Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Lama Proses Desinfeksi Sinar Ultra Violet (UV-C) Terhadap Kontaminan Bakteriologis Pada Air Minum Isi Ulang: Analysis of the Duration of Ultra Violet (UV-C) Light Disinfection Process Against Bacteriological Contaminants in Refilled Drinking Water Zulfikar Ma’ruf; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10404

Abstract

Air minum isi ulang merupakan salah satu alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, masih ditemukan depot air minum isi ulang yang tidak memenuhi standar kualitas air minum berdasarkan parameter bakteriologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lama proses desinfeksi sinar ultraviolet (UV-C) terhadap kontaminan bakteriologis pada air minum isi ulang di Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif pada hasil uji laboratorium. Sampel diambil dari satu depot air minum isi ulang dengan hasil uji coliform tertinggi yaitu 224 CFU/100 ml. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah proses desinfeksi menggunakan sinar UV-C dengan lama waktu 8 menit. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan metode Compact Dry total coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total coliform sebelum desinfeksi sebesar 305 CFU/100 ml dan setelah dilakukan desinfeksi sinar UV-C selama 8 menit berhasil dieliminasi menjadi 0 CFU/100 ml, dengan persentase penurunan sebesar 100%. Hal ini membuktikan bahwa proses desinfeksi sinar UV-C dengan lama penyinaran 8 menit efektif menurunkan kontaminan bakteriologis hingga memenuhi standar baku mutu air minum menurut Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023. Disarankan bagi pengelola depot untuk melakukan perawatan rutin lampu UV-C dan menjaga sanitasi peralatan agar efektivitas desinfeksi tetap optimal.
Kontaminasi Mikroplastik pada Kantong Teh Celup Komersial: Analisis Deskriptif Berbasis Laboratorium Tentang Kelimpahan Partikel dan Karakteristik Morfologi di Gorontalo, Indonesia Sitria Hajrawaty Husain; Herlina Jusuf; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2617

Abstract

Penggunaan plastik sintetis pada pangan berpotensi menjadi sumber paparan mikroplastik, terutama dari minuman panas. Teh celup banyak dikonsumsi, namun kajian mikroplastiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan mikroplastik pada teh celup komersial di Gorontalo. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan purposive sampling pada tiga merek teh celup dan dilakukan tiga kali replikasi sehingga berjumlah 9 sampel. Sampel diseduh, difiltrasi, dan diidentifikasi menggunakan mikroskop stereo. Hasil menunjukkan seluruh sampel mengandung mikroplastik, yaitu merek A 20 partikel, merek B 11 partikel, dan merek C 24 partikel. Mikroplastik didominasi bentuk serat dengan variasi warna serta ukuran partikel berkisar dari 347–4324 µm, dengan dominasi ukuran <2000 µm. Temuan ini menunjukkan teh celup komersial berpotensi menjadi sumber paparan mikroplastik sehingga diperlukan pengawasan bahan kemasan pangan untuk meningkatkan keamanan konsumsi masyarakat.
Pengaruh Uang Saku dan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Konsumsi Sayur dan Buah (Studi Pada Mahasiswa Kost): The Influence of Pocket Money and Peer Support on Vegetable and Fruit Consumption (Study on Boarding School Students) Ayu Rofia Nurfadillah; Sri Agleylan Kimun
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5339

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi dalam konsumsi sayur dan buah secara nasional penduduk Indonesia masih berada di bawah. Mahasiswa yang tinggal di kos merupakan kelompok masyarakat yang rentan dilihat dari aspek gizi, banyak hal yang diduga berpengaruh dengan kebiasaan konsumsi sayur dan buah antara lain umur, jenis kelamin, prefarensi, pegetahuan gizi, uang saku, dukungan teman sebaya, dan dukungan orang tua. Rumusan masalah adalah faktor apa yang mempengaruhi kebiasaan konsumsi sayur dan buah pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kebiasaan konsumsi sayur dan buah pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh mahasiswa Kesehatan Masyarakat angkatan 2018 aktif yang tinggal di kos yang berjumlah 53 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil analisis didapatkan bahwa variabel uang saku p-value 0,000 (? < 0,05) dan dukungan teman sebaya p-value 0,000 (? < 0,05). Simpulan ada pengaruh uang saku dan dukungan teman sebaya terhadap kebiasaan konsumsi sayur dan buah pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. Saran bagi mahasiswa hendaklah memiliki kebiasaan konsumsi sayur dan buah harian sesuai porsi yang di anjurkan, dan memilih rumah kos yang dekat dengan tempat yang menjual sayur dan buah sehingga akan lebih mudah untuk mendapatkan sayur dan buah yang akan di konsumsi serta menjamin ketersediaan sayur dan buah di kos.
Peningkatan Pengetahuan Gizi dan Perubahan Pola Makan pada Remaja Putri Melalui Program Sekolah Gizi di Desa Padengo, Kabupaten Pohuwato: Improving Nutritional Knowledge and Changing Dietary Patterns in Adolescent Girls Through the Nutrition School Program in Padengo Village, Pohuwato Regency Ayu Rofia Nurfadillah; Nirwanto K. Rahim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6093

Abstract

Remaja putri sering menghadapi masalah gizi akibat perubahan fisik dan hormonal selama masa pubertas. Di desa Padengo, Kabupaten Pohuwato, tantangan dalam memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi dan sumber daya.Tujuan: Sekolah gizi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program sekolah gizi dalam meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan mengubah pola makan pada remaja putri di desa Padengo Metode: Program sekolah gizi dilaksanakan dengan memberikan pendidikan tentang komponen nutrisi, pembacaan label makanan, dan pentingnya aktivitas fisik, serta memanfaatkan bahan lokal untuk pemenuhan gizi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan gizi serta survei perubahan pola makan. Hasil: Program sekolah gizi secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pentingnya nutrisi dan pola makan sehat. Setelah mengikuti program, terdapat perubahan positif dalam pola makan, dengan peningkatan konsumsi makanan bergizi dan pengurangan konsumsi makanan tidak sehat. Kesimpulan: Pendidikan gizi melalui program sekolah gizi di desa Padengo berhasil meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan makan sehat di kalangan remaja putri. Program ini dapat dijadikan model untuk daerah lain dengan tantangan serupa dalam meningkatkan status gizi remaja.
Analisis Kandungan Bakteri Escherichia Coli pada Lobster Bambu (Panulirus Versicolor) di Perairan Torosiaje Laut Kabupaten Pohuwato: Analysis of Escherichia Coli Bacterial Content in Bamboo Lobster (Panulirus Versicolor) in Torosiaje Sea Waters, Pohuwato Regency Elvia Latif; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6128

Abstract

Bakteri Escherichia coli juga merupakan bakteri indikator kualitas air karena keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh feses, yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya. Permasalahan yang sering timbul di wilayah pesisir yakni rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat, rendahnya kualitas lingkungan, kurangnya kepemilikan jamban yang di lengkapi septic tank dan sanitasi lingkungan. Praktik ini tentunya akan memberikan kondisi signifikan pada kontaminasi bakteri Escherichia coli pada air laut terutama pada biota laut lobster. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah kandungan bakteri Escherichia coli pada lobster bambu di Perairan Torosiaje Laut Kabupaten Pohuwato Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif desain Cross Sectional Study. Dengan pengambilan sampel objek yaitu lobster bambu dan sampel subjek sebanyak 10 responden. Pengukuran konsentrasi Escsherichia coli lobster bambu dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel lobster tidak memenuhi syarat kesehatan yang sesuai dengan SNI 7388 : 2009 karena semuanya positif Escherichia coli Diharapkan agar masyarakat umum yang membudidayakan lobster agar dapat membuat keramba lobster agak jauh dari permukiman tempat tinggal masyarakat umum agar tidak mudah terkontaminasi bakteri Escherichia coli.
Analisis Kualitas Bakteriologi dan Jamur di Ruang Rawat Inap RSUD Otanaha : Analysis of Bacteriology and Fungal Quality in the Inpatient Room of Otanaha Regional Hospital Tri Septian Maksum; Ayu Rofia Nurfadillah; Vivi Filia Elvira
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6183

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan sangat mempengaruhi kesehatan manusia, terutama di ruang rawat inap rumah sakit, yang merupakan area dengan interaksi tinggi antara pasien, petugas kesehatan, dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi suhu, kelembaban, pencahayaan, serta kualitas mikrobiologi udara di ruang rawat inap RSUD Otanaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran langsung dan pengujian laboratorium pada ruang perawatan 1, 2, 3, dan 4 di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% dari total 12 ruangan rawat inap tidak memenuhi standar kelembaban, sementara 91,6% ruangan tidak memenuhi standar suhu yang ditetapkan. Sebanyak 58,33% ruangan juga tidak memenuhi standar intensitas pencahayaan. Pengujian laboratorium udara mengungkapkan bahwa kualitas mikrobiologi udara tidak memenuhi standar, dengan angka kuman tertinggi pada ruang R4 (1288 CFU/m³) dan terendah pada ruang R5 (201 CFU/m³). Bakteri udara yang dominan meliputi Diplobacillus sp., Diplococcus sp., Micrococcus sp., Monobasil sp., Staphylococcus sp., Streptobasil sp., dan Streptococcus sp. Sedangkan, jamur yang mendominasi adalah Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp., dan Scopulariopsis sp. Kesimpulannya, kualitas lingkungan fisik dan mikrobiologi di ruang rawat inap RSUD Otanaha sebagian besar tidak memenuhi standar yang ditetapkan, yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi pasien dan pengunjung. Hasil ini menggarisbawahi perlunya perbaikan dalam pengelolaan kondisi lingkungan ruangan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan di rumah sakit.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Sick Building Syndrome pada Pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo: Factors Related to Sick Building Syndrome Complaints in Employees of the Library and Archives Service of Gorontalo Regency Sartika; Herlina Jusuf; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6847

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan salah satu penyakit diakibatkan oleh lingkungan kerja. Observasi awal yang dilakukan pada lingkungan kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Gorontalo didapati adanya potensi yang beresiko menjadi penyebab utama SBS. Hal perlu mendapat perhatian khusus karena lingkungan kerja menjadi tolak ukur yang menentukan kesehatan dari para pekerja. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan sick building syndrome pada pegawai Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif, metode penelitian observasional analitik pendekatan dengan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo yang berjumlah 41 orang menggunakan total sampling. Hasil penelitian, faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan keluhan SBS yaitu kadar debu (p-value = 0.049) dan keberadaan bakteri staphylococcus (p-value = 0,000) sedangkan faktor suhu (p-value = 0,128) dan kelembaban (p-value = 0,633). Tidak memiliki hubungan dengan keluhan SBS. Dari faktor-faktor yang diteliti terdapat satu faktor yang tidak dapat diketahui memiliki hubungan atau tidak dengan keluhan SBS yaitu jumlah bakteri. Jumlah bakteri yang bersifat konstan yakni diperoleh jumlah bakteri rata-rata pada 16 CFU/m3 dengan jumlah bakteri minimum 2 CFU/m3 dan maksimal 35 CFU/m3. Kesimpulan ada hubungan antara kadar debu dan keberadaan bakteri dengan keluhan SBS. Saran untuk instansi terkait untuk lebih memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan secara berkala dan untuk pegawai agar tetap menjaga mempertahankan kesehatan diri agar tidak mudah terpajan gejala SBS.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango : Analysis of Factors Associated with Fruit and Vegetable Consumption Among Adolescents in the Working Area of Puskesmas Toto Utara, Bone Bolango Regency Iswanto Djafar; Sunarto Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7110

Abstract

Prevalensi kelompok usia 10-19 tahun (usia remaja) kurang mengonsumsi buah dan sayur di Provinsi Gorontalo tahun 2018 sebanyak 94,73%. Kabupaten Bone Bolango berada diurutan pertama dengan prevalensi kurang mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 97,22%. Rumusan masalah penelitian ini adalah faktor apa saja yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 141 remaja di wilayah kerja Puskesmas Toto Utara Kabupaten Bone Bolango. Sampel yang diambil sejumlah 105 remaja yang diperoleh dengan rumus Slovin. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan statistik uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi buah dan sayur pada remaja paling banyak dalam kategori kurang sebanyak 61 remaja dengan persentase (58,1%) dan kategori cukup sebanyak 44 remaja dengan persentase (41,9%). Hasil penelitian didapat pengetahuan gizi (p value = 0,024), ketersediaan buah dan sayur (p value = 0,004), dukungan orangtua (p value = 0,037) dan keterpaparan media sosial (p value = 0,035). Simpulan ada hubungan antara pengetahuan gizi, ketersediaan buah dan sayur, dukungan orangtua dan keterpaparan media sosial. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel-variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini seperti niat, status gizi dan dukungan petugas kesehatan yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja.
Uji Efektivitas Perasan Daun Sirsak dan Biji Sirsak (Annona Muricata Linn) sebagai Larvasida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles sp. : Effectiveness Test of Soursop Leaf and Soursop Seeds Juice (Annona Muricata Linn) as Vegetable Larvacides Against Mortality of Mosquito Larvae of Anopheles sp Mohammad Rizki abdullah; Laksmyn Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7112

Abstract

Anopheles sp merupakan vektor penyakit malaria yang sampai kini masih menjadi ancaman kesehatan global. Pengendalian populasi nyamuk Anopheles sp secara kimiawi menggunakan larvasida nabati dinilai lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas perasaan daun sirsak dan biji sirsak (Annona muricata Linn) sebagai larvasida nabati terhadap mortalitas larva nyamuk Anopheles sp. Jenis penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK). Populasi penelitian adalah larva Anopheles sp. Jumlah sampel sebanyak 600 ekor larva yang ditempatkan pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, dengan pengulangan sebanyak 3 kali dan diamati mortalitas larva setelah 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tertinggi berada pada perasan biji sirsak dengan konsentrasi 20% dengan mortalitas sebesar 100%, sedangkan hasil terendah berada pada perasan daun sirsak dengan konsentrasi 10% dengan mortalitas sebesar 70%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengendalian vektor penyakit malaria yang ramah lingkungan.
Gambaran Kualitas Jamur Udara di Ruang Rawat Inap RSUD Otanaha Kota Gorontalo: Overview of Air Fungus Quality in the Inpatient Room of Otanaha Regional Hospital, Gorontalo City Ranggina Sadewi Nngareng; Herlina Jusuf; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7230

Abstract

Udara, air dan makanan merupakan faktor lingkungan yang mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme pathogen dan dapat berbahaya bagi kehidupan manusia. Dari beberapa tempat yang memiliki tingkat kontaminasi udara dalam ruangan tertinggi salah satunya adalah fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit yang dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme pathogen. RSUD Otanaha Kota Gorontalo merupakan tempat pelayanan kesehatan yang ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan dan memiliki bangunan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Gambaran kualitas jamur udara di ruang rawat inap RSUD Otanaha Kota Gorontalo dengan desain penelitian survei analitik dengan rancangan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April-Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan angka kuman berkisar antara 105-1288 CFU/m3 dalam ruang rawat inap dan terdapat beberapa jenis jamur yang mendominasi ruang perawatan diantaranya Aspergillus sp., Fusarium sp., Pennicilium sp., dan Scopulariopsis.