband’s Knowledge of MCH in the Village : Perbandingan Antara Kepala Desa dan Bidan Sebagai Penyuluh Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam Meningkatkan Pengetahuan Suami Tentang KIA di Desa Afrona Elisabet Lelan Takaeb; Helga Ndun; Indriati Tedju Hinga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 5 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.865 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i5.2207

Abstract

Background: Partnership with local head villages to deliver maternal and child health (MCH) education is considered necessary, as the availability of health professional is limited in rural remote area. While the head villages could be viewed as credible, they have rarely been involved as a health communicator in their villages. Objective: This study aimed to analyze the difference of the knowledge level of the heads of family (husband) after attending MCH education delivered by the head village and midwife. Methods: The research method applied was quasi experiment with non-equivalent control design conducted in two remote villages in Timor Tengah Selatan District. The population was all heads of the family (husband) living in two selected villages, with a total of 920. The sample of 60 men was selected purposively. The experiment and control group consisted of 25 and 35 men, respectively. Data were analyzed using t-test dependent and t-test independent. Results: The result showed that 1. Both MCH education delivered by the head village and midwife increased the level of knowledge of husband with the value of (ρ) 0,00 <(ɑ) 0,05; 2. The head village and midwife were equally effective as communicators in increasing the knowledge level of husbands about MCH with the value of (ρ) 0,245 >ɑ (0,05). Conclusion: Both the village head and the midwife can be educators in increasing the knowledge of MCH among husbands. Thus, the village head could also be empowered as an alternative MCH communicator.
Kualitas Pelayanan dan Kepuasaan Pasien pada Implementasi Program Kesehatan Gratis di Kabupaten Belu: Service Quality and Patient Satisfaction in the Implementation of Free Health Program in Belu Regency Simplexius Asa; Darius Mauritsius; Indriati Andolita Tedju Hinga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5281

Abstract

Latar belakang: Kebijakan program kesehatan gratis bagi masyarakat di Kabupaten Belu merupakan salah satu transformasi kesehatan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu. Implementasi kesehatan gratis perlu dikaji kebermanfaatan dan keberlanjutan programnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasaan pasien penerima manfaat implementasi program kesehatan gratis di Kabupaten Belu guna memberi masukan bagi perbaikan program. Metode: Penelitian ini menerapkan metode deskritif kualitatif dan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi dan focus group discussion yang melibatkan pemangku kebijakan, pelaksana pelayanan kesehatan dan masyarakat penerima manfaat program kesehatan gratis di Kabupaten Belu. Hasil: Ketersediaan sarana prasarana kesehatan di Kabupaten Belu sudah memenuhi syarat, namun pada kondisi geografi dan topografi diwilayah tertentu aksesibilitasnya masih rendah. Sebagian besar tenaga kesehatan sudah memenuhi standar ideal, namun perlu ada kajian dan regulasi lanjutan tentang rasio sumber daya kesehatan dan rasio fasilitas kesehatan agar tercapai standar pelayanan minimum. Keberhasilan program dan layanan kesehatan setelah implementasi program kesehatan gratis meningkat secara signifikan. Sebagian besar masyarakat sangat puas dengan manfaat kesehatan gratis, namun masih terdapat masyarakat yang menyatakan tidak puas karena masih kurangnya empati petugas kesehatan dalam pelayanan. Status peraturan kesehatan gratis juga perlu ditingkatkan menjadi peraturan daerah agar legal standing dan kekuatan hukumnya dapat dipertanggungjawabkan. Kesimpulan: Masyarakat sangat membutuhan keberlanjutan program kesehatan gratis, sehingga perlu dilakukan monitoring dan evaluasi serta sosialiasi program secara kontinue terutama tranformasi etika budaya dan empati tenaga kesehatan, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Pada Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Tahun 2024 Patricia Nathania Ina Kii; Indriati A. Tedju Hinga; Yuliana Radja Riwu
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.17591

