Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Pupuk Organik Fermentasi Padat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil KedelaI (Glycine max (L) Merrill) Nurul Hidayah; Akmal Akmal; Ardiyaningsih Puji Lestari
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v4i2.20437

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik fermentasi padat terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai serta mengetahui dosis pupuk organik fermentasi padat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu tanpa pupuk organik fermentasi padat, pupuk organik fermentasi padat 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah bintil akar, jumlah bintil akar efektif, bobot kering akar, bobot kering tajuk, jumlah cabang primer, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, bobot 100 biji dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk organik fermentasi padat pada dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah bintil akar efektif, bobot kering akar dan bobot 100 biji. Sedangkan pada variabel tinggi tanaman, jumlah bintil akar, bobot kering tajuk, jumlah cabang primer, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman dan hasil kedelai pengaruhnya tidak nyata. Tanaman kedelai yang diberikan pupuk organik fermentasi padat dengan dosis 10 ton/ha menghasilkan bobot 100 biji terbaik.
PERANCANGAN ALAT PENGUKUR KADAR UNSUR HARA NPK PUPUK KOMPOS Rustan; Fajar Dwi Ramadhan; M. Ficky Afrianto; Linda Handayani; Ardiyaningsih Puji Lestari; Fahmida Manin
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i1.20838

Abstract

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari penguraian sampah organik seperti daun, jerami, rumput, dedak padi, kotoran hewan, dan bahan organik lain. Pupuk kompos dapat dibuat dengan cara memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah material organik seperti kotoran ternak, sampah, daun, sayuran menjadi kompos. Kandungan unsur hara didalam kompos cukup lengkap, meliputi unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S), dan unsur hara mikro (Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B) yang sangat diperlukan tanaman. Namun kandungan unsur hara tersebut tidak bisa diukur pasti oleh para petani, pengukuran kandungan unsur hara saat ini banyak dilakukan dengan cara uji laboratorium yang memerlukan waktu relatif lama sehingga dibutuhkan suatu rancangan sistem yang dapat mengukur nilai kandungan unsur hara didalam pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengukur nilai kadar unsur hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) didalam pupuk kompos. Pada penelitian ini digunakan arduino MEGA 2560, Lcd tft 2.4 dan sensor NPK untuk mendeteksi unsur hara NPK yang ada didalam pupuk kompos secara cepat. Sensor NPK berfungsi mengukur kadar Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K) dalam kombinasi. Sensor NPK yang digunakan terdiri dari rangkaian PCB dengan probe berukuran panjang 85 mm dan merupakan sensor digital.Dalam penelitian ini penggunaan sensor NPK sangat penting untuk dapat mendeteksi nilai kandungan unsur hara NPK dalam pupuk kompos. Penelitian ini juga menggunakan lcd TFT untuk menampilkan hasil pembacaan dari sensor NPK, Untuk mengolah sensor dan lcd TFT digunakan arduino MEGA 2560 sebagai mikrokontroler.
Ultisol optimization strategy: the use of Tithonia compost and rice husk biochar to improve nodulation and promote soybean (Glycine max (L.) Merril) growth Lestari, Ardiyaningsih Puji; Zulkarnain, Zukkarnain; Adriani , Adriani; Mapegau, Mapegau; Eliyanti, Eliyanti; Riduan, Ahmad
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.112.5419

Abstract

This study aimed to investigate the optimization of Ultisol soil using biochar and compost to increase nodule formation and performance of soybeans. The trial was conducted at the Research and Teaching Farm, Faculty of Agriculture, University of Jambi, for six months from April through to October 2021. Three levels of compost (5 t ha-1, 10 t ha-1, and 15 t ha-1) were tested in combination with three levels of biochar (5 t ha-1, 10 t ha-1, and      15 t ha-1). A completely randomized design was employed with three replications. Each experimental unit consisted of 20 plants, and 25% of the population was taken as sample plants. Results indicated that the application of soil ameliorant in the form of Tithonia compost and biochar could increase soil pH and nutrient contents and reduce C/N ratio. Tithonia compost + biochar improved Ultisol productivity as indicated by increased nodule formation and soybean growth. The combination of Tithonia compost and biochar, each of 15 t ha-1, was the best combination for the optimization of Ultisol, which produced the highest biological nitrogen fixation rate and resulted in the best soybean growth.
Optimizing an Ultisol of marginal land for soybean cultivation through inorganic fertilizer substitution with Tithonia compost and biochar ameliorant Lestari, Ardiyaningsih Puji; Zulkarnain; Adriani; Mapegau; Nusifera, Sosiawan; Martino , Dede
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.121.6685

Abstract

Soybean has a strategic role as a food commodity in Jambi, Indonesia, but until now, it has still not been self-sufficient. There is still an opportunity to increase soybean productivity in Jambi by 35-49.6% by optimizing the use of marginal, dominated by Ultisol, which has low inherent soil fertility. One of the efforts that can be made to improve soil fertility for cultivating soybean plants in Jambi is to utilize compost and biochar as soil ameliorants to substitute for inorganic fertilizer. This study aimed to assess the effect of compost and biochar ameliorant as substitutes for inorganic fertilizer on the growth and yield of soybean plants grown on an Ultisol of Jambi. The experiment was arranged in a simple randomized block design with the combination of the percentage of inorganic fertilizer with compost and biochar ameliorant (100+0, 75+25, 50+50, 25+75, and 0+100) as the treatment factors. The observed variables were plant height, number of branches, plant nitrogen content, rate of symbiotically fixed nitrogen, weight of 100 seeds, and yield. The results showed that providing compost and biochar ameliorants can replace the role of inorganic fertilizer, and providing 100% compost and biochar ameliorant and a combination of 25% inorganic fertilizer and 75% compost biochar ameliorant can provide the highest growth and yield in soybean plants planted in Ultisol dry land.
Respon Kedelai Glycine max L. merril di Lahan Kering Terhadap Pupuk Organik Fermentasi Padat Lestari, Ardiyaningsih Puji; Nusifera, Sosiawan; Akmal, Akmal
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 2 No. 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.019 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v2i2.5979

Abstract

Lahan pertanaman kedelai di Provinsi Jambi umumnya berupa tanah podsolik merah kuning yang kering dan rendah unsur hara sehingga kurang cocok untuk tanaman kedelai. Dilihat dari kondisi yang ada, maka perlu dilakukan intensifikasi lahan diantaranya melalui pemupukan. Pemupukan dengan menggunakan pupuk organik fermentasi padat merupakan solusi yang ditawarkan. Alasan penggunaan pupuk organik fermentasi padat karena merupakan pemanfaatan limbah, ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai subtitutor pupuk anorganik. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Mendalo Indah Kabupaten Muaro Jambi. Benih kedelai yang dipakai adalah Varietas Anjasmoro, Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor yaitu pupuk organik fermentasi padat dengan 5 taraf, yaitu : F0 = 0, F1 = 5 ton/ha, F2 = 10 ton/ha, F3 = 15 ton/ha dan F4 = 20 ton/ha. Ukuran petak percobaan 3 m x 2 m dengan jarak tanam 30 cm x 20 cm. Peubah yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah bintil, jumlah bintil efektif, , bobot kering akar, bobot kering tajuk, Jumlah cabang primer, jumlah polong, jumlah polong berisi, bobot 100 biji dan hasil. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati, maka data dianalisis secara statistik dengan menggunakan sidik ragam, dan untuk melihat perbedaan antar perlakuan digunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf α = 5%. Data penunjang dari penelitian ini meliputi analisis N,P,K dan pH tanah sebelum penelitian serta data suhu, kelembaban dan curah hujan selama percobaan. Melalui penelitian ini didapat (1) Tanaman kedelai memberikan respon yang positif terhadap pemberian pupuk organik fermentasi padat, (2) dosis kompos yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.adalah 10 ton ha-1 dan (3). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengkayaan bahan ajar serta memberikan informasi bagi peningkatan program pengoptimalan pemanfaatan lahan kering marginal di Indonesia umumnya dan lahan kering marginal di Provinsi Jambi khususnya.
Kombinasi Trichokompos Tithonia dan Pupuk NPK dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Ichwan, Budiyati; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Eliyanti, Eliyanti; Zulkarnain, Zulkarnain; Arrahman, Rinza
Jurnal Media Pertanian Vol 9, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v9i2.246

Abstract

The development and increase of shallot production in Ultisol dry land is hampered by its relatively low fertility.  Efforts that can be made are by adding organic material derived from plants such as Tithonia diversifolia (paitan/kipahit/insulin leaf) which is composted by adding trichoderma, to increase the soil's ability to hold water, increasing soil organic carbon,  soil nutrient availability, and  growth, and crop yields. The use of tithonia trichocompost as a soil ameliorant can not only increase soil fertility but also reduce the use of NPK fertilizer. This research aims to examine the effect of a combination of tithonia trichocompost and NPK fertilizer on the growth and yield of shallots.  Research location at Teaching and Research Farm, Faculty of Agriculture, Jambi University (35 m above sea level). The research used a Randomized Block Design with five combination treatments of tithonia trichocompost  and NPK fertilizer (percentage based on recommended dose), namely: 0% tithonia trichocompost + 100% NPK; 25% tithonia trichocompost + 75% NPK; 50%  tithonia trichocompost + 50% NPK; 75% tithonia  trichocompost  + 25% NPK; 100% tithonia trichocompost. The recommended dose used is 20 tonha-1 tithonia trichocompost and 400 kgha-1 NPK fertilizer (16:16:16). The research was repeated five times. The research results showed that various combinations of tithonia trichocompost and NPK fertilizer that were tried increased plant growth and yield, and as the percentage of tithonia trichocompost increased, plant growth and yield increased. 100% tithonia trichocompost gave the highest yield, 44.123 g per hill or 7.7 tons ha-1 (if land use efficiency was 70% with a plant spacing of 20 cm x 20 cm). Although this yield is lower than the potential yield of shallots, which is 9.5 tonha-1, the use tithonia trichocompost as a soil ameliorant can replace NPK fertilizer.Keywords: ameliorant, organic matter, Ultisol dry land, water avaibility
Lama Perendaman Benih Kopi Robusta (Coffea robusta L.) dalam Asam Sulfat (H2SO4) Terhadap Pematahan Dormansi Gunawan, Hendra; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Jasminarni, Jasminarni
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v7i2.41327

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak diperdagangkan di dunia yang sebagianbesar dikelola oleh petani skala kecil. Indonesia termasuk negara penghasil kopi yang penting di Asiaselain India dan Philipina. Jenis kopi yang banyak dikenal di dunia adalah kopi Arabika, Robustadan Liberika. Kopi Robusta merupakan jenis yang lebih tahan terhadap penyakit karat daun yangmerupakan penyakit utama pada tanaman kopi. Kopi Robusta lebih banyak diusahakan di Indonesiadibandingkan jenis kopi lainnya.. Benih kopi ini membutuhkan waktu 5 - 8 minggu untukberkecambah dalam kondisi normal. Lamanya waktu perkecambahan dapat diatasi dengan metodepemecahan dormansi benih. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Pertanian Fakultas PertanianUniversitas Jambi dari bulan Agustus sampai bulan Oktober 2020, dengan tujuan mempelajaripengaruh lama perendaman dalam larutan asam sulfat (H2SO4) terhadap pematahan dormansi benihKopi Robusta (Coffea robusta L.) dan mendapatkan waktu lama perendaman yang mampumenghasilkan pematahan dormansi yang cepat. Rancangan percobaan yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap dengan perlakuan pemecahan dormansi benih, terdiri dari 6 taraf yaitu :Perendaman menggunakan air selama 24 jam, larutan H2SO4 10% selama 10 menit, larutan H2SO410% selama 20 menit, larutan H2SO4 10% selama 30 menit, larutan H2SO4 10% selama 40 menit danlarutan H2SO4 10% selama 50 menit. Peubah yang diamati adalah kadar air benih, daya tumbuh,kecepatan berkecambah, keserempakan berkecambah, panjang kecambah, dan bobot keringkecambah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemecahan dormansi mampu mempercepat danmeningkatkan perkecambahan kopi Robusta. Perlakuan lama perendaman dalam larutan H2SO4 10%selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik dalam pemecahan dormansi benih kopi Robusta.
Pembinaan Kelompok Usaha Bersama Desa Nyogan Menuju Desa Sejahtera Mandiri Lestari, Ardiyaningsih Puji; Octavia, Ade; Novra, Ardi; Syarif, Agus
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.725 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6097

Abstract

Di Desa Nyogan terdapat 24 kelompok usaha bersama (KUBE) yang mengelola 12 jenis usaha. Dalam menjalankan usahanya terdapat beberapa masalah yang muncul. Faktor penyebab masalah tersebut antara lain (1) Pemilihan jenis kegiatan usaha kelompok usaha bersama yang kurang tepat dengan kebutuhan masyarakat desa (2) Keterbatasan kemampuan anggota dalam menguasai pengetahuan yang berkaitan dalam menjalankan usaha (3) Keterbatasan atau bahkan tidak adanya kegiatan pengawalan atau pendampingan, dan (4) Kemampuan manajerial yang rendah. Solusi permasalahan yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan sumber daya masyarakat dan penguatan usaha keswadayaan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan yaitu (1) Pendidikan dan Latihan (Diklat) untuk peningkatan sumber daya manusia sehingga menghasilkan individu yang kreatif inovatif, (2) Melakukan visit study ke pelaku usaha yang dinilai sukses sehingga diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan perluasan wawasan anggota KUBE, dan (3) Melakukan pendampingan untuk dapat membantu mengatasi permasalahan permasalahan yang muncul sehingga keberlanjutan usaha dapat lebih terjamin. Hasil yang didapat dari kegiatan ini (1) Peserta merasakan manfaat yang besar dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, (2) KUBE yang putus asa dan akan menutup usahanya mulai terlihat bersemangat dan berencana untuk mengaktifkan kembali usaha kelompok bersamanya, (3) Peserta KUBE berkolaborasi antar kelompok usaha bersama untuk menerima pesanan paket dari konsumen, (4) Peserta mulai memahami bahwa dalam melakukan usaha tidak selalu langsung menjadi sukses melainkan dapat mengalami hambatan yang berasal dari dalam kelompok maupun luar kelompok dan (5) Adanya keinginan bersama masyarakat dan desa untuk menggali potensi desa untuk dijadikan desa wisata yang dapat menarik wisatawan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ppm Himae Dalam Memproduksi Trichokompos Berbasis Sampah Organik Kampus Jasminarni, Jasminarni; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Evita, Evita; Novita, Trias
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.547 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.9823

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra melalui pendampingan, penyuluhan dan demontrasi tentang tehnik pengolahan sampah organik dengan bahan baku sampah organik yang ada disekitar lingkungan kampus Universitas Jambi menjadi trichokompos. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan demontrasi kepada kelompok HIMAE sebagai mitra dalam hal mengolah sampah-sampah organik yang ada dilingkungan kampus menjadi trichokompos, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan juga dapat berdampak terhadap lingkungan yang bersih dan indah. Tim pengabdian juga akan memberikan cara cara untuk meningkatkan nilai jual produk dengan cara membuat kemasan dan mencantumkan kandungan trikompos yang dihasilkan. Diharapkan dari upaya tersebut produk trikompos yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai kegiatan wirausaha yang bernilai ekonomi bagi HIMAE. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitra tentang pentingnya kegiatan pengolahan sampah organik kampus untuk mengelola kebersihan lingkungan. Sampah yang tadinya hanya merupakan limbah yang tidak punya nilai ekonomi dapat diolah menjadi kompos yang mempunyai nilai tinggi. Kompos yang dihasilkan dapat di pasarkan sehingga bisa dijadikan salah satu kegiatan wirausaha bagi HIMAE.
Pemanfaatan Trichokompos Pada Budidaya Sayuran Organik Sebagai Kegiatan Entrepreneurship Himae Jasminarni, Jasminarni; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Evita, Evita; Novita, Trias
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.406 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11580

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra melalui pendampingan, penyuluhan dan demontrasi tentang pemanfaatan trichokompos pada budidaya sayuran organik sebagai kegiatan Entrepreneurship HIMAE (Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi). Secara umum target luaran yang akan dicapai akan memberi dampak terhadap Masyarakat umumnya dan kelompok mitra khususnya, serta masyarakat disekitarnya. Dampak positif yang diharapkan tercapai melalui kegiatan ini dimana tim pengabdiaan akan melakukan pelatihan dan demontrasi kelompok HIMAE sebagai mitra dalam hal pemanfaatan trichokompos yang merupakan hasil produk pada kegiatan PPM tahun sebelumnya sebagai pupuk dan juga dapat berdampak terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Tim pengabdian juga akan memberikan cara cara untuk meningkatkan nilai jual produk sayuran organik dengan cara membuat kemasan. Diharapkan dari upaya tersebut produk sayuran organik yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai kegiatan wirausaha yang bernilai ekonomi bagi HIMAE, sehingga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi mitra. Luaran yang dihasikan adalah berupa produk sayuran organik. Pemanfaatan trichokompos pada budidaya sayuran merupakan salah satu upaya membantu mengatasi pencemaran lingkungan dan kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk kimia. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitra tentang pentingnya penggunaan pupuk organik pada budidaya sayuran organik yang dihasilkan. Sayuran organik yang dapat di kosumsi dan di jual sebagai kegiatan Entrepreneurship HIMAE