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis complex yang bersifat tahan asam sehingga sering dikenal dengan BTA (Basil Tahan Asam). Data TBC Dinas Kesehatan Provinsi NTT tahun 2021 sebanyak 4.798 kasus, tahun 2022 sebanyak 7.628 kasus dan tahun 2023 sebanyak 9.535 kasus. Kota Kupang adalah penyumbang kasus tertinggi sebanyak 1.253 kasus dan Puskesmas Oebobo 171 kasus, sedangkan data bulan januari hingga juni 2024 terdapat 84 kasus TB paru positif. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara faktor (pengetahuan, kepadatan hunian, personal hygiene pencegahan TB, riwayat kontak penderita, dan perilaku merokok) dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskemas Oebobo. Lokasi penelitian ini adalah Puskesmas Oebobo, dilakukan pada bulan Agustus-September 2024. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian terbagi antara kasus (seluruh pasien yang menderita tuberkulosis paru bulan Januari-Mei 2024) dan kontrol (orang tidak menderita tuberkulosis paru sebanyak 4.018 orang). Teknik penentuan sampel kasus (simple random sampling) dan sampel kontrol (metode individual matching) menggunakan rumus lemeshow dengan jumlah sampel 126 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo adalah personal hygiene (p value 0,000< 0,05), riwayat kontak penderita (p value 0,000<0,05), dan perilaku merokok (p value 0,002<0,05). Variabel yang tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo adalah pengetahuan (p value 0,060>0,05) dan kepadatan hunian ( p value 0,528 > 0,05). Disarankan bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), memahami cara peneluran TB, serta tidak merokok. Kata Kunci: Tuberkulosis, Personal Hygiene Pencegahan TB, Riwayat Kontak, Perilaku merokok.
Analisis Spasial Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Kupang Tahun 2023 Tomico Nasrani Taopan; Indriati Andolita Tedju Hinga; Amelya Betsalonia Sir; Deviarbi Sakke Tira
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.18587

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak yang dapat meningkatkan angka kematian bayi serta berkontribusi pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial antara cakupan kunjungan antenatal care (K1 dan K4), konsumsi tablet tambah darah, serta kejadian kurang energi kronis (KEK) dengan kejadian BBLR di Kota Kupang tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak QGIS dan GeoDa. Analisis Moran’s I digunakan untuk menentukan hubungan spasial secara global, sedangkan Local Indicator of Spatial Association (LISA) digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial pada tingkat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi spasial global antara cakupan K1, cakupan K4, cakupan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil, dan cakupan KEK dengan kejadian BBLR. Secara lokal, hubungan spasial antara kejadian BBLR dengan cakupan K1, cakupan K4, serta konsumsi tablet tambah darah ibu hamil menunjukkan autokorelasi negatif (H-L) di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Bakunase, sementara cakupan KEK memiliki autokorelasi positif (L-L) di kedua puskesmas tersebut.
Factors Related to Rabies Prevention Measures in Nangapanda Community Health Center, Ende, East Nusa Tenggara Yuniarti Prihartini; Yendris K. Syamruth; Indriati A. Tedju Hinga
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2023.08.02.02

Abstract

Background: Rabies is an acute infectious disease of the central nervous system caused by the rabies virus and transmitted through the bites of Rabies Transmitting Animals (HPR), especially dogs. The bite of an unvaccinated rabies-infecting animal is the cause of most cases of rabies which can lead to death. This study aimed to determine the factors related with the prevention of rabies in the community in the working area of the Nangapanda Community Health Center, Ende, East Nusa Tenggara. Subjects and Method: This cross-sectional study was conducted in the working area of the Nangapanda Public Health Center, Ende Regency from August to September, 2022. A total of 116 families were selected for this study. The dependent variable is rabies prevention measures and the independent variable is knowledge and attitude. Data were analyzed using the chi-square test. Results: Good knowledge (OR= 19.25; 95% CI= 5.94 to 62.36; p<0.001), and positive attitude (OR= 0.11; 95% CI= 0.02 to 0.53; p= 0.001) are associated with rabies prevention measures. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and attitude toward rabies disease prevention measures. Keywords: rabies, action, prevention. Correspondence: Yuniarti Prihartini. Study Program in Public Health, Faculty of Public Health, Universitas Nusa Cendana. Jl. Lasiana, Klp. Lima, Kupang, East Nusa Tenggara. Email: unny12835@gmail.com. Mobile: +62 821-8780-4312.
Analisis Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang Anisa Tridini Bau; Apris A. Adu; Indriati A. Tedju Hinga; Yendris K. Syamruth
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.549

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar dari orang ke orang melalui udara ketika penderita tuberkulosis batuk, bersin atau meludah. Puskesmas Sikumana menempati urutan pertama dengan kasus tuberkulosis tertinggi di Kota Kupang tahun 2024 sebanyak 147 kasus. Berdasarkan data tahun 2022 mencapai 137 kasus, tahun 2023 meningkat mencapai 153 kasus, tahun 2024 menurun kembali mencapai 147 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang melakukan uji mikroskopis (dahak) di Puskesmas Sikumana Kota Kupang tahun 2024 adalah 920 orang dengan menggunakan teknik pemgambilan simple random sampling sehingga jumlah sampel yang didapatkan adalah 58 orang. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,012), sosial ekonomi (p-value=0,011), riwayat kontak dengan penderita (p-value=0,004), perilaku masyarakat menggunakan masker (p-value=0,000) dan tidak ada hubungan antara pekerjaan (p-value=0,108) dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan promosi kesehatan dan bagi masyarakat selalu menggunakan masker saat berkomunikasi dengan penderita tuberkulosis